
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
πΈπΈπΈ
Sementara di rumah Ayu..
"Ma, pa." panggil Nicholas.
"Hem?" tanya Al.
"Apaa.. boleh.. hari ini Nicholas melamar Bella langsung di rumah nya?? Tapi mama dan papa juga ikut ya!" jawab Nicholas.
"Hah? Melamar Bella? Papa tidak salah nih? Apa kamu sudah mempersiapkan mental kalau misalnya tiba-tiba Bella menolak lamaran kamu karena Bella mungkin di jodohkan atau sudah mencintai seseorang?" tanya Al.
"Humm.. Nicholas belum mikir sampai situ. Nicholas cuma siap nya untuk melamar. Tapi kalau misalnya Bella menolak.. Hem.. Nicholas akan mempersiapkan mental nanti nya. Nicholas harap hari ini bisa ya pa, ma?" tanya Nicholas.
"Ya." jawab Al dan Ayu.
"Makasih ma, pa." ucap Nicholas sambil mengecup pipi Al dan juga Ayu.
"Ya nak, sama-sama. Persiapkan diri kamu dan juga mental kamu ya nak!" ucap Ayu.
"Iya, ma!" jawab Nicholas.
Nicholas pun ke kamar nya. Entah apa yg akan ia lakukan.
πΈπΈπΈ
Sementara di rumah Alvaro dan juga Alena.
Keesokkan harinya..
Alvaro sudah bangun terlebih dahulu. Ia meminta pelayan untuk menyiapkan makanan.
Mereka berdua cuti selama 2 minggu.
"Tadi malam sampai jam berapa ya?" gumam Alvaro.
__ADS_1
"Ahh.. kalau gini. Mending tidur lagi saja kali. Pekerjaan cuti 2 minggu. Uhh... lumayan bikin membosankan. Tapi mau gimana lagi!" gerutu Alvaro.
Alvaro pun kembali tidur dengan Alena dengan saling berpelukan.
"Uhh.. kak." panggil Alena dengan suara khas bangun tidur.
"Hem?" jawab Alvaro yg tadi hampir terlelap namun tidak jadi di karena-kan Alena memanggil nya.
"Kakak bisa lepasin dulu gak pelukan nya? Alena mau pipis." pinta Alena.
Alvaro pun melepaskan pelukan nya.
"Makasih kak." ucap Alena .
"Sama-sama." jawab Alvaro.
Alena pun mencoba berdiri dari kasur dan..
"Akhh." ringis Alena ketika **** ********** nya perih. Meskipun perih nya tidak separah dengan yg pertama sekali, namun perih nya tetap sakit.
"Kenapa Lena?" tanya Alvaro.
Alvaro pun langsung mengendong Alena tanpa aba-aba dan langsung membawa Alena ke kamar mandi.
"Kalau sudah, panggilkan aku ya Lena." ucap Alvaro.
"Iya kak!" jawab Alena.
Alena pun di kamar mandi. Sedangkan Alvaro di luar kamar mandi.
Setelah beberapa detik..
"Sudah, kak!" ucap Alena yg di dalam kamar mandi.
Alvaro pun membuka kembali pintu kamar mandi yg sengaja ia tutup.
Alvaro pun kembali mengendong Alena dan kembali ke kasur.
__ADS_1
"Kamu mau lanjut tidur lagi atau gimana?" tanya Alvaro.
"Lanjut tidur saja deh kak!" jawab Alena.
"Oke." ucap Alvaro.
Mereka pun melanjutkan tidur nya.
Hingga pukul 11 siang..
"Ehm.. kak!!" panggil Alena dengan suara khas bangun tidur.
"Hem?" tanya Alvaro dengan suara khas bangun tidur dan juga dengan mata masih tertutup.
"Bangun, kak. Sudah jam 11." jawab Alena.
"Ehm.. iya." ucap Alvaro lalu membuka mata nya dan melihat jam di dinding.
"Aku mau mandi dulu ya, kak. Sekalian minta pelayan untuk menyiapkan makanan." ucap Alena.
"Ehh.. gak usah. Tadi kak sudah minta, nanti tinggal di panasin saja." jawab Alvaro.
"Ohh.. oke kak. Kalau gitu, Alena mandi duluan ya kak!" ucap Alena.
"Ehh.. mandi bareng, yuk!" ucap Alvaro.
"Ayoo kak!!" jawab Alena.
Mereka pun mandi bareng. Tapi mandi ny sangat lama. Entah apa yg mereka berdua lakukan.
Setelah 2 jam..
Mereka berdua pun keluar.
...~π©πππππππππ~...
Maaf ya kemarin up nya cuma satu. Karena pas di review lama sekali. Entah masalah nya apa, author tidak tahu.
__ADS_1
Jangan lupa like yaa kakak-kakak semuanya..
Terima kasihππ»..