Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 33


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Hah! Aku jadi selama ini dari keluarga.. STANLY!!" pekik Joliana membuat Al kaget dan langsung menghampiri nya.


"Ada apa Jol?" tanya Al.


"Hm? Tidak apa-apa!" jawab Joliana menutupi keterkejutan nya.


"Hm.. kamu yakin? Lalu kenapa tadi sampai pekik? Apa ada masalah?" tanya Al.


"Tidak.. tidak ada! Aku hanya kaget saja!" jawab Joliana.


"Hm.. ku rasa tadi kamu mengatakan 'Stanly' hm.. apa ada masalah dengan keluarga stanly?" tanya Al.


"Hemm... tidak apa-apa!" jawab Joliana cepat.


"Hmm.. baiklah! Oh ya,, aku ingin kamu mencari..." ucap Al.


"Mencari apa?" tanya Joliana.


"Hm.. kamu pasti nya bukan dari keluarga Pratama bukan? Dari wajah mu saja tidak mirip! Jadi aku mau kamu coba mencari keluarga asli mu!" jawab Al.


"Belum kamu suruh, saya sudah menemukan nya!" ucap Joliana datar.


"Maksud nya?" tanya Al.


"Maksud ku, belum kamu suruh cari, saya sudah menemukan jawaban nya!" jawab Joliana dengan datar.


"Hah! Jangan bilang kalau kamu itu.. berasal dari keluarga.. STANLY??" ucap Al.


"Ya,, sepertinya aku memang dari keluarga Stanly!" ucap Joliana.


"Jadi nama asli kamu apa dong?" tanya Al.


"Hm.. tapi ini kalau mau tahu benar apa tidak.. kita harus menggunakan tes DNA kemungkinan.. hm.. kalau nama asli aku berdasarkan hasil pencarian aku 'Apriliana Ayu Putri Stanly'!" ucap Joliana.


"Apriliana Ayu Putri Stanly? Hm.. bukan nya itu nama cucu dari keluarga Stanly yang hilang 21 tahun yang lalu?" tanya Al.


"Ya! Tentu saja,, dan aku di katakan ayah dan ibu ku dulu kalau aku anak yatim piatu! Dulu sih aku percaya-percaya saja, tapi pas aku umur 11 tahun, aku udah gak percaya lagi sama kata kata nya!" jawab Joliana.


"Hmm.. gitu ya.. apa perlu nanti minggu depan kita ke mansion utama Stanly?" ucap Al.


"Seperti nya perlu sihh.. nanti aku akan datang sendiri bersama anak anak ku.." ucap Joliana.


"Hm.. apa perlu aku menemani mu juga?" tanya Al.


"Tidak.. tidak perlu!" jawab Joliana ketus.

__ADS_1


"Hm.. baiklah, aku mau lanjutkan pekerjaan ku dulu yaa!" ucap Al.l


"Ya!" jawab Joliana.


"Hmm... gimana ya nanti rencana nya Velly itu? Sayang sekali kekuatan ku belum sepenuhnya pulih dan hari ini dia akan datang kembali setelah 7 tahun yang lalu! Apa yang ia rencana kan? Apa masih dengan racun lagi?" gumam Joliana.


Tok tok tok..


"Selamat pagi non!" sapa suster.


"Selamat pagi sus..!!" balas Joliana.


"Ini.. saya mau ganti obat cairan infus nya lagi.. saya ganti dulu ya non.. maaf kalau menganggu!" ucap Suster.


"Tidak apa-apa kok Sus, tidak menganggu sama sekali!" ucap Joliana.


Suster itu pun mengganti obat cairan infus nya setelah itu ia pun keluar.


"Hm.. apa mungkin Velly akan menggunakan cara seperti ini? Kenapa firasat ku mengatakan kalau Velly akan melakukan seperti suster tadi?" gumam Joliana.


"Ah sudah lah, tidak perlu mengingat hal itu, lebih baik aku menyiapkan diri untuk nanti!" gumam Joliana.


🌸🌸🌸


Sementara di tempat Velly..


"Bos! Ini pakaian suster dan racun yang mirip dengan obat cairan infus nya, bos!" ucap anak buah Velly.


"Ok, bos!" ucap anak buah Velly lalu pergi dari hadapan Velly.


"Hahahha.. setelah sekian lama 7 tahun.. aku bisa menemui diri mu lagi haha!! Selamat menikmati hari terakhir mu!!" batin Velly tertawa.


"Ini sudah hampir siang, lebih baik aku mempersiapkan diri untuk nanti! Aku akan pergi ke sana saat siang menjelang sore..!!" ucap Velly.


"Oh ya, aku mau pulang ke rumah dulu untuk makan siang! Tolong kalian semua jaga markas kita ini!" ucap Velly pada anak buah nya lalu pergi.


Beberapa menit kemudian..


Velly pun sampai di rumah nya..


"Eh? sayang, baru pulang ya? Sini masuk, kita makan siang dulu ya, tapi sebelum itu kamu mandi dulu!" ucap Ibu Velly.


"Iya mom!" ucap Velly lalu masuk dan ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya lalu keluar dan ikut makan siang bersama keluarga nya.


Di meja makan..


"Mom, dad, aku punya kabar baik loh buat kalian!" ucap Velly.

__ADS_1


"Kabar baik apa sayang?" tanya ibu Velly dan ayah Velly.


"Ini loh dad, mom, si wanita j*l*ng itu masuk ke rumah sakit loh!" ucap Velly.


"Wahh.. kenapa dia masuk ke rumah sakit?" tanya ibu dan ayah Velly.


"Karena aku kemaren racuni dia mom, dad, tapi sayang nya dia tidak mati!" ucap Velly dengan nada kecewa.


"Terus apa yang ingin kamu lakukan lagi sayang?" tanya ibu dan ayah nya Velly.


"Aku akan berperan menjadi suster nanti nya di rumah sakit itu, lalu akan ku taruh racun di dalam infus nya!" jawab Velly.


"Nah ide bagus, lakukan dengan baik, jangan sampai nenek dan kakek mu itu tahu!" ucap ayah Velly.


"Ok, dad!" ucap Velly.


"Eh? Kalian lagi ngomongin apa?" tanya kakek nya Velly.


"Iya, siapa itu wanita j*l*ng yang kalian maksud? Jangan bilang kalau itu Joliana!" ucap nenek nya Velly.


"Bukan kok, itu cuma temen aku yang hamil di luar nikah!" ucap Velly.


"Oh ya? Apa kalian tidak berbohong?" tanya kakek Velly.


"Tidak kok kek!" ucap Velly sambil mengelengkan kepala nya bertanda kalau ia tidak berbohong.


"Kakek dan nenek mu ini bisa melihat dari cctv loh! Dan kami sudah tahu kalian bertiga berbohong!" ucap nenek Velly dengan sorotan mata tajam membuat ayah, ibu serta Velly gugup.


"Nenek dan kakek sudah tahu siapa yang kalian maksud! 7 tahun yang lalu bahkan kalian mengusir nya!! Kalian telah mengusir mutiara yang cantik dari rumah ini!! Apa mau kalian hah!!" ucap nenek nya Velly.


"Kami mau dia mati!" ucap Velly keceplosan.


"APAAA?!!" pekik nenek dan kakek Velly sambil memegangi dada kiri nya.


"Aaaaa!!" pekik nenek dan kakek Velly.


Brukkk...


Nenek dan kakek nya Velly pun pingsan.


"Kakek, nenek!! Bangun nek, kek!" ucap Velly sedih.


"Ayah, ibu bangun!!" ucap ayah Velly.


"Ayah, ibu, tolong bangun!" ucap ibu Velly.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit mom, dad!" ucap Velly.

__ADS_1


"Ayo!" ucap ayah dan ibu Velly sambil mengendong nenek dan kakek Velly.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2