Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:3 "Pangeran sekolah"


__ADS_3

📢Panggilan untuk semua anggota osis, dan juga anak baru yang baru bergabung, segera kekantor sekarang!!


"Ngapain lagi sih? Baru aja balik dari kantor". Gumam reza.


"Ayo bos, kita kekantor". Ujar boby.


Ketiga pria tampan itu masuk kantor dengan santai setelah lama menunggu yang lainnya hadir.


"Wah, banyak juga tahun ini yang masuk osis, jadi penuh gini kantor guru.


Pak, mau bahas apa lagi nih?". Ujar reza pada kepala sekolah.


"Reza, kamu harus mengubah prosedur dan juga tata tertib osis beserta tingkat atau posisi mereka. Bapak percayakan padamu, selama kamu menjabat ketua osis, sekolah ini semakin maju". Jelas kepala sekolah itu.


"Baiklah, terimakasih pak.


Oke, selamat pagi semuanya, kakak kelas dan adik kelas, bagi yang belum kenal dengan saya, mari kenalan dulu.


Nama saya reza albert, ketua osis, ketua kelas, dan kapten basket. Dari tahun lalu, aku yang mengatur semua jadwal ekstra kulikuler disekolah ini, mulai dari osis, PMR, pramuka, music class, dan yang lainya.


Sekarang kita rombak lagi posisi osis, dan aku sendiri yang menentukannya.


Pertama. Yuki, sebagai wakil ketua osis, karna dia pintar dan sopan.


Kedua. Danu dan boby, tetap sebagai keamanan osis, karna sigap dan berani.


Ketiga. Genta, sebagai sekretaris, karna dia terlihat cekatan.


Keempat. Lesty, sebagai bendahara.


Itu saja, untuk posisi yang lainya nanti nyusul aja.


Yang namanya kusebut, mohon jalankan amanah dengan baik, jangan cuma membanggakan posisi doang! Aku akan memantau hasil kerja kalian, dan, kalau sampai ada yang berseteru sesama anggota, siap-siap akan keluar dari segala kegiatan! Ngerti!!


"Ngerti kak!! "


"Bagus! Silahkan bubar, kecuali pejabat osis".


Puluhan anggota osis itu meninggalkan ruangan, yang tersisa hanya pejabat yang diminta reza tetap tinggal.


"Genta! Disini kamu cewek yang paling berani, tapi awas kalau kamu menyalah gunakan jabatan yang kuberikan. Tugas sekretaris lumayan berat, karna harus menangani masalah diluar kelas".


"Baik kak, aku akan berusaha, terimakasih telah mempercayaiku". Jawab genta dengan semangat.


"Yuki, kamu sebagai wakil aku, kamu harus banyak belajar bicara, karna kamu yang akan menggantikanku saat aku gak ada. Belajarlah bicara didepan banyak orang".


"Iya kak, aku akan belajar". Sahut yuki tertunduk.


"Tegap dikit dong! Jangan lemas kayak gitu! Biasakan menatap mata orang yang mengajak kamu bicara!". Ketus reza.


Yuki mencoba mencengatkan wajahnya dan memberanikan diri menatap reza.


"Baik kak, aku berusaha sebisaku". Timpal yuki yakin.


"Nah gitu dong, dan kamu lesty, kamu yang mengatur keuangan osis, dan dibantu juga dengan yuki.


Udah gitu aja! Kalian kembalilah kekelas.


Sebelum itu tinggalkan nomor wa kalian disini, aku akan memasukannya kedalam group osis.


Saat semuanya bubar, anak kelas X kembali menuju kelas masing-masing.


"Em.. Yuki, lesty, maafin gue ya, bisakah kita berteman sekarang?". Genta mengangkat tanganya untuk bersalaman.


"Ada angin tornado kah? Mimpi apa lo?". Pungkas lesty.


"Udah lah les, terima saja dia sebagai teman kita". Timpal yuki tersenyum dan menyambut tangan genta.


"Iya deh. Demi lo, tapi awas ya lo genta kalau bikin ulah sama kita, bakal gue potelin palak lo! "


"Dih sadis amat! Udah ah, gue mau masuk kelas.


_


Hari sabtu adalah hari dimana para siswa tidak belajar melainkan melakukan kegiatan ekstra kulikuler.


Reza terlihat sangat keren saat menggunakan baju olahraga yang tipis.


Saat ia tengah bermain basket banyak sekali cewek-cewek yang menyaksikan kapten basket itu.


"Eh, kalian nyadar gak sih kalo boby dan danu itu juga tampan, apalagi danu tuh, gue demen banget sama sifatnya". Ujar genta pada lesty dan teman yang lainya.


"Lo suka sama danu? Biar gue comblangin. Bdw, lo kenapa gak gabung lagi sama geng lo itu?". Timpal lesty.


"Gue udah males, gak berfaedah! Lagian mereka pada gak mau pas gue ajak masuk osis, auto keluar gue dari geng tersebut, gak guna juga!". Sahut genta yang masih fokus melihat danu.


"Lebih bagus seperti itu, pilihan yang tepat". Tambah yuki dengan suara lembut.


Plaaakkk.!!!! 'Bola basket mengenai kepala yuki'


"Ah..!!". Yuki terguling setelah bola itu mengenai tepat diatas keningnya.


"Yuki!! Lo gak apa-apa? Biar gue bantu bangun".


"Siapa sih yang lempar bola sejauh ini?". Ujar genta geram.


Terlihat reza berlari menghampiri yuki.


"Lo gak apa-apa? Maaf, teman gue gak sengaja". Reza mengelap kening yuki yang kotor karna bola tersebut.

__ADS_1


"Aku gak apa-apa". Sahut yuki sembari memejamkan mata.


Saat ia hendak berdiri, yuki terhuyung karna pandanganya merasa gelap seketika.


Reza bertindak dan langsung menggendong yuki keruang BK PMR disusul oleh teman yang lainya.


Para cewek yang dilalui reza itu teriak histeris karna merasa iri.


"Yuki, berbaring saja dulu disini, sampai kepalamu gak pusing lagi".


"Em,, kak reza, aku dan yang lainya keluar bentar ya, mau beli makanan dan minuman buat yuki". Ujar lesty sembari menarik evi dan genta.


"Semuanya??". Reza bingung dengan tingkah mereka yang buru-buru pergi itu.


"Kak reza, makasih ya udah bantu aku kesini". Tutur yuki tersenyum.


"Settt dah,, senyumnya manis juga". Gumam reza dalam hati.


"Gak masalah kok, tidurlah sebentar, gue akan nungguin lo sampai temen lo kembali".


"Kak reza, boleh gak, kalo ngomong sama aku jangan pake 'Lo & gue'. Kalo bisa pake 'Aku & Kamu' saja, tapi aku gak maksa sih". Ujar yuki tanpa menatap reza.


"Hah? Baiklah. Bukan masalah". Timpal reza tersenyum.


"Gila, senyumanya!! Makin menambah ketampananya". Batin yuki.


Disaat bersamaan, lesty dan yang lainnya berpas-pasan dengan boby dan danu yang hendak masuk keruang tempat yuki istirahat.


Lesty langsung menarik boby, sementara genta menarik danu.


"Heii.. Heii.. Mau kemana kalian? Dilarang masuk!!". Ketus lesty pada boby.


"Apaan sih? Kenapa emangnya gak boleh??". Tanya boby menepis tangan lesty.


"Karna didalam kak reza sedang berduaan sama yuki, jangan ganggu!!". Timpal genta.


"Oh gitu! Ya udah". Boby langsung masuk tanpa dosa.


"Boby!!! Kuping lo tuli ya!!". Teriak lesty geram.


Merekapun mengejar dan masuk bersamaan.


"Eh,! Boby? Danu? Kenapa kalian ikut kemari? Main basketnya udah selesai?". Tanya reza heran.


"Udah bos. Lagi istirahat. Ayo kita kekantin". Jawab danu.


"Baiklah.


Yuki, sekarang temanmu udah kembali, kita cabut dulu ya".


Saat reza beranjak, yuki menarik tangannya.


"Eh! Apaan sih, biasa ajalah, udah ya, kami pergi dulu". Reza pergi begitu saja meninggalkan yuki dan temannya.


"Bos,lo naksir gak sama yuki?". Tanya boby.


"Gak ah! Nggak sekarang, tapi gak tau ntar. Udah ah jangan dibahas, ayo kekantin".


__


Berawal dari anggota osis, kini pejabat-pejabat osis itu makin hari makin dekat satu sama lain, tak jarang mereka berkumpul setelah pulang sekolah untuk membahas masalah ekskul.


Terkadang mereka makan bersama dan jalan bersama.


Saat tahun baru, mereka berkumpul dirumah genta untuk merayakan tahun baru bersama.


Makin hari mereka bertujuh makin akrab dalam persahabatan.


Tanpa disadari, reza makin dekat dengan yuki. Begitu juga genta dan danu. Karna seringnya bertemu membuat mereka tanpa ragu untuk bercanda gurau.


Saat bergabung menjadi anggota osis enam bulan lalu, kini yuki sudah pandai bicara, baik dibelakang ataupun didepan orang banyak, karna ajaran dari teman-temanya yang pada cerewet itu.


Kerap sekali ia disuruh reza presentasi didepan anggota osis lainya saat sedang meeting, yuki pun melakukannya dengan tegas dan cerdas. Reza tersenyum kagum melihat perubahan yuki.


_


Hari minggu.


"Anak curut itu lagi ngapain ya?". Gumam boby sembari berbaring dikasurnya.


Ia meraih ponsel dan menghubungi lesty.


"Lesty, jalan yok, berdua aja, mau gak?"


"Oke deh, kebetulan gua gak ada kerjaan, gue tunggu dirumah ya bob".


"Oke cantik, langsung otw nih gue"


Beberapa saat kemudian, boby menjenguk lesty dirumahnya, mereka berdua pergi ketaman kota sembari bergurau ria.


"Gak kerasa ya, kita berteman sudah enam bulan loh, minggu depan kita udah semester pertama.


Lesty, kita pacaran yok! Gue sih udah lama suka ama lo, tapi gue takut ditolak, kalo lo gak mau gak apa-apa kok!"


"Ada ya orang nembak cewek kayak gini? Gak romantis banget! Gue juga suka sih sama lo, hehe"


"Serius?? Berarti kita pacaran nih? Yeeyy,, baru kali ini gue pacaran, ternyata kayak gini rasanya. Walaupun cinta monyet, siapa tau bisa sampe nikah, ya kan?". Boby terkekeh begitu girang mendapatkan seorang pacar.


"Hm.,, gue juga baru kali ini pacaran.

__ADS_1


Bdw, kak reza sama yuki kan udah lama dekat, lo tau gak kalo reza itu suka gak sih sama yuki?"


"Gak tau juga sih, dia mah sama siapa aja dekat kali. Tapi akhir-akhir ini dia makin rajin loh, dan cara bicaranya udah agak beda, mungkin aja dia emang suka sama yuki".


"Eh bob,, bukannya itu reza kan?? Dari belakang sih kayaknya iya, samperin yuk".


Dengan rasa penasaran, boby dan lesty menghampiri reza.


"Heii bos!! Sama siapa kemari?". Ujar boby semeringah.


"Tuh, sama yuki". Jawab rey singkat sembari menunjuk pada yuki yang tengah membeli es krim.


"Ciee.. Jalan bareng ni ye,, oh iya bos, gue udah pacaran loh sama lesty"


"Oh ya!! Bagus deh, selamat ya!"


"Kalian kapan nyusul kak?". Pungkas lesty.


"Kapan-kapan aja lah.


"Heii kalian!! Eh, ada kak boby sama lesty, kok bisa kebetulan gini ya". Sapa yuki dengan ramah.


"Kami kesini karna ada sesi penembakan hati, kita udah resmi pacaran, kalian cepat nyusul ya. Kita pergi dulu deh, biar gak ganggu! Ayo curut kita pergi". Boby menggangdeng tangan lesty menjauh dari mereka.


"Kak, nih es krimnya". Yuki memberikan satu es krim untuk reza.


"Kak, setelah mengenalmu, aku merasa banyak perubahan pada diriku, aku lebih percaya diri dan lebih berani, makasih banyak ya, ini semua berkat bantuanmu". Yuki tersenyum manis menatap mata reza.


"Apaan sih, biasa ajalah, perubahan itu terjadi karna niat dan keinginan dari hati, aku hanya membantu mendorong dan memberi semangat saja.


Minggu depan kita sudah ujian semester, kamu belajarlah yang rajin, jangan kebanyakan main". Reza menepuk kepala yuki sembari tersenyum.


"Aku giat belajar kok walau tidak ujian, aku pasti dapat rangking 1,hehe. Kak reza juga belajar yang rajin ya, dan tetap semangat!".


Ditengah asiknya mereka ngobrol sambil makan es krim, tiba-tiba gerimis turun menghampiri.


"Eh, gerimis? Kak, ayo kita pulang".


Reza melepaskan jaket sweaternya dan menutupkanya dikepala yuki.


Yuki kaget, tapi bahagia melihat perhatian reza yang melindunginya.


Mereka berlari kecil, bergegas masuk kedalam mobil reza.


"Fiuhh,, untung belum deras, makasih ya kak"


"Sama-sama, kuantar kamu pulang ya, udah hampir magrib."


Saat mampir dirumah yuki, orang tuanya menyuruh reza masuk karna hujan makin deras. Reza pun menurutinya.


Yuki mengambilkan handuk untuk reza, karna kepalanya basah kuyup saat turun dari mobil.


"Orang tua kamu baik dan ramah". Ujar reza sambil mengelap rambutnya. Ia makin terlihat tamvan dengan rambut yang lembab.


"Mereka memang baik dengan siapa saja, terimakasih kakak sudah mau mampir dirumah kami yang sederhana ini". Pungkas yuki.


Bunda yuki membawakan secangkir teh hangat untuk reza.


"Silahkan diminum nak.


Apakah kamu pacarnya yuki? Kamu sangat tampan, selama ini yuki belum pernah pacaran". Ucap bunda yuki dengan ramah.


"Bukan bun, kita cuma teman, dia kakak kelasku, namanya reza". Sahut yuki dengan cepat.


"Nak reza, jika kamu mencintai anak saya dengan tulus, maka jagalah dia, jangan hancurkan hidupnya, aku melihat dari matamu, kalau kamu mencintai anak saya". Timpal ayah yuki dengan santai.


"Ayah ngomong apa sih! Udah yuki bilang, kita cuma teman". Yuki merasa malu sendiri dengan ucapan ayah dan ibunya.


"Haha,, paman bisa saja, aku akan menjaga yuki kok. Aku suka keluarga ini, begitu harmonis, sama seperti keluargaku". Jawab reza tersenyum.


"Kalian ngobrol saja dulu, aku mau menemani ibu yuki masak"


Ayah dan bunda yuki pergi dari hadapan anaknya itu.


"Kak, aku butuh pendapatmu. Saat ujian semester usai, aku berniat menutup aurat dengan berhijab, aku sudah mengatakan ini pada ayah dan bunda, bagaimana menurutmu?"


"Berhijab? Itu pilihan yang bagus, karna cantik itu tidak dilihat dari penampilan ataupun rambut yang bagus, tapi cerminan dari hati, kalo aku sih setuju saja selagi itu yang membuatmu nyaman, tapi ingat, berhijab itu bukan hanya setahun dua tahun aja, tapi selamanya sampai kita menutup usia". Jawab reza menatap yuki dengan senyuman.


"Terimakasih kak, aku senang dengan jawabanmu"


"Udah reda nih hujannya, aku pulang dulu ya, sampaikan salamku untuk orang tuamu, dan terimakasih untuk teh nya"


"Baiklah, hati-hati dijalan ya kak, sampai jumpa besok". Yuki melambaikan tangannya sambil tersenyum melihat reza yang hendak mengemudikan mobilnya, reza juga turut melambaikan tangan dengan senyuman.


"Itu mobilnya?? Bagus sekali!!". Ujar ayah yuki yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Ayah? Bunda? Kalian kok tiba-tiba muncul, bikin kaget saja. Udah ah, aku mau mandi dulu". Yuki berlalu meninggalkan kedua orang tuanya yang masih melongo melihat mobil reza yang pergi menjauh.


•••


BERSAMBUNG


_


BACA JUGA


*Suamiku Mr. Cuek


*I'm a Idol

__ADS_1


__ADS_2