
Hari ini ara dan rey mulai ngampus setelah lama vakum karna keduanya diserang penyakit malas.
Seperti biasa, mereka selalu menggunakan jalur khusus saat tiba dikampus demi menghindari dari gerombolan fans yang sering nyerbu.
Setelah mobil diparkir. Rey langsung keluar. Namun ara masih enggan untuk turun mobil.
"Aron!! Ayo turun! Ngapain lagi sih ngelamun disono? Mikirin apa? "Teriak rey dari pintu mobil.
"Sebenarnya gue malas banget, karna hari ini ada kelas dosen plontos. Dia tuh gak henti hentinya ngasih tugas! Bikin kepala gue ikutan plontos. "Sahut ara sembari membuka pintu mobil dengan paksa.
"Jangan alasan! tugas gampang gitu, lo kan banyak akal licik. Udah ah ayoo jalan. "Rey menarik paksa tangan ara.
Rey mengantar ara sampai kedepan kelasnya. Membuat seisi kelas itu mimisan kebaperan melihat rey yang menggandeng tangan ara dan mengusap kepala nya sebelum dia pergi.
Setelah rey keluar, ara baru sadar bahwa teman kelas nya itu bertingkah aneh selain sahabat nya adelia dan aznie.
"Kalian kenapa? Apa pada jantungan?? Kok wajah nya pada meleleh gitu. "Ujar ara heran sembari duduk dibangkunya.
"Mereka baper tuh liat lo mesra sama rey. "Sahut adelia.
"Oh gitu! Kalau gue tau tadi makin gue mesra mesraan sama rey, biar mereka makin baper sampe pingsan, supaya kelas ini bubar. "Timpal ara cuek.
"Siapa yang mau kelas ini bubar?? "Ujar Dosen plontos itu tiba tiba didepan kelas.
"Saya pak!! "Sahut ara dengan semangat tanpa rasa bersalah.
Dosen itu berjalan mendekat dengan wajah suram.
"Kamu lagi!! Kalau kamu gak mau dikelas saya silahkan pergi!! Dasar siswa durhaka!! "Ujar si plontos sembari menepuk meja ara.
Dengan santai nya ara berdiri sambil tersenyum. "Makasih pak sudah ngusir saya. Kalau gitu saya balik dulu ya. "Ara berjalan keluar tanpa dosa.
"Heii kau.. Absen kamu akan saya alfa kan setahun, nilai kamu akan kuberi Z. "Teriak dosen dengan kesal.
"Pak!! selama ini saya selalu mengerjakan tugas darimu walaupun saya jarang ngampus!! Awas kalau nilai saya jelek, siap siap turun jabatan jadi mahasiswa lagi. "Sahut ara dari luar kelas.
Si dosen itu tiba tiba berpikir keras. " Dia benar juga. Dia selalu ngumpulin tugas. Ahh bodo amat lah!! Dia selalu membuat darahku naik. "Gerutunya sambil menggepalkan tangan..
"Em. Maaf pak, kita permisi ketoilet bentar ya. Udah kebelet. "Ujar adelia dan aznie yang maju didepan kelas.
"Kalian mau nyusul anak kucel itu tadi.?? "Tanya si dosen.
"Nggak kok pak, kita aja gak kenal sama dia. Kita beneran mau ketoilet. "Sahut aznie.
"Oh gitu baiklah.. Jangan lama-lama. "Timpal dosen.
"Gak lama kok pak, palingan cuma 2 jam. "Tambah adelia sembari menggandeng tangan aznie keluar dengan cepat.
"Oke, baiklah.. "Sahut dosen tanpa sadar. "Eh tunggu! Dua jam?? Jam pelajaran saya udah abis kalau dua jam, dasar siswa laknat, pasti mereka temanya anak itu tadi. Heii kalian, ada yang tau siapa nama mereka bertiga tadi. "Tanya dosen pada siswa lainya.
"Nggak tau pak! Kita juga gak kenal sama mereka. "Sahut siswa itu bersamaan.
"Hah?? Teman satu kelas gak ada yang kenal? kalian pura pura kan?? ahh... Jantungku pusing.. Mending aku pulang aja deh. "Si dosen itu menyerah pada siswanya, dia pun meninggalkan kelas sambil mengelus dada karna pusing melintir melihat mahasiswa pada gak waras.
Setelah dosen itu keluar kelas, semua siswa dalam kelas itu tertawa sambil naik meja dan kursi saking seneng nya gak belajar pelajaran ekonomi yang membuat rambut jadi kriting.
Disaat bersamaan, ara yang keluar dari kelas itu sedang menuju kantin untuk menghilangkan penat penut nya.
"Ahh mumpung masih sepi, enak banget nih nenangin otak. "Ara bersandaran dikursi kantin.
"Heii ara.. "Sapa aznie dan adelia dari belakangnya.
"Eh kalian?? Kok keluar juga, ntar kalian diocehin si plontos. "Sahut ara.
__ADS_1
"Bodo amat lah!! Kita kesini mau temeni lo. "Timpal adelia sembari duduk.
"Thank you guys,, kalian memang sahabat gue paling the best deh.
Tiba tiba suara ricuh masuk kantin.
"Suara siapa sih gede banget. "Gerutu ara cuek.
Ternyata itu suaranya ricky, alvin dan daylon yang menggelegar.
"Waa.. Ada adek gue!! Lo bolos ya? Udah mulai nakal?? "Ujar daylon sambil mendekati ara.
"Lah..! Lo sendiri ngapain kesini kalau bukan bolos. Lagian lo kakak kelas alvin dan ricky. Tumben amat akur! "Jawab ara cuek.
"Eh.. Iya ya.. Gue baru sadar kalau kita bolos. Mending kita keruang vip aja deh, ntar diliat dosen lain. "Sahut daylon.
"Ya udah, ayo..!
Ara dan kawan kawan pergi keruang vip. Setelah membuka pintu, ternyata rey dan kawan kawan juga sedang ngobrol tamvan dengan santai.
"Reboy!! Ngapain disini? Bolos kah?? "Tanya ara sembari berjalan masuk diiringi temanya.
"Lo juga bolos ya.? "Tanya rey singkat.
"Gue sih bukan bolos, tapi di usir sama si plontos. Gak apa apa lah jadi siswa durhaka berkali kali. "Sahut ara.
"Bos. Kita keluar duluan aja ya. Gak enak terlalu
rame. "Ujar teman teman rey sembari keluar.
Ara dan kawan kawan duduk bersama bercanda ria tanpa bersalah karna sudah bolos.
"Eh ra. Gue denger ada orang ketiga yang menganggu hubungan lo dan rey ya.? "Tanya adelia penasaran.
"Hei kutil.! Gue emang suka sama ara, tapi itu dulu, sekarang gue udah sadar kalau dia temen orok gue. "Jawab ricky dengan emosi.
"Bener tuh, Dulu gue memang cinta sama ara, tapi sekarang dia adalah adik tiri gue. Lagian siapa juga yang mengganggu kalian, gue cuma usil doang. "Sahut daylon menatap tajam wajah rey.
"Apa bedanya mengganggu sama usil pe'ak.!! "Timpal rey yang juga melotot pada daylon.
Alvin tertunduk karna tersinggung disebut penganggu. "Sorry. Gue memang masih cinta sama ara bahkan sampai sekarang. Tapi gue berpikir dan gue baru sadar kalau..
Gue harus mengejar ara dan merebutnya dari elo.!! "Teriak alvin sambil menaikan kaki kananya keatas kursi.
"Berisik.!!! "Teriak ara yang emosi karna perdebatan mereka. "Kalian berempat udah pernah nelan gelas belom???!!! "Bentak ara sambil mengangkat gelas dihadapanya.
"Kenapa gak Helm aja sekalian, biar gedean dikit. "Gerutu ricky dengan suara kecil sambil merunduk takut.
"Reboy! Mendingan lo keluar dulu deh, soalnya ada yang pengen gue omongin sama temen manusia aneh gue. "Ara menarik tangan rey menuntunya keluar.
"Mau ngomong apaan sih. Emangnya gue bukan manusia apa. Masa sama pacar sendiri main rahasiaan segala. "Gerutu rey.
"Bukan! Lo kan alien. Udah, keluar aja sono, bukan rahasia kok, tapi percakapan yang bakal bikin usus lo lurus. Pergi sana, awas kalau nyibir. "Ara mendorong rey keluar pintu.
"Nyibir.?? Nguping kali bego!!. Punya pacar kok o'on nya diperkembang biakan. Ya udah gue pergi sekarang. Dasar ulat bulu laknat. "Rey menggerutu sepanjang ara mendorongnya keluar dari ruangan vip tersebut.
Setelah rey pergi. Ara kembali duduk bersama teman aneh nya itu.
"Guys, kebetulan kita sedang ngumpul, gue pengen minta lontong sama kalian. (Maksudnya minta tolong).
"Minta lontong apa ra, pakek pecel gak. "Sahut ricky cengengesan.
"Nah, berhubungan dengan itu. Lo semua pada tau kan kalau mantan nya si alien itu balik lagi dan dia jadi PHO (perusak hubungan orang). Dan kayaknya dia mau misahin gue sama reboy. Gue minta kalian deketin dia, ajak kenalan, dan cari tau dia yang sebenarnya, karna gue yakin, pasti ada yang dia sembunyiin. "Jelas ara.
__ADS_1
"Ah, benarkah.. Nama nya siapa? Dan tinggal dimana? Gue mah jago ngerjain orang. "Timpal ricky dengan semangat.
"Dia tinggal dikontrakan kecil. Alamatnya di jalan kodok, gang semut. Ntar ada jalan cacing, diujung jalan itulah kontrakanya. Nama nya pecel. "Jelas ara dengan santai.
"Hahahah.. Masa iya nama nya pecel? Dan alamat nya aneh banget.. Haha.. "Teman ara tertawa terpingkal pingkal sambil memukul dinding.
"Gue serius pe'ak..!! Namanya sih bukan pecel, tapi siapa gitu,, gue aja nyebutin nya susah sampe kepleset lidah gue. Pokok nya kalian bertiga dekati dan cari tau siapa dia. Tapi inget, jangan sampai kalian sebut nama gue didepan dia. Anggap aja kita gak kenal. Kalian hati hati sama dia, karna cewek itu bermuka dua. "Sahut ara dengan serius.
"Dia tarok mana mukanya yang satu lagi? "Tanya daylon.
"Dalam saku celana.!! Gue serius bang!! Becanda mulu. Gue sentil ntar tuh gigi.. Intinya gitu ya. Kalian harus jauhin kutu kebo itu dari gue dan rey.
"Waa.. Jangan gitu dek.. Jangan ragukan lagi!! Biar abang bantu, bila perlu kita karungin, bawa pulang, terus jadiin pembantu dirumah.. Hehe. Lumayan jadi tukang ngitungin semut. "Sahut daylon cengengesan.
"Abang!!!! Gue serius !! "Ara menepuk meja dengan kesal.
"Iya.. Iya.. Maaf kalau abang gak salah. "Ujar daylon tertunduk.
"Oh iya ra, ciri cirinya gimana? "Tanya alvin.
"Dia kerja di mall milik alien. Tubuh nya agak pendek dari gue, kayaknya kurang gizi. Terus mukanya mengkilap kayak plastik. Kulit nya kayak sawo belom mateng, terus rambutnya kriting kayak abis kesetrum, dan badan nya tipis seperti triplek. Nah, kalau lo ketemu dia, udah pasti itu si pecel kutu kebo. "Ujar ara menjelaskan.
"Ciri ciri nya aneh sekali ya.? Apakah dia manusia juga.?? "Sahut ricky berpikir keras menatap plafon.
"Ya manusia lah bego!! Emangnya elo, jelmaan kecoa!! "Timpal alvin menyentil telinga ricky.
"Ngatain orang,!! Lo sendiri siluman kecebong.!!
"Sesama siluman dilarang saling ejek. "Sahut daylon cuek.
"Nimbrung aja, lo juga siluman kuman!! "Timpal ricky.
"Haiss kalian bertiga ini belom pernah kena setrika tuh mulut.!! Nah! Sekarang, kapan kalian mulai beraksi, hari ini sepertinya si pecel itu masuk sift malam, tapi kalian kenalan nya jangan berjamaah.. Satu persatu. Misalnya hari ini ricky, besok nya alvin, lusa bang daylon. Natural aja, jangan sampe ketahuan kalau kalian itu temenan. Oke!! "Ujar ara menjelaskan.
"Baik bos.. Tapi kita butuh biaya transport. "Ujar ricky tertunduk malu.
"Gue udah tau. Liat mata lo aja gue udah paham, tuh mata udah bergambar dolar gitu. Duit nya nyusul setelah kalian dapat informasi.
Dan sekarang tugas adelia dan aznie adalah berteman baik dengan pecel, anggap aja gue musuh kalian, gak apa apa jelekin gue didepan dia, supaya dia terpancing. Gimana?? Kalian setuju gak. "Ujar ara.
"Setuju.!!! "Jawab mereka bersamaan.
"Haiss.. Gue dapat tugas berat. Baru ini gue disuruh ngejar ngejar cewek, kenapa gak jalan aja coba. Kan lebih santai. Kenapa harus ngejar, orang dianya aja gak berlari. "Ujar ricky dengan wajah bodoh!
"Rik? Apa lo sehat??. "Alvin menempelkan tanganya dikening ricky.
"Dia mah sehat gak sehat memang gitu! Bawaan lahir. "Timpal adelia.
"Udah udah!! Punya temen kok pada gak waras.! Gue traktir kalian makan deh, biar otak kalian ikutan kenyang dan bisa berpikir lagi. "Ujar ara sambil memanggil pelayan.
"Yeahhh.. Ahirnya makan enak setelah sekian lama diberi alvin makanan ringan. "Ricky kembali semangat dan berjoget ria.
"Dih, ricky kok heboh amat.!! "Ujar aznie menyeringai heran.
"Udah biarin aja, dia abis nelan batre, makanya energinya masih full, bentar lagi juga lowbet. Doain aja biar tulang nya gak melintir. "Sahut ara cuek.
Mereka makan bersama setelah rapat kejahatan selesai.
***
Bersambung....
Jangan lupa like. 🙏
__ADS_1