Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:58 New Life


__ADS_3


Reza, neo, danu, boby.


Arini, yuki, lesty, genta dan evi.


Kesembilan sahabat itu memulai lagi kisah mereka dari awal dengan cara kuliah bersama melanjutkan S² mereka.


Berbeda lagi dengan yuki, dimana ia baru merasakan pengalaman masuk universitas. Namun ada neo yang senantiasa membantunya.


Saat ini, danu dan boby tinggal bersama reza dirumahnya, karna boby adalah asisten reza, dan danu adalah sopir kantor reza. Namun saat mereka ke kampus, reza menyuruh mereka membawa mobil sendiri, karna reza selalu pergi bersama arini.


Sementara lesty tetap ikut tinggal dirumah arini. Sedangkan genta dan evi tinggal dirumah mereka masing-masing.


Hari ini. ke sembilan sahabat itu pergi bersama menuju kampus baru mereka. Tentu saja kampus itu bukan universitas biasa. melainkan kampus elit yang mahasiswanya rata-rata orang kaya.


Reza satu mobil dengan arini.


Lesty bersama genta dan evi menggunakan mobil genta.


Sedangkan danu dan bobby menggunakan mobil kantor reza.


Neo dan yuki menggunakan mobil kantor neo.


Keempat mobil mewah itu masuk keparkiran kampus.


Mereka semua pun turun dari mobil dan berdiri didepan mobil masing-masing sambil menatap kampus baru mereka.


Neo merangkul yuki yang sedari tadi bengong menatap kampus nya.


"Sayang, ini kampus kita. Semoga kamu betah ya. belajar yang rajin." Ujar neo sambil mengusap rambut yuki.


"Aku,, aku benar-benar berasa kayak mimpi. Akhirnya aku kuliah. Terimakasih banyak neo. Aku akan rajin belajar supaya aku mendapat nilai tinggi." Timpal yuki sambil memeluk suaminya itu.


Sementara itu. Reza juga merangkul bahu arini. "Sudah satu tahun aku vakum dari universitas, aku merasa kaku untuk belajar lagi." Ujar reza.


"Kamu kan pinter, gak perlu belajar lagi. Hanya mengambil tittle doang." Sahut arini tersenyum menatap wajah reza.


"Aku gak nyangka, kita bisa berkumpul lagi kayak gini. Aku seneng banget. kita bisa gila-gilaan bareng." Timpal genta sambil memutar konci mobil dijarinya.


"Elu aja yang gila.! gak usah ngajak-ngajak." Pungkas evi sembari menyenggol bahu genta.


"Biasa aja kali maisaroh! sampe sakit bahu gue." Ketus genta.


"Udah, jangan ribut. kita masuk yok."


Dengan gaya yang keren, jaket hitam yang setengah terbuka. Dan tas yang diselendang disebelah bahu, membuat ketampanan reza makin terpancar.


Begitu juga dengan neo, danu dan bobby. Masing-masing mempunyai gaya sendiri, dan mereka semua terlihat keren saat menjadi anak kampus.


Tak lupa. Reza menggandeng tangan arini. begitu juga neo dan yuki.


Mereka menyusuri lorong kampus yang begitu ramai itu.


Saat sembilan orang itu melintas, mata mereka yang melihatnya langsung terpanah dan tertuju pada mereka.


Desas-desus pun terdengar jelas.


"Wah.. liat deh mereka, cowoknya ganteng-ganteng banget. Mereka artis kah? apa lagi yang paling tinggi itu. Ya ampun ganteng banget."


"Cewek-ceweknya juga sangat cantik. Kayak model semua. Mereka semua sangat keren."


Para mahasiswa itu berbisik keras hingga terdengar ditelinga reza dan semua temannya. Namun mereka tidak mempedulikan ucapan mereka.


"Kalian duluanlah. aku mau mengantar yuki kekelasnya." Ujar neo.


"Baiklah. jangan lama-lama." Timpal reza. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.


Saat didepan kelas yuki. Neo menyuruhnya untuk masuk.


"Sayang, ini kelas kamu. Lihat tuh didalam sudah banyak yang hadir. Ingat, jangan cari masalah ya. Kamu belum ada teman disini, aku jadi khawatir. Mana banyak cowok." Ujar neo sesekali melirik kedalam kelas yuki.

__ADS_1


"Apa kamu cemburu? percaya saja padaku."


Neo meraih tangan yuki dan membawanya masuk kekelasnya. Saat dalam kelas. Neo merangkul yuki.


"Halo semuanya, namaku neo. Aku senior kalian. Aku hendak mengambil S². Dan ini adalah istriku namanya yuki. Kuharap kalian berteman baik dengannya. Aku menitipkannya pada kalian." Ujar neo tersenyum pada setiap mahasiswa disana.


"Halo yuki.." Ujar penghuni kelas itu bersamaan. Yuki pun membalas sambutan mereka.


"Sayang, aku pergi dulu ya. Sebentar lagi kelas dimulai. Belajar yang rajin ya." Neo mengusap rambut yuki, kemudian ia pergi.


"Baiklah. nanti temui aku ya." Timpal yuki tersenyum melepaskan kepergian neo. Ada rasa takut dalam hati yuki karna menemui orang yang baru ia kenal.


Saat neo pergi. Ada tiga cowok yang mendekati meja yuki. Mereka pun berkerumun disamping yuki.


"Heii cantik, apa kamu beneran istri si neo itu? Kok aku gak percaya ya." Ujar cowok tersebut sambil mencolek dagu yuki.


Yuki langsung menepisnya. "Heii jangan kurang ajar! Aku lebih tua darimu dan dari kalian semua, yang sopan sama cewek!, aku sudah punya anak, dan saat ini aku sedang hamil anak kedua.!" Tegas yuki kesal.


Namun ketiga pria itu tak menghiraukan kekesalan yuki.


"Jangan bohong cantik. Body kamu saja bagus kayak gini. Siapa yang percaya kalau kamu sudah punya anak. Ya gak guys, hahaha"


"Bener tuh bos. Dia masih gadis tapi sudah gak perawan lagi. hahaha" Timpal yang lainnya.


Yuki mencoba menahan emosi dengan menarik nafas. Ia gak mau membuat neo kecewa.


Seorang cewek dibelakang yuki dengan gaya tomboy itu terlihat santai dan cuek.


"Pssst.. kamu panggilkan suaminya, mumpung dia belum jauh." Bisiknya pada teman sebangkunya.


Teman gadis tomboy itu pun keluar sambil berlari kecil untuk mencari neo.


Tidak lama kemudian neo kembali lagi sambil menendang pintu.


dengan emosi yang tinggi, ia menumpas ketiga cowok yang menggoda yuki itu. Mereka berkelahi, tiga lawan satu bukan masalah bagi neo demi melindungi istrinya.


Baku hantam pun terjadi, ketiga pria itu tidak diberikan kesempatan untuk membalas. Mereka semua terkulai lemas akibat pukulan keras dari neo.


"Berani-beraninya kau menggoda istriku? kamu belum tau siapa aku! Apa kau tidak lihat cincin nikah dijarinya? mata kamu buta kah?! Jawab!!." Neo menghentakkan kakinya pada tangan pria itu.


"Agghh.. Sakit. Maafkan kami kak. Kami gak bermaksud menggoda istrimu. sekali lagi maafkan kami." Sahutnya sambil merintih kesakitan.


"Lain kali berpikir dulu sebelum beritindak! jangan sok jago! ngerti.!" Bentak neo.


"Iya kak. maaf kak."


Neo mengabaikan mereka. Ia pergi menghampiri yuki dan memeluknya. Yuki masih nampak sedikit takut.


"Kamu gak apa-apa sayang? jangan takut ya. mereka gak akan menyakiti kamu lagi." Ujar neo mengusap kepala yuki.


"Makasih neo. Aku gak apa-apa kok. Tapi kenapa kamu bisa balik lagi kesini?"


"Ada teman kamu yang baik hati, dia duduk dibelakang kamu. Bertemanlah dengannya.


Ya sudah, aku pergi lagi ya sayang." Neo mengusap rambut yuki, kemudian ia pergi lagi sembari menatap sinis ketiga pria yang masih berjongkok kesakitan karna berkelahi dengan neo.


Setelah neo pergi, yuki menghadap kebelakang pada temannya itu.


"Em,, kalian yang memberitahu suamiku? terimakasih banyak. aku berhutang budi pada kalian. Nama kalian siapa?"


"Gak masalah. Namaku Dara, dan ini sahabatku, namanya Tari." Ujar dara sedikit cuek.


Ketiga pria itu bangun dan langsung menghampiri dara. "Hei dara! Lo suka banget ya ikut campur urusan orang, gara-gara lo kita jadi kayak gini! dasar brengs*k!." Pria itu hendak memukul dara, namun dengan sigap dara menangkis dan memukul kembali pria tersebut hingga ia tersungkur dan tertimpa meja.


"Tenaga gak seberapa, mau mukul gue? mending lo berantem sama anak SD sana!." Ujar dara cuek. Ketiga pria itu langsung kembali ketempat duduknya.


"Emm, dara. Apa itu gak terlalu berlebihan?" Tanya yuki.


"Itu udah biasa ki, mereka itu memang suka cari masalah. Kamu tenang aja, sekarang kamu sudah menjadi teman kami. Kau tau, dara ini guru silat, jadi dia gak takut pada siapapun. Dan... dia gak punya teman selain aku, karna mereka takut berteman dengannya. hehe." Jelas tari terkekeh.


Dara pun menyumpal mulut tari dengan kertas. "Dasar lambe turah! mau gue patahin tuh gigi.!" Ujar dara kesal.

__ADS_1


"Haha,, kalian ini lucu juga ya. Aku seneng berteman dengan kalian. Oh iya, pasti umur kalian masih belasan kan? Panggil saja aku kakak ya." Timpal yuki tersenyum. Ia merasa lega punya teman yang bisa melindunginya.


_


Disisi lain. Saat itu reza, danu dan bobby sedang berkumpul dikelas arini. kemudian disusul oleh neo yang baru saja tiba.


Arini, lesty, genta dan evi. mereka semua satu kelas karna mereka sepakat mengambil jurusan yang sama. Begitu juga dengan reza, neo, danu dan bobby. Mereka juga berada dikelas yang sama.


Kelas mereka tidak berjauhan, hanya berseberang lorong.


Dalam kelas itu begitu ramai ketika mereka berkumpul. Mahasiswa yang lain hanya diam menyaksikan ocehan mereka yang gayanya keren gak karuan itu.


"Neo, gimana yuki? pasti dia masih bingung." Tanya arini.


"Baru masuk kampus, sudah ada yang menggodanya. Tapi aku sudah memukuli mereka." Timpal neo.


"Wah.. Kalo gue ada disana, udah gue tonjok tuh idung mereka sampe lepas!." Sahut lesty geram sembari menggepalkan tangannya.


"Lo tenang aja ti. Dia aman disana, karna ada temannya yang lebih jago berkelahi dari pada lo." Pungkas neo kembali.


"Fiuh.. sukurlah."


Sedari tadi bobby tak henti melihat cewek-cewek cantik yang ada dalam kelas itu.


"Haii cantik, nama kamu siapa? boleh kenalan gak?." Ujar nya cengengesan.


"Mulai.. paling gak bisa liat yang bening dikit, langsung seliweran tuh mata!." Pungkas genta menatap sinis bobby.


"Serah gue lah. Gue kan jomblo."


Ditengah percakapan mereka, muncul seorang dosen pria berkaca mata sambil membawa tas jinjing ditangannya.


"Heii. kenapa kalian duduk di meja! kalian pasti bukan anak kelas ini kan? Keluar kalian! kelas akan dimulai.!" Teriak dosen tersebut.


Reza dan yang lain berjalan perlahan menghampiri sang dosen. Mereka berdiri mengililingi dosen itu dan menatap sinis matanya.


"Bisa gak, gak usah berteriak?." Ujar neo.


"Hei pak. Kau tau gadis yang paling cantik itu? (Reza menunjuk arini). Dia tunanganku. Selama kelas anda berlangsung, jangan sampai ada yang mendekatinya." Reza menatap tajam mata dosen sambil menepuk pundak si dosen.


Kemudian mereka berempat keluar dengan santai dari kelas tersebut. Tak lupa bobby melambaikan tangannya pada setiap cewek yang cantik.


Mereka semua terkekeh sambil berjalan menuju kelas. "Bos, kau lihat wajah bapak itu tadi, dia kayak ketakutan banget. hahaha." Ujar bobby terkekeh.


"Iya,, padahal gue cuma bercanda. Tapi tadi gue menahan ketawa.haha." Timpal reza.


"Kita ini sudah tua woii.. Kenapa kelakuan kita masih kayak anak SMA." Ujar danu.


"Hanya disini kita bisa berbuat nakal dan menjadi gila. Kalau sudah berada dikantor, kita selalu di sibukkan dengan pekerjaan yang bikin sakit kepala." Timpal reza.


"Iya, reza benar. Gue jadi ingat masa SMA dulu."


Mereka pun masuk kekelas dengan santai. Isi kelas mereka kebanyakan cewek yang juga cantik. Mereka langsung terpana dengan kedatangan empat pria tampan itu.


"Haii semuanya. Biasa aja kali tuh mata. Gue tau gue ganteng. Tapi gak usah melongo gitu juga kali." Ujar bobby yang selalu percaya diri.


Reza pun menepis kepala bobby. "Banyak bacot lu.! Ayo duduk. Gue mah gak tergiur melihat mereka, karna arini lebih cantik dari mereka." Timpal reza songong.


"Sama, yuki juga lebih cantik dari mereka. Ya gak?." Timpal neo menyenggol bahu reza.


"Yo'i. Biarkan saja danu dan bobby gentayangan mencari cewek."


"Lu kira gue kuyang!"


"Lah, kan elu bapak nya."


"Bodo amat!"


•••


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2