Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Tamu


__ADS_3

Keesokan paginya, rey terbangun dari tidur nyenyak nya, sedangkan ara yang tersiksa karna semalaman dia tertidur sambil duduk dikursi disamping ranjang rey. Saking pulas nya ara tidur, dia sampai tidak sadar kalau tidur sambil duduk,


"Eh. Aron! Ternyata dia semalaman tidur disini, dan masih pegangin tangan gue? memang anjing yang setia. "Ucap rey sembari melepaskan tanganya perlahan.


"Kasian juga nih bocah. Walau hatinya kasar dan keras kepala, selalu nyebelin dengan tingkah nya yang bodoh itu, tapi dia juga manusia kan. "Tutur rey mengelus kepala ara yang tertungkup diatas kasur nya itu.


Rey turun dari ranjang nya pelan-pelan, lalu dia mengangkat ara dan memindahkanya diatas kasur nya, lalu menutupinya dengan selimut.


"Huuh.. Pagi ini cerah sekali untung aja hari minggu. Tubuh gue udah lumayan sehat. Gue olahraga dulu deh ditaman belakang, biarin gadis bodoh ini tidur dulu.


Rey olah raga sejenak setelah vakum dua hari. Tubuh nya perlahan membaik setelah berkeringat setelah 30 menit olah raga dibawah sinar matahari pagi.


Kemudian dia masuk kedapur untuk minum.


"Eh. Den rey? Apa sudah sembuh? Mari sarapan dulu, dimana nak ara, biasanya tiap pagi kalian kejar-kejaran dulu kalau baru bangun tidur. "Tanya bik yam yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi.


"Hah? Kejar-kejaran? Memang nya kapan? "Sahut rey menyangkal.


"Tiap pagi bibik liat kok, kalian kalau turun dan naik tangga selalu rebutan siapa yang duluan, kalian mirip dengan tom and jerry. Tapi dimana nak ara? "Timpal bik yam lagi.


"Si muka pantat monyet itu sedang tidur pulas, mungkin jiwa nya sedang melayang-layang. Biarkan saja sesekali dia bangun nya kesiangan, lagian hari ini of day. "Ujar rey sambil minum.


Sementara itu, ara mulai sadar dari tidur nya. Saat dia membuka mata, dia bingung berada dimana.


"Eh. Gue dimana? Kayak nya ini bukan kamar gue deh, tapi kamar ini sepertinya gue kenal. "Ara celingak-celinguk sambil berpikir keras dengan apa yang terjadi padanya.


"Ah!! Gue inget, bukanya semalam gue tidur dikursi itu, tapi kok sekarang ada diranjang nya reboy, atau jangan-jangan ada mahluk gaib yang pindahin kita berdua, berarti reboy dikamar gue dong!


Ara langsung sigap pergi menuju kamar nya namun dia tidak mendapati rey disana, dia muter-muter dalam kamar, mencari rey dalam lemari dan kamar mandi, tapi tak kunjung ketemu.


"Wah.. Gawat! Reboy hilang... Dimana mahluk gaib itu menyembunyikan nya. "Teriak ara putus asa. Kemudian dia berlari kebawah.


"Bik yam!! Rey hilang.. "Teriak nya sambil berlari. Namun dia berhenti seketika saat melihat rey sedang makan buah dimeja makan.


"Eh.. Ternyata lo disini, gue kira lo diculik sama mahluk gaib. "Ucap ara tersipu.


"Haiiss.. Mulai kumat lagi otak nya. (Memukul jidat). "Mana ada mahluk kayak gitu dirumah ini. "Ujar rey cuek.


"Iya juga sih, gak ada untung nya juga mereka nyulik lo, lagian mereka pada takut sama lo. Eh, gue mau dong makan buah. "Ara langsung duduk didepan kursi rey.


"Eh aron! Mau gak....


"Enggak!! "Ara langsung memutuskan pertanyaan rey yang belum kelar.


"Gue belom ngomong weii.. "Ucap rey kesal.

__ADS_1


"Oh belom ya? Emang nya mau ngomong apa? "Tanya ara cuek sambil mengupas buah.


"Gue suntuk, mau jalan-jalan, lo mau ikut gak?. "Tutur rey.


"Kemana?? "Tanya ara penasaran sembari tersenyum.


"Semangat amat nanya nya.. Ntar gue mau ke vila, udah lama gak kesana.


"Oh, mau dong, ayo kita bersiap, biar waktu nya cukup panjang, gue keatas dulu ya. "Ara langsung melepaskan buah ditangan nya, dan langsung berlari kekamarnya.


"Ampun deh.! Segitu seneng nya mau jalan, kayak bocah SD aja. "Gerutu rey sembari menyusul ara keatas.


Setibanya diatas, rey melalui kamar ara sebelum tiba dikamar nya. Diapun menghampiri nya sebentar.


" Ooi anak babi, belom mandi?? "Tanya rey berjalan masuk dan duduk disofa.


"Ooi bos babi, ngapain lo masuk kamar gue? Gak ada kerjaan lo?


"Gue kesini cuma mau bilang, nanti pas jalan sama gue, jangan malu-maluin ya, dandan yang cantik. "Ucap rey malu-malu. (Padahal gak punya malu).


"Iya.. Iya.. Bawel, gue bisa kok berubah jadi kelinci yang imut. "Jawab ara memicingkan mata.


"Biasanya juga jadi ikan piranha. Eh. Sini gue bantu pilih baju dan sepatu. "Ujar rey sembari berjalan mendekat pada ara.


"nah ini bagus nih,, pake ini aja, sepatu nya pake yang santai aja, nanti gue beliin kaca mata deh, biar gak terlalu panas saat kena sinar matahari. "Ucap rey sambil mengeluarkan baju dan sepatu pilihan nya untuk ara.


(Tumben amat mereka berdua ngomong nya pada serius, mungkin otak nya lagi adem)


"Udah ya, pake ini nanti, mandi sono gih, gue juga mau balik kekamar lagi. jangan lama-lama mandi nya. "rey keluar dari kamar ara sembari tersenyum.


"Ada apa ya dengan dia?? Tumben gak berulah. Bodo' ah..gue Mandi dulu deh.


Setelah mereka berdua mandi dan berbusana rapi, mereka pun pergi menuju vila, hanya berdua saja.


Setibanya disana, mereka disambut hangat oleh para karyawan vila yang bekerja.


"Selamat datang tuan reynand, silahkan masuk. "Ujar pelayan itu dengan ramah.


"Makasih mba, tolong antarkan kita keruangan vip yang menghadap kelaut. "Ucap rey.


Lalu pelayan itu mengantar mereka ketempat yang diinginkan rey.


"Wah,, reboy, tempat ini bagus banget, adem, nyaman, gue jadi pengen tidur, apa lagi kena hembusan angin laut, wahh indah nya. "Tutur ara sembari membentangkan kedua tangan nya menikmati hembusan angin sepoy-sepoy.


Rey tersenyum melihat dia bahagia dengan hal kecil seperti ini. "Apa lo seneng??. "Tanya rey menatap ara.

__ADS_1


"Seneng banget!! Makasih ya udah ngajakin gue kesini. Sebelum nya gue gak pernah liat pemandangan seperti ini. "Sahut ara dengan riang.


"Emang nya, biasanya lo liat pemandangan dimana? "Ujar rey bertanya dengan serius.


"Gue sih sering pergi kealam bebas saat masih kecil, disana banyak sekali hewan liar, gue sering ngajak mereka ngobrol, tapi dihutan itu gak ada yang bisa bicara. "Sahut ara.


"Ya iyalah bodoh, nama nya juga hewan, mana ada yang bisa bicara. "Rey menjentik kening ara.


"Kan waktu itu gue masih kecil, mana gue tau lah. Eh reboy,, pesen makanan dong, cacing kermi diperut gue udah laper, tadi kan gak sempat sarapan. "Tutur ara menyeringai.


"Iya, tadi udah dipesan, bentar lagi sampe, ayo kita duduk dulu disana, berdiri terlalu lama disini bisa masuk angin. "Rey menarik tangan ara lalu mengajak nya duduk dikursi.


"Hm.. Gue seneng deh dengan sikap lo yang kayak gini, gak terlalu banyak tingkah, jadi lebih dewasa, kayak gini aja terus ya, biar rumah jadi adem. "Ucap rey menggenggam tangan ara.


"Gue kayak gini tuh udah usaha keras tau. Gue udah ikat semua urat sepaya mereka gak pecicilan, "jawab ara mulai halu.


"Haisss.. Masih aja kayak gitu!.


"Permisi tuan, nona, makanan nya sudah siap, silahkan dinikmati. Permisi. "Setelah pelayan itu menaruh makanan, diapun langsung pergi.


"Wah, ada es krim stroberi. Gue makan ini dulu deh. Udah lama gak jumpa, gue jadi rindu. "Ara langsung sigap mengambil es krim dan langsung melahap nya. Rey hanya diam dan membiarkan anak babi kecil nya itu.


•••


Dua hari berikut nya...


Suara bel rumah rey berbunyi, ara langsung membuka nya. "Siapa sih pagi-pagi sudah bertamu. "Gerutu ara sembari membuka pintu.


"Eh, siapa ya? "Tanya ara pada tamu itu.


"Dimana rey? Kamu siapa? Setahuku hanya ada satu pembantu dirumah ini. "Ucap orang itu dengan tatapan tajam.


(Hm.. Mereka ini siapa sih, datang-datang kayak rentenir aja, belom tau dia siapa gue.) "batin ara sambil melotot.


"Silahkan masuk dulu, nanti saya panggilkan bos rey. "Ucap ara berusaha bersikap manis pada tamu.


"Kita akan masuk, jika rey yang menyambut. "Sahut nya emosi, dengan raut wajah yang berantakan.


Ara pun kembali masuk untuk memanggil rey. "Orang itu kerasukan apa ya, wajah nya sama kayak reboy, kayak terong rebus. Jangan-jangan mau nagih utang. "Gerutu ara kesal, lalu dia menuju kamar rey untuk membangunkan tidur nya.


***


Bersambung....


>siapa sih tamu itu? Dan berapa jumlah mereka?

__ADS_1


__ADS_2