Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2 eps:1 PROLOG


__ADS_3

Reza Albert, seorang remaja tampan ber'IQ tinggi dan cowok paling 'ter' disekolahnya, salah satunya ter'tampan, terkeren, terkaya, dan ter lainya..


Remaja kelas 2 SMA ini baru saja ulang tahun ke 17. Tak hanya tampan, ia juga ramah, loyal dan banyak teman.


Ia juga mempunyai adik perempuan bernama 'Ratu Adora' yang masih duduk dibangku SD, ratu juga sangat cantik dan mempesona yang siap memikat hati para lelaki.


Kedua orang ini adalah anak milenial yang terlahir dari pasangan modeling yang kaya raya yaitu Rey dan Ara.


Tak hanya dimanja, mereka juga mengikuti yang diinginkan oleh kedua anaknya itu, terlebih dengan ratu, masih SD aja udah minta beliin pesawat jet, untung nya rey banyak duit, dan akhirnya dia menuruti keinginan putrinya itu dan membelikannya pesawat jet pribadi yang terbuat dari plastik, alias pesawat mainan, wkwk.


Hari ini reza dan ratu pergi kesekolah setelah liburan semester usai.


Reza membawa mobil barunya kesekolah, hadiah dari ulang tahunnya minggu lalu. Sedangkan ratu selalu diantar oleh supir pribadinya.


Reza tiba disekolah agak telat dari teman-temannya.


Saat memasuki gerbang sekolah, mereka heran dengan mobil berwarna merah yang baru saja masuk itu.


Reza membuka atap mobil mewahnya itu, ia turun dari mobil dengan gaya yang keren sembari menggunakan kaca mata hitam.


"Kok mendung? (Sembari bercermin dispion mobil)


Oh iya, gue pake kaca mata."


Para cewek bar-bar berteriak histeris melihat gaya reza yang menawan itu.


"Ahh reza, mobil baru ya.. Keren banget, boleh dong gue nebeng balik ntar." Ujar fans fanatik nya.


"Gue juga dong za,, kapan-kapan kita jalan ya biar gue yang traktir." Sahut yang lainnya.


"Oke.. Oke.. Kalian semua boleh ikut gue, kalo muat!


Gue kekelas dulu ya,, dahh cantik.!!"


Begitulah cara reza yang hangat menyapa teman sekolahnya walaupun dia gak kenal sama sekali, tapi sok-sok kenal ajalah.


Reza makin terlihat keren dengan menyandang tas dengan sebelah bahunya, dan juga baju sweater yang setengah terbuka,. (Udah kayak anak kpop)


Teman-teman reza langsung menghampirinya.


"Wahh!! bos kita udah dateng nih, gue kangen banget sama lo bos, udah sebulan gak ketemu, bdw, itu mobil baru ya." Ujar sahabatnya bernama boby itu.


"Iya, hadiah ulang tahun dari papa, bagus gak?"


"Bagus banget! Duhh gue kapan ya punya mobil kayak gitu!" Timpal boby.


"Lo ngayal aja dulu bob, siapa tau jadi kenyataan." Sahut teman lainnya bernama danu.


"Guys,, gue laper nih, mumpung belum ada guru, kita kekantin yuk, gue belom sarapan, tadi bangunnya kesiangan." Ujar reza pada temannya itu.


Kriiikk.. Kriiikk.. (Gak ada respon)


"Gue traktir deh semuanya!!"


"Nah,, itu dia yang kita tunggu!! Capcus.!!!" Boby dan yang lainnya begitu semangat kalo makan gratis.


"Untung gue orang yang sabar subur, kalo kalian bukan temen gue, udah gue lempar lewat jendela."


Mereka bertiga pergi kekantin dengan santai.


"Psstt.. Bos, ada cewek cantik tuh disebelah lo?" Bisik boby.


Reza langsung noleh. "Bener, dia cantik juga, ah tapi gue lagi dalam mode setia pada jomblo, lagi gak naksir ama cewek." Sahut reza cuek.


Dody dan danu tak mau melewatkan kesempatan.


"Haii cewek, siswa baru ya? Boleh kenalan gak, nama gue boby, baru aja naik kelas dua, itupun naik bersyarat."


"Psstt, gak usah dibocorin kalo lo itu bego, ntar dia ilfeel." Bisik danu.


Tiga cewek itu tersenyum ramah pada reza dan temannya."halo kak, nama gue lesty, teman gue namanya evi dan yuki."

__ADS_1


"Wah yuki paling cantik dan imut ya? Kayak nama orang korea."sahut boby tersenyum.


"Jepang kali, mana ada nama orang korea kayak gitu. Tapi kok yuki mual-mual gitu?" Ujar danu menatap yuki.


"Malu-malu kali bego!" Sahut reza terkekeh.


Sesekali reza mendapati yuki tengah menatapnya.


"Apa? Lo naksir sama gue? Bilang aja, gak apa-apa kok, gue udah biasa dikagumi sama cewek satu sekolahan, termasuk kakak kelas, mereka pada jomblo karna nungguin gue. Haha." Reza terbahak dengan percaya diri.


"Bener tuh yang dibilang sama bos kita." Pungkas danu.


"Oh begitu, kalo boleh jujur, gue juga suka kok sama kak reza. Salam kenal ya kakak-kakak ganteng, kita balik kekelas dulu." Lesty yang agak cerewet itu mengajak kedua temannya masuk kelas setelah makan.


Kantin itu hanya terisi oleh mereka bertiga, karna kelas sudah dimulai.


Seorang guru tiba-tiba masuk kekantin dengan santai.


"Eh, kalian?? Kenapa belom masuk kelas? Ini kan jam pelajaran bapak!!" Ujar guru itu bernada tinggi.


Reza menghampiri bapak itu dan mengajaknya duduk santai."Gini, kalo gurunya aja ada disini, terus gimana kita mau belajar? Santai aja lah pak, lagian cuma bahasa inggris doang, gue tau, pasti bapak lapar kan? Makan dulu gih, biar gue yang bayar, kalo kenyang kan bisa mengajar dengan baik." Tutur reza sembari menepuk lembut pundak gurunya itu.


"Ah, kamu bisa aja, bapak kan jadi gak malu, masa iya ditraktir sama siswa sendiri, gak usah repot-repot. Tapi kalo kamunya maksa apa boleh buat.


Bik,, mie ayam nya dua mangkok, es teh nya dua gelas, kerupuk satu kaleng, sama nasi sebakul, cepat ya." Tanpa pikir panjang, guru tersebut memesan sesuka hati.


"Psst.. Ini orang apa gentong? Perutnya terbuat dari karet kah?" Bisik boby pada reza dan danu.


"Bukan, kayaknya dia mempunyai kantong doraemon, atau kantung kanguru."


"Udah berapa hari gak makan pak?" Tanya reza.


"Baru satu jam yang lalu." Jawab guru buntal itu sambil ngunyah gorengan.


"Oh berarti emang rakus bawaan lahir ya pak, pantesan gembul." Pungkas reza dengan santai.


Seketika guru itu mengeluarkan aura panas dan menghentikan makan nya.


"Pak fero, ini duit buat bayar makanan bapak, kalo masih belom kenyang, telan aja bakul nya, kami balik kekelas dulu ya pak. Ayo guys kita cabut."


"Wah,, lumayan nih,, tiap hari aja kayak gini, bisa makmur perut gue." Gumam pak fero sambil menatap uang kertas merah itu.


__


Kriing... Kriiing... (Bel pulang sekolah)


"Akhirnya pulang juga, mata gue udah gak sanggup menahan ngantuk. Bos kita nebeng ya, mau nyobain mobil baru." Ujar boby sambil menyandang tas nya.


"Oke, ayo!!"


Tiga orang itu keluar kelas dengan gaya sok keren, udah kayak berandal aja.


"Bos, kenapa tiba-tiba gue gak bisa liat apa-apa?" Ujar boby sembari meraba-raba.


"Mata lo ketutupan topi bego!!" Reza menarik topi dari kepala boby.


Mereka bertiga naik kemobil dengan atap terbuka, boby berdiri dibelakang dengan kepala menyentul, supaya terlihat keren, padahal cuma numpang mobil orang.


Reza melajukan pelan mobilnya sembari melambaikan tangan pada cewek-cewek yang histeris memanggilnya.


"Reza, katanya mau ngajakin gue pulang bersama!!" Ujar kakak kelas, sekaligus fans fanatik.


"Maaf kak, kuota penuh, lain kali ya." Timpal reza tersenyum tamvan.


Jalanan didepan sekolah begitu padat banyak siswa yang berjalan sebelum mendapatkan taxi.


Gubrakk!!!! ( Reza seperti menabrak sesuatu.)


"Yahh.. Bos! Kebanyakan gaya sih, nabrak kan kita! Jangan-jangan nabrak orang!" Ujar danu cemas.


"Ya orang lah, masa iya ada kambing yang melintas, ayo turun!"

__ADS_1


Mereka bertiga langsung turun untuk mengecek.


"Eh.. Yuki? Lo gak apa-apa? Maaf, gue gak sengaja, apa lo terluka?" Reza melihat sekujur tubuh yuki yang baru saja ia tabrak tanpa sengaja.


"Gak masalah, makasih." Yuki langsung beranjak dengan wajah tertunduk tanpa berani menatap reza.


"Gue tadi liat dia sedang bercanda sama temannya, itu si lesty yang dorong dia ketengah jalan." Ujar boby.


"Eh, tapi kan gue gak sengaja, kita udah biasa kok dorong-dorongan, gue kira gak ada mobil." Sahut lesty menyangkal.


"Makanya kalo mau main dorong-dorongan jangan dijalan, untung gue gak ngebut. Eh, yuki! Lutut lo berdarah tuh. Ayo naik kemobil gue, kita kepuskesmas." Reza menopang yuki masuk kemobilnya.


"Danu, lo pindah kebelakang bersama boby."


"Baik bos!"


"Em.. Reza, kita boleh nebeng juga gak? Kita kan temannya yuki." Ujar lesty dan evi cengengesan.


"Mata lo gak liat? Emang masih muat? Kalian mau duduk diroda nya, atau di kap depan mobil?" Ketus reza, kemudian ia langsung membawa yuki kepuskesmas.


Sepanjang jalan, yuki hanya diam tanpa kata.


"Lo emang pendiam, penakut, pemalu, atau lagi sariawan?" Tanya reza sambil mengemudi.


"Em.. Gue.. Gak berani aja." Jawab yuki pelan.


"Kenapa gak berani!!!!!" Timpal boby sambil mukul body mobil membuat yuki kaget dan makin tertunduk.


"Woii boby!! Lo ngomong, apa mau ngajak gelut? Ngagetin aja! Liat tuh yuki makin takut." Pungkas danu sembari menjitak palak boby.


"Mungkin dalam hati yuki berkata, 'itu orang apa siluman, gak waras gitu' hahaha.." Reza terkekeh sambil memukuli setirnya.


Yuki tetap diam tanpa senyuman walau melihat para mahluk aneh didepan matanya.


Setibanya dipuskesmas, ia diobati oleh seorang suster cantik.


"Sus, umurnya berapaan?" Tanya boby.


"Lo nanya umur? Atau nanya harga dagangan?" Jawab suster muda itu.


"Gak usah dijawab sus, dia orang gila, gak bisa liat cewek cantik dikit, digodain sama dia, apalagi kalo cewek itu cantiknya banyak." Pungkas reza terkekeh.


"Kamu benar, udah selesai nih, untung lukanya gak terlalu dalam."


"Oke, makasih sus. Yuki, ayo kita antar pulang sekalian."


"Em.. Ba.. ik.. Lah.. " Jawab yuki ragu-ragu.


Selama perjalanan reza dan teman nya mencoba mengajak bicara yuki, adik kelas mereka itu, namun yuki masih malu-malu.


Iya hanya bicara seperlunya saja untuk menunjukan jalan menuju rumahnya.


Dan akhirnya sampai dirumah yuki yang sederhana itu.


"Yuki, kami antar sampe sini aja ya, maaf belom bisa ikut masuk, takutnya ntar langsung dikasih restu sama orang tua lo." Ujar boby semeringah.


"Baik,, makasih semuanya" Yuki terlihat melemparkan senyuman manisnya.


"Syaoloh!! Manis nya.!! " Danu mengusap dada.


"Lebai.!! Cewek cantik disekolah kita mah banyak, gak dia doang!" Timpal reza.


Setelah mengantar yuki, reza dan teman-temannya memutar arah menuju rumah mereka.


•••


BERSAMBUNG


Jangan lupa like guys🙏.


Gimana come back nya? 😁

__ADS_1


__ADS_2