
Beberapa minggu berlalu.
Hari ini rey sangat tampan menggunakan jas hitam dan celana serta sepatu yang hitam pula.
Ara pun terlihat anggun dengan gaun santai diatas lutut yang bermerk mahal itu beserta sepatu warna ping putih yang paling ia pavorite kan.
Hari ini mereka akan pergi ke mall. Bukan sebagai pengunjung, tapi sebagai pemilik.
"Wah.. Bos gue ganteng banget! Udah kayak jungkook mau perform aja. Mau ngelayat kemana mang marjono!? "Tanya ara sembari menggaet tangan kanan rey.
"Mana ada ngelayat pakek pakaian segini cakep. Pacar gue juga cantik deh, adem mata gue ngeliat nya. Ayo kita pergi.
Mereka bergandengan hendak keluar rumah.
Tiba-tiba mama ara datang menghampiri mereka.
"Kalian mau kemana? Udah rapi banget. "Tanya sherly mamanya ara itu.
"Ma. Kita ada urusan sebentar. Kita pergi dulu ya.
"Aku sama aron pergi dulu ya tante.. "Ujar rey pada mama ara.
Mereka berdua berjalan santai masuk kemobil rey.
"Eh, reboy. Luka lo beneran udah sembuh kan? Udah gak sakit lagi kan? "Tanya ara sambil menepuk punggung rey.
"Udah nggak kok sayang. Makasih ya udah rawat gue. Yaa.. Walaupun gue capek ngadepin ulat bulu. "Sahut rey tersenyum sembari melajukan mobilnya.
"Gue juga capek ngadepin alien, manja banget. Udah jangan dibahas, fokus nyetir aja. Gue udah gak sabar pengen ketemu sama kuntilanak mabok itu. "Sahut ara sembari menggepalkan kedua tanganya.
"Iya, gue juga.
_
Setibanya di mall. Ara dan rey menggunakan jalan yang langsung menuju keruang kantor manager. Karna mereka tidak mau terhambat oleh segerombolan fans yang menguntit mereka.
Sang manager kaget melihat rey dan ara masuk keruanganya tanpa mengetuk pintu. Karna dia sedang santai dengan mengangkatkan kedua kakinya keatas meja.
"Eh..! Bos rey? Ayoo masuk, silahkan duduk. "Sapa manager itu dengan ramah sambil berdiri menyambut mereka.
"Coba ulangi sekali lagi! gue mau liat gimana kaki lo bisa santai diatas meja ini. "Ujar rey dengan tegas menatap tajam mata manager itu sambil menepuk meja.
"Maafkan saya.. Saya gak berani. "Sahut manager itu tertunduk takut.
"Minggir.!!! Lo duduk disana aja. "Rey menyuruh manger itu pergi dari kursi kerjanya.
"Gak usah bos. Saya berdiri aja disini jadi guci pajangan. . "Timpal sang manager, lalu ia berdiri disamping rey.
'Nah, ide bagus tu.! "Sahut rey singkat sembari duduk santai menggantikan managernya itu.
"Reboy. Gue mau duduk disamping lo aja deh. "Ara menarik kursinya dan membawanya kesamping rey.
"Iya dong.. Sini deket gue.oh iya.. Heii elo manager, siapa nama lo.? "Tanya rey pada orang yang berdiri disampingnya itu.
__ADS_1
"Nama saya rahman bos. Apa anda sudah lupa? Ada yang bisa saya bantu bos?
"Lo panggil kasir yang namanya pricil. Bawa dia kemari. Gue beri waktu 7 menit. Cepat.!! "Perintah rey pada rahman.
"Baok bos.!! Dia Cewek ya bos?. "Tanya rahman memutarkan setengah tubuhnya menoleh pada rey.
"Namanya kasir, ya pasti cewek lah bego.!! Lo manager gadungan ya.??? "sahut rey membentak rahman.
Tanpa pikir panjang, rahman langsung berlari keluar. "Udah dibentak, dikasih waktu cuma 7 menit pula. Jalan dari sini kedapan aja udah 5 menit. Nasib.. Nasib.. "Gerutu rahman sambil berlari kecil.
10 menit kemudian, rahman kembali lagi keruanganya bersama pricil.
Pricil kaget bukan kepalang saat melihat ara didepan matanya.
"(Dia masih hidup??. Berarti mereka bohongin gue!! Kurang ajar!! Gue udah bayar mahal-mahal.) "batin pricil menggertakan gigi, sembari mendekat perlahan.
"Pak rahman.!! Tolong anda tinggalkan kami sampai kami keluar, jangan sesekali masuk ataupun mengetuk pintu. "Ujar rey menyuruh pak rahman pergi.
"Baik bos. "Dengan langkah cepat. Rahman meninggalkan mereka.
Dengan santai, ara berdiri dan menghampiri pricil yang duduk didepan mejanya.
"Oww..!! kutu kebo! Makin ceria idup lo ya? Eh rambut lo udah lurus aja, dari disetrika dimana? "Ara menarik pelan rambut pricil.
"Em.. Maaf.,, ada apa ya kalian memanggilku kemari. "Pricil memberanikan diri untuk bertanya dengan wajah tertunduk.
"Mau tau kenapa?!! Pricil, gue tanya baik-baik ya. Apakah lo berencana untuk membunuh pacar gue? Sebenarnya apa yang lo inginkan? Dan kesalahan apa yang ara buat hingga lo ingin membunuhnya?.. Jawab!!! "Bentak rey dengan kesal sambil memukul meja.
Wajah pricil langsung memerah, rencananya diketahui rey. Ia pun gugup dan menunduk.
Ara langsung emosi mendengar jawaban pricil itu.
"Heii maimunah!! Anak nya marjuki.!! Udah ketahuan tapi masih gak ngaku lo ya.?!! 2 Anak buah lo itu udah ditembak sama rey. Lo manusia bukan sih, tega lo ya berencana ngilangin nyawa orang, mati aja sono lo.!! Kesel gue.. "Ara memukul meja dengan kuat, ia berdiri disamping pricil.
"Maaf, gue beneran gak tau yang kalian maksud. "Sahut pricil, masih enggang mengakui.
Emosi ara makin meluap. Ia menarik rambut pricil dengan kuat.
"Hei kutu kebo.! Masih gak ngaku lo ya. Mau gue petik jantung lo hah?? Lo tau gak kalau rey ditusuk sama orang suruhan lo itu.!! "Teriak ara sambil menjambak rambut pricil.
"Tidak perlu banyak omong. Sekarang kita bawa saja dia kekantor polisi, kita sudah mempunyai bukti yang kuat. Eh, pricil. Gue gak nyangka ya lo jadi begitu jahat kayak gini, lo bukan pricil yang dulu pernah gue kenal, dimana hati lo yang baik itu.? "Rey menatap wajah pricil yang diam itu.
Pricil yang tadinya diam, tiba tiba tertawa dengan kuat kayak orang gak waras.
"Hahaha.. Kalian benar.!! Kalian memang benar!! Gue lah dalang dibalik penculikan gadis udik ini. Gue mau dia mati.!! Mau tau kenapa?? Karna gue gak rela dia berada disisi lo rey.!! Karna gue masih sayang sama elo.!! Gue gak rela melihat kalian bahagia..!! Gue gak rela.!! "Pricil berteriak dengan kencang, ia menghampiri ara dan membalas menjambak rambut ara.
"Aw..!!! Sakit.!! . Orang gila.!! Gue gak akan biarin lo melepaskan rambut gue sehelaipun. "Ara tidak mau mengalah, ia juga menjambak rambut pricil yang panjang itu.
Perang jambak pun tak bisa terhindarkan.
Dengan panik, rey langsung berdiri dan menarik ara yang tengah bergelut dengan pricil.
Dengan susah payah, rey berhasil memisahkan mereka, ia pun memeluk ara dan mengelus rambutnya yang sakit. Sedangkan pricil masih ngamuk kayak orang kesurupan, ia tak henti-hentinya mencari cela untuk menarik dan menjambak ara, namun rey melindunginya dan menghadangnya dengan tubuhnya.
__ADS_1
"Ahh.!! Dasar pengecut.!! Lo bersembunyi dibalik badan rey, keluar sini kalau berani. "Teriak pricil.
"Ooiii! Maimunah.!! Siapa yang takut.!! Ayoo kita bergelut dikubangan babi. "Ara berontak melepaskan diri dari pelukan rey.
"Jangan bodoh! Gue gak mau lo kesakitan! "Ujar rey yang masih mendekap ara dengan kencang.
"Lo tenang aja. Gue gak bakal nyesel. Biarin gue bejek-bejek kutu kebo itu sampe dia jadi kutil. Lepasin gue.! "Dengan sekuat tenaga, ara meloloskan diri dari rey.
"Haiis.. Ya udah, terserah kalian deh.! Gue gak ikutan! "Rey menyerah, ia pun kembali duduk santai dikursi sambil nonton film laga didepan matanya.
Ara bersiap-siap, ia melepaskan tas nya dan menggulung bajunya.
"Hei pecel! Ayo sini, biar gue kelupasin kulit lo. Ayoo maju.! Tangan gue udah gatel pengen nyakar wajah lo itu.
"oke! Siapa takut.. "Pricil juga bersiap menyerang. Ia pun melangkah dengan cepat menghampiri ara.
Dengan santainya ara petantang-petenteng memangku tangan sambil menunggu pecel itu mendekat.
Saat pricil hendak meraih rambut ara. Ara mengelak dengan santai, lalu ia menendang belakang pricil hingga ia tersungkur.
"Hhaha.. Ngapain lo nyungkur disana kutu kebo.!! Mau praktek cara naik kebo ya?!! Perlu gue ajarin gak.! Haha.. "Ara tertawa terpingkal-Pingkal melihat pricil yang tersungkur sambil nungging itu.
Dengan cepat, pricil kembali bangun dan langsung menyerang ara. mereka pun saling gulat. Hingga ahirnya ara berhasil mengalahkan pricil.
"Huuh.!! Susah juga ternyata ngalahin kutu kebo.! Gimana? Masih mau gulat?. "Ara duduk bersandar dibahu rey karna kelelahan.
"Udah selesai.?? Ayo kita antar pricil kekantor polisi. Setelah itu kita pulang. "Rey menggandeng tangan ara dan menghampiri pricil.
"Heii.. Ayo lo ikut kita kekantor polisi. "Ujar rey pada pricil yang masih terengah-engah capek.
Pricil yang tidak ingin mendekam dipenjara itu memilih berlutut dan memeluk kaki rey dan ara.
"Rey, ara. Gue minta maaf, benar-benar minta maaf, gue ngaku salah. Tolong jangan masukin gue kepenjara, gue mohon banget. Mohon banget.!! Gue janji, gue gak akan ganggnggu kalian lagi. Janji.!!! "Pricil bersimpuh dengan berlinang air mata.
"Hei kuntilanak! Kenapa gue harus percaya.! "Ujar ara sambil menjauhkan kakinya dari pricil.
"Gue mohon sama kalian.. Jangan penjarain gue. Tolong banget, kalian boleh lakuin apa aja sama gue. "Pricil kembali menyatukan tangan untuk memohon.
Melihat kesunghuhan pricil, rey dan ara saling tatap sambil bicara bahasa isyarat, padahal keduanya sama-sama gak ngerti.
"Oke.!! Gue gak akan penjarain lo. Tapi, lo berhenti kerja disini, dan pulanglah kekota F. Jangan pernah lo menampakan diri didepan gue. Ngerti.!! "Ucap rey dengan tegas.
"Eh! Maimunah!! Berhubung kita orang baik sejak lahir, maka kita maafin elo.! Pulang lah ke alam lo sono!! Awas kalau lo nampakin bulu mata didepan kita. Akan gue anyutin lo disungai nil. Dasar kutu kebo. Hobi banget ganggu orang. "Tambah ara sembari menepis tangan pricil dari kakinya.
"Udah yuk sayang, kita pulang, biarkan pak rahman yang beresin dia. "Ujar rey menggandeng tangan ara keluar dari ruangan itu.
Setelah mereka keluar., pricil bangkit perlahan dari duduknya.
"Heh.!! Dasar bodoh!! Gue gak akan pernah berubah, gue akan balas kalian nanti! kalau gue gak bisa dapetin rey, maka wanita manapun juga gak boleh bersamanya. "Pricil mengusap air matanya sambil tersenyum jahat.
***
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like & coment.
Baca juga👉 "My Promise"🙏