
Reza masih terus menggandeng tangan yuki sambil berlari kecil mengejar sosok shadow yang entah siapa itu.
"Kak reza! Nyariin siapa sih?". Ujar yuki ter'engah-engah.
"Bentar, nah itu dia orang nya, ayo cepat". Reza kembali menarik yuki.
"Paman, tunggu!!". Teriak reza.
Orang tersebut menghentikan langkahnya, kemudian ia menoleh kebelakang.
Reza dan yuki berjalan mendekat.
"Kamu...? Kamu reza kan? Anak nya kutil? Eh maksudku, anak rey dan ara?". Ujar pria paruh baya itu.
"Benar, anda paman alvin kan? Terakhir ketemu waktu aku masih SMP, paman apa kabar?". Sapa reza dengan ramah.
"Iya, sekarang kamu sudah gede, apakah ini pacarmu?". Tanya alvin menunjuk yuki.
"Iya paman, namanya yuki.
Yuki, ini paman alvin, dia sahabat mama dari kecil". Reza memperkenalkan alvin pada yuki.
"Salam kenal om, saya yuki". Sambil tersenyum menyatukan tangan.
"Oh iya, dimana anak paman? Sudah lama gak ketemu, pasti sekarang udah gede juga kan? Waktu itu kita ketemu pas kita masih kecil. Mungkin sekarang dia gak ngenalin aku lagi". Pungkas reza.
"Em.. Dia ada dirumah, paman kesini sendirian karna ada urusan bisnis. Kalian liburan semester ya?
"Iya paman, kita kesini bertujuh, bareng teman lainya". Sahut reza.
"Oh gitu, semoga liburan kalian menyenangkan. Baiklah paman pergi dulu, masih banyak kerjaan, sampaikan salamku pada orang tuamu ya, ntar kalo ada waktu, paman akan berkunjung kesana. Paman pergi dulu..
"Baiklah paman, hati-hati. Senang bertemu denganmu lagi.
"Udah? Gitu doang? Udah ngejar capek-capek, cuma ngobrol lima menit". Gerutu yuki sambil membulatkan matanya keatas.
"Elahh siti! Gitu aja capek, makanya sering olga dong". Timpal reza menepuk kepala yuki.
"Apaan tuh olga? Artis? ". Ujar yuki heran.
"Olga tuh olah raga. Hahha.. Udah yuk kita samperin mahluk astral disana, mereka pada sibuk ngoceh tuh"
Dapat dari mana orang ini kata singkatan olga? Bener-bener aneh.
Reza dan yuki kembali menghampiri temanya yang tengah bermain ditepi kolam.
Danu dan genta sibuk memegang tangan boby untuk mendorongnya masuk kolam, namun boby berontak karna gak bisa renang.
Sesekali boby berteriak minta bantuan lesty, namun pacarnya itu hanya cuek seakan tidak melihat apapun sembari menatap layar ponsel ditanganya. Sedangkan evi hanya diam sambil cengar cengir gak karuan melihat keseruan mereka.
"Kaman danu! Plisss jangan ceburin gue, gue gak bisa renang!! Kalo gue mati bakal gue cekik lo, oiii lelet! Tolongin gue". Teriak boby dengan kencang.
Genta dan danu terbahak melihat ketakutan boby.
"Oke.. Oke.. Kita gak bakal ceburin lo, kasian gue". Danu dan genta melepaskan tangan boby.
"Fiuuhh... Lega". Ucapnya mengelus dada.
"Boby, gimana kalo kita bertiga nyebur sama-sama". Ujar genta terkekeh.
"Bener tuh, tenang aja, ntar gue bantuin kalo lo kelelep". Sambung danu.
"Yang bener ya! awas kalo kalian bohong, gue timpuk pake biji jeruk". Timpal boby tengok kanan kiri.
"Iya.. Iya.. Lagian gak sakit kalo cuma biji jeruk.
Oke baiklah,, kita hitung sampe tiga, terus loncat ya.
1.. 2... 3....
__ADS_1
Byuuuuuurrrr..!!!!
Yang nyebur cuma boby. Sebelumnya danu dan genta sudah saling kedip.
"Waaa.. Tolong,! Gue gak bisa berenang! Kalian bohongin gue!!". Boby berusaha sekuat tenaga untuk menirukan renang gaya katak.
Danu dan genta terkekeh sampai terguling karna uratnya pada meleleh.
"Dasar pe'ak!! Air nya gak dalam!! Berdiri aja!". Teriak danu terbahak.
"Eh! Masa' sih? ". Gumam boby.
Ia pun mencoba meluruskan kakinya, dan benar saja, air kolam itu hanya sebatas bahunya.
"Waa.. Bener! Air nya gak terlalu dalam". Teriak boby girang.
"Dasar o'on!". Ucap lesty melirik boby yang tengah menikmati keberhasilanya itu.
Ditengah kolam sendirian, boby merasa bosan, namun ia tetap ingin berada dalam kolam, mungkin boby akan membuat jantungnya basah atau menunggu tubuhnya keriput baru akan naik.
"Tuh orang ngapain sih? Gak pernah mandi dikolam ya?". Gerutu lesty heran melihat tingkah absurd pacarnya itu.
"Mungkin dia mau bikin kulitnya gosong". Timpal evi bernada kecil.
Disisi lain, reza dan yuki juga tengah berada ditepi kolam yang berseberangan dengan kelima temanya.
"Yuki, aku boleh gak panggil kamu.....
"Gak boleh!
"Belom ngomong woii.. Elah. Gue nyebur nih..
"Ehh,, kamu lupa, kalo ngomong sama aku jangan pake 'gue & elo'!". Ujar yuki melotot.
"Oh iyaa,, aku lupa maaf ya sayang,, duhh kalo cemberut gitu wajah kamu kayak kembang tahu". Reza terkekeh sembari menjepit pipi yuki.
"Emangnya tahu punya akar dan batang? Kok ada kembang nya? Bentuknya kayak mana?". Tanya yuki heran.
Eh! Kok kita jadi bego gini ya?! Ahh bodo lah, itu nama pemberian manusia, yang aku tahu aku sayang sama kamu. Hehe, lebai dikit boleh?". Reza mencolek ujung dagu yuki.
"Apaan sih? Lebah.. (Lebai).
_
Sementara itu, lesty, evi dan genta masih santai duduk selonjoran dikursi tepi kolam, ada yang baca majalah, ada yang main sama air, ada yang nyengir-nyengir gak jelas sambil liat hp.
"Duhh udah panas nih, mendung lagi". Ujar genta sembari menutup majalahnya dan menatap kearah langit.
"Lepasin kaca mata lo pe'ak!! Terang benderang gini dikatain mendung". Lesty menepuk pundak genta yang o'on itu.
"Guys,, kita masuk yok.. Kayak nya gerimis nih". Ujar evi yang sedang ngobrol sama air.
"Gerimis mengandung kah?". Tanya boby yang tengah berendam.
"Gerimis mengundang kali! Bukan mengandung, lo kira ibuk-ibuk bunting?!! Pasti efek dari kelamaan berendam tuh, jadi otak lo ikutan keriput". Evi melotot pada boby.
Karna merasa malu, boby merendamkan setengah wajahnya kedalam air.
"Evi! Ini bukan gerimis, tapi lo mainan air, dan air itu kena lo sendiri, dasar o'on! ". Teriak genta.
"Guys ayo masuk, udah panas nih, biarin curut itu berendam dalam kolam sampe tubuhnya jadi jelly ". Reza dan yuki melewati temanya dan kembali masuk ke vila.
Mereka pun menyusul, sementara boby masuk dengan pakaian basah karna sudah ditinggal temanya.
Malam harinya, tujuh sahabat itu berkumpul dibelakang vila, bernyanyi bersama diiringi oleh petikan gitar yang dimainkan oleh reza.
Boby yang gak tau apa-apa itu hanya mangap melihat kelincahan jari reza menyusuri tiap tali senar gitar. "Kok bisa gitu ya?". Ujarnya heran.
Sesekali reza menatap yuki dengan senyuman disela ia bernyanyi.
__ADS_1
"Psstt.. Kok gue merinding ya?". Bisik boby didekat danu.
Danu terbelalak melihat sekitar. "Jangan-jangan... "
"Eh kaman danu! Jangan nakutin gue ya!! Gue gorok leher lo!". Boby mulai ketakutan.
"Elah penakut amat cuma kena angin doang udah merinding. Guys masuk yok, udah jam 11 malam nih."
"Baiklah, kasian juga sama cewek-cewek kalo kena angin malam. Ayo semuanya masuk. Bob, bawa gitar ya!". Reza memberikan gitarnya pada boby, kemudian menggaet tangan yuki.
Perpisahan tiba, karna mereka harus masuk kamar masing-masing.
Ini baru pertama kalinya untuk reza tidur bertiga dalam satu kamar.
Boby yang tidur lebih dulu, karna dia pecinta bantal, disusul oleh danu yang perlahan jiwanya melayang berkelana.
Kedua orang itu tidur pun gak bisa diem, ada yang ngelukis pake iler, ada yang memancarkan eropsi air liur dari mulut, ences tersebar dimana-mana.
Reza bingung harus tidur gimana? Walau beda ranjang, tapi suara itu sangat menganggunya.
_
Hampir satu minggu mereka menghabiskan waktu untuk berlibur bersama. Menjelajahi setiap tempat yang belum pernah mereka datangi kecuali reza.
Hari ini mereka kembali lagi kesekolah karna hari ini adalah pembagian raport, mereka berkumpul dilapangan untuk mengumumkan juara-juara kelas dan juara umum.
Tanpa terkira, yuki mendapat peringkat pertama dikelasnya.
Dan reza juga mendapat peringkat pertama dikelas, dan peringkat pertama untuk umum. Sedangkan peringkat dua umum adalah yuki.
Mereka bersorak karna pasangan itu sama-sama pintar. Mereka terlihat sangat cocok. Mereka berdua ramah juga baik.
Saat yuki bertemu neo yang melintas didepan kelasnya, yuki heran karna neo menatap matanya dengan tajam seakan penuh dendam.
Yuki kaget dan takut, dengan cepat ia melalui neo.
Sudah lama tidak melihat orang itu, tapi kenapa dia menatapku seakan begitu membenciku, apa salahku?". Gumam yuki.
Saat ini yuki menjalani hubungan dengan reza tanpa gangguan dari neo.
Kerap kali reza berjalan hanya berdua saja dengan yuki, terkadang juga bersama keenam temanya.
Reza begitu menyayangi yuki sebagai cinta pertamanya, begitu juga sebaliknya, namun yuki belum mau diajak reza kerumahnya untuk menemui orang tuanya karna ia merasa minder dan malu.
Walau begitu, reza tetap mengharagai keputusan yuki, mungkin dia belum siap.
Tiap hari reza mengantar jemput yuki sekolah, orang tua yuki sangat menyukai reza. Bahkan mereka merestui jika suatu saat reza akan menikahi yuki.
Makin hari, hubungan mereka makin erat seakan tak terpisah.
Mempunyai pacar pengertian dan baik seperti yuki, reza merasa sangat beruntung, walau dia bukan dari kalangan orang kaya.
Di semester kedua, setelah mereka ujian, reza mengucap janji pada yuki, bahwa ia akan menikahi yuki jika waktunya sudah tiba.
Reza juga berjanji walaupun dia jauh dari yuki, dia akan tetap setia dan akan membuat yuki bahagia.
Disatu hari, reza menyampaikan pada yuki, bahwa setelah lulus ia akan kuliah di london, inggris.
Yuki terdiam sembari berpikir. Namun ia tidak egois, ia menyetujuinya karna itu adalah cita-cita reza yang berpengaruh pada masa depanya.
Mengetahui bahwa reza akan pergi jauh dalam waktu yang lama. Yuki meminta reza untuk terus menaminya dalam waktu satu tahun sebelum kelulusan reza.
Tentu saja reza selalu membahagiakan dan memanjakan pacarnya itu, karna satu tahun lagi dia akan lulus.
Kebersamaanya bersama reza selalu di abadikan yuki dalam potret ponsel miliknya untuk mengenang kebersamaan mereka setelah berpisah nanti.
Mereka begitu romtantis, bahkan tidak pernah ada pertengkaran selama mereka menjalin hubungan. Mereka sangat bahagia saat bersama.
•••
__ADS_1
BERSAMBUNG
LIKE🙏