
Tiga hari berikutnya, rey mengajak ara pergi kebandara setelah kemarin dia menyuruh ara berkemas dengan membawa dua koper pakaianya. Tapi ara masih bingung kemana rey akan membawanya pergi, karna rey tidak memberitahunya.
Setelah satu jam menunggu, ahirnya mereka terbang. Ara sangat takut, dia selalu berdoa dan memejamkan mata saat pesawat akan lepas landas, karna ini baru pertama kali baginya menaiki pesawat.
Rey menggenggam erat tangan ara yang tengah ketakutan itu sembari tersenyum melihat nya.
"Sudah! Buka aja matanya, pesawatnya udah stabil nih. "Ujar rey berbisik didekat telinga ara.
Perlahan ara membuka matanya dan melihat kejendela pesawat, dia kaget sekaligus takut melihat dirinya berada diatas tumpukan awan.
"Reboy!! Kita sudah terbang!! Ahh gue takut!! Gimana kalau kita... Ahh tidak!! Tidak!! Jangan sampai itu terjadi. "Ara menggelengkan kepala membayangkan hal buruk akan terjadi.
Semua penumpang dipesawat menatap pada ara yang heboh sendiri itu. Rey merasa malu dan hanya tersenyum pada mereka.
"Stt!! Jangan berisik, lo jadi pusat perhatian tuh! Malu dilihat orang, jangan takut! Tidak akan terjadi apa-apa, tenang saja, ada gue disini. "Rey kembali meraih tangan ara dan merangkul bahunya.
"Em. Maaf,, soalnya gue baru kali ini naik pesawat. Ngomong-ngomong, kita mau kemana sih, gue penasaran banget. Tapi gue seneng ahirnya gue bisa pergi keluar negri, gue udah bawa semua tabungan gue. "Ara menunjukan uang kertas rupiah nya pada rey sambil menyeringai cengengesan.
"Udah simpan aja, lagian kalau diluar negri mana bisa belanja pake rupiah. Gue udah bawa uang, lo jangan khawatir kalau mau belanja. "Rey kembali menutup tas ara.
"Gitu ya!! Percuma dong gue bawa uang, udah terlanjur gue minta uang sama mama. "Sahut ara cemberut.
"Hah?? Dasar bodoh!! Uang lo kan banyak, kok masih minta sama mama lo, kan kasian dia gak ada uang. Kita pergi satu minggu loh. Ya udah deh nanti gue minta tolong sama mami buat ngasih uang sama mama lo. Sini, mending lo tidur, saat lo bangun besok kita sudah berada disuatu tempat. "Rey menarik kepala ara dan menyandarkanya didada nya sembari merangkulnya.
Sambil mendengarkan musik dengan airphone ditelinganya, ara pun mulai tak sadarkan diri, perlahan matanya meredup dan tidur dengan pulas dalam dekapan rey.
•••
Belasan jam berlalu. Ahirnya mereka tiba dibandara. Saat rey mengajak ara turun dari pesawat, ara bingung sedang berada dimana, tempat itu sangat indah dan sangat luas.
"Heii. Ayo kemari!! Ngapain bengong disono. "Rey menarik tangan ara yang tengah melotot melihat area sekitar bandara.
"Alien! Kita dimana? Kok ada salju? Apakah kita sedang dalam cartoon frozen? "Ara masih celingak celinguk sambil melangkah perlahan.
"Nyawa lo belom ngumpul ya karna abis tidur? Nanti lo tau sendiri. Ayo buruan, kita ke mall dulu, beli baju musim dingin, terus kita nyari hotel. Gue punya banyak teman disini.
Rey menarik ara dan membawanya ke mall ternama disana. Setelah puas belanja, mereka bergegas mencari hotel terdekat pada ibu kota. Mereka chek in dua kamar untuk satu minggu.
Saat rey tengah berkomunikasi dengan receptionis hotel, ara bingung mendengar percakapan mereka, dengan diam dia memperhatikan mereka sambil berpikir keras.
"Bahasanya kayak gue kenal deh. "Pikir ara dalam hati.
Tidak lama kemudian, setelah selesai chek in, mereka pergi menuju kamar.
Rey mengantar ara kekamarnya terlebih dahulu, karna kamar mereka bersebelahan.
"Reboy! Tadi gue dengar lo ngobrol kayak pakek bahasa korea, apakah kita sedang dikorea?? "Tanya ara penasaran sambil masuk kekamar hotel nya.
"Iya, memang kita sedang dikorea!. "Jawab rey dengan senyuman.
Ara senang bukan kepalang, dia tersenyum lebar. "Benarkah? Lo gak bohong kan? Kita beneran dikorea? Ahh.. Gue seperti mimpi.. Ahirnya gue menginjak tanah korea, tanah air idola gue.!! Ya ampun.. Makasih banyak rey.
Saking seneng nya, ara memeluk rey sambil loncat-loncat. Dan jingkrak-jingkrakan diatas kasur.
"Hadeh.. Ini nih yang gue takutin ngasih tau dia, belom apa-apa udah gila duluan. "Gerutu rey sambil geleng kepala.
"Woii aron! Bisa diem gak tuh saraf. Ntar kasur nya rusak, gue gak mau ganti. Mendingan lo mandi air anget, terus pakek baju yang tebal, abis itu kita jalan-jalan mengelilingi kota seoul.
"Ahh benarkah.., oh my god.. Gue seneng nya minta ampun!! Baiklah kalau gitu, silahkan lo kekamar lo sana, gue mau mandi dulu..
Saat rey keluar dari kamarnya, ara langsung mengunci pintu lalu kembali joget joget diatas kasur kayak cacing kena setrum. Entah apa yang merasukinya. Hingga dia guling-gulingan sampai terguling beneran. Maksudnya sampai jatoh kelantai.
"Astaga.!! Astaga!! Gue beneran lagi dikorea!! Ahh gue berharap bisa ketemu idola gue.. Ya ampun. Gak kebayang deh. Udah ah ngayal nya, mending gue nyamperin air anget dulu, tapi mau gak ya tuh air kalau gue siramin kebadan gue. Disini dinginya minta ampun. Jadi males berhubungan sama air.
Ara menggerutu sendiri dengan kegirangan yang tiada henti. Dengan terpaksa ahirnya dia mengguyur air itu setelah sepuluh menit dia tanya tapi air itu tak kunjung menjawabnya.
__ADS_1
•••
Selama dua hari, mereka mengelilingi kota seoul dari pagi hingga malam. Ara seakan tiada rasa capek karna terlalu bersemangat.
"Aron! Hari ini gue mau ajak lo kesuatu tempat yang pasti bikin ginjal lo bergeser. "Ujar rey tertawa kecil sembari berjalan berdua dan bergandengan tangan dengan ara.
"Kita mau kemana lagi, gue seneng banget nih keliling kayak gini, untung aja lo bawa kamera, gue bisa dengan bebas berfoto ria, memori hp gue udah hampir penuh haha..
"Ya gue tau, pasti lo akan menghabiskan memori 100gb. Makanya gue bawa kamera,, sebentar lagi kita sampai loh, tempatnya gak jauh dari sini.
Rey dan ara melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sembari menikmati hembusan salju yang dingin.
"Nah kita sudah sampai, silahkan dibaca. "Rey menunjuk pada papan nama yang terpasang ditepi jalan.
Dengan cepat ara membacanya.
"House of BTS. Ahh.. Ini beneran kita dirumahnya bts.. Ya ampun!! "Dengan riang nya ara berjalan dengan cepat melangkah masuk kedalam, dengan sigap rey menyusulnya, karna takut ilang.
Setibanya didalam, ara langsung melakukan live di IG nya, untuk membuat para fans nya iri. Tak lupa ara membeli banyak barang dari pop up tersebut, hampir tiap barang yang dijual disana ara beli, demi membuat ara bahagia, rey rela menghabiskan uang ratusan juta selama dikorea.
Ara ber swa foto dengan patung vigur para bts yang terpajang besar. Hampir seharian dia dan rey mengabiskan waktu dalam house of bts itu.
Sore harinya, ara terlihat kelelahan, rey langsung mengajaknya pulang.
Setibanya dihotel, ara langsung terkapar diatas kasurnya.
"Woi aron! Sadar!! Lepasin dulu tuh sepatu. Liat nih barang-barang lo udah semobil penuh. Apa aja mau dibeli. Makanya kelaukuan jangan kayak ulat nangka, kecapekan kan? Ntar malam kita mau rayain tahun baru. Kalau lo gak tertidur, lo pasti nyesel udah lewatin tahun baru bareng gue.
Rey bergumam sendiri tanpa dipedulikan ara karna dia sudah tertidur pulas saat berjumpa kasur.
"Dasar nih bocah! Gue udah ngomong panjang kali lebar kali tinggi, ternyata dia udah tidur. Kurang ajar banget anak orang.
Dengan hati yang sabar dan iklas, rey menyusun semua barang yang dibeli ara dari house of bts itu, dan melepaskan sepatunya lalu menyelimutinya. Kemudian dia kembali kekamarnya.( Duhh perhatian banget sih rey).
Setibanya dikamar, rey mendapat telpon dari temanya yang dikorea.
Oh kamu.!
Iya, saya sudah transfer.
Oh besok ya, gak bisa malam ini?
Oh kalian sedang ada event, baiklah.
Jam 10 pagi? Oke. Kami akan datang tepat waktu!
Baiklah terimakasih banyak. (Telpon terputus)
•••
Saat tengah malam, tepatnya jam 12 malam, rey datang kekamar ara, dan membangunkanya perlahan.
"Aron!! Heii bangun!! Lo mau liat kembang api gak! Sayang banget kalau lewat, kita sudah jauh-hauh kesini. "Bisik rey ditelinga ara.
Mendengar letusan kembang api yang besar seakan memecah telinga itu, ara pun terbangun.
"Ehh alien!! Kok lo ada disini. Ngapain? Oh iya jam berapa ini? "Ara mengucek matanya sembari duduk.
"Ini jam 12 malam, sini yuk ikut gue. "Rey memaksa ara untuk bangun dan menarik tanganya keluar dari kamar.
"Kita mau kemana alien?? "Tanya ara bingung dengan tubuh sempoyongan, mungkin jiwanya belum kembali dari alam mimpi.
Rey hanya diam dan terus menariknya menuju kamar rey. Namun ara kaget saat melihat kamar rey yang sudah dia sulap seperti taman bunga dengan meja dan dua kursi yang berhadapan, serta dua buah kue ulang tahun yang mungil dan beberapa lampu lilin yang redup dalam ruangan kamar yang penuh lampion warna warni.
"Reboy.?? Ada apa ini, kenapa kamu berubah drastis dari alien menjadi manusia? Ini terlihat seperti dalam dongeng, indah, cantik, penuh warna, romantis sekali. "Ara mulai halu sembari memejamkan mata, entah apa yang dia pikirkan.
__ADS_1
Rey menarik hidungnya, menyadarkanya dari mimpi buruk. "Heii.. Jangan kebanyakan ngayal, ayo sini duduk, apa lo gak inget, malam ini malam ulang tahun kita berdua. "Rey menarik kursi untuk ara, lalu dia duduk didepanya sembari tersenyum menatap ara.
"Oh iya.. Ya ampun! Ternyata kita ulang tahun ya! Kok gue lupa. Ahh ini sangat romantis, gue ngerasa kayak sedang shooting film sarang hiu. Ayo kita tiup lilin bersama.
"Stt!! Make a wish dulu dong!! "Rey mengajak ara berdoa sekejap untuk hari lahirnya itu, setelah itu mereka meniup lilin bersama.
"Yeyy.. Happy birthday ke 20 tahun reboy alien!! Semoga apa yang lo semogakan segera tersemogakan! "Ujar ara berbelit sampai lidah nya tergelincir.
"Ngomong apa sih! Bdw. Happy birthday juga ya buat piranha aronku yang ke 19 tahun, semoga apa yang lo inginkan segera terwujud. Amin! Dan satu lagi, moga makin dewasa, biar gue gak stres tiap hari liat kelakuan lo yang kayak ulat nangka itu. "Rey mengacak rambut ara dengan gemas sembari tersenyum.
"Oh iya, gue ada sesuatu nih buat lo. "Rey merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang imut. Kemudian membukanya didepan ara.
"Ahh cincin?? Imut nya?? Warna nya black pink, cantik banget, tapi kapan lo beli ini? ! "Ara menatap cincin itu dengan mata yang dipenuhi emoji lopeh warna ping.
"Ini gue beli tadi sore, saat lo sedang tidur. Gue pakein ya. "Rey meraih tangan ara dan melingkarkan cincin itu dijari manisnya.
"Wah, pas banget!
"Gimana? Lo suka?
"Suka banget! Makasih ya reboy. Eh tunggu!! Cincin ini gak berarti apa-apa kan? Cuma hadiah ulang tahun aja kan? "Tanya ara dengan penasaran.
"Ya terserah elo mau nanggepinya gimana. Apa lo mau yang lebih, atau lo mau jadi pacar gue, atau istri gue gitu? "Sahut rey sambil tertawa kecil.
"Hah istri? Gak deh, gue mau jadi pacar lo aja. "Jawab ara santai dengan polosnya dan tanpa berpikir.
Rey kaget bukan main, padahal dia mengatakan itu hanya bercanda, tapi dia gak nyangka kalau ara mau jadi pacarnya dan mengatakan itu dengan lantang dan tanpa beban.
"Eh,, serius nih, lo mau kalau kita pacaran beneran? Tadi gue becanda doang loh? Apa lo cinta sama gue? , "sahut rey seakan tidak percaya.
"Ya beneran lah!. Ya gue cinta sama elo. Dan gue mau belajar soal cinta itu. "Jawab ara dengan ringan sembari mengelus cincin dijarinya.
Rey langsung berdiri dan memeluk ara. "Makasih ya aron! Gue gak nyangka lo juga cinta sama gue. Asal lo tau, gue udah lama cinta sama elo. Tapi gue simpen aja dalam peti, eh ternyata elo juga cinta sama gue, ini namanya jadian yang tidak direncanakan. Tapi gue sayang banget sama lo. Lo harus tau itu. "Rey memeluknya dengan penuh cinta dan kehangatan.
"Eh tunggu!! Masa' cinta disimpan dalam peti, lo kira mummi? Oh iya, gue juga ada sesuatu buat bos babi gue, bentar ya, gue ambil dulu dikamar. "Ara berlari dengan pecicilan keluar dari kamar rey.
"Hais.. Tuh bocah, kelakuan masih aja gak berubah, gue jadi gak yakin dia beneran cinta sama gue! Bdw, gue bisa tahan gak ya ngadepin ulat bulu itu tiap hari, apa lagi kalau sudah pacaran gini, bisa-bisa putus nih jantung gue. "Rey menggerutu sendiri sembari menunggu ara kembali.
Ara pun muncul dengan tas kecil yang dibawanya.
"Nah reboy, gue ada sesuatu buat elo. Nih, jam tangan terbaru dikorea, lo gak liat kan kapan gue belinya, padahal pakek duit lo, hehe.. Sebenarnya itu gue beliin buat bias gue, yaa siapa tau aja temu dijalan, tapi mending kasih lo aja deh. Lebih cocok sama lo. Gue pasangin ya. "Ara meraih tangan kiri rey dan memasangkan jam tangan warna hitam itu padanya.
"Wah, cocok banget nih sama gue,, sebelumnya gue gak pernah pakek jam tangan warna hitam, karna gue gak suka warna hitam, tapi setelah melihat ini, gue langsung suka, makasih ya aron! "Rey meraih kepala ara dan menciumnya.
Ara kaget saat rey mencium kepalanya. "Eh, gue dicium? Ahh ini pertama kalinya gue dicium cowok, gue jadi sesak nafas. Jangan -jangan ada racunya. "Muka ara jadi merah delima merasakan dicium seorang pacar.
"Baru kepala yang dicium, belum pipi, apa lagi bibir. "Sahut rey sambil mengacak rambut ara.
"Hah? Pipi?? Bibir?? Ahh tidak!! Bayangin nya aja gue udah kehilangan oksigen, kalau sampai itu terjadi, gue bisa pingsan mendadak, pasti jantung gue pindah ke usus. "Ara menutup mata dengan kedua tanganya, membayangkan hal yang iya iya.
"Apaan sih, lebai banget. Udah tidur aja lagi sana, besok gue akan ajak lo ketempat yang bisa bikin lo pingsan mendadak beneran!.
"Gue mau tidur disini aja ahh.. Lo aja yang pindah kekamar gue. Kamar ini terlalu indah untuk cowok. Gak cocok sama lo. Ntar lo mimpi indah, terus gak mau balik lagi. "Ara mendorong rey keluar dari kamarnya dengan paksa.
"Kamar siapa, yang diusir siapa. Ya udah kalau gitu met malam ya honey.. Good night. "Rey pergi dari kamar ara, mereka bertukar tempat tidur.
"Apaan sih honey, honey, emangnya gue madu. Ahh enaknya tidur dalam balutan bunga bunga ini, gue ngerasa kayak tidur diatas kasur. Ngayal yang iya iya dulu deh sebelum tidur, siapa tau jadi iya beneran. Haha.
Ara berbaring sambil menggulung tubuhnya dengan selimut sembari menggelinding dari ujung ke ujung, entah apa yang tengah dia pikirkan dan dia bayangkan. Hingga ahirnya kepompong itu lelah dan tertidur dilantai karna jatoh gak karuan.
***
Bersambung..
Jangan lupa like guys🙏
__ADS_1
Dan ucapkan hbd buat rey dan ara!