Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:19


__ADS_3

Waktu istirahat makan siang. Empat sahabat itu sudah berada dikantin perusahaan.


"Yuki dimana?..apa dia gak laper?". Ujar arini yang tengah memilih menu makanan.


"Biar gue telpon deh. Kalian lanjutkan saja pesan makanan nya". Timpal lesty.


"Psstt..genta, lo kan holang kaya ,sesekali traktir gue dong,lagian gue udah tolongin kalian masuk diperusahaan ini". Bisik arini.


"Iya iya.. Dasar bokek!".


"itu yang mirip dengan cicak?"


"Itu tokek pe'ak!!."


"Oh. maap"


"Rin, katanya bos besar udah dateng ya? Gimana orang nya?". Ujar lesty penasaran dengan mata melotot.


"Ah iya!! Itu yang mau gue bahas. Ternyata pemilik perusahaan ini temen kalian yang sok ganteng itu!! Emang ganteng sih sebenernya, eh! Tapi dia galak amat!"


"Hah? Siapa? "


"Siapa lagi kalo bukan cecunguk reza. Dan gue yang jadi sekretarisnya mulai hari ini. Kayaknya makin banyak tekanan deh idup gue".


Genta kaget dan langsung berdiri."What?!! Reza? Bukankah dia dilondon? Kok pulang gak bilang-bilang, mana udah ada perusahaan sendiri, makmur amat idupnya!". Tanpa sadar diri ,genta bicara dengan lantang.


"Dasar pe'ak! Emang nya lo siapa nya dia hah! Ngapain juga dia mau bilang sama lo kalo dia udah balik.!". Tegas lesty sambil menarik tangan genta dan menyuruhnya duduk kembali.


Evi hanya diam dan cuek saja,namun merasa heran. "Guys, yuki kan kerja disini juga, kalau dia tau bahwa CEO DIAMOND adalah reza, pasti dia berhenti bekerja, sedangkan dia harus menghidupi keluarganya.


Dan kalau reza tau yuki bekerja disini sebagai cleaning service,pasti dia gak tinggal diem kan,pasti reza pindahin yuki minimal dibagian staf. Dan itu akan menjadi suatu hal yang buruk buat keluarga yuki jika neo mengetahuinya. Gimana kalau kita rahasiakan ini dari yuki dan juga reza". Jelas evi secara rinci.


Sahabatnya itu mendengarkan dengan serius. Tiba-tiba genta berdiri lagi sambil memukul meja dengan keras. "Bener!!!!! Kamu pinter banget evi.!!" Teriak genta.


"K*mvret!! Kaget gue, untung jantung gue udah diiket,kalo gak pasti udah jatoh. Eh genta-yangan!! Bisa gak kalo orang lagi serius tuh gak usah bikin heboh dan bikin kaget!! ". Bentak arini.


"Mencapai kaget?". Sahut genta.


"Itu target bego!!"


"Sttt..yuki udah dateng tuh, kalian jangan bahas soal reza didepan dia". Bisik lesty.


Saat yuki tiba, semuanya biasa-biasa saja, seakan tidak terjadi apa-apa. Damai, tenang, dan anggun ,walaupun aslinya kayak gondoruwo!.


"Haii..kalian udah pada makan, aku bawa bekel nih. Kita makan bareng yuk". Yuki turut duduk dengan santai.


"Ayo kita makan, kita bisa minta lauk nih sama kamu.


Ki, kita boleh gak main kerumah kamu kapan-kapan". Ujar evi .


"Boleh kok, hari ini juga boleh kalau kalian mau. Genta dan evi belum pernah ketemu sama yunie kan?". Sahut yuki.


"Yunie? Siapa? Pembantu baru kamu?". Timpal genta.


"Yunie anak nya yuki pe'ak.! Dia mana ada pembantu, lagian ngapain kita mau ketemu sama pembantunya!". Ketus lesty.


"Oh pantesan mirip". Sahut evi.


"Lo udah pernah ketemu vi?". Tanya genta heran.


"Belom. Maksud gue namanya yang mirip" . Jawab evi santai.


"Elah..nih orang minta kena bejek kayaknya!". Timpal genta geram.


Ditengah perbincangan gak jelas itu, muncul lah danu dan roby entah dari mana, tiba-tiba nongol didekat meja mereka.

__ADS_1


"Waaahhh... Ternyata bener kalian, mata gue belom rabun, kirain jelmaan. Apa kabar genta ,evi. Udah lama banget gak ketemu". Ujar roby sambil duduk bersama mereka tanpa izin.


"Eh! Siapa yang nyuruh lo duduk disitu hah?!!". Tegas lesty.


"Elah kuyang, pelit amat! Untung gue udah gak jadi pacar lo lagi. Ngomong-ngomong kalian kok pada ngumpul disini ya? Apa kalian semua kerja dikantor bos re....


Lesty langsung membungkam mulut boby sebelum dia menyelesaikan ucapanya.


"Heii sini lo.!" Lesty menarik boby menjauhi gerombolan.


"Apaan sih narik-narik".


"Eh curut! Lo bisa jaga congor gak?. Kita semua merahasiakanya dari yuki bahwa perusahaan ini milik reza. Lo tau sendirikan masalah mereka kayak mana!. Jadi tolong,jaga tuh bibir. Bila perlu kasih gembok."


"Lo ngomong apa sih, sumpeh gue kagak ngerti!"


Lesty geram, ia menggepalkan kedua tanganya dengan mata yang berapi-api.


Plakkk... Tangan nya memukul bahu boby sekuat tenaga.


"Orang udah ngomong panjang lebar, tapi lo gak ngerti!! udah ah, bodo amat!! Awas aja ya kalo lo bahas reza didepan yuki, abis idung lo gue tonjok!!". Lesty pergi dengan amarah yang dalam.


"Itu bukan orang deh kayaknya". Gerutu boby.


Danu yang saat itu sedang menunggu boby, ia memberanikan diri mengajak arini bicara.


"Haii arini. Kita baru ketemu dua kali ya? Boleh kita berteman?? ". Sapa danu dengan manis.


"Boleh, syarat nya harus traktir gue makan 2 kalia sehari". Jawab arini cuek.


Seet dah nih cewek! Matre juga!


"Tapi inget! Gue bukan matre, tapi itu kebutuhan". Tambah arini.


Danu makin kaget saat pikiranya terbaca oleh arini.


"Serah! Yang penting lo harus penuhi syarat itu."


"Danu! Mending kita cabut yuk..kita masih ada tugas dari bos!.." Boby langsung menarik danu dengn paksa. Menuju kantor.


"Ada apa sih buru-buru gitu?".


"Danu, tadi si kuntilanak lesty bilang kalau bos reza gak tau kalo yuki kerja disini, jadi kita harus merahasiakannya jangan sampai bos tau. oke!"


"Oh gitu!!..baiklah..ayo kita keruangan bos sekarang, sambil nanya kerjaan."


Tiba diruangan reza.


"Bos. Temen sekolah kita pada kerja disini ya,termasuk arini." Ujar boby.


"Yang gue tau cuma arini ,dia adalah sekretaris gue. Teman yang lainya siapa?". Sahut reza.


"Teman SMA kita bos, si lesty ,evi dan genta, dan...


"Hei..cuma tiga doang!!". Cela danu dengan cepat sebelum boby menyebutkan nama yuki.


"Hah?..mereka semua kerja disini?..gue jadi khawatir dengan kemajuan perusahaan gue. Oh iya, tolong panggilkan arini. Suruh dia kemari, gue mau liat design yang ia buat."


"Bos, arini kan udah jadi sekretaris bos, pasti ketemu terus kan, tolong jangan cinlok ya?". Ujar danu memohon.


Dengn cepat boby menjawab."Itu temen nya cireng kan?"


"Itu cilok pe'ak!!"


"Haiss..kenapa isi kantor gue pada bego gini ya tuhan!..

__ADS_1


Boby! Cepat telpon arini. Mulai sekarang lo jadi asisten gue, harus siap menerima perintah gue kapanpun dan dimanapun. Dan danu, lo jadi supir gue dan harus siap mengantar gue kemanapun pergi."


"Baik bos. Kita siap!". Sahut danu dan boby bersamaan.


"Keluarlah, dan bawa arini kemari".


Tidak lama kemudian, arini datang membawa beberapa berkas.


"Reza. Eh, maksud gue bos reza! Ini design yang sudah kubuat. Silahkan dilihat." Arini menyodorkan berkas itu dihadapan reza.


"Bagus! Memang bisa diandalkan.!


Oh iya, besok datang jam 7 pagi, satu jam lebih pagi dari biasanya. Karna ada meeting, dan lo harus bisa presentasi. Sekarang keluarlah".


"Baik bos". Udah, itu doang! Dasar nyusahin aja!.


_


Esok harinya. Yuki datang lebih telat dari biasanya. Ia langsung buru-buru masuk kantor dan absen.


"Yuki, kenapa kamu datang nya telat? Hari ini bos ada meeting! Semua karyawan cleaning service sudah membersihkan kantor, sekarang kamu bersihkan ruang meeting sebelum bos dateng". Ujar manager putra dengan cemas.


"Maaf pak, tadi anak saya rewel, dia gak mau ditinggal. Baiklah, saya segera membersihkan ruangan meeting". Dengan buru-buru, yuki langsung membawa sapu dan pengepel.


Aku belum pernah keruangan meeting, tempatnya dimana ya?.


Yuki bergegas mencari ruangan meeting, berhubung tidak ada tempat bertanya karna masih sepi, ia pun mencarinya sendiri dengan otak cerdasnya hingga ia menemukan ruangan meeting tersebut. Ia pun langsung membersihkannya dengan cepat.


Beberapa saat kemudian, ia selesai membersihkan ruangan itu, iapun menyincing ember bekas ia mengepel beserta sapu keluar ruangan.


Gubrak..!!! Tanpa sengaja yuki menabrak reza yang hendak masuk keruang meeting, baju reza basah karna tumpahan air dalam ember bekas mengepel.


Yuki merunduk takut tanpa menatap orang yang ada didepannya."Maaf tuan, saya tidak sengaja". Ucapnya gugup.


Reza kaget melihat seorang cleaning service yang ternyata mantan kekasihnya itu. "Yuki?? Kamu kerja disini? Sejak kapan?!!"


Yuki mencengatkan kepalanya setelah mendengar suara reza. "Reza?? Kamu??! Disini juga?. Aku... Ya, aku bekerja disini, baru tiga hari." Jawabnya tertunduk.


"Aku adalah CEO dari DIAMOND, kamu pergilah, aku mau gantu baju". Ketus reza cuek.


"Baik, saya permisi". Yuki buru-buru beralih dari hadapan reza sambil berlari kecil.


Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi, aku takut dia makin sakit hati bila melihatku, lalu bagaimana kalau neo tau, pasti dia menyuruhku berhenti bekerja. Apa yang harus kulakukan.


Yuki bergumam sembari jalan dengan cepat.


"Eh yuki?? Kamu kenapa? Sepatu dan celana kamu basah loh". Ujar arini heran.


"Oh ini, aku tidak sengaja menumpahkannya. Aku pergi dulu ya".


"Yuki kok aneh ya?? auk ah!". Arini juga turut pergi keruang meeting.


Saat masuk, arini kaget melihat reza duduk merunduk seperti orang kebingungan dan banyak pikiran.


"Bos!! Sedang mikirin apa?!".


Reza tersadar dengan keberadaan arini. Ia menyembunyikan bajunya yang basah itu. "Arini, tolong ambilkan baju diruangan gue, sekarang! Gak pake lama!".


"Hah? Baiklah". Ada apa dengannya?? Kenapa dia kayak orang o'on gitu?!


Dalam kesendiriannya, reza tetap merunduk memikirkan yuki.


Kenapa kita dipertemukan lagi, padahal aku sudah tidak ingin lagi ada hubungan apapun dengannya. Tapi kenapa hatiku merasa kasihan melihat ia bekerja seperti ini, terlebih jika dia sampai meninggalkan anaknya demi mencari uang. Apa yang harus aku lakukan, masa aku harus memecatnya, sedangkan dia banyak kebutuhan. Tapi aku benar-benar tidak ingin melihatnya lagi, karna itu membuat luka hatiku terbuka lagi. Entahlah, aku bingung!


Reza merunduk, menyandarkan keningnya diatas meja sembari berpikir tentang hati, perasaan dan kesakitannya.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG...


__ADS_2