
Hamil pertama ara ini banyak sekali kejadian diluar nalar yang ia lakukan. Entah itu bawaan bayi atau bawaan bego.
Saat pertama ngidam, ia menampar wajah dokter saat cek up.
Ngidam selanjutnya, ara meminta rey untuk menggendongnya naik turun tangga sampai seratus kali.
Capek memang, sampai tulang kaki rey keriting gak beraturan. Namun rey mengabulkanya demi bayi, walau ia sangat geram.
Saat orang tua rey berkunjung, ara ingin sekali menggelitiki perut buncit papi rey.
Gerandong itu sempat menolak, karna dia tau akan jadi seperti apa nantinya, namun ara tetap maksa. Mak lampir juga menyetujuinya.
Akhirnya ara tanpa segan menggelitiki perut mertuanya itu sampai papi rey terpingkal-pingkal geli digelitiki ara dengan cepat tanpa jeda.
Akhirnya gerandong itu kehabisan nafas karna tertawa dan langsung dibawa kepuskesmas dan diberi oksigen.
Setelah kejadian itu, papi rey tidak pernah lagi berkunjung kerumah rey karna takut pada kelakuan ara.
Ngidam selanjutnya tak kalah aneh, dimana rey sempat memergoki ara tengah ngobrol serius dengan dua ekor kodok ditepi kolam renang dihalaman belakang rumahnya.
Ditengah asiknya mereka ngobrol, rey memukul kodok itu hingga mereka kabur.
Tak terima kesenangannya diganggu, ara pun menceburkan rey kedalam kolam.
Tak hanya itu, saat kandungannya memasuki usia lima bulan, ara meminta rey menelan biji kedondong, karna rey sering mengucapkan biji kedondong.
Rey pun menurutinya dengan cara jeniusnya.
Ia memakan biji kedondong itu sungguhan, namun saat ara lengah, ia langsung membuang biji kedondong itu, dan ia mengatakan bahwa biji yang ia makan sudah dia telan, ara pun percaya aja, namanya orang goblok.
Selama usia kandungan lima bulan itu, ara sama sekali tidak mengizinkan rey tidur didekatnya, terpaksa rey hanya tidur disofa.
Saat usia kandungan masuk enam bulan, permintaannya makin aneh.
Pasalnya ia meminta daylon untuk duduk diam dipinggir jalan depan rumahnya, ara meminta daylon untuk menghitung jumlah kendaraan yang lewat.
Dengan wajah datar, daylon pun menurutinya, tapi ia tidak menghitung kendaraan yang lewat, melainkan ia duduk jongkok sembari menggambar wajah rey ditanah, karna saat itu rey ditugaskan ara untuk mengawasi daylon.
Karna rey selalu mengejek daylon sambil tertawa, ia pun melukis pantat gorila yang ia sebut wajah rey.
"Oii kutil, sini dulu, liat deh lukisan gue, bagus banget, gue gambar wajah lo, mau liat gak?" Ujar daylon terkekeh.
"Gak! Gue gak percaya sama lukisan tangan lo yang absurd itu."
"Gue serius til, sini deh." daylon menarik tangan rey dengan paksa.
"Apaan ini?." Tanya rey heran.
"Ini pantatnya gorila, gimana? Mirip banget kan sama muka elo? Haha.. "
"Lo mau ngajak gelut ya?" Ujar rey kesal.
"Ayo.!! Siapa berani!!"
Mereka pun syuting laga, gelut dengan cara jantan yang maco.
Gimana gak maco, karna mereka saling tarik rambut dan saling tarik bulu mata.
Meninggalkan kebodohan mereka beruda, selanjutnya ara kembali ngidam saat usia kandungannya memasuki tujuh bulan.
Tiap hari ia selalu berendam dalam baskom sampai berjam-jam, mungkin dia mau mandiin bayi yang dalam kandungannya.
Saat cek up kembali, ia meminta dokter untuk keluar dari ruangan, lalu ia menyuruh rey yang memeriksanya.
__ADS_1
Rey pun pura-pura bisa, padahal gak ngerti sama sekali.
"Nyonya ara, mananya yang mau diperiksa?" Tanya dokter rey.
"Jantung saya dok, soalnya berdetak terus." Jawab ara cengengesan didepan dokter dadakan itu.
"Oh gitu, sini biar saya suntik mati, biar jantungnya gak berdetak lagi." Sahut rey terkekeh.
"Lebih baik dokter saja yang suntik, soalnya anda sudah gila." Timpal ara kemudian.
'Gue emang udah gila, dan itu karna elo bego!'
Ujar rey dalam hati.
_
Selain itu, ara juga pernah menyuruh alvin untuk mengunyah belimbing wuluh dengan ratusan cabe rawit.
"Ini siapa yang hamil, siapa yang ngidam sih? Masa gue yang makan belimbingnya, ini kan manis banget!" Ujar alvin bercucuran ludah saat melihat belimbing wuluh didepan matanya.
"Ya udah, kalau manis habiskan!" Ketus ara menatap tajam mata alvin.
'Nih orang kayaknya bukan lahir dari rahim tante sherly, kayaknya dia ini anak tarzan!'
Gerutu alvin sambil makan belimbing dengan terpaksa.
Daylon ricky dan yang lainya menahan tawa melihat penderitaan yang dialami alvin.
Melihat ricky nganggur, ara pun tak bisa diam, ia menyuruh ricky untuk menjadi meja, ara pun duduk diatas tubuh ricky dengan santai sambil memandangi alvin yang lagi kemasaman!
"Pstt.. Bantuin gue dong!" Bisik alvin melirik daylon.
Daylon yang baik hati itu pun mencoba membantu alvin, ia pergi kedapur mengambil sesuatu yang bermanfaan untuk membantu alvin.
Tak lama kemudian, daylon kembali lagi, ia membawa baskom kecil.
Mata alvin mulai memancarkan aura dendam, ia menatap tajam mata daylon.
"Kuman!! Awas lo ya!! "
"Mata lo kenapa bong?" Tanya ara heran.
"Gak apa!! Gue juga sedang ngidam, pengen banget rasanya bejek- bejek palak kuman itu!!" Sahut alvin geram.
"Oh gitu, ya udah, kalian makan belimbing bareng aja." Timpal ara seakan tidak tau apa-apa.
"Ah, lo bener.
Hei kuman! Sini lo! Makan nih belimbing, kan lo yang ngasih sebanyak ini." Alvin menarik tangan daylon, mereka berdua saling tatap dan saling tabok.
"Haha, gue seneng liat kalian makan belimbing sampe rebutan kayak gitu." Ujar ara terbahak.
'Rebutan idung lo bengkok!! Ini semua karna ngidam lo yang gak waras itu.'
Batin daylon dan alvin bersamaan menatap ara penuh amarah.
"Ngomong-ngomong, berat badan lo berapa ulat bulu?" Tanya ricky yang masih menjadi meja tempat ara duduk.
"Gue gak berat kok! Cuma 80 kilo doang!." Jawab ara dengan santai.
"80 kilo lo bilang cuma!! Lo udah gila beneran kayaknya, tulang belakang gue udah hampir patah! Turun sekarang!! Atau gue yang berdiri!!" Bentak ricky geram.
"Ya udah gee turun!! Tapi sebagai gantinya, lo harus ikut makan belimbing bersama kuman dan cebong itu!"
__ADS_1
"Oke!!
Akhirnya mereka bertiga makan belimbing dengan wajah yang bentuknya udah gak karuan lagi karna rasa asam. Untung tuh mata gak pindah ke idung.
Rey merasa iba, ia mencoba membantu penderitaan mereka.
"Sayang, ayo kita keatas, waktunya dedek bayi bobok siang." Rey menarik lembut tangan ara.
"Eh, iya. Ayo.!
Saat ara pergi, daylon, alvin dan ricky mengelus dada, merasa lega terhindar dari siksaan mahluk aneh itu.
Mereka bertiga langsung membawa baskom berisi belimbing wuluh itu kebelakang, dan menguburnya dalam-dalam.
"Gue heran deh, dari mana mereka dapat belimbing sebanyak ini, atau jangan-jangan sengaja disediain buat kita." Ujar ricky sembari menggali makam buat belimbing itu.
"Tuh pohonnya.!" sahut bik yam yang tiba-tiba datang dari belakang mereka.
"Ahh bik yam!! Ngagetin aja, udah jadi siluman lo? Tiba-tiba nongol tanpa pertanda." Pungkas daylon.
"Ohh, pantesan aja belimbing ini banyak banget, ternyata udah berbuah." Timpal alvin.
"Kenapa tiba-tiba ada pohon belimbing disini? Kemaren-kemaren gak ada?" Tanya ricky heran.
"Pohon ini memang ada dari dulu bego! Tapi baru kali ini dia berbuah! Mata lo kemana selama ini, dari lo belom lahir, pohon ini sudah ada disini." Sahut alvin sembari menutup lobang yang digali ricky. (Jahil)
"Kalo gue belom lahir, elo juga belom lahir goblok! Umur kita sama!
Gimana kalo kita tebang aja pohon sialan ini.!!
"Nah ide bagus tuh, tumben otak kecoa agak lebaran dikit sekarang. Gue ambil golok dulu."
Tanpa persetujuan tuan rumah, akhirnya mereka memutuskan menebang pohon belimbing itu, dan langsung membakarnya, sedangkan buahnya mereka putil satu-satu, dan menguburnya dalam-dalam.
Saat rey kebelakang, ia sempat heran seperti ada yang hilang didekat kolamnya.
Namun daylon dan alvin menjelaskannya dengan rinci.
Rey pun tidak ambil pusing, karna pohon itu memang tidak berguna!
_
Saat ini usia kandungan ara memasuki sembilan bulan. Dan kebetulan semuanya sedang berkumpul.
Pasalnya, setelah ara menggelitiki gerandong, saat itu ia tidak pernah lagi datang kemari, dan hari ini dia memberanikan diri karna dipaksa mak lampir karna sudah lama tidak berkunjung.
Walau usia kandungannya sudah tua, namun ngidam itu masih ara rasakan. Kerap sekali rey geleng kepala dibuatnya, namum rey tetap menuruti keinginan aneh istrinya itu.
Ara pernah mengajak rey ke mall besar diluar kota yang jarak tempuh nya satu jam.
Rey pikir mereka akan membeli perlengkapan bayi, namun saat tiba di mall, ara langsung masuk, dan hanya membeli satu es krim stroberi saja, setelah itu ia mengajak rey pulang kembali.
Rey begitu emosi dan geram, mini market didepan rumahnya dekat, kenapa harus keluar kota!
'Aron!!! Kalo aja lo gak hamil! Udah gue cekik lo!!! Ngidam kok sampe sembilan bulan. Amit-amit, jangan sampai bego nya nular sama anak gue! '
Walau kesal, rey tetap tersenyum dan menyayangi istrinya yang bego dan gak waras itu.
•••
BERSAMBUNG
Guys baca juga novel terbaruku ya.
__ADS_1
Judulnya "Suamiku Mr. Cuek"
(Novel baruku ini q buat dengan pikiran dingin, jadi lebih waras dari pada novel ini)