Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:9 Perpisahan


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Reza harus pergi meninggalkan keluarga, pacar dan semua temanya untuk melanjutkan pendidikan dinegeri london.


Mereka mengantar reza menuju bandara.


Ratu menangis tanpa henti karna akan melepas kepergian kakaknya tersayang.


Begitu juga dengan teman - teman reza, terlebih yuki, yang biasanya terlihat ceria tapi hari ini, dia nampak murung dan banyak diam.


Setelah ratu puas memeluk kakaknya itu sambil menangis dalam pelukanya.


Rey dan ara membawa ratu pergi menjauh dan memberi waktu pada reza untuk memberikan ucapan perpisahan kepada semua temannya.


Boby dan danu merangkul reza bersamaan. "Bos, maafin kita kalau selama ini kita ada salah, walaupun kita berteman cuma 3 tahun, tapi gue ngerasa udah kayak keluarga". Ujar danu dengan haru.


"Benar, berkat berteman sama bos reza, kita jadi tau gimana rasanya jadi orang kaya. Bisa gak bos mobil lamborghini nya buat kita aja". Sambung boby.


Seketika danu melepaskan rangkulanya. "Lo apa-apaan sih bob, orang kita lagi haru, malah ngmong kayak gitu. Tapi bener sih, dititipin aja juga gak apa". Timpal danu cengengesan.


Boby menepuk pundak danu. "Wahh dasar!! Lo sama aja!"


"Udah deh jangan lebai.! Gue gak bakal nitipin mobil gue sama kalian, pasti bakal ringsek sana sini." sahut reza.


Tanpa sengaja, reza melihat yuki yang tengah duduk tertunduk bersama ketiga temanya yang merangkulnya untuk memberi semangat.


Reza pun menghampirinya. "Yuki, saat aku pergi, aku tidak mau melihat wajah mu dan kalian semua sedih seperti ini, seakan kalian tidak mengizinkanku untuk pergi. Bukankah aku sudah mengatakan dari tahun lalu bahwa aku akan kelondon, kenapa kalian tidak mempersiapkan diri." Reza menepuk lembut kepala yuki.


Tak tahan lagi membendung air matanya, yuki langsung berdiri dan memeluk reza dengan terisak tangis.


"Kak Reza,, aku bukan tidak mengizinkan kamu pergi, tapi aku belum siap jika tanpa kamu, aku sudah terbiasa dengan keberadaan kamu. Bahkan membayangkan kamu pergi saja sudah membuatku tidak semangat untuk sekolah. Aku.... " Ucapan yuki terhenti saat reza mendekap erat kepalanya.


"Gadis bodoh! Ini yang aku gak ingin liat, yaitu air mata kamu, kamu harus berjanji, jika aku gak ada, kamu akan tetap semangat sekolah, aku akan menanti kabar prestasi juara umum darimu.


Dan harus lanjut kuliah, walau bukan ke luar negri. Kamu juga harus berjanji untuk setia padaku dan menanti kepulanganku empat tahun mendatang". Reza mengelus kepala yuki mencoba membuatnya tenang.


"Kak reza, aku janji akan tetap semangat belajar, dan aku janji akan setia menunggumu pulang, dan kakak juga harus berjanji, bahwa kak reza akan menepati janji untuk menikahiku kelak."


Reza mengalap air mata yuki yang berjatuhan. "Sayang, aku pasti akan menepati janji itu selama kau setia padaku. Ingat, jangan pernah mengganti nomor ponselmu. Aku akan mengusahakan untuk menghubungimu tiap hari".


"Reza, sudah ada panggilan tuh, cepat naik pesawat". Ujar rey yang tiba-tiba mendekati reza dan temanya.

__ADS_1


"Baiklah pa. Aku pergi dulu ya,, kalian jangan lupakan aku ya. Aku sayang kalian". Reza memeluk mama dan papanya, ia juga menyempatkan diri untuk menggendong ratu, adiknya itu.


Kemudian ia merangkul temanya satu-satu. Dan terakhir ia merangkul yuki. "Sayang, jaga dirimu baik-baik, itu adalah kedua orang tuaku, kalian bisa saling kenal. Aku pergi dulu, i love you". Bisik reza sambil merangkul yuki.


Yuki hanya tertunduk dan memancarkan senyuman saat melihat reza naik pesawat, tapi dalam hatinya begitu sedih.


Saat pesawat terbang tinggi dan menghilang, yuki menghampiri orang tua reza.


Ara menyapanya terlebih dahulu. "Kamu yuki kan? Reza sudah mengatakanya pada tante, kamu sangat cantik". Ara merangkul yuki dengan ramah.


"Makasih tante, aku seneng bisa bertemu tante secara langsung". Sahut yuki tersenyum.


"Kamu gadis yang baik, kamu mengingatkan tante akan masa muda tante, tapi sifat kamu sangat dewasa."


"Sayang, apakah itu pacarnya reza? Dia sangat cantik, dan baik, reza pandai memilih pacar". Ujar rey mencela percakapan mereka.


"Terimakasih om". Sahut yuki tersenyum.


"Baiklah yuki, kami pulang dulu ya, kamu tetap semangat, tante tau apa yang kamu rasakan". Ara kembali merangkul yuki.


Saat orang tua reza pulang. Yuki kembali duduk dengan lemas.


"Yuki, ayo kita pulang, reza sudah jauh dari pandangan, jangan terlalu larut dalam kesedihan". Ujar evi.


_


Setibanya dirumah, yuki lanjut menangis dalam kamar, Sembari memandangi foto-foto mereka berdua.


"Empat tahun? Empat tahun kak? Itu waktu yang lama sekali buat yuki. Apa kau yakin akan setia padaku disana? Apa kau yakin pulang dari london akan menikahiku? Apa kau yakin akan menepati janjimu.!!!". Yuki menjerit meluapkan semua emosi dan kesedihanya. Untung saja dirumah itu tidak ada orang tuanya, dia bisa menangis sejadi-jadinya.


Diwaktu yang sama, reza yang berada didalam pesawat juga sedih meninggalkan mereka untuk pertama kalinya.


Dengan sebuah headset yang melekat ditelinganya, ia begitu menikmati lagu melow yang menambah kesedihanya.


"Awan, bisakah kau menjadi saksi? Aku pergi untuk kembali, suatu saat aku akan menikahi yuki, orang yang sangat aku cintai. Tapi apakah dia akan setia disana? Apakah dia akan tetap menungguku selama empat tahun?


Tapi aku yakin dan percaya, bahwa dia orang yang setia"


_


Keesokan harinya, yuki kembali sekolah naik taxi seperti dulu, seperti saat pertama ia masuk SMA. Tidak ada lagi orang yang mengantar jemputnya kesekolah. Tidak ada lagi orang yang memberinya semangat sebelum lonceng berbunyi.

__ADS_1


Walau hatinya sedih, tapi ia tetap giat belajar. Teman-temanya selalu disisinya,


Terkadang boby dan danu turut mengantar yuki dan temanya pulang walau mereka sudah lulus.


Dengan dukungan dari kelima sahabatnya itu, hari-hari yuki kembali ceria.


Terlebih setiap hari reza selalu menelponya saat ia bangun tidur. Reza selalu memberikan semangat pada yuki setiap hari.


Saat waktu kosong, reza menyempatkan melakukan vidio call dengan yuki, untuk mengobati rasa rindunya.


Mereka saling tatap melalui layar ponsel masing-masing.


Jarak dan waktu bukan halangan bagi keduanya untuk menjalani hubungan jarak jauh.


Selama dilondon, reza mengikuti banyak sekali kegiatan diluar kampus, waktunya untuk yuki semakin sedikit, bahkan jarang sekali menghubungi yuki.


Saat libur akhir tahun pun reza tidak pulang, melainkan keluarganya yang berkunjung ke london.


Hubungan reza dan yuki mulai merenggang karna sudah jarang berkomunikasi. Terkadang banyak sekali panggilan masuk di ponsel teza, bahkan pernah mencapai ratusan kali. Namun reza tidak sempat menjawab telpon itu.


Pulang dari kampus, ia bekerja di cabang perusahaan milik papanya. Dan juga masih banyak kegiatan diluar kampus.


Saat pulang ke apartemen, reza begitu lelah dan langsung tertidur tanpa melihat layar ponselnya.


Pagi esoknya ia menelpon balik nomor yuki, namun yuki tidak menjawabnya. "Mungkin dia sedang sekolah atau dia marah? "


Namun siangnya, reza kembali menelpon yuki, tetap tidak ada jawaban. Malam harinya, reza kembali menghubungi yuki, tapi nomor yuki malah tidak aktif.


Tiap hari reza menelpon yuki untuk minta maaf, tapi sepertinya yuki sudah tidak peduli, karna sampai saat ini nomor ponselnya masih saja tidak aktif.


Reza sempat kesal dan marah pada dirinya sendiri. Tapi usahanya untuk menghubungi yuki tetap tidak berhasil.


Sosial media milik yuki mati total, tidak pernah aktif lagi.


Reza bingung, namun ia tetap tenang, ia harus cepat-cepat menyelesaikan kuliahnya supaya cepat pulang dan menikah dengan yuki.


•••


BERSAMBUNG.


Guys ada fitur baru nih dari mangatoon, jadi diprofilku ada kayak group gitu, nah kalian bisa masuk group tersebut, disana kalian bisa berkomunikasi langsung denganku, bisa bahas apa aja disana.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ya. Mau sekedar curhat juga boleh😁.


__ADS_2