
4 tahun yang lalu
Setelah melepas kepergian reza menuju london. Yuki sangat sedih, saat itu yuki tengah kelas XII atau kelas 3 SMA.
Tiap hari ia menjalani sekolah tanpa semangat, selalu memandangi foto reza dilayar ponselnya. Berbulan-bulan ia bagai orang yang kehilangan arah, walau tiap hari yuki dan reza berkomunikasi melalui telpon atau vidio call.
Melihat yuki yang kehilangan semangat, sahabat-sahabatnya tentu tidak tinggal diam, mereka selalu memberi dukungan penuh kepada yuki, hingga keceriaan yuki kembali lagi seperti dulu.
Sementara itu, boby dan danu setiap hari mengantar yuki pulang. Namun itu tidak berlangsung lama setelah mereka masuk keperguruan tinggi atau kuliah.
Setiap hari yuki dan reza melepas kerinduan melalui layar ponsel, komunikasi mereka berjalan lancar, tapi itu hanya berlangsung satu tahun saja.
_
Neo yang sedari dulu begitu menginginkan yuki, diam-diam mengintai dan mengiringi yuki dari kejauhan.
Hingga waktu yuki selesai ujian semester akhir, neo memulai rencananya.
Saat itu yuki pulang sekolah naik taxi bersama ketiga temanya. Setelah mengantar temanya pulang, taxi itu kembali mengantar yuki kerumahnya.
Namun saat yuki turun dari taxi diseberang jalan rumahnya, neo datang menghampiri yuki yang sudah membuntutinya dari taxi lainya.
"Yuki.!! Tunggu!!". Neo menahan yuki sambil menarik tanganya.
Yuki kaget sembari menoleh pada neo. "Kamu?? Neo kan? Lepaskan tanganku!". Ujarnya pada neo, orang yang selama ini ia benci yang sudah satu tahun tidak menampakan diri.
"Benar! Ternyata kamu masih mengingatku". Sahut neo tersenym sambil melepaskan tangan yuki.
"Ada apa kamu menemuiku? Tolong biarkan aku hidup dengan tenang! Tolong pergilah!". Yuki berlalu melewati neo, namun neo meraih tangan yuki kembali.
"Yuki! Tunggu dulu! Aku tidak ingin berbuat jahat padamu. Aku menemuimu kesini karna aku ingin minta maaf, ku akui kalau dulu aku sudah membuatmu membenciku dan berlaku tidak sopan terhadapmu, aku sangat menyesali itu. Apa kau mau memaafkan aku? Kumohon". Tatapan yang begitu tulus terpancar dari mata neo yang memohon berlutut didepan yuki.
Kendaraan yang lewat dijalan pun sempat menoleh melihat kelakuan dua anak muda dipinggir jalan itu.
Karna merasa malu menjadi perhatian orang, yuki pun menyetujuinya. "Neo, berdiri! Baiklah, aku memaafkanmu, dan sekarang tolong pergilah". Yuki langsung meninggalkan neo ditepi jalan.
"Yeyy. Makasih yuki, aku mencintaimu!". Teriak neo.
Yuki hanya geleng kepala, mengabaikan semua yang dilakukan dan diucapkan oleh neo.
_
Setelah lulus SMA, yuki tidak tau harus kemana, mau kuliah tapi orang tuanya tidak mampu membiayai.
Ia ingin sekali menyampaikanya pada reza bahwa ia mendapat juara 1 umum. Namun akhir-akhir ini, reza sangat sulit dihubungi, terkadang dalam satu minggu hanya satu kali saja ia menghubungi yuki, atau mengangkat telpon dari yuki.
Saat dilondon, reza begitu sibuk, selain kuliah, ia juga turut mengurus cabang perusahaan papanya disana, pulang malam dan sudah lelah membuatnya tidak sempat untuk melihat ponsel nya.
Walau begitu, reza tetap memikirkan yuki setiap menjelang tidurnya.
Sementara yuki mulai gelisah karna jarangnya mendengar suara reza, namun ia tetap menunggu walau reza hanya sempat menelponya satu minggu sekali selama 2 menit saja.
Keesokan harinya, saat yuki tengah menyapu halaman rumahnya, sebuah mobil hitam masuk kepekarangan rumahnya.
Seorang pria yang terlihat keren itu ternyata neo. Yuki kaget melihat penampilan neo yang selama ini seperti berandalan, namun kini ia terlihat sangat rapi dan tampan.
__ADS_1
Neo menghampiri yuki dengan senyum semeringah. "Selamat pagi cantik!". Ujarnya mendekati yuki.
"Maaf, tolong jangan panggil aku seperti itu, aku sudah punya pacar, lagian dirumahku ada kedua orang tuaku. Ada apa kamu kesini lagi". Sahut yuki jutek.
"Yuki, bukankah waktu itu kamu sudah memaafkanku? Kenapa kamu begitu dingin terhadapku? Aku tau kamu pacarnya reza, tapi sekarang dia jauh darimu, kenapa tidak cari yang pasti saja?".
"Neo, tolong hargai aku dan reza! Kalau kamu tidak suka reza, kamu tidak perlu menawarkan diri untuk jadi penggantinya. Sekarang pulanglah, lagian ini masih pagi". Yuki tetap melanjutkan menyapu halaman rumahnya tanpa mempedulikan neo.
"Baiklah, aku minta maaf. Yuki, kamu sudah satu tahun menjalani hubungan jarak jauh dengan reza. Apakah komunikasi kalian lancar? Apakah reza masih mempedulikanmu? Apa reza masih menelponmu tiap hari? Apa reza masih mengatakan CINTA padamu? Kalau itu benar, maka aku akan menjauhimu". Ujar neo sembari menatap wajah yuki.
Yuki merunduk mendengar ucapan neo, ia menyadari bahwa reza memang sangat jarang menghubunginya, pikiran negatif pun bermunculan dalam benak yuki.
Apakah kak reza sudah melupakanku?
Apakah kak reza sudah tidak mencintaiku?
Apa kak reza... Sudah punya pacar lain?.
Yuki tertunduk memikirkan itu semua. Tanpa ia sadari air mata mengalir dipipinya.
Neo memegang kedua pipi yuki sembari menatap matanya. "Yuki, kamu menangis? Itu artinya apa yang ku ucapkan tadi benar? Yuki aku adalah cowok, jika aku diposisi reza, mungkin aku juga sama, pasti aku sudah mempunyai pacar yang jauh lebih cantik disana. Sudahlah, jangan terlalu memikirkan bayangan yang tidak bisa disentuh, disini ada aku yang bersedia menggantikanya". Neo mengelap air mata yuki yang berjatuhan.
Yuki yang terbawa suasana itu langsung memeluk neo. Tidak lama berlangsung, yuki baru sadar dengan apa yang ia lakukan, ia pun segera melepaskan neo dan berlari masuk kerumahnya.
Neo pun langsung pulang, ia memberi waktu untuk yuki menenangkan diri.
Beberapa hari kemudian neo datang lagi, ia membawa makanan untuk kedua orang tua yuki, sikapnya yang sopan dan baik itu sanggup menarik perhatian orang tua yuki.
Ia mendekati yuki secara bertahap, ia memberikan perhatian yang lebih pada yuki. Ia mengisi kekosongan dalam hati yuki.
Tiap hari ia mendatangi rumah yuki. Terkadang neo mengajak yuki jalan-jalan untuk mendekatkan diri.
Neo bahagia mendapatkan kepercayaan penuh dari yuki. Dan yuki juga mulai merasa nyaman dengan neo, sementara nama reza perlahan meredup dalam ingatan yuki.
Hari minggu, neo mengajak yuki jalan setelah mendapat izin dari orang tuanya. Neo mengajak yuki pergi keluar kota. Yuki sempat bertanya kemana mereka akan pergi, namun neo menjawab akan ada kejutan untuknya. Yuki pun percaya.
Saat makan disebuah kafe, neo memasukan sesuatu kedalam minuman yuki hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Neo membawa yuki kevila terpencil milik orang tuanya.
Malam itu, neo memulai aksinya. Ia melakukan hal tak terduga terhadap yuki, ia berani menodai yuki tanpa berpikir jernih karna sudah dibutakan oleh nafsu ketika melihat yuki tidur tak sadarkan diri itu.
Keesokan paginya. Yuki membuka mata, melihat atap plafon kamar itu nampak berbeda dari biasanya. Saat ia menoleh kesamping, betapa kagetnya ia melihat neo yang berada disebelahnya.
Yuki mengintip tubuhnya dalam selimut, ia menjerit mendapati tubuhnya yang tiada sehelai benang pun menempel dibadanya.
"Neo..!!!!!! apa yang kau lakukan!??". Yuki menjerit diiringi tangisan dan rintihan karna rasa sakit itu.
Neo langsung bangun dan memeluk yuki. "Yuki maafin aku,, aku hilaf. Tolong maafkan aku".
Yuki mendorong neo dengan kuat hingga terjatuh dari ranjang. "Kamu!! Kupikir kamu sudah berubah? Kupikir sikap baikmu itu tulus! Ternyata aku salah, kamu masih saja seperti dulu, kamu lebih dari ******** neo!!!.. Aku sangat sangat membencimu!! Ternyata inilah tujuan dibalik sikap pedulimu itu?!! Kamu iblis.!!". Dengan emosi, yuki menunjuk-nunjuk wajah neo.
Neo beranjak, dan duduk disamping yuki. "Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini, kepedulianku dan kebaikan yang kuberikan pada kalian itu memang tulus, tapi entahlah, hatiku sangat ingin memilikimu apapun yang terjadi. Terlebih saat kau menyebutkan nama reza, seketika aku ingin memilikimu seutuhnya. Yuki, aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu".
"Tidak.!!! Pergilah jauh-jauh!! Aku gak mau menikah dengan ******** sepertimu neo!! Umurku baru 18 tahun, bagaimana jika orang tuaku mengetahui ini!? Bagaimana dengan masa depanku?!! Bagaimana dengan reza!! Pergi kamu ********.!!.
__ADS_1
Plaakkk.!!! Neo menampar wajah yuki hingga merah.
"Aku paling tidak suka mendengar nama orang itu dari mulutmu! Lupakanlah dia! Aku akan segera menikahimu!! Ingat itu.!!". Bentak neo dengan keras.
Yuki menangis sejadi-jadinya. Luka datang bertubi-tubi menghampirinya.
Melihat yuki yang menangis tanpa suara lagi dengan air mata yang bercucuran. Neo baru sadar dengan apa yang ia lakukan.
"Yuki.. Maaf,, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu, aku sayang padamu. Aku pergi sebentar, kamu mandilah dulu". Neo bergegas keluar kamar setelah ia memakai bajunya kembali.
Yuki berjalan turun ranjang dengan menggulung selimut yang membalut tubuhnya, ia mencoba membuka pintu, namun pintu itu dikunci neo dari luar.
Yuki berlari mencari ponselnya, setelah ia menemukanya, yuki langsung menghubungi reza.
Berkali kali ia menelpon reza, bahkan sampai ratusan kali, tapi reza tidak menjawab sekalipun.
Yuki melepaskan selimut dari tubuhnya dan masuk kedalam kamar mandi dengan ponsel yang masih menyala, ia menghidupan shower lalu air mengguyur sekujur tubuhnya. Ia terus menghubungi reza dibawah air yang mengalir dari shower. Tapi lagi-lagi tidak ada jawaban dari reza.
"Ahhhh.... Kak reza.!!!! Kamu dimana?!! Apa kau sudah tidak lagi peduli padaku.!!! Apa kau tidak ingin tau keadaanku sekarang.!! Aku membutuhkanmu.!! Kenapa semua ini terjadi padaku.!! Hiks.. Hikss.. "
Yuki menjerit sangat kencang, melampiaskan semua amarah dan kekesalanya dalam kamar mandi. Ia duduk memeluk lututnya, menangis tersedu-sedu dibawah aliran air yang mengalir. Ia merasa bahwa hidupnya sudah tidak berguna. Ia masuk kedalam bathup, dan membiarkan dirinya tenggelam perlahan hingga kesadaranya menghilang.
Saat neo kembali masuk kedalam kamar, ia tidak mendapati yuki disana, bahkan yuki tidak menjawab saat neo memanggilnya.
Neo mengetuk kamar mandipun tidak ada ada jawaban.
Dengan rasa cemas, neo mendobrak pintu kamar mandi itu.
Mendapati yuki yang sudah tenggelam, neo langsung mengangkat tubuhnya dan menyelamatkanya.
Saat neo melihat ponsel yuki yang berdering, ternyata reza menelponya ulang saat reza mendapati ratusan panggilan tak terjawab dari yuki. Tanpa pikir panjang, neo membuka ponsel itu dan mematahkan sim card nya, lalu ia membuang ponsel yuki dari jendela kamar setelah ia merusak dan membanting ponsel itu sampai hancur.
Setelah beberapa hari dirawat diklinik, akhirnya yuki pulih. Neo pun mengantar yuki pulang kerumahnya. Orang tua yuki sangat cemas karna tidak ada kabar dari yuki selama berhari-hari.
Neo hendak menceritakan semuanya pada orang tua yuki, namun yuki melarangnya.
Setelah berbulan-bulan. Ternyata yuki hamil, dan diketahui oleh bunda nya.
Esok harinya, neo menceritakan kejadian itu pada orang tua yuki. Medengar penjelasan neo, ayah yuki begitu emosi, neo mendapatkan beberapa pukulan kuat yang menghantam wajahnya. Ayah yuki sangat marah dan mengusir neo dari rumahnya.
Namun seminggu kemudian, neo datang kembali mengajak kedua orang tuanya, mau tidak mau, akhirnya orang tua yuki menyetujui anaknya dinikahkan dengan neo.
Pernikahan itu berlangsung sederhana, semua biaya ditanggung oleh orang tua neo. Namun setelah menikah, yuki sama sekali tidak mau diajak neo kerumah orang tuanya.
Sikap neo memang kasar, terlebih jika yuki menyebut nama reza. Tapi walaupun begitu neo sangat mencintai yuki.
Bertahun-tahun yuki sangat menderita menikah dengan neo, dia sama sekali tidak mencintai neo, tapi anak mungil itu adalah anak orang yang dibencinya.
Ketika reza kembali, yuki tidak ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada reza.
Hati yuki berkata. "Biarlah kesalah pahaman ini bersarang dibenaknya, biarlah kak reza menganggap bahwa aku selingkuh darinya, karna memang aku tidak pantas lagi untuknya, biarkan dia membenciku, itu lebih baik, supaya dia cepat melupakanku. Selamat tinggal masa lalu, semoga masa depanmu jauh lebih baik dariku. Dalam hatiku masih tersimpan rapat namamu, sampai kapanpun tidak akan pernah terlupakan. Cukup aku yang tau bahwa aku mencintaimu. Maafkan aku telah ingkar janji, aku yakin kamu akan menemukan wanita yang sempurna".
Hubungan yang terjalin selama betahun-tahun, kenangan indah yang tersimpan dalam memori ingatan, seketika lenyap karna hadirnya orang ketiga.
FlashBack End.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG.