
Setibanya dikota B. anggi bingung harus mencari neo kemana, karna ini pertama kalinya ia pergi keluar kota sendirian.
"Duh, gue haru cari neo kemana ya? alamatnya gak ada. nomor hp nya juga sudah dihapus sama papa."
Anggi berjalan menyusuri jalan sambil menarik koper nya.
Dari belakang anggi, ada pengendara motor yang berboncengan dua orang. Mereka menarik tas yang diselendangkan anggi hingga orang itu membawanya pergi.
"Heii copet! TOLONG!!." Anggi berteriak kencang, namun jalanan masih sepi hingga tidak ada yang menghiraukannya.
Terlihat seorang gadis yang melaju kencang dengan motornya. Nampak gadis itu mengejar dua pencopet tersebut.
Anggi hanya bisa pasrah. "Ya tuhan! Semua harta yang kumiliki ada dalam tas itu. Gimana aku hidup kalo semuanya sudah hilang. Neo, tolong aku." Anggi duduk jongkok ditepi jalan sambil menangis menutup wajahnya yang tertunduk.
Terdengar langkah kaki yang mendekatinya.
"Hei, ini tas kamu." Seorang gadis memberikan tas anggi padanya.
Anggi mencengatkan kepala, kemudian ia berdiri.
"Hm.. terimakasih banyak. apa kau melawan pencopet itu?." Tanya anggi heran.
"Sudah, jangan dibahas, asal tas kamu sudah aman. Oh iya kamu dari luar kota ya? nama kamu siapa?"
"Namaku ang.." Anggi menghentikan ucapannya sambil berpikir.
"Aku harus mengganti nama, supaya papa tidak menemukanku."
"Em,, namaku ARINI, aku baru tiba dari kota F. Nama kamu siapa?."
"Namaku Lesty. Kamu tinggal dimana? mari kuantar." Ujar lesty tersenyum.
"Aku gak tau harus tinggal dimana, karna aku kabur dari rumahku. Makasih ya kamu sudah menyelamatkan tas aku. kalo gak, aku gak bisa hidup." Sahut arini tertunduk.
"Gimana kalo kamu tinggal dirumahku saja. Apa kau mau?."
"Kau serius? Apa orang tuamu gak marah?." Mata arini mulai berkaca-kaca karna menemukan orang sebaik lesty.
"Orang tuaku gak akan marah. Ayo ikut aku."
"Baiklah. terimakasih banyak."
Sejak saat itu. Arini tinggal dirumah lesty.
mereka masuk kuliah bersama ditempat yang sama.
Arini hanya mengandalkan uang yang ada didalam kartu ATM milik mamanya.
"Ti, apa kau gak punya teman lain?." Tanya arini.
"Aku punya beberapa teman SMA, tapi kita kuliah ditempat yang berbeda. Ada satu temanku yang gak kuliah karna orang tuanya gak mampu, namanya yuki. Tapi dia sudah menikah, aku gak tau dia bahagia atau tidak, karna yang kami tau dia punya pacar yang sangat menyayanginya. Tapi dia menikah dengan orang lain. Tapi sekarang, aku kehilangan kontaknya.
Eh, maaf. jadi curhat."
"Gak apa-apa kok.
Apa kau tau?, aku sebenarnya kabur dari rumah, karna papaku memaksaku menikah dengan anak temannya. Tapi aku bersukur bertemu kamu disini. Sebenarnya aku juga lagi mencari seseorang. Tapi ya sudahlah, semoga waktu menemukan kita."
Arini dan lesty semakin lama semakin akrab, hingga tidak ada satu rahasia pun yang mereka sembunyikan.
Beberapa bulan tinggal dirumah lesty, akhirnya arini memutuskan untuk mengontrak saja karna tidak enak dengan orang tua lesty.
__ADS_1
Walaupun orang tua lesty tidak mengizinkannya pergi, namun arini tetap ingin mengontrak saja.
Ia hanya mengandalkan uang dalam ATM itu yang jumlah nya tinggal sedikit lagi, sementara tugas kampus dan uang semester belum ia bayar.
Saat dikampus, arini menceritakan keluh kesahnya pada lesty.
"Ti, uang gue dikit lagi nih. Gimana ya caranya kerja sambil kuliah?.
"Emm,, bentar, gue mikir dulu.
Gimana kalo kita kerja di bar aja. Papa temen gue punya bar, gue kenal sama manager nya. soalnya waktu SMA, kita sering nongrong disana. Gimana? mau? Kerjanya pas malam doang kok."
"Tapi hanya jadi pelayan aja kan ti? gak macam-macam kan?"
"Enggak lah. itu bar legal kok, Gak akan ada hal yang menentang hukum." Jelas lesty.
"Baiklah, makasih ya ti."
_
Esok harinya, mereka mendatangi bar tersebut. Dan mereka berdua pun langsung diterima karna manager bar itu sudah mengenal lesty.
Bar itu sendiri milik rey, papanya reza.
Beberapa bulan kerja di bar. Namun arini masih kekurangan uang, karna uang yang ada dalam ATMnya sudah bersih tanpa sisa.
Sudah hampir satu tahun arini kuliah dan hidup sendiri di kota B, namun tujuannya menemukan neo tak kunjung terwujud.
Saat lesty mencari lowongan kerja melalui online, ia pun mencoba untuk mengikuti tes dan interview bersama arini.
Tak disangka, mereka berdua diterima diperusahaan tersebut.
Tapi lesty sama sekali tidak tahu bahwa perusahaan itu adalah milik reza, temannya sendiri.
Arini dan lesty sudah memasuki semester 6.
Sementara reza sudah menyelesaikan S¹ nya dilondon, dan hendak pulang ketanah air.
Reza berharap bisa bertemu yuki yang sangat ia rindukan karna putus kontak selama tiga tahun tanpa kabar.
Namun ia harus kecewa karna mendapati yuki yang sudah mempunyai anak bersama neo.
Saat reza tersesat dikota D. Saat itu juga arini berada disana karna baru selesai menjalankan magang disalah satu perusahaan swasta.
Ketika arini hendak kembali kekota B, ia melihat reza yang tengah pingsan di danau dan hampir terbawa arus. Arini pun segera menyelamatkannya.
Disitulah awal mula pertemuan mereka, .
_
Saat pertama kali arini bertemu neo di mall milik papa reza, hati arini sangat sakit karna melihat neo yang sudah berkeluarga dan memiliki satu gadis kecil yang cantik.
Arini menangis tersedu-sedu dirumah kontrakannya bersama lesty. Karna tujuannya kekota B adalah untuk mencari neo. Namun ia harus kecewa berat.
Arini pun berusaha tegar dan ikhlas karna neo sudah bahagia bersama istrinya. Ia pun mencoba membuka hati untuk pria lain. Dan kemudian ia jatuh hati pada reza tanpa ia sadari.
Arini begitu mengagumi sosok reza yang begitu perhatian. Ia sangat menyayangi reza.
Namun reza selalu mengabaikan arini karna ia masih mencintai yuki
Saat arini tertimpa pohon tumbang dirumah baru reza, arini mengalami lupa ingatan sementara.
__ADS_1
Satu minggu dirawat dirumah sakit, ingatan arini pun kembali pulih. Namun ia berniat meneruskan lupa ingatan itu dengan berpura-pura amnesia permanen.
Selama dirumah sakit, lesty lah yang merawat arini.
Arini pun memberitahu lesty bahwa ingatannya sudah kembali, namun arini minta tolong pada lesty untuk mengikuti permainannya. Dan lesty pun pura-pura tidak tau apa-apa saat didepan reza dan temannya yang lain.
Ketika neo mengunjungi arini dirumah sakit, arini dan lesty juga menceritakan yang sebenarnya pada neo.
"Astaga rin, kenapa kamu gak jujur aja sama reza. Kasihan dia. Dia sangat mencemaskan kamu. Dia sudah menyesali perbuatannya. Tolonglah jangan berbohong lagi." Ujar neo menatap wajah arini.
"Aku ngelakuin ini hanya ingin membuatnya sadar aja. Aku ingin lihat gimana reaksi dia kalo aku gak ada.
Neo, lesty, tolong bantu aku. Aku ingin pulang kekota F. Aku mau menemui papa dan mamaku. Tapi rahasiakan kepergianku. Buatlah seolah-olah aku hilang. Aku mohon, bantu aku."
Arini menyatukan kedua tangannya, memohon pada neo dan lesty.
merekapun tak kuasa untuk menolaknya.
Secara kebetulan, saat itu neo juga tengah ditugaskan kekota F. Rencana arini pun makin lancar.
Mereka merusak tiap cctv dirumah sakit untuk membuat pemalsuan kehilangan arini.
Sedangkan arini menyelinap diam-diam tanpa diketahui satu orang pun. Kemudian ia masuk kemobil neo yang sudah menunggunya diparkiran belakang rumah sakit.
Neo mengantarkan arini kerumah lesty untuk bersembunyi disana. Sementara lesty masih berada sirumah sakit.
Selang beberapa jam, lesty pun memulai aksinya. Ia pura-pura melaporkan kehilangan arini hingga pihak rumah sakit kalang kabut mencari arini, termasuk reza dan teman-temannya.
Dua hari setelah itu. Neo pun membawa arini kekota F. dan mengantarkannya kerumah orang tua arini.
Alvin pun mengikuti permainan arini, karna sebelumnya mereka pernah bertemu dikota B sewaktu dikantor perusahaan reza.
_
Saat reza pergi kekota F untuk mengembangkan bisnis nya. Ia bertemu dengan jessie yang saat itu baru tiba dari korea.
Jessie dijemput oleh neo dan arini yang sudah menunggunya. Jessie pulang pun karna permintaan arini untuk melancarkan rencananya.
Saat itu yuki melihat neo, namun ia tidak ingin menduga-duga. Karna yuki melihatnya bukan dari depan.
Demi melancarkan rencananya, arini pun mengubah gaya dan warna rambutnya persis seperti jessie. Tak lupa, ia juga selalu menggunakan soflens coklat.
Ketika meeting dikantor alvin, jessie juga turut hadir disana. Ia seolah-olah tidak mengenali reza. Walau mereka baru bertemu, tapi jessie sudah menghafal wajah reza.
Jessie bertemu reza hanya beberapa kali saja, selain itu arini lah yang berada disamping reza.
Saat dikota B. Ketika mereka berkunjung dirumah yuki. itu adalah arini.
Yang tiap hari kekantor reza untuk meeting, itu juga arini.
Dan saat mereka ke pemakaman orang tua jessie pun, itu juga arini. Karna itu juga orang tuanya.
Arini turut menangis saat melihat ada nama 'ARINI' dimakam, yang reza kira itu beneran arini.
Ia menangis karna ia bersedih, tanggal lahirnya dan orang itu sama persis. Ia juga terharu karna reza begitu sedih mengetahui arini meninggal.
Ada rasanya ia ingin mengungkap semuanya. namun masih ia tahan.
Saat reza ingin bunuh diri pun, yang bersamanya itu memang arini. namun reza tidak mempercayainya.
Arini pun mengakhiri hukumannya untuk reza, karna selama ia menjadi jessie, ia sudah melihat kesungguhan dan penyesalan reza.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG