Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Kabar baik


__ADS_3

Setelah sekian lama menunggu dirumah sakit, akhirnya dokter pria paruh baya itu keluar dari kamar pasien.


Rey dan orang tuanya langsung menghampiri dokter itu dengan cemas.


"Dok, bagaimana dengan istri saya, sakit apa dia? Apakah ada alergi? Atau diare? Atau yang lainya. "Ujar rey menodongkan beberapa pertanyaan, membuat dokter itu bingung.


"Rey, kalau nanya jangan gitu, itu terlalu sedikit. "Tambah papi rey.


"Stt.. Sifat gak waras itu disimpan saja dulu. "Bisik mami rey.


Dokter itu hanya geleng kepala.


"Gini tuan, nyonya, pasien ara ini sebenarnya sakitnya tidak terlalu parah, tapi ada yang saya khawatirkan . "Jelas dokter itu tertunduk.


"Dok kalo ngomong jangan berbelit, cepat katakan!! "Bentak rey dengan emosi.


"Gini tuan, sepertinya ada sedikit benjolan didalam perut nyonya ara yang membuat perutnya sedikit bengkak, tapi jangan cemas, kami sudah memeriksanya. "Ujar dokter itu kembali.


"Hah? Benjolan, apakah tumor? Atau kanker? Apakah butuh oprasi? ahh astaga! , kenapa seperti ini, penyakit apa yang menghampiri menantuku. "Mami rey terlihat kaget dan cemas, ia bersandar dibahu carla.


"Sabar mi, ini ujian. "Ujar carla sembari mengelus pundak maminya.


"Dok, jelaskan! Ada benjolan apa yang ada dalam perut istri gue!! Apa perlu kita melakukan oprasi.!!? "Tanya rey dengan cemas.


"Tidak perlu. Kalian jangan khawatir, karna benjolan itu adalah bentuk janin yang baru saja tumbuh, selamat ya, istri anda hamil. Hehe.


Mendengar ucapan itu, rey makin terbawa emosi, karna merasa dipermainkan.


"Papi! Cepat ambilkan batu!! Gue mau nimpuk kepala ni dokter!!


Dari tadi ngomong panjang lebar, jantung gue hampir terjun bebas tau gak!! Kirain sakit beneran! "Teriak rey geram.


"Besok aja ngambil batunya,, dok! Beneran menantu saya sudah hamil? Kenapa gak bilang dari kemaren!! "Timpal papi rey.


"Sudah.. Sudah.. Ayo kita menjenguk ara. "Mami rey menarik suami dan anaknya itu masuk kekamar ara.


"Salah apa aku?? "Ujar si dokter menunjuk pada dirinya sendiri.


Rey dan yang lainya masuk kekamar ara sambil berlari kecil.


Rey dan maminya langsung mendekap ara dari kanan dan kirinya, ara sendiri bingung dengan tingkah mereka yang aneh dimatanya.


"Mi, reboy, ada apa? Gue udah gak apa-apa kok!. "Ujara ara bingung.


"Sayang kamu tau gak.. Ka....


"Gak tau! "Jawab ara memotong ucapan rey.


"Makanya dengerin dulu pe'ak!! Gue belom selesai ngomong!


Lo hamil.!!!!


"Hamil?? Benarkah? Kok gak keliatan? "Sahut ara heran.


"Namanya baru hamil goblok!


Yaelah.!! Jangan sampai deh o'on nya nular kebayi. "Gerutu rey geram.


"Jadi gue beneran hamil?? Hamil??


Ahhh.. Senengnya, gue bakal punya bayi, pasti cantik kayak gue kalo dia cewek, kalo dia cowok pasti dia juga tampan mirip gue.


"Iya,, mirip lo aja semuanya!! Asalkan jangan otaknya yang mirip. "Pungkas rey mengerutkan alisnya.


"Ayo kita pulang, kita beritahu kabar baik ini pada orang tua ara. Pi, gimana kalo malam ini kita rayakan dengan makan malam bersama dirumah rey, kita undang orang tua ara beserta teman -teman rey dan ara. "Usul mami rey pada suaminya itu.


"Ide bagus tuh. Ayo kita pulang.


Mereka berlima pulang dengan membawa kabar gembira.


Setibanya dirumah mami rey, ia langsung memberi tahu orang tua ara mengenai kehamilanya.

__ADS_1


"Mi, pi, kita pulang duluan ya, nanti kalian nyusul aja.


"Baiklah, kalian berdua hati-hati dijalan ya. Ara, jaga perutmu baik-baik.


"Gimana jaganya? "Tanya ara tanpa dosa.


"Haiss.. Gak tau lah!! Silahkan kalian pulang saja!


"Baik mi, kami pulang dulu ya..


_


Sampai dirumah, rey berbaring disofa dalam kamar, ia tak hentinya tersenyum, pikiranya sudah melayang jauh membayangkan main bersama anak lelakinya dipekarangan rumah mereka.


"Kayaknya nih orang kumat deh, senyam-senyum sendiri sambil merem, pasti sedang halu tingkat langit ketujuh tuh! "Gerutu ara yang sedang berbaring dikasurnya itu.


Diam-diam ara menghampiri rey.


Plakkk!!.... Ara menepuk pipi rey.


"Sadar woii.!!!


"Ahh!! Sakit maisaroh!! Apaan sih nabok-nabok! Ganggu orang ngayal aja.


"Lo lagi ngayalin apa marjuki!!


"Gak ada!! Udah ah! Gue mau mandi.


Tapi sini dulu deh. "Rey mendekap ara dan mengelus perutnya.


"Cepat gede ya sayang!! "Rey mencium perut ara.


"Belom lahir aja udah segitunya, udah lahir ntar sayangnya berpaling, gue dicuekin.


"Nggak dong sayang, kalian berdua sama-sama penting yang abang sayang.


"Abang?? Haha, abang ojek!!?


"Baiklah sayang, emuahh..


"Apaan sih?


__


Malam hari.


"Ara.!!!! Rey..!!!


Teriakan tamu akbar yang baru tiba.


"Suara angsa dari mana sih, berisik banget. Reboy! Ayo kita turun!


"Pasti itu tamu para mahluk laknat. Ayo kita kebawah.


Pasutri itu turun dengan romantis, tak luput dari gandengan tangan.


Adelia dan aznie sangat antusias menyambangi ara dan merangkulnya.


"Huwaa...!! Sahabat gue sejak sebesar biji jagung sampai segede gini, udah nikah dan sekarang sedang hamil, selamat ya.. Gue gak terharu banget, bentar lagi kita bakal punya keponakan!! "Aznie terharu dengan wajah datar yang biasa saja.


"Lo bener az, sejak kecil dia yang paling miskin dan sangat mengenaskan, sekarang dia udah kaya dan terkenal dipelosok indonesia bahkan sampai pelosok kuburan. Tapi dia gak sombong dan masih jadi sahabat kita, walau kadang otaknya suka tergelincir, tapi kita sangat bersukur karna dia memberi kita pekerjaan disalonnya. Huwaa.. Gue, seneng banget! Kita bakal nungguin bayi ini lahir.


Ara menaikan sebelah alisnya mendengar tuturan sahabatnya yang pada ngawur itu.


"Mending kalian minggir deh sebelum mulut kalian gue kepang tiga. Beri selamat tapi nyampai diungkit kemana-mana.


"Ya maaf!! Tapi itu beneran kok. Hehe.


Mama ara dan papanya beserta mama tirinya juga menghampirinya.


"Sayang, selamat ya, kamu akan menjadi calon ibu, mama bener-bener terharu, rasanya baru kemarin mama melahirkan dan membesarkanmu, sekarang sudah ada calon bayi dalam perutmu. "Tutur mama ara sembari merangkulnya dengan haru.

__ADS_1


"Mama kamu benar, walau kita sempat terpisah belasan tahun, tapi papa bangga dengan ketangguhan dan ketegaran hati kamu, papa sangat menyayangi kamu. "Tambah papa ara yang turut merangkulnya. Mereka terhanyut dalam haru, ara merasa keluarganya sangat lengkap, walau papa dan mamanya sudah berpisah.


Daylon dan yang lainya menatap mereka dengan menaikan sebelah alis karna merasa heran.


"Tumben otak mereka pada waras. "Gerutu daylon sambil menopangkan tangan dibawah dagunya.


"Em.. Anna, sherly, lebih baik kita kedapur menghidangkan makan malam. "Ujar mami rey pada mama ara dan mama daylon itu.


"Baiklah, anak-anak, kalian bermainlah disini ya.


"Kami juga akan keruang keluarga saja. "Sahut papi rey dan papa ara.


Para orang tua itu meninggalkan para anak muda diruang tamu.


"Ya kali kita dipanggil anak-anak. "Ujar daylon menyeringai.


Teman rey langsung berhamburan menghampiri rey dan duduk mengelilinginya. Begitupun juga teman ara.


Seperti biasa, mereka melakukan ritual memisahkan geng sebelum ngobrol.


"Bos, selamat ya, bentar lagi lo bakal punya anak, kalo ntar lo gak sanggup ngurus nya, titipan saja sama gue, tapi gajinya 10 juta. "Ujar poldi, sahabat rey itu.


"Enak aja!! Dari pada sama elo, mending kita yang jadi baby sitter nya, gue khawatir kalo lo yang ngurus, bayi itu bakal ketularan jelek dan bego kayak elo.! "Sahut ricky menunjuk poldi.


"Kurang ajar lo ya ngatain gue bego! Gini gini gue pernah dapat juara satu, tapi dari bawah.! "Balas poldi.


"Anjay.. Juara satu dari bawah, mending bunuh diri aja lo.! "Timpal daylon.


Alvin yang cuek itu hanya diam melihat perseteruan mereka, walau otaknya sedang keruh.


"Bong! Lo kenapa? "Tanya ara heran.


"Gak apa-apa, gue lagi mikir. "Jawab alvin.


"Emangnya lo bisa mikir bong? "Pungkas ricky terkekeh.


Plak.!! Alvin memukul wajah ricky.


"Emangnya elo yang gak punya pikiran, gue lagi serius mikir, ntar gue mau ngasih nama anaknya kutil.


"Gak usah! Biar gue yang beri nama, gue kan pamannya. "Timpal daylon.


"Jangan! Kalian berdua kan pada gila, biar gue aja ngasih nama, kalo anaknya kembar, bakal gue beri nama kerupuk dan keripik. Kalo anaknya laki, gue beri nama jones, kalo anaknya cewek, gue beri nama akut. "Sahut ricky dengan bodohnya.


"Hah? Akut? Lo kira penyakit?


"Bukan, akut itu singkatan dari anak kutil, haha..


Rey geram mendengar nama yang terlontar dari mulut mahluk aneh itu.


"Poldi! Tolong ambilin biji kedondong! Gue mau sumpel tenggorokan kecoa ini. "Ketus rey dengan emosi.


"Tapi nyari dimana bos, jam segini udah gak ada jualan kedondong, tapi ada jualan bom kok, mau gue beliin gak? "Sahut poldi.


"Serah elo!!


"Diem!!!! Berisik amat sih, bayi gue mau bobok, lagian gue gak bakal nerima kalian yang ngasih nama anak gue, ntar ketularan gak waras. "Pungkas ara sembari mengelus perutnya.


"Masa iya bayi dalam perut mau tidur, gimana anaknya ntar mau waras, orang emak nya aja kayak gini. "Cibir ricky.


"Oh iya ra, udah berapa umur kandungan lo? "Tanya adelia.


"Gak tau juga, tadi lupa nanya, soalnya alien ini udah ngajak dokter itu tawuran, tapi kayaknya umurnya udah 7 jam deh. "Sahut ara tanpa dosa.


"Yaelah.!! Maisaroh!! Mana ada umur janin segitu, dasar goblok!! "Ujar mereka bersamaan.


•••


BERSAMBUNG


jangan lupa vote dengan poin ya🙏

__ADS_1


Baca juga > I'm a Idol


__ADS_2