
Pagi hari dirumah reza. Ia dibangunkan oleh suara ponselnya yang berdering kuat didekat bantal tidurnya.
"Siapa sih pagi-pagi udah nelpon." Gumam reza sambil meraih ponselnya dengan mata terpejam.
"Halo, selamat pagi. Apakah saya bicara dengan tuan Reza Albert, CEO dari perusahaan DIAMOND.?"
"Iya, saya sendiri. Dengan siapa ini? "
"Saya sekretaris dari perusahaan XX. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa rapat hari ini dimajukan jam 7 karna ada alasan mendesak. Client dari london meminta meeting jam 7."
"Apa? Jam 7.? Oke baiklah. Terimakasih"
Reza langsung melempar hp nya setelah menjawab telpon.
"Astaga, jam 7? Ini aja sudah setengah 6. Udah gak sempat lagi nih mau mandi."
Reza bergegas mencuci mukanya dan mengganti bajunya. Kemudian ia menggedor pintu kamar bobby dan danu.
"Danu.!! Bobby.!! Gue berangkat duluan. Ntar kalian nyusul ya. Gue ada meeting penting pagi ani. Bangun weeii." Teriak reza sambil menggedor pintu kamar bobby dan danu yang bersebelahan.
"Iya bos. Pergi aja sana." Timpal bobby.
Reza pun langsung naik mobil dan melaju cukup kencang.
"Astaga aku lupa sama aron, Telpon dulu deh. Pasti dia belum bangun."
Reza meraih ponselnya sambil memasang headset untuk menelpon arini.
Tidak lama kemudian arini menjawab telpon darinya.
"Halo sayang, kamu sudah bangun? "
"Hmm,, baru aja mau bangun. Ada apa?."
"Meeting kita diperusahaan XX di majukan jam 7 pagi ini. Sekarang aku sedang menuju kesana, nanti kamu nyusul aja ya sayang. Gak apa-apa kan nyetir sendiri. Ntar kamu kekantor dulu, bawa laptop sama dokumen di atas meja. Kalo yuki sudah datang, kamu ajak dia buat bantu kamu."
"Hah? Jam 7? Aku gak akan sempat reboy. Aku mandi nya lama."
"Gak usah mandi dulu. Kamu dandan aja. Ntar mandi di kantor pulang dari meeting. Sekarang berangkatlah, ajak pak robert kalo dia sudah datang."
"Oke,, oke. Ya udah, aku bersiap dulu."
"Oke. Daah sayang."
Setelah menutup telpon, arini langsung bergegas.
"Ti, gue berangkat duluan ya. Ntar lo ikut bareng danu sama bobby aja." Teriak arini sambil menarik konci mobilnya.
"Pagi amat rin. Tumben." Timpal lesty sambil membuka pintu kamar dengan rambut yang masih acak-acakan.
"Ada meeting di perusahaan client. Ya udah aku pergi ya."
"Jangan ngebut-bgebut rin."
"Iya." Timpal arini sambil menjalankan mobilnya menuju kantor.
Setibanya dikantor, masih nampak sepi hanya bebrapa orang saja yang baru datang. Arini pun langsung masuk menuju ruangan reza.
"Ini kantor sepi banget kayak kuburan. Dokumen nya yang mana ya? Bodo ah, bawa aja semuanya." Arini mengemas laptop dan beberapa dokumen kedalam tas kerjanya.
Ia bergegas keluar. Saat tiba di parkiran, mobil lucas pun tiba. Lucas juga heran melihat arini yang terburu-buru itu.
"Pagi rin. Tumben udah datang. Mau kemana?" Sapa lucas dengan senyuman.
"Nah, kebetulan. Ikut aku yok. Mau meeting di perusahaan client. Yang lain belum datang, jadi mending kamu aja yang ikut." Ujar arini yang langsung naik ke mobil lucas.
"Heii. Masa' aku? Bos reza kemana?"
"Dia udah duluan. Ayo ah jalan, jangan banyak tanya."
"Oke oke.
Saat dalam perjalanan, arini menelpon reza untuk meminta alamat kantor tersebut.
Sudah hampir jam tujuh, namun lucas belum menemukan kantor client.
__ADS_1
"Perasaan gak nyampe-nyampe deh. Lo tau gak sih jalannya. ini udah hampir jam 7!!." Ujar arini kesal.
"Iya gue tau, tapi tunggu dulu. Jalannya yang mana ya? bingung gue." Timpal lucas sambil menggaruk kepalanya.
"Astaga! kita udah muter-muter kayak racun nyamuk! Liatin dong lokasinya. kalo kayak gini gak bakal nyampe kita.!"
"Iya iya.. mak lampir. etdah!."
Setelah muter-muter gak jelas. akhirnya merekapun tiba dikantor client.
Reza pun menyambut kedatangan arini.
"Hai sayang. kanapa lama sampai nya?
kenapa bareng dengan kulkas ini.?" Ujar reza menatap sinis lucas.
"Bos, nama gue lucas. bukan kulkas, oke! gak usah ikut-ikutan sama si babu(bobby) itu." Timpal lucas geram.
"Maaf reboy. tadi di kantor gak ada orang, cuma ada dia aja. Makanya aku ajak dia." Jelas arini.
Ditengah percakapan mereka, datang seorang sekretaris CEO kantor itu.
"Mohon maaf tuan-tuan dan nona. Silahkan segera memasuki ruang meeting, sebentar lagi rapat akan dimulai."
"Oh baiklah terimakasih." Timpal reza.
Mereka pun diantar menuju ruang meeting, disana sudah ada para petinggi kantor perusahaan itu.
"Selamat pagi semua. Oh iya, client dari london belum datang kah?" Tanya reza sambil duduk bersama arini dan lucas.
"Sebentar lagi mereka tiba tuan. Mohon menunggu." Jawab Ceo perusahaan itu.
Suara pintu berbunyi, beberapa orang pun masuk. Client tampan dari london sudah tiba.
Reza ternganga melihat calon client nya itu.
"Heii.. kamu? Astaga, jadi client dari london itu kamu bro?." Reza nampak senang merangkul pria itu. Mereka pun berbincang dengan bahasa inggris.
"Heii Albert! Apa kabar. aku gak nyangka bisa bertemu kamu. Apa ini adalah kota kamu.?"
"Kota yang indah. Baiklah kita mulai saja meetingnya, nanti kita ngobrol lagi."
Karyawan dalam ruang meeting itu juga heran ternyata reza berteman dengan calon colega mereka.
Meeting kali ini bertujuan untuk memenangkan tender untuk kerja sama dengan perusahaan london.
Dan akhirnya perusahaan reza lah yang terpilih dalam tender meeting tersebut.
Setelah meeting selesai, reza mengajak temannya itu kekantor nya.
Mereka pun berbincang di dalam ruangan kantor reza.
Tak lupa, danu, bobby lucas dan yang lain pun turut meramaikan.
"Gila, dia ganteng banget! " Batin lesty yang mulai halu.
Reza pun memperkenalkan temannya itu.
"Dia adalah teman seperjuanganku waktu kuliah di london, dia anak orang paling kaya disana. Namanya Harry Petter, kita berteman selama empat tahun." Jelas reza pada semuanya.
"Haii semuanya. senang bisa bertemu kalian." Ujar harry dalam bahasa inggris.
"Heri poter ini ngomong apa sih?" Gumam bobby.
"Nama dia harry petter peak. bukan heri poter." Timpal lucas sambil menyenggol bahu bobby.
"Em, apa kamu sudah punya pacar?." Tanya lesty sambil mengeja bicara bahasa inggris.
"Aku sudah punya tunangan." Timpal harry tersenyum.
"Haha.. lesty..lesty. Ngaca woii." Ujar bobby terkekeh.
Lesty hanya diam menahan emosinya pada bobby.
"Oh iya, dia siapa?." Tanya harry menunjuk arini.
__ADS_1
"Dia tunanganku. Namanya Arini, sekaligus sekretarisku." Jelas reza.
"Wah, tunangan kamu lebih cantik dari tunanganku. haha.
Halo arini." Timpal harry terkekeh.
"Haii. salam kenal." Sahut arini tersenyum.
"Oh iya, berapa lama kamu akan menetap disini.?" Sambung reza.
"Sepertinya aku akan menetap di indonesia, aku akan melakukan kursus bahasa indonesia." Timpal harry.
"Wah.. belajar padaku saja." Sahut lesty penuh semangat.
"Jaga sikap weii." Pungkas danu cuek.
Harry masih bingung dengan kelakuan mereka. "Kalian semua lucu. Tau gak, aku membatalkan rapat penting demi untuk melihat kantor kamu."
"Gak apa-apa sesekali. Oh iya, nanti malam menginap dirumahku ya. Aku akan adain pesta kecil untukmu." Ujar reza
"Oh baiklah. Terimakasih banyak."
_
Malam hari. Asisten rumah tangga reza sudah menyiapkan semua yang reza pinta.
Pesta kecil pun dimulai. Semua teman reza hadir dengan tampilan yang menawan.
"Ti, cantik banget lo." Ujar bobby memuji mantan pacarnya itu.
"Gue udah cantik dari lahir. Baru nyadar lo.!" Ketus lesty.
Neo dan yuki juga turut hadir bersama yunie anak mereka.
Mereka semua pun saling bersalaman untuk saling mengenal.
Musik pun diputar bernuansa romance, dengan lampu yang gemerlap. Mereka sangat menikmati malam itu.
"Wah, seru sekali. taman kamu banyak juga ya. Oh iya, kita belum kenalan kan tadi." Ujar harry menunjuk bobby dan lucas.
"Dia ngomong apa sih kas?." Tanya bobby pada lucas.
"Dia ngajakin kita kenalan bu." Sahut lucas berbisik.
Bobby pun langsung mengangkat tangannya untuk bersalaman. "Hai, namaku bobby, mahluk paling tampan di muka bumi. Dan ini teman baruku, namanya kulkas, orang yang paling jelek sejagat raya."
"Serah lo dah babu. Dia aja kagak ngerti dengan yang lu ucapin." Timpal lucas terbahak.
"Aku ngerti kok, namanya bobby kan? dan nama kamu kulkas?." Ujar harry bingung, dengan bahasa indo yang belepotan.
"Heii, kenapa lo ikutan dia. Namaku lucas! oke! dasar heli kopter!." Gumam lucas geram.
"Haha, heli kopter. Itu lebih cocok untuk nya kas. Lo pinter amat sih." Sahut bobby terkekeh. Sementara harry ikutan tertawa karna gak ngerti.
"Dia malah ikutan ketawa bu. haha, dasar gak punya otak." Timpal lucas.
"Jahat amat lo kas."
"Mumpung dia gak ngerti bahasa indo, jadi kita gibahin aja dulu.haha. Dia orang inggris loh. kok bisa nyasar kesini."
"Dia kan heli kopter, dia bisa terbanglah kebawa angin.haha."
Bobby dan lucas berlanjut ngatain harry sambil tertawa. Harry yang gak tau apa-apa itu juga turut tertawa dengan tingkah bodoh mereka.
Sementara danu hanya bisa mengelus dada.
•••
BERSAMBUNG.
VISUAL pemeran baru
Harry Petter & Lucas
__ADS_1