
Ketika rey sudah mencapai anak tangga yang terakhir, alvin dan yang lainya kaget saat melihat rey tengah menggendong ara.
Alvin pun langsung berdiri tercengang dengan emosi. "Hey, cowok amatir! Ngapain lo gendong ara segala, lo kira lo itu pangeran berkuda hah?? "Teriak alvin dengan kencang.
Rey hanya tersenyum dan makin disengaja nya untuk memperlambat langkahnya, supaya hati alvin makin kepanasan karna emosi.
"Reboy, lo ngapain senyum gitu sih, cepetan dikit kenapa? Emang nya gak berat apa gendong gue? "Ucap ara bernada pelan.
"Kalau cuma gendong kamu mah kecil, mau sampai negeri sebelah pun gue sanggup kok. "Sahut rey dengan nada kencang, supaya alvin mendengarnya.
"Elehhh, palingan hanya ruangan sebelah, bukan negri sebelah. Lo sengaja ya bikin hati gue meluap. "Jawab alvin penuh tatapan tajam seperti mata elang.
"Kenapa lo? Mendidih? Lo kira masak air!! Kalau panas, sono berenag dikolam gue dibelakang. "Sahut rey tersenyum. Lalu menurunkan ara.
"Makasih reboy. "Tutur ara sembari duduk. Rey pun ikut duduk disamping ara.
"Ra. Lo gak apa apa kan. Tadi dikampus, si cebong ini bilang kalo lo sakit dan pengen kami main kesini. Sebenarnya kita males banget kerumah panas ini, tapi demi lo kita rela. "Ucap alvin memberi perhatian.
"Hei belatung!! Siapa yang lo bilang cebong hah?? Mau gue bungkam pakai apa mulut loh hah?? "Teriak rey kembali.
"Lo mau bungkam mulut gue?? Oke,, gue gak keberatan, silahkan bungkam, tapi pakai roti sama jus jeruk, soalnya dari tadi panas banget disini, lo gak kebeli AC ya? "Sahut alvin dengan serius.
"Eleh... Ngomong aja kalo lo pada mau minta makan sama minum diruamah gue kan? Baiklah, gue akan berikan kalian makanan dan minuman yang berkualitas. Kali aja lo gak kebeli ya kan?? "Sahut rey memangku tanganya dengan senyuman tipis.
"Bik yam.. Tolong buatkan makanan dan minuman yang paling enak buat tamu gue yang gak sopan ini, dan bawain juga remote AC nya. "Teriak rey pada bik yam. Terdengar sahutan bik yam dari dapur.
"Kalian ini kenapa sih, kayak kucing sama anjing. Aku pusing dengar nya. "Ucap ara sembari melihat rey dan alvin.
"Tepat nya tom and jarry. "Sahut alvin.
"Sama aja goblok!! "Bentak rey menatap dingin alvin.
"Sudah!! Cukup!! Bisa diam gak sih. Gue kekamar lagi aja deh kalo gitu. "Sahut ara kesal.
"Jangan!! "Ucap semuanya bersamaan.
"Eh!! Tumben kompak. "Tutur ara tersenyum.
__ADS_1
Tiba tiba daylon datang dengan sebuah parsel buah ditangan nya, dia langsung masuk dengan tergesa gesa.
"Eh, udah hadir semua, maaf gue terlambat. "Ucap nya sambil ngos -ngosan.
"Eh daylon? Lo lari? Mari duduk. "Sambut ara dengan senyuman.
"Iya ra, makasih ya,nih buah buat lo, oh iya gimana keadaan lo, gue bener bener minta maaf atas kejadian yang menimpa lo dikompleks perumahan gue kemarin. Tapi lo gak kenapa napa kan. "Tutur daylon dengan cemas.
"Gue gak apa apa kok, cuma kaki gue tertusuk kayu, tapi udah diobatin kok. Lo sendiri gimana, udah sembuh? "timpal ara perhatian sedikit.
"Iya, gue udah ngampus lagi. Ini semua berkat lo yang nolongin gue, kalau gak ada lo mungkin gue udah tewas saat itu, makasih banyak ya. Oh iya, kata mama, kapan lo bisa main kerumah buat makan bersama."daylon makin menunjukan sikap perhatian nya, membuat hati rey mendidih.
"Kapanpun gue bisa kok, tapi kalau kaki gue udah sembuh. "Sahut ara.
"Ehem.. Ehem.. Lancar ya ngobrol nya? "Cela rey ditengah obrolan ara dan daylon. Daylon hanya diam berusaha tidak menanggapi rey didepan ara dan teman temanya.
"Ngomong ngomong, lo siapa sih. Kok dekat banget sama ara. "Tanya alvin.
"Gue daylon, orang yang pernah ditolong ara saat kecelakaan, dan gue juga sekampus sama kalian, gue satu angkatan sama rey."jawab daylon dengan sopan.
"Oh gitu. "Jawab alvin singkat. (Waduh, kayak nya dia juga suka sama ara dari tatapan matanya, nambah lagi deh rival gue.) batin alvin dengan menaikan alis nya.
"Wah, spertinya ini enak, makasih ya bik. "Ucap aznie dan adelia.
"Iya non, sama sama. Kalau begitu bibik kedapur lagi ya, kalian silahkan nikmati makanan nya.
"Iya bik, makasih ya. "Eh bik, es krim yang kemarin masih ada gak. Ara pengen makan es krim aja"Tanya ara pada bik yam.
"Gak tau nak, nanti bibik lihat dulu, kalau masih ada, nanti bibik bawakan. "Jawab bik yam. Lalu dia pergi kembali kedapur.
"Ayo teman teman, silahkan dimakan jamuan nya, anggap saja rumah orang. "Ucap ara tersenyum.
"Ya memang rumah orang kan? Haha. "Sahut adelia tertawa kecil.
"Haha.. Iya ya.. "Eh ricky, ayo dimakan, dari tadi gue perhatiin lo cuma diam aja sambil menatap rey, alvin dan daylon secara bergantian, tumben lo gak berkotek. "Ucap ara pada sahabat kecil nya itu.
"Hahaha...berkotek!! Dasar aron!! Lo kira dia ayam apa. "Sahut rey tertawa terbahak sambil mengejek ricky. "Gue tau isi hati orang seperti ricky ini, dulu kan lo bilang ricky sangat ramah dan ceria, kenapa dia bisa jadi banyak diam sekarang? Jawabanya adalah, karna dia menykai lo ara. Dia melihat kita sambil berpikir saingan dia banyak banget. Haha.. Benar gak tuh ki.?? "Ucap rey tanpa berdosa.
__ADS_1
"(Loh, kok rey tau sih yang gue pikirin, jangan jangan dia anak seorang dukun.) "batin rey tertunduk diam.
"Eh, rey, jangan asal ngomong, ricky ini udah temenan sama ara sejak bayi, gak mungkin lah dia cinta sama sahabat sendiri. "Sahut adelia sambil mengunyah makanan yang penuh dalam mulut nya.
"Woy!! lo cewek temen nya aron, lo ngomong apa kumur kumur!! Gak jelas tau!! Abisin dulu tuh jigong, baru ngomong. "Sahut rey.
"Woyy reboy, lo gak ada sopan sopan nya ya sama temen temen gue. Nama dia adelia, dia bilang kalau si ricky tuh gak mungkin suka sama sahabat sendiri. "Balas ara menjawab rey.
"Loh, apa lo gak tau tentang lagu yang berjudul sahabat jadi cinta,, nah itulah yang dirasakan si ricky ini. Lihatlah tatapan nya sama lo itu sudah berbeda. "Jawab rey bersitegang.
"Maaf permisi lagi, nak ara, ini es krim nya, masih ada satu lagi di frezer. "Ucap bik yam yang tiba tiba nongol dari belakang ara.
"Eh bik yam, bikin ara kaget,. Makasih ya bik.
"Iya nak ara, kalau gitu bibik pergi dulu. "Jawab bik yam lalu pergi meninggalkan mereka.
Ara pun langsung membuka kotak es krim yang telah membeku itu. Tapi tangan nya tidak kuat untuk membukanya, dan juga licin akibat air es yang mencair.
"Aduh. Kok susah banget sih buka nya, apa es krim ini gak mau dimakan ya? "Ucap ara memukul kotak es krim dengan sendok ditanganya.
"Dasar!! O'on lo itu gak ilang ilang ya. Sini gue bukain, maka nya pakai tenaga, jangan pakai perasaan. "Ucap rey sambil merebut kotak es krim ara. Lalu membukanya dengan mudah. Dan kembali memberikanya pada ara.
"Wah, itu es krim stroberi yang kayak kemarin ya ra, minta dong. "Tutur aznie dan adelia.
"Gak boleh!! Kalian beli sendiri aja, ini tuh gue beliin khusus buat ara. "Sahut rey dengan cepat.
"(Dih, apaan sih nih orang, pelit amat) "batin adelia dan aznie.
"Sini gelas kalian, aku bagiin sama rata. "Jawab ara tanpa mendengarkan kata rey. Lalu dia membagi es krim nya pada teman nya itu. Rey hanya diam melihat mereka.
"Em, ara, gue pulang duluan ya kayak nya badan gue gak enak, "ucap ricky.
"Eh, lo kenapa ki? Sakit? Tapi kan kalian kesini naik mobil nya alvin.? "Tanya ara.
" gue bisa pulang naik taxi kok, ya udah gue pulang duluan ya vin, rey dan lo daylon, gue balik dulu. Kalian lanjutin aja. "Ucap ricky, lalu dia melangkah keluar dari rumah rey, lalu naik taxi menuju apartemen.
***
__ADS_1
Bersambung...