
Ketika ara membuka matanya,dia begitu terkejut sat menyadari bahwa dirinya sudah berada dalam kamarnya.
"Gue dirumah?? apakah kejadian itu hanya mimpi? tapi kok terasa nyata ya? "ucapnya berpikir sambil mengucek matanya.
Dari luar terdengar suara langkah kaki menuju kamarnya, saat pintu terbuka,mamanya masuk dengan membawa sepiring nasi untuk ara.
"Sayang, kamu sudah bangun?mama sangat menghawatirkan kamu, ayo makan dulu."mamanya menyodorkan piring itu pada ara.
"Ma,dimana alien? "tanya ara singkat.
"Dia dikamarnya,dia terluka ,saat ini sedang istirahat." sahut mama ara.
"Apa?? berarti kejadian hari ini bukan mimpi? Ahh!! aku akan menjenguknya sekarang!!.
"dengan cepat,ara beranjak dari ranjangnya dan berlari menuju kamar rey.
Ara berhenti seketika saat melihat rey yang berbaring dengan mata tertutup dan wajah yang lemas dan begitu pucat.
Perlahan dia melangkahkan kaki menuju ranjang rey dengan wajah yang sedih.
mamanya pun turut menyusul dari belakang.
"Ma, apa yang terjadi padanya,bukankah tadi dia sudah baik baik saja,tadi dia begitu ceria bercanda denganku,tapi kenapa sekarang dia terbaring lemas dan pucat pasi seperti ini? "tanya ara pada mamanya.tak terasa air matanya mengalir begitu saja,menetes terjatuh mengenai tangan rey yang ia genggam.
"Sayang, mama juga tidak tau apa yang sudah terjadi sama kalian,tadi saat kalian pulang, rey menggendongmu yang tengah tidur sampai ia meletakanmu diranjangmu.tapi setelah itu dia meminta bik yam untuk menghubungi dokter pribadinya, dokter itu masih ada dibawah,kalau kamu ingin menanyakan kondisi rey padanya,mama akan memanggilkanya untukmu
"iya ma, tolong bawa dokter itu kemari."ujar ara sembari menatap rey.
Mamanya pergi kebawah untuk memanggil dokter tersebut.
tidak lama kemudian dokter itu masuk kekamar rey dan menghampiri ara.
__ADS_1
"Ahh!! ketemu kamu lagi!! tolong ya,jangan bicara yang bisa membuat kepalaku pusing."ujar dokter itu sembari duduk santai disofa.
"siapa juga yang mau ngobrol sama kamu, aku cuma ingin tanya kondisi rey dan apa yang sudah terjadi padanya.??
"baiklah,akan aku jelaskan.Tadi lukanya sempat terbuka lebar,tapi aku sudah menjahitnya ulang, berhubung darahnya terbuang cukup banyak,diapun pingsan saat sedang dalam pengobatan, makanya aku memberinya infus.tapi keadaanya sekarang sudah stabil dari yang sebelumnya. "jelas sidokter dengan santai.
"Baiklah, kalau gitu terimakasih banyak, sekarang anda boleh keluar,tinggalkan kami." ujarnya pada dokter itu.
"Kau mengusirku? baiklah aku akan keluar."dokter itu beranjak dari duduknya dan melangkah keluar.
"Aku bukan ngusir. hanya saja aku ingin berdua dengan rey."timpal ara.
Dokter itu pun berlalu tanpa banyak bicara karna dia sudah tau dengan sifat bodohnya gadis itu.
Masih dalam kesedihan,ara merundukan kepalanya untuk melihat wajah rey yang terbaring tengkurap itu. ia menggenggam tanganya dengan erat sembari meminta rey untuk cepat sadar.
"Alien..reboy.!! belahan hatiku,belahan jantungku,belahan ginjalku, lo cepat sadar dong! sumpah gue gak tega liat elo melempem kayak tahu gini. tadi lo bilang ini cuma luka kecil,masa' gini aja udah pingsan.ayo dong bangun!! gue jungkir balikin nih ranjang lo kalau gak mau bangun! "tatap ara pada wajah rey yang tidak bergeming itu.
"Ahh!! reboy.!! lo udah sadar?? ahh .sukurlah. Gue panggilin dokter dulu ya." dengan riang ara beranjak hendak memanggil dokter itu, namun rey menahan tanganya.
"sayang, tunggu sebentar,aku ingin melihatmu disini, tolong jangan lepaskan genggaman tanganmu."rengek rey dengan suara imutnya.
"uhh alien, jangan menggoda gue kayak gini,gue belom siap ! "sahut ara kembali duduk disamping ranjang rey sembari menggeggam tanganya.
"Belom siap apaan o'on ! gue hanya kangen sama lo.kehadiran lo disini bisa mempercepat pemulihan gue."timpal rey sambil menjetik kening ara.
"Tapikan lo perlu diperiksa dulu, gue keluar bentar ya, bentar doang,,biar gue panggil dokter itu dari tangga." ara melepaskan genggaman tanganya perlahan,lalu keluar dari kamar rey.
"Heiii muka kotak!!cepat kemari, si alien sudah sadar nih."teriak ara dari atas tangga.kemudian ia kembali masuk menemui rey.
"tuh anak bener-bener , gak ada nama lain apa yang jelekan dikit. seenaknya aja ngatain orang muka kotak, belom pernah kena suntik tuh mata."gerutu dokter itu sembari menaiki tangga.
__ADS_1
"ahh..dokter nya sudah datang tuh, cepat periksa calon imam gue." ujar ara dengan semangat, rey hanya tersenyum dengan kelakuan ulat bulu itu.
Tanpa banyak bicara,dokter itu langsung mengecek kondisi rey.
"Hasil nya udah bagus banget tuan,tolong jangan lagi banyak gerak supaya luka nya tidak terbuka lagi, apalagi kalau sampai gendong gadis ini segala."hujat sang dokter menatap sinis mata ara.
"maksud lo apaan ngomong kayak gitu hah?? belom pernah nelan jarum suntik lo??kalau udah periksa laki gue,pulang sono gih."timpal ara membalas mempelototi mata dokter itu.
"Emang gue mau pulang, idup gue udah gak nyaman kalau ada lo didekat gue.maaf tuan rey,saya permisi dulu,semoga lekas sembuh ,jangan sampai gadis ini merusak harimu.bye.."dokter itu keluar dari kamar rey setelah melemparkan senyuman sinis nya pada ara.
Setelah dokter itu keluar, rey langsung menarik tangan ara.
"Lo tuh ya,siapa aja mau diajak ribut. sini, bantu gue duduk, tulang gue udah pada keram dari tadi tidur kayak ulat gini.
"dokter itu duluan yang ngajak ribut kok. ayo sini gue bantu duduk, pelan-pelan,nanti lukanya terbuka lagi. lagian kenapa sih tadi lo gendong gue, udah tau sedang terluka,kenapa gak bangunin aja gue tadi."ujarnya sembari membantu rey duduk perlahan.
"Gue gak tega bangunin lo yang tidur begitu lelap sehabis nangis, gue gak apa-apa kok luka dikit doang,lagian sekarang udah membaik,tapi lo sendiri gak apa-apa kan sayang? "sahut rey menatap mata ara dan menggenggam tanganya.
"Apakah jarak kita tidak terlalu dekat? Gak usah tatap kayak gitu."ara menutup wajahnya yang memerah ditatap rey begitu dekat.
"Lo tuh ya,bikin gue tambah gemes aja."rey menarik kepala ara dan menciumi kening dan kepalanya berkali-kali.
"emm.. reboy !! jangan gini deh.. gue kan jadi gak malu.! jadi pengen peluk,,hehe..
"wuu..dasar! cewek aneh.ngapain cengengesan gitu.sini deh,biar gue peluk."rey menarik bahu ara dan merangkulnya dengan lembut,sesekali ia menciumi kepala ara.
Dengan perasaan yang selama ini belum pernah ara rasakan,dia baru mengetahui kebahagiaan dicintai dan disayangi itu seperti ini.dan ia merasa sangat bahagia.
***
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like😁🙏