Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:67


__ADS_3

Lucas, danu, bobby, lesty, genta dan evi pun sampai di kota F. Mereka pun menghampiri arini dan jessie untuk memberikan semangat.


Sore hari, operasi pricil pun selesai dilaksanakan. Dokter keluar untuk memberi tahukan perkembangan kesehatannya.


"Tuan alvin, darah beku di otak nyonya pricil sudah berhasil kami keluarkan, dan bengkak di kepalanya itu ternyata ada gejala tumor yang baru tumbuh, tapi untunglah kami mengetahuinya dan kami langsung membuangnya sampai akar. Sekarang dia masih koma, mungkin besok atau beberapa hari lagi dia akan sadar." Jelas dokter tersebut.


"Baik dok, terimakasih banyak. tapi sudah tidak ada masalah lagi kan pada kepalanya?." Tanya alvin yang masih cemas.


"Semoga saja tidak ada, kalau gitu saya permisi dulu."


Melihat mamanya yang terbaring lemah, arini begitu sedih. ia tak ingin makan dan minum, walau reza sudah membujuknya.


Esok paginya, mereka tengah berkerumun dalam ruangan itu.


Reza menghampiri arini yang masih memegang tangan mamanya.


"Sayang, kamu dari semalam gak tidur, dan gak makan. Kamu harus istirahat dulu, ntar kamu sakit." Ujar reza sembari mengusap rambut arini.


"Aku gak apa-apa kok. Aku mau ke toilet dulu."


Arini beranjak dari duduk nya, ia berjalan sedikit sempoyongan saat hendak menuju toilet.


Seketika pandangannya menjadi gelap, ia pun jatuh pingsan. Beruntung harry, danu, dan lucas yang berada tak jauh darinya itu langsung menangkap arini.


"Arini.!!" Teriak reza dari samping tanjang mama arini.


Mereka semua menopang tubuh arini, wajah nya terlihat sangat pucat, tubuhnya begitu dingin.


"Astaga, ada apa dengan mereka berempat, jangan bilang mereka semua menyukai arini.?" Batin jessie ketika melihat mereka semua panik.


"Za, ayo cepat bawa arini ke dokter! itu pasti karna dia gak makan dan tidur." Ujar harry cemas.


"Biar aku saja." Jawab reza singkat. kemudian ia menggendong arini dan membawanya kedokter.


"Semuanya, ayo kita keluar, biar jessie yang menjaga tante pricil." Ujar bobby


Mereka semua pun turut keluar.


Lesty mengajak harry menjauh dari yang lainnya.


"Ti, ada apa kau mengajakku kemari?" Tanya harry bingung.

__ADS_1


Lesty menatap tajam mata harry dengan dalam. "Har,gue mau tanya, kok lo perhatian banget sama arini, lo suka sama dia? jawab jujur!."


Seketika harry kaget dengan pertanyaan lesty yang tiba-tiba itu. "Hah? lo ngomong apa ti.? Gue gak mungkin lah suka sama arini, dia kan tunangan sahabat gue." Jawab harry dengan senyuman paksa.


Lesty mendekatkan wajahnya untuk menatap mata harry. "Gue tau, lo pasti bohong kan? mata sama mulut berkata lain. Lo udah punya selena, jadi tolong pertahankan hubungan kalian."


Harry memalingkan wajahnya dari pandangan lesty. "Gue gak bohong ti. Jujur nih ya, gue cuma mengagumi sosok arini yang cerdas dan tegas juga ceria, itu aja, gak lebih."


"Apa kau yakin?


Baguslah, gue lega dengernya."


"Hm.. lagian gue udah punya con istri, dan gue sangat mencintainya. Gak mungkin lah gue hianati dia." Jelas harry untuk meyakinkan arini.


Sementara itu, evi dan lucas juga membahas hal yang sama. "Lucas, entah kenapa, saat kamu masuk dalam pertemanan kami, aku ngerasa kalo kamu menyukai arini. apa benar?


"Hah? kenapa nanya tiba-tiba.?" Sahut lucas dengan wajah datar.


"Karna aku merasa ada yang aneh sama kamu, karna kamu terlihat begitu cemas dengan arini."


"Cemas kan wajar, namanya juga teman."


Lucas diam sejenak untuk berpikir. "Kau benar vi. Aku menyukai arini sejak kita SMA dulu. Bahkan waktu itu aku bersaing dengan neo sebelum ia pacaran dengan arini, dan juga sebelum ia pindah ke kota B. Tapi arini gak tau kalo aku suka padanya, hanya neo sendiri yang mengetahui ini." Jelas lucas.


"Hah? ternyata benar? kau menyukai arini.? Tapi menurutku, lebih baik kamu cuek aja sama dia sebelum reza tau. Kalo gak, kamu gak akan bisa lagi berada di kota B." Timpal evi memberi saran pada lucas.


"Aku tidak akan mengatakannya dan tidak akan mengungkapkannya. Sekarang cukup aku dan kamu yang tau. Jaga rahasia ini, aku gak mau dijauhi oleh mereka."


"Aku mengerti."


Dilain sisi, genta dan booby yang saat itu sedang menatap danu yang tengah bengong dengan pandangan kosong.


"Heii kamandanu! Udah gak usah terlalu dipikirin. Arini banyak yang sayang, gue tau lo cemas sama dia kan? lo belom bisa move on ya?" Ujar booby sambil menepuk pundak danu.


"Gimana mau move on bob, tiap hari liat dia. Tapi gue gak rela atau pun cemburu kok, karna gue bahagia jika liat dia bahagia." Ungkap danu dengan wajah khawatir.


"Danu, mending lo cari pacar deh. Dengan begitu lo pasti bisa lupain arini." Pungkas genta.


"Kalian benar, mungkin gue harus cari pacar. tapi siapa? gue gak punya banyak teman cewek selain kalian, itu pun gue udah bosan liat wajah kalian tiap hari."


"Wah.. lu minta kena geprek ya! Gue juga bosan liat muka buriq lu.!" Timpal genta geram.

__ADS_1


"Gini aja deh. Kalo ada cewek lewat depan kita dalam hitungan ke 10, itu berarti jodoh lu. Haha." Pungkas bobby terkekeh.


"Ide bagus tuh bob, tumben otak lo gede, dapat minjem dari badak ya?" Sahut genta yang turut tertawa.


"Gue minjem otak nyamuk, haha."


Mereka berdua terkekeh terbahak-bahak, sementara danu hanya diam dan menghitung didalam hati sesuai saran dari bobby dan genta.


Hampir selesai danu berhitung, lewat lah seorang cewek cantik dari depan mereka yang membuat danu kaget dan gak percaya.


"Je....Jessie" Batin danu.


"Wahh.. Jessie..!!! lo lewat tepat tanggal. bagus..bagus." Teriak booby girang.


"Tepat waktu kali peak! emang ada tepat tanggal, payah." Timpal genta heran.


"Haii. kalian kenapa disini? sedang ngobrolin apa?" Tanya jessie ramah dengan senyuman.


"Em.. kami sedang menunggu arini sadar, makasih udah lewat. Semoga kamu dapat jodoh." Ujar genta tersenyum, membuat jessie heran dengan ucapan mereka yang aneh itu.


"Hah? apa hubungannya..


oke baiklah, aku pergi dulu, mau jenguk mama. dahh semuanya." Jessie berlalu dari hadapan mereka, namun ia menghentikan langkahnya sejenak dan kembali menoleh pada mereka.


"Danu, aku tau kilas balik cerita kamu dan adikku. Kuharap kau jangan cemas, karna ada reza di sisi nya." Setelah mengucapkan kata itu, jessie kembali melanjutkan langkahnya.


Danu seketika sadar dari bengongnya. "Dia menyapaku?" Gumam danu.


"Iya!! wah jangan-jangan kalian beneran jodoh nih, gak dapat adiknya, kakaknya pun jadi, toh sama-sama cantik." Timpal bobby untuk memberikan semangat pada danu.


"Kalian jangan membual, dia mana mau sama orang kayak aku. Kita bagaikan langit dan bumi. Udahlah. jangan kebanyakan halu. Ayo kita jenguk arini saja.!"


"Hm,, tapi semoga saja ucapan kalian jadi kenyataan, wajahnya sangat mirip dengan arini. Ya tuhan, jika dia jodohku tolong dekatkan lah, kalo dia bukan jodohku... Tolong jodohkanlah, aku gak mau tau pokoknya." Batin danu sambil berjalan masuk kekamar arini.


Itu sih maksa namanya!


•••


BERSAMBUNG.


Like&komen ya.!

__ADS_1


__ADS_2