Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:63


__ADS_3

Esok hari. Reza dan arini mengajak harry dan tunangannya jalan-jalan sembari saling mengenal antara arini dan selena.


Mereka pergi ke suatu taman kota untuk melepaskan penat sebentar.


"Sayang, berapa lama kamu akan disini? aku gak bisa lama-lama menampungmu di apartemen. Indonesia bukan seperti di london. mereka disini mempunyai adat." Ujar harry sembari mengusap rambut selena.


"Mungkin satu bulan. Setelah itu aku akan pulang." Sahut selena tersenyum.


Arini juga turut menyeka percakapan mereka.


"Bukankah bulan depan kita akan ke london? kita bisa pergi bersama." Ujar arini.


"Kamu benar sayang. Kamu seneng gak kita ke london?." Tanya reza dengan senyuman.


"Seneng dong. apa lagi sama kamu." Timpal arini terkekeh.


"Ehem.. ada orang loh disini." Sahut harry menyela percakapan romantis mereka.


Ditengah perbincangan mereka, terdengar dering ponsel dari hp reza.


Reza pun melihat nama pada layar tersebut.


"Eh yuki? ada apa dia menelpon?." Gumam reza.


"Angkat aja. siapa tau penting." Timpal arini.


"Baiklah."


"Halo, ada apa yuki? "


"Kak reza. gawat! manager bambang dan genta bersama lesty sedang berantem. cepat kekantor sekarang.! "


"Hah? masalahnya apa? "


"Aku juga kurang faham, saat aku masuk keruang staff mereka susah ribut."


"Dimana lucas, danu dan bobby? "


"Mereka sedang melerai. cepatlah kemari."


"Baiklah. "


Reza mengakhiri telponnya dengan panik.


"Ada apa za?." Tanya harry


"Ada masalah di kantor. kalian berdua lanjutkan saja. Aku dan arini akan kembali ke kantor. besok kita jalan-jalan lagi. Ayo sayang." Reza menggandeng tangan arini dan langsung membawanya pergi masuk ke mobil.


Setibanya dikantor. Reza harus menyaksikan perseteruan mereka yang menghebohkan seluruh isi kantor.


"Semuanya DIAM!!!." Teriak reza kencang.


Menyadari kedatangan reza. mereka semua pun hening.


"Bos, maafkan aku. aku tidak bisa mengatasi masalah mereka." Ujar direktur robert sembari menyatukan tangannya.

__ADS_1


"Hmm. tidak masalah. Sekarang anda lanjutkan pekerjaan anda. biar aku yang menangani mereka semua." Timpal reza dengan wajah datarnya.


"Baik bos." Direktur robert langsung pergi sambil berlari kecil karna takut melihat wajah reza yang lagi seram itu.


"Semuaya ada apa ini! genta, lesty dan pak bambang. apa masalah kalian bertiga? kenapa kantor jadi berantakan seperti ini?!" Bentak reza dangan emosi.


Lesty mendekati reza untuk menjelaskan.


"Bos, jadi gini. tadi aku mau minta kertas kosong di ruangan staf, karna setok di ruangan lucas udah habis. Eh pas aku mau minta, si bambang ini malah ngambil lagi kertas yang ada ditanganku terus dia bawa keruangan dia. Dia bilang kalo ruangan sesign itu gak bermodal. Aku emosi lah. aku tonjok langsung tuh mukanya sampe idungnya berdarah" Jelas lesty geram.


"Heii.. kenapa kamu nyalahin aku? bukankah aku sudah menyuruhmu untuk minta lagi sama staf yang lain.? kenapa kau malah memukulku sekencang itu.!" Timpal pak bambang membela diri.


"Hah? kapan kamu bilang kayak gitu? bukannya tadi kamu bilang beli aja diluar?" Timpal lesty geram.


"Pak bambang, apa kamu mau mencoba menipu saya?. anda sudah berani berbohong? hanya masalah kertas doang sampai merusak peralatan kantor?! Sekarang keluar kamu dari kantor ini.!


Kamu saya pecat.!!" Tegas reza dengan emosi.


"Hah! oke.! Dasar tidak tau terimakasih. aku sudah banyak ikut andil dalam mengambangkan perusahaan ini.!." Jawab pak bambang.


"Oh ya! kamu pikir aku tidak tau gimana cara kerja kamu selama ini.?


Anda memakai uang perusahaan untuk masalah pribadi anda dan bahkan anda tidak mengembalikannya satu rupiah pun!. dan juga anda memecat dan menerima karyawan sesuka hati anda! apakah itu semua bukan masalah?! Jawab aku!!." Bentak reza.


Pak bambang hanya bisa tertunduk diam memendam emosinya sendiri.


"Oke! sekarang aku akan pergi dari perusahaan ini.!!" Pak bambang pergi begitu saja dari perusahaan dengan wajah yang sangat kesal.


"Fiuh.. ada-ada saja.


Arini mengikuti reza menuju ruangannya.


"Sayang, tenangkan diri kamu dulu, oke."


Reza langsung menarik arini dan memeluknya erat. "Makasih sayang. Kurasa aku tidak salah mengambil tindakan."


"Tidak kok. Yang kamu lakukan sudah benar." Timpal arini sembari mengelus pundak reza.


_


Saatnya weekend, mereka kembali kekampus bersama.


Saat mereka berjalan di lorong depan kelas. reza baru menyadari bahwa neo tidak bersama yuki.


"Yuki, dimana neo? apakah dia tidak ngampus hari ini?" Tanya reza.


"Em.. Kemarin sore dia tiba-tiba diminta bos nya untuk pergi kekota F, untuk menghadiri rapat disana. Aku gak tau kapan dia akan pulang. Karna saat aku menelponnya, dia tidak menjawab sama sekali dari kemarin malam. Aku jadi cemas." Jelas yuki tertunduk.


Arini dan lesty juga merasa cemas. mereka merangkul bahu yuki untuk memberinya semangat.


"Astaga yuki. kamu yang tenang ya. mungkin neo sedang sibuk disana." Pungkas arini sembari mengusap lengan yuki.


"Terimakasih semuanya."


"Ayo, kami akan mengantarmu kekelas kamu.

__ADS_1


Bdw, perut kamu makin buncit ya. udah berapa bulan umur kandungan kamu?" Tanya evi penasaran.


"Udah memasuki lima bulan. Tiga bulan lagi aku akan cuti kayaknya." Sahut yuki.


"Wah. kami sudah tidak sabar menanti kelahirannya."


Sementara itu, saat bobby dan lucas melihat cara jalan yuki yang lambat itu membuat mereka tertawa geli.


"Kas, gue kok agak gimana gitu ya liat yuki jalan dari belakang kayak gini. lucu banget tau gak. haha." Bisik bobby yang saat itu jalan paling belakang bersama lukas.


"Gue tadi mikirnya juga gitu bu. Dia kok kayak bebek gitu ya. haha. Mau ketawa tapi takut dosa. untung gue gak ada dosa." Timpal lukas.


"Lu gak salah omong ya kulkas? wajah kayak lo gini yakin gak ada dosa?"


"Yakin lah babu, gue kan anak alim. hehe."


"Serah lu kulkas!."


_


Saat jam istirahat makan siang. Mereka semua berkumpul dikantin. seperti biasa, bukan geng "Crazy Gaje" namanya kalo gak berisik.


Lagi asik ngobrol sambil makan. Tiba-tiba selena nongol entah dari mana.


"Hallo.. boleh aku gabung?" Ucapnya dalam bahas ainggris.


Harry begitu kaget dengan kedatangannya. "Sayang, kamu sama siapa kesini.? bukannya aku sudah bilang tetap di apartemen?" Timpal harry.


Tak hanya harry, yang lainnya pun juga kaget. "Woww.. siapa ini? kenapa heli kopter memanggilnya sayang?" Ujar danu terperanga.


"Wah, dia cantik sekali. Bicaranya juga pake bahasa alien, sama kayak heli kopter dulu pas baru datang kesini." Tambah bobby.


"Dia itu tunangannya harry. Namanya selena. Dia juga teman sekampusnya reza waktu kuliah dilondon." Jelas arini.


"Wah. benarkah. Haii selena, salam kenal namaku genta kami semua bersahabat sejak SMA." Ujar genta sembari menjulurkan tangannya.


"Oh, oke. Senang bisa kenalan dengan kalian. aku gak tau kalo harry punya teman wanita sebanyak ini." Timpal selena tersenyum paksa.


"Kamu tenang saja sel, salama dia berteman dengan kami, dia tidak pernah melirik wanita lain kok. Dia pacar yang setia" Sahut arini dengan senyuman.


"Benarkah, terimakasih banyak sayang." Selena mencium pipi harry didepan semua orang.


Mereka semua kaget dengan tingkah selena yang seakan tidak ada rasa malu itu.


"Wow.. nyosor kayak bebek ya." Bobby ingin tertawa tapi ia tahan.


"Mereka udah biasa kayak gitu." Bisik reza pada bobby.


Sementara harry merasa tidak enak pada temannya dengan tingkah selena yang bersikap seperti di london itu.


"Haiss nih orang, ngapain coba datang kesini. bikin malu aja." Batin harry.


•••


BERSAMBUNG

__ADS_1


Baca juga "Ghos in Ramadhan" (di chat story) atau bisa lihat di profil.


__ADS_2