
Pagi hari tiba, rey dan ara dibangunkan oleh cahaya matahari yang menimpa wajah mereka.
Ara terbangun perlahan, ia membuka kedua matanya. "Uhh.. Silau banget, aduh! Pinggang gue pegel banget." Ara membuka selimutnya sambil mengucek matanya.
"Eh.. Reboy? Ternyata gue tidur dalam dekapannya? Pantesan kayak empuk banget. Makasih ya reboy." Ara mendekatkan wajahnya pada rey yang masih tertidur pulas, telunjuknya memencet hidung rey sesekali.
"Hmm.. Enaknya gue apain ya?" Ara berpikir sejenak, kemudian muncul lah lampu kuning dibenak ara. "Ahaa, ,gue punya ide." Ucapnya sambil beranjak pergi masuk kekamar.
kemudian ia keluar dengan membawa tas yang berisi kosmetik yang dibelikan oleh rey beberapa waktu lalu.
"Hehe,, akan gue buat kayak badut lo." Poles memoles pun dilakukan oleh ara, dia membuat wajah rey bagaikan dinding yang akan dia corat coret.
Dan, beberapa menit kemudian,, dia tertawa sendiri melihat wajah rey yang seperti badut.
Tiba-tiba rey terbangun karna mendengar suara ara yang tertawa. "Heii, sudah pagi,? Selamat pagi aron!." Ucap rey sambil beranjak duduk dan mengucek matanya.
"Selamat pagi juga reboy." Jawab ara dengan senyuman.
"Eh,, kok lo senyum-senyum gitu,, ada apa?" Tanya rey heran.
"Mau tau aja, apa mau tau banget?." Tanya ara sambil tersenyum.
"Serah lo deh." Rey beranjak pergi sambil menepuk kepala ara.
"Ehh.. Tunggu dulu." Ara mengejar rey sambil menarik bajunya dari belakang.
"Nggak apa-apa hehe." Timpal ara sambil berlari kecil meninggalkan kamarnya.
Ketika melintasi cermin, rey kaget melihat wajahnya yang seperti badut itu.
"Astaga! jadi ini kerjaannya! Weii aron,! Mau keman lo? Tunggu woii." Rey pun berlari mengejar ara untuk membuat perhitungan, mereka persis kayak tom and jerry.
Setibanya ara di tangga, dia lupa ngerem, dan ahirnya dia tersungkur dari atas tangga, lalu rey mencoba menariknya supaya tidak terjatuh, tapi alhasil rey dan ara jatuh bersamaan, berguling dan bergulung dari atas, sampai lantai bawah.
Mata ara masih terpejam rapat, takut akan rasa sakit. "Apa gue belum mati?." Pikirnya dalam hati. Kemudian dia membuka matanya perlahan. "Ehh, gak sakit? Ini luar biasa!!" Teriak ara girang.
"Woii, lo yang gak sakit, tapi gue yang kayak patah tulang karna lo tindih. Luar biasa apa nya." Teriak rey.
"Ehh!! mesum! ternyata lo dibawah gue? pantesan gak sakit." Ara langsung beranjak dari atas tubuh rey.
"Lo tuh, gak tau terimakasih banget ya, untung ada gue, kalau gak, udah remuk semua tulang lo!." Teriak rey sambil berdiri.
"Hah? Iya kah? Oke deh, kalau gitu terimakasih banyak yaa reboy badut. Haha."
__ADS_1
Rey baru ingat dengan wajahnya yang dilukis ara menggunakan makeup nya." Dasar bocah labil." Gumam rey, dan langsung bergegas pergi keatas menuju kamarnya.
Bik yam tertawa kecil saat melihat wajah rey dari kejauhan. Kemudian ara pergi kedapur membantu bik yam menyiapkan makanan.
"Bik yam? Kok senyum senyum gitu?" Tanya ara bingung.
"Eh, nak ara! Nggak apa-apa, bik yam hanya geli aja melihat wajah den rey kayak badut tadi. Hehe. Kamu kok berani banget yaa bikin dia kayak gitu, tapi kamu hebat loh, dia gak marah. Padahal dia orangnya kejam banget." Ujar bik yam.
"Haha, ternyata bik yam ngeliat wajahnya juga, tadi aku iseng aja bikin dia kayak gitu saat dia sedang tidur, hehe."
"Anak muda zaman sekarang, ada-ada aja kelakuannya, mari bantu bik yam siapkan sarapan."
"Baiklah." Ara dan bik yam bergegas masak dan menyiapkannya dimeja makan.
Beberapa menit kemudian, rey turun dari kamarnya dengan cepat. "Aron! Gue ngampus dulu ya." Teriak rey sambil melangkah pergi.
"Ehh, gak sarapan dulu?" Sahut ara dari dapur.
"Nggak! gue udah telat, oh iya, nanti tolong bersihin kamar gue ya!" Teriak rey sambil berjalan keluar.
"Oh, baiklah."
Tidak lama kemudian terdengar suara mobil rey pergi menjauh dari rumahnya.
"Yahhh,, kita udah capek-capek nyiapin makanan, dianya malah gak sarapan." Ucap ara pada bik yam.
"Iya deh, mari makan bik." Sambil makan bersama bik yam, ara berbincang-bincang menanyakan tentang rey.
"Bik, dirumah ini tuh pembantunya cuma bik yam sama mang dimas ya?"
"Iya, karna den rey tidak mau terlalu banyak orang dirumah, dulu sebelum den rey memisahkan diri dari orang tuanya, kita semua adalah pembantu dirumahnya, dan kami diutus tuan dan nyonya untuk jadi pembantu sekaligus teman den rey disini." Jelas bik yam.
"Oh gitu? Tapi kenapa sih rey memisahkan diri dari orang tuanya, apa dia tidak berhubungan baik sama orangtua nya?." Tanya ara penasaran.
"Iya, semua itu berawal saat den rey mempunyai pacar sewaktu masih SMA, saat den rey mengenalkanya pada tuan dan nyonya, mereka tidak menyetujui hubungan den rey sama pacarnya itu, karna den rey sudah dijodohkan sama orang tua nya dengan anak teman dekat mereka. Tentu saja den rey tidak mau, karna dia sangat mencintai pacarnya, begitu pun sebaliknya, tapi tiap hari tuan dan nyonya menyuruh den rey untuk memutuskan pacarnya itu." Jelas bik yam.
"Em,, kalau boleh tau, siapa nama pacarnya itu bik? "
"Nama nya pricilla, biasanya den rey memanggilnya cilla,(sila). Tapi cilla ini tidak tahan karna selalu dihujat sama nyonya setiap den rey mengajaknya kerumah, mungkin karna cilla ini tidak sekaya mereka, karna orang tuanya hanya punya perusahaan kecil. Cilla tidak tahan dihina terus, lalu dia memilih selingkuh dengan cowok lain, tujuan nya supaya den rey memutuskan dia, walau pun den rey tau cilla selingkuh, tapi dia tidak mau memutuskan cinta nya, lalu cilla sendiri yang memutuskan hubungan dengan rey, kemudian dia pindah sekolah dan juga pindah keluar kota untuk menjauhi rey, dia pergi bersama cowok selingkuhanya itu, karna itulah den rey merasa sakit hati dan kecewa pada orang tuanya, dia marah besar pada tuan dan nyonya, hingga dia memutuskan untuk keluar dari rumah itu, tapi orang tuanya merasa bersalah, makanya dia diberikan semua fasilitas ini, tiap bulan tuan dan nyonya transfer uang ratusan juta pada den rey, dengan uang yang begitu banyak, den rey hilaf, seakan mata hatinya tertutup, dia melampiaskan nya dengan cara menghambur hamburkan uang, tiap hari dia mengajak teman temanya kerumah ini, mabuk mabukan, bahkan tiap hari selalu ada gadis cantik yang dia bawa pulang."
"Kemudian tuan dan nyonya mengetahui kegiatan den rey yang selalu menghamburkan uang, lalu mereka mengurangi jatah bulanan den rey. Sampai saat ini den rey masih membenci kedua orang tuanya, bahkan mereka jarang sekali bertemu, terlebih tuan dan nyonya sering berada diluar negri untuk urusan bisnis mereka, sesekali mereka menjenguk den rey kesini, tapi den rey selalu mengabaikanya."
Ara sedikit kaget dan heran. "Oh,, begitu? Aku baru tau, ternyata keluarga rey itu seperti ini, mereka sama-sama keras, tidak ada yang mau mengalah, eh ngomong-ngmong, dia kan punya kakak perempuan, dimana dia? Dan siapa nama nya?" Tanya ara kembali.
__ADS_1
"Dia bernama Carla Albert, saat ini sudah berumur 22 tahun, dia kuliah diluar negri, kalau gak salah tahun ini dia akan wisuda, dia gadis yang cantik, baik dan ramah.
Sambil kuliah dia juga merangkap mengurus perusahaan orang tuanya. Dia juga sempat kecewa sama tuan dan nyonya saat mengetahui kejadian tentang den rey dan pacarnya itu,,dia sempat marah, karna orang tuanya lebih mementingkan status sosial dari pada perasaan anak nya. Tapi itu tidak berlangsung lama, nyonya berhasil membujuknya, karna nona carla memiliki hati yang lembut dan pemaaf, beda seperti den rey, dia dingin, kejam, dan pendendam, persis seperti papi nya."
"Ah, aku penasaran sama kak carla, aku jadi pengen ketemu!" Ucap ara sambil menghayal.
"Kayaknya setelah dia wisuda, dia akan pulang deh!." Jawab bik yam memberi semangat pada ara.
"Hah benarkah?? Wah, aku sudah gak sabar, pasti dia cantik banget, pinter lagi." Tambah makin halu.
"Iya, dia memang pintar, dia selalu dapat nilai yang bagus, eh nak ara! Bik yam berterima kasih ya sama kamu?"
"Hah? Berterimakasih atas dasar apa bik?"
"Berkat kamu masuk kedalam rumah ini, sekarang den rey sudah banyak berubah, dia lebih banyak diam dirumah, tidak lagi mabuk mabukan atau main perempuan."
"Ah, gak mungkin karna aku lah bik!." Bantah ara. "Mungkin dia sekarang lagi krisis uang, makanya dia gak menghamburkan uang lagi."
"Kalau menurut bibik bukan seperti itu nak, bik yam bisa melihat dari tingkah dan cara nya sama kamu, sepertinya kamu orang yang spesial dihati den rey."
"Ahh bik yam bisa aja, jangan terlalu meninggikan ara, gak mungkin seorang reynand, anak orang kaya, konglomerat, pengusaha besar, pebisnis sukses mau dengan orang udik dan miskin kayak ara. Gak mungkin lah, ara gak berani mikir ketinggian, ntar jatuh, sakit." Bantah ara.
"Hais.. Terserah kalian dah,, kita lihat saja dengan berjalan nya waktu, ya sudah sekarang kita sudah selesai makan, biar bibik yang cuci piring, ara bersihkan saja kamar den rey ya."
"Oke bik.. Aku keatas dulu ya, sekalian mau mandi abis beres-beres, ara ada kelas siang ini." Ujarnya sambil beranjak pergi.
"Baiklah." Bik yam pun membersihkan meja makan, sedangkan ara pergi kekamar rey untuk membersihkannya.
Setibanya dikamar rey, ara langsung bergegas membersihkanya, "ih, berantakan banget sih kamar reboy, buku ada dimana-mana, rak bukunya banyak banget, apa dia suka membaca?" Saat ara mencoba membuka buku itu satu persatu, lalu ada selembar foto yang jatuh terbalik, yang bertuliskan *You and I, forever together, cilla dan rey*.
Tulisan dari belakang foto itu.
lalu ara membalikan kertas itu dan melihat foto mereka berdua sedang berpelukan yang berlatar belakang hamparan taman bunga.
deg,, deg. "Suara jantung ara berdetak lebih cepat, dia merasakan sesak pada dadanya.
"Ada apa ini? Ada apa dengan perasaan gue? Kenapa dengan jantung gue? wahh, jangan-jangan gue terkena penyakit jantung, harus segera di cek nih." Gumam ara dengan bodoh sambil melihat foto mereka.
"Gak,, ini gak bener, lebih baik gue cepa-cepat membersihkan kamar reboy, lalu keluar dari kamar ini."
•••
BERSAMBUNG
__ADS_1
Sudahkah kalian berikan VOTE?
Jangan lupa klik Like🙏