Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:79 THE LAST


__ADS_3

Pagi hari.


Harry membuka matanya, namun ia bingung tengah berada di mana dia sekarang. kamar itu nampak asing baginya.


Kreekkk...


Suara pintu terbuka. Reza masuk membawa sarapan pagi untuk sahabatnya itu.


Harry pun duduk tanpa sepatah katapun.


"Kau sudah bangun? kamu berada di rumahku. apa kau sudah ingat kejadian semalam?"


Harry merunduk sambil mengingat apa yang sudah terjadi.


"Ya, aku ingat sekarang. makasih Za sudah menolongku. jika kamu dan Arini gak datang, aku bisa saja terjebak dalam gemerlap kelab malam."


Reza menghampiri Harry dan duduk di sebelahnya. "Kau makan saja dulu. lalu kau tenangkan pikiranmu. aku tau perasaan kamu Har"


"Za, perasaanku benar-benar hancur. aku kecewa sekali pada Selena. apa aku harus menceraikannya? saat ini aku sangat tidak ingin melihatnya." Harry tertunduk sedih.


"Har, kamu fikirkan dulu baik-baik. kamu usut dulu masalahnya sampai akar. siapa tau ini bukan salah Selena." Ujar Reza memberi usul. Namun Harry hanya diam.


_


Tok.. Tok..


Selena mendatangi rumah Arini.


Lesty membuka pintu, ia kaget melihat Selena, masih pagi sudah bertamu.


"Ngapain kamu kesini? Gak ada kerjaan?" ketus Lesty cuek


"Ti. Arininya ada? Aku mau bicara padanya dan minta maaf padanya." Selena tertunduk.


"Dia lagi sibuk! Mending kamu pergi dari sini." tegas Lesty


"Ada apa ini? Pagi-pagi sudah rusuh di rumah orang." Arini keluar dari kamarnya hendak berangkat kerja.


Selena langsung menerobos masuk. "Rin, aku minta maaf perihal semalam. Mungkin kau dendam padaku. Tapi sekarang hubunganku dan Harry sudah berantakan. Dia pergi dari apartemen. Aku harus gimana Rin? Aku gak tau daerah sini. Dan aku gak punya teman selain kalian."


Selena menangis tersedu-sedu.


"Terus, aku harus peduli gitu? sudah cukup selama ini aku bersikap baik padamu Sel, tapi apa? kamu menganggapku penghancur rumah tanggamu. padahal kau sendiri yang menghancurkannya." tegas Arini.


"Rin, tolong maafkan aku. aku sadar, akulah yang salah."


Arini menghela nafas, merasa kasihan dengan Selena. "Ayo kita duduk dulu."


"Sel, sebenarnya aku masih kesal denganmu. tapi percuma. karna ini sudah terjadi. menurutku lebih baik kau pulang saja dulu ke inggris sampai suasana hati Harry membaik. dia pasti akan mencarimu lagi kok."


Selena merunduk, memikirkan apa yang di katakan Arini.


"Ya, kau benar. saat ini dia sangat membenciku. baiknya aku menjauhi dia dulu. makasih Rin. aku akan pulang hari ini juga. sampaikan salamku pada Harry jika kau bertemu dengannya."


Selena beranjak pergi. ia menangis meninggalkan rumah Arini.


Selena langsung menuju bandara untuk pulang ke inggris.




Beberapa bulan kemudian.



Harry kembali lagi ke apartemennya. hati mulai merasa tenang setelah tinggal cukup lama di rumah Reza.



Kini ia tak lagi memikirkan Selena, bahkan ia mencoba melupakannya. walaupun ia masih mencintai istrinya itu. namun luka yang di goreskan Selena cukup membekas di hati Harry.


~



Malam ini, mereka berkumpul di rumah Neo, karna sudah lama mereka tak mengunjunginya.



"Aku senang kita bisa berkumpul lagi. maafkan aku yang sudah jarang sekali mengikuti acara kalian. yaa karna sekarang anakku sudah dua." ujar Neo menghela nafas.



"Gak masalah, kita ngerti kok." timpal Reza.



Tin.. tin..



Suara klakson mobil yang baru tiba di halaman depan rumah Yuki. mereka semua menoleh ke arahnya.



\**Kayak mobil kakak* \* batin Arini.



Pintu mobil pun terbuka. gadis cantik itu keluar dari mobil dengan gaya modisnya.



\**Ehh. Jessy*??\* batin Danu terperangah.



"Wahh. kakak..!!." Arini berlari dan langsung memeluk kakaknya itu.



"Sayang.. kakak kangen sekali padamu. sudah lama gak ketemu. maaf ya, kakak sibuk." Jessy pun memeluk Arini.



"Kok kak Jessy tau kllo kita ada di sini?" tanya Reza.

__ADS_1



"Tadi aku habis dari rumah kalian, tapi pada kosong. makanya aku ke sini. karna kalian pasti ke sini kan. oh iya. aku bawa makanan banyak. ambil gih di mobil."



"Biar aku aja." timpal bobby dengan cepat dan langsung berlari menuju mobil Jessy.



"Dih.. dasar! kalo makanan cepat amat tuh orang beraksi." gumam Danu.



"Eh,, Danu. apa kabar? aku sudah lama ingin menemuimu. tapi aku gak ada waktu." Jessy menghampiri Danu dan menyapanya dengan ramah.



"Aku ngerti kok Jes. kamu gimana kabarnya? kau makin cantik." puji Danu dengan senyuman.



"Ehemm.. dia itu calon kakak ipar aku loh. hati-hati." tegas Reza.



"Hati-hati apanya? tanang aja. siapa tau ntar aku juga jadi kakak iparmu. hehe." timpal Danu cengengesan.



"Semuanya. ngobrol di dalam aja yok. di luar banyak angin." pungkas Yuki meeyuruh mereka ngobrol di dalam rumahnya.



Mereka semua pun masuk.


saat Arini hendak masuk, Reza menarik tangannya, menahannya tetap di luar.


mereka pun hanya berdiri di teras depan rumah Yuki.



"Za, ngapain kita di sini?" ujar Arini



Reza merangkul bahu Arini yang dingin tertiup angin. "Sayang, kamu sadar gak, sudah lama kita gak ngobrol berdua kayak gini. aku kangen suasana ini."



"Iya ya. kita sama-sama sibuk bekerja dan kuliah. Aku juga kangen suasana ini." Arini menjatuhkan kepalanya di bahu Reza yang sedang mendekapnya.



"Beberapa bulan lagi kita wisuda. Setelah itu kita menikah. gimana menurutmu?"



Arini menatap Reza. "Gak perlu tanya jawabanku, karna kau sudah pasti tau jawabannya." jawab Arini tersenyum.




Terbawa suasana malam dengan angin sepoy-sepoy yang menyentuh kulit mereka, menambah suasana hening nan romantis.



Perlahan Reza mengecup bibir Arini sembari merangkul pinggulnya, Arini juga tak kuasa menolaknya. kehangatan itu pun berlangsung cukup lama.


♡︎♡︎♡︎



Beberapa bulan kemudian...



Hari bahagia Arini dan Reza pun telah tiba.


hari ini mereka melangsungkan pernikahan di rumah orang tua Arini di kota F.



Pesta besar-besaran di gelar dengan meriah. suasana ramai dan penuh kebahagiaan.



Aura bahagia juga terpancar di wajah Arini dan Reza sebagai mempelai pengantin.



Semua orang memberikan ucapan selamat pada keduanya.



Seorang tamu yang datang terakhir juga turut naik pelaminan untuk bersalaman dengan mereka.



"Heii selamat atas pernikahan kalian ya. aku turut bahagia."



"Selena??" ujar Arini dan Reza bersamaan.



"Kamu apa kabar, kapan kau ke sini?" Arini antusias menyambutnya.



"Aku baru saja tiba, dan langsung ke sini. maaf sedikit telat. karna aku juga baru tau kabar ini dari Harry" jelas Selena.



"Harry mengabarimu. wahh sukurlah. semoga hubungan kalian membaik lagi. Oh iya, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi ya. silahkan berkumpul sama teman-teman kita di sana."

__ADS_1



Selena pun menghampiri temannya yang sudah lama tak berjumpa.



kini penampilannya lebih dewasa, sikapnya lebih lembut dan lebih ramah.



"Haii semuanya.. apa kabar?" sapanya dengan senyuman.



"Selena??" mereka kaget berjama'ah.



"Maaf aku telat datang." Selena mencari keberadaan Harry yang tak nampak di dekat mereka.



Tak lama kemudian, Harry muncul dari belakang mereka. Selena pun langsung memeluknya erat.



"Harry... Aku sangat merindukanmu. maafkan aku. hikss.." Selena menagis, masih mengingat kejadian dalam rumah tangga mereka.



"Sebenarnya aku juga merindukanmu. kamu apa kabar.? sudahlah jangan nangis. malu di lihat orang." timpal Harry sembari mengusap kepala Selena.



"Har, selama aku di inggris, aku sudah mengintropeksi diri. aku sadar bahwa akulah yang salah. aku juga sudah berusaha mengubahi sikap burukku. Sekali lagi maafkan aku. aku ingin kita bersama kayak dulu lagi. hikss.."



Hari menggela nafas dengan senyuman.


"Aku sudah memaafkanmu. dan akan menerimamu kembali untuk memberikan kesempatan kedua sebagai istriku."



"Benarkah? makasih banyak" mata Selena berkaca-kaca. air matanya pun tumpah menangis bahagia.



"Ehem.. Ayo kita foto bersama pengantin" ujar Bobby menghentikan drama mereka.



Mereka semua naik memenuhi panggung pelaminan untuk mengambil momen bahagia itu.



Danu dengan sengaja berada di dekat Jessy. ia meraih tangan Jessy dan menggenggamnya saat sesi pemotretan.



Jessy sempat kaget, namun ia hanya diam saat Danu mengedipkan matanya sambil tersenyum.



\**Aku sangat bahagia karna semua sahabatku berkumpul di sini. terimakasih banyak untuk kalian semua* \* Arini meneteskan air mata bahagia.



Reza tak sengaja melihat air mata Arini, ia pun mengusapnya dan mencium matanya.




Selamat atas pernikahan kalian Reza & Arini.


semoga Danu & Jessy akan menyusul.


dan semoga hubungan Harry dan Selena tetap langgeng.



Note: *Jangan ada kebohongan sedikitpun dalam hubungan percintaan. karna sekali saja kepercayaan itu hancur, maka selamanya kepercayaan itu tidak akan kembali seperti semula*.


♡︎♡︎♡︎



**𝚃𝙷𝙴 𝙴𝙽𝙳**



Terimakasih telah membaca Novel yang tidak berbobot ini😂


makasih juga atas Suport dari kalian semua.🙏



Sampai jumpa.



Baca juga:


**Dua Pilihan**


**Winter Husband**



FOLLOW. LIKE. KOMEN. RATE & VOTE sangat di butuhkan. Semoga kalian suka.


Sekali lagi terima kasih banyak🙏🥰



♥︎ᵒᶜᵗʰᵃ•ˢᵘ♥︎

__ADS_1


__ADS_2