Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Back to home


__ADS_3

Keesokan harinya, rey dan ara akan pulang dari rumah orang tuanya rey setelah satu minggu tinggal disana.


"Mi. Pi. Kita balik dulu ya.. Kalau ada waktu, aku dan ara akan kesini lagi. "Ujar rey pada orang tua nya saat mereka hendak naik mobil.


"Om, tante. Kita pamit ya.. Inget, jangan kesepian kalau gak ada ara. "Sambung ara sambil cengengesan.


"Pede banget sih kamu!. Tapi tante berterimakasih banget sama kamu. "Ujar mami rey menepuk pundak ara.


"Terimakasih untuk apa tante?


"Pokok nya terimakasih aja. Udah pulang sana!! "Mami rey mendorong ara.


"Apaan sih, gak jelas banget! Ya udah kami pulang aja. Oh iya. Kalau kalian mau keluar negri lagi jangan lupa ajak ara ya. Dahh


Pagi itu Ara dan rey pergi dari rumah orang tua nya rey setelah satu minggu tinggal disana.


Setibanya dirumah. Ara langsung turun dari mobil dengan riang, seperti biasa, dia selalu meninggalkan rey dengan jurus angin topan nya.


"Woii ulat nangka.!! Kebiasaan banget sih kayak anak ayam baru keluar sangkar gitu!! Ngapain lo loncat - loncat gitu!! Dasar bocah!! "Teriak rey sembari keluar dari mobil nya.


Ara tidak menghiraukan rey, dia tetap bertingkah kayak ulat cabe.


"Ah.. Gue rindu sekali rumah ini.. Ahirnya gue keluar juga dari rumah mak lampir itu. "Ara langsung masuk kedalam rumah sembari jingkrak -jingkrak gak karuan.


"Huhh.. Gue yang sesak harus menghadapinya sendirian lagi. "Ucap rey sambil mengelus dada. Lalu diapun masuk kerumah nya.


Saat ara masuk, dia melihat bik yam yang tengah masak. Ara pun langsung menghampirinya.


"Ahh.. Bik yaam..ara sangat merindukanmu. "Ujar nya memeluk bik yam.


"Eh. Nak ara, sudah pulang? kok gak bilang-bilang.. Den rey mana? "Sahut bik yam.


"Ada, tuh lagi dutai didepan.


"Apaan tuh dutai? "Tanya bik yam.


"Duduk santai bik.. Eh iya, bikinin kita minum ya. Ara kedepan dulu ya bik.


"Oh.. Iya.. Baiklah..


Ara pergi kedepan, lalu dia menyalakan tv, kemudian kedapur lagi mengambil cemilan, lalu kedepan lagi, terus kedapur lagi ngambil air minum.


"Woii ulat bulu, bisa diem gak sih!! lalu - lalang didepan orang. "Teriak rey yang puyeng liat ara.


"Tutup aja tuh mata, ngapain juga ngeliatin gue, rese' amat!! "Ara kembali duduk dengan santai didepan rey.


"Gimana gue gak liat kalau lo nya lewat didepan mata gue! Udah diem!! Mata gue pusing liat lo. "Sahut rey.


"Bodo'.. "Jawab ara cuek sambil melanjutkan makan cemilanya.


Ting.. Tong... (Suara bel)


"Hoii.. Ada tamu tuh. Bukain pintunya. "Perintah ara dengan santai.


"Weii disini gue yang bos,, merintah orang seenak jidat. "Rey menyentil kening ara.


"Emangnya jidat itu enak? Perasaan bukan maknan deh. Ya udah.. Biar gue yang buka pintunya. "Ara langsung beranjak menemui tamu tersebut.


Tidak lama kemudian ara kembali masuk membawa sebuah kotak.


"Aron! Apaan tuh?. "Tanya rey.


"Gue juga gak tau. Tadi yang nganter kurir. Dia gak bilang dari siapa. Kita liat aja deh.


Ara membuka kotak itu, dia kaget melihat isi nya ternyata sebuah tas yang cantik berwarna hitam ping.

__ADS_1


"Oh my god.. Tas ini waaah banget,, warnanya black pink.. Favorite gue banget!! Ngomong - ngomong dari siapa ya.


"Mungkin disana ada kartu dari pengirimnya. "Sahut rey cuek.


Ara merombak kotak itu hingga berkeping-keping untuk mencari kartu atau kertas dari pengirim.


"Haiss. Bodoh!! Mata kamu kemana? Itu tuh kertas nya nempel dikotak itu, mata kok jadi pajangan doang. "Teriak rey sambil menunjuk kertas nya.


"Biasa aja dong alien!! Gue kepang ntar tuh telunjuk. "Sahut ara, kemudian dia mengambil kertas itu.


"Eh.. Gak ada nama? Cuma ada emoji doang. Emoji nya senyum lagi.. Nih orang normal gak sih. Gimana mau tau siapa pengirim nya.


Ara kembali membolak balikan kotak itu sampai dia menemukan sebuah kertas.


"Eh.. Ada sepucuk kertas. "Ucap ara sambil membuka kertas itu.


"Selama ini yang sering gue dengar itu biasanya sepucuk surat, bukan sepucuk kertas. "Sahut rey.


"Iyain aja kenapa sih..! Diem dulu! Biar gue baca isi nih surat sampai tamat. Lo dengerin ya muka terong rebus.


"Iya muka pantat monyet!!


Rey menyimak dengan apa yang dibaca ara.


#Dear ara.


Dari. Mami rey.


"Wah.. Ternyata surat ini dari mak lampir. Haha.. Ngapain coba pakek ngirim surat segala, dasar kuntilanak. "Ujar ara tertawa gila.


"Udah.. Lanjutin dulu baca nya sampai abis. "Sahut rey.


"Oke. Gue lanjutin.


#Dear ara.


Dari. Mami rey.


"Wahhh... Mak lampir mau ajak gue keluar negri. Kya... Gue seneng banget.. "Ara langsung naik sofa dan loncat-loncat gak karuan.


Rey langsung berdiri dan menarik ara. Lalu dia memeluk ara. Seketika ara langsung terdiam jantung nya berdetak lebih kencang.


"Reboy!! Tunggu!! Kayak nya jantung gue mau loncat, ada apa ya.. Kok gue deg degan, apa gue perlu cek kedokter? "Ara bingung dengan kondisi jantung nya yang berdetak tidak beratutan.


"Dasar bodoh!! "Rey kembali menarik dan memeluk ara.


"Alien?? Kok lo agak aneh! Kenapa lo meluk gue? Apakah ada masalah pada ginjal lo? Biar gue cangkok ya. "Ujar ara dalam dekapan rey.


"Stt.. Diem!! Gue lagi serius. "Rey melepaskan pelukan nya lalu memegang kedua pipi ara dan menatap matanya.


"Aron! Gue tau lo bego, gue tau lo punya tingkah kayak ulat cabe yang suka pecicilan dimana-mana. Tapi gue cuma mau bilang terimakasih sama lo, karna lo sudah membukakan jalan untuk gue dan orang tua gue berkomunikasi lagi dengan baik. Sekarang tanpa sadar, gue sudah merasakan kembalinya kehangatan keluarga. Sekali lagi makasih ya. "Ucap rey dengan tulus.


"Ah.. alien!! Lo bisa aja.. gue jadi gak malu. "Sahut ara menepis pipinya rey.


"Mulai deh.. Orang lagi serius juga.. Eh sini duduk dekat gue. "Rey menarik ara duduk disamping nya.


"Lo tau gak? Sebentar lagi tahun baru.! "Ujarrey tersenyum manis.


"Iya gue tau,, kenapa emang.


"Hais..1 januari itu Kita ulang tahun o'on.. "Rey menarik hidung ara. "Lo lupa ya.


"1 januari?. Ahh.. Gue inget, kita ulang tahun kan? Gue bukanya lupa, cuma gak inget aja. "Sahut ara


"Lupa sama gak inget itu sama aja goblok!! belum pernah kena sentil ya tuh mulut.

__ADS_1


Tiba-tiba Hp rey berdering dari dalam sakunya.


"Eh. Bentar ya gue angkat telpon dulu. "Rey naik keatas menuju kamar nya.


"Emangnya tombol untuk jawab telpon ada diatas ya. Kok harus kesana dulu buat angkat telpon. "Gerutu ara bernada kecil. "Gue jadi kepo nih..


Ara menyusul rey dari belakang sambil mengendap -endap. Rey dengan cepat sudah berada didalam kamar.


Langkah ara makin cepat, berjalan sembari melihat keatas kearah kamar rey.


Jeduuugg..!! Kaki nya tersandung anak tangga.


"Duhh.. Sakit,, woii anak tangga ngapain disini, ganti aja sono sama emak tangga, biar lebaran dikit nih tangga. Lagian orang mau naik kok gak nepi, gak punya mata lo? Gue ratain lo ntar, baru tau rasa lo.!! "Ara mencaci maki tangga yang gak berdosa itu.


Dengan kesal, dia naik tangga, sesekali dia menendang tangga tersebut, tapi kaki nya malah makin sakit. Dasar bego!!


Ara berjalan perlahan sambil menjinjing kakinya menuju pintu kamar rey. Perlahan dia meletakan telinga nya pada pintu kamar rey yang sedikit tersingit.


*iya. Gue baik-baik aja, lo sendiri gimana? Jaga kesehatan disana? /iya gue tau. Lo juga ya. / iya, nanti gue jemput. /ya. Gue juga kangen sama lo. /oke, sampai nanti. Bye. *


Percakapan singkat rey dengan seseorang itu membuat ara kaget.


"Siapa yang nelpon? Pacar nya kah? Atau mantan nya yang dulu.? Oh my god, jantung gue kenapa kumat lagi ini.. Gue butuh oksigen nih.!?


Gubrakk..!! Ara terjatuh saat rey membuka pintu kamar nya.


"Ulat bulu?? Ngapain lo tiduran didepan kamar gue? Lo lagi praktek buat merayap? . "Ujar rey tertunduk melihat ara yang tengah terguling.


"Merayap tuyul mu!! Gue jatoh o'on.!! Ngapain buka pintu tiba-tiba gitu, gak liat apa ada orang. "Teriak ara penuh emosi.


"Mana gue tau bego!! Lagian ngapain lo berdiri disitu. Lo nguping ya.


"Siapa yang nguping.. Udah ahh gue mau kekamar.


"Sini, gue bantu berdiri! "Rey menjulurkan tangan nya.


"Gak usah!! Gue bisa sendiri. "Ara langsung berdiri dan lari masuk kekamar nya.


"Ulat nangka!! Ulat cabe!! Lo kenapa woii.. Aron!! Tunggu..!


Tuh anak kenapa ya? Kok keliatan nya kesal banget sama gue?. "Gerutu rey sembari menyusul ara kekamar nya.


Ara langsung menghempaskan diri diatas kasur dan memeluk guling.


Rey datang menghampirinya dan duduk disamping ara.


"Anak babi.. Lo marah ya sama gue karna tadi lo jatoh. "Ucap rey perlahan.


"Ngapain masuk!!!! Tadi pintunya udah gue konci.!!! "Teriak ara.


Rey kaget, seketika telinga nya jadi berdengung. "Apanya yang dikonci bego!! Lo gak liat apa pintunya aja masih tiduran dilantai. "Sahut rey berteriak pula.


Ara langsung duduk dan melihat pintunya. "Ehh iya.. Gue lupa.. Kemaren elo yang rusakin pintu gue kan?? Sekarang ganti!!! Bagusin kembali.. Kalau gak, gue iket lo pakek tali kelambu. "Ucap ara sambil menarik tali plastik.


"Itu tali plastik o'on, silahkan iket kalau lo bisa. Rey mengelak saat ara meraihnya. Merekapun kejar kejaran, kayak cacing ngejar ulat bulu.


Rey melempar bantal pada ara. Ara pun membalas melempar guling pada rey hingga kapas itu bertaburan kemana-mana seperti dihujani salju.


"Heii sini lo.. "Rey menarik tangan ara dan membawanya berbaring diranjang. Sembari menikmati salju kapas itu. Sesekali rey menutup mulut ara saat ara hendak bersin karna kapas yang hinggap dihidungnya.


Seisi kamar itu bagaikan gudang yang dihuni oleh dua larva kuning dan merah.


Untuk pertama kalinya kedua kutu itu berseteru sampai merusak kamar. Namun keduanya malah menikmati kapas yang berterbangan itu.


***

__ADS_1


Bersambung..


Like nya mana??


__ADS_2