Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Kecemasan


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Hari ini adalah hari peluncuran majalah baru 'RATU' dan majalah 'RED'.


Saat masuk pasaran, majalah RATU langsung diburu para ratu yang sudah menantinya seminggu ini.


Hanya dalam hitungan jam, seribu buah buku majalah itu ludes terjual. Tak hanya itu majalah RED juga menyusul, habis terjual setelah satu hari diluncurkan.


Rey dan ara melakukan fansign setelah satu hari peluncuran majalah baru mereka.


Pasangan couple itu sempat kualahan menghadapi fans nya yang tidak sabar meminta tanda tangan, bersalaman dan foto bersama mereka.


Rey dan ara nampak kelelahan saat pulang kerumah disore harinya.


"Bik yam,, mama dimana ya? "Tanya ara yang sedang terkapar tidur disofa berhadapan dengan rey.


"Mama kamu tadi pergi kerumahnya nyonya besar. "Jawab bik yam.


"Duhh.. Mama tu seneng banget ya ngungsi dirumah mak lampir, pasti kerjaanya ngerumpi tuh, heran gue, dasar emak-emak. Eh reboy, kita susulin yuk.


"Ngapain? Ogah ah. Males gue, lagi capek gini, biarin ajalah tante sherly disana, udah ah, gue mau kekamar, mau tidur dulu. "Rey beranjak dari sofa.


Ara menahan tanganya, menghentikan langkah rey.


"Alien,, gendong gue dong, kaki gue lagi gak mood buat naik tangga. "Ujar ara terkekeh senyam senyum asam, sembari mengedip-ngedipkan mata.


"Kenapa mata lo? Kemasukan debu? "Ucap rey heran.


"Bukan debu, noh kemasukan jam dinding, ayo ah gendong gue, mau ya!! Ya.. Ya.. "Dengan manjanya ara menarik tangan rey kayak kucing mau minta makan.


"haiss.. Dasar ulat bulu!! "dengan terpaksa, rey mengangkat tubuh ara yang berat dosa itu, dan membawanya menaiki tangga.


"Nah, udah sampai, masuklah, tidur yang bener, jangan kayak kelelawar, gue mau tidur juga. "Rey berlalu meninggalkan ara didepan pintu kamarnya.


Ara hanya diam, dan bengong melihat rey pergi kekamarnya. Ia pun memutuskan untuk membuntuti rey dari belakang.


Saat rey hendak menutup pintu kamarnya, pintu itu mengenai wajah ara dengan kuat, hingga ara tersungkur.


"Apaan tuh? Ada siluman kah? "Ujar rey kebingungan karna tidak melihat siapapun.


"Siluman palak lo gepeng!! Gue jatoh nih o'on.!! Duhh idung gue masih gak ya? "Ara meraba-raba wajahnya yang kesakitan.


"Loh.!! Ngapain lo nabrak pintu bego!! Ayo bangun! Lagian, bukanya tidur, malah kelayapan didepan kamar orang. "Rey menarik ara dan membawanya duduk dikursi dalam kamarnya.


"Siapa yang nabrak pintu o'on.!! Lo tuh yang nutup pintu gak liat-liat. Ahh.! Kepala gue kayaknya udah gepeng beneran nih.


"Masih utuh tuh. Bdw, ngapain lo kesini? "Ujar rey membantu mengusap jidat ara yang merah.


"Reboy, gue mau ngomong serius nih, ahir-ahir ini kita selalu sibuk bekerja, pulang kerja langsung tidur, gue ngerasa, hubungan kita makin renggang, gue juga ngerasa, sikap lo sama gue jadi makin cuek. Ada apa dengan gue.? Eh, maksud nya, ada apa sama lo? "Jelas ara tertunduk sedih.


"Heh, dasar gadis bodoh. Sini deh. "Rey menarik tangan ara dan merangkul bahunya sembari duduk dikursi.


"Aron, maafin gue ya, gue gak cuekin lo kok, hanya saja, mungkin kita sama-sama capek, gue tetap sayang kok sama lo, malah makin sayang, karna petakilan lo berkurang saat sedang sibuk. Hehe. "Ujar rey sambil menjentik hidung ara.


"Serius nih? Gak ada cewek lain kan dihati lo? Lo gak selingkuhkan? "Tutur ara seakan gak percaya.


"Boro-boro mau selingkuh, punya pacar satu aja, tiap hari mau ngajak tawuran terus. Udahlah, jangan ngomongin hal yang tidak-tidak. Tidur sana gih, kamu tidur dikamar gue aja ya, gue bisa tidur disofa. "Rey menarik ara dan membawanya keranjang tidurnya. Ia mengecup kening ara sebelum membiarkanya tertidur.


Rey sendiri tidur disofa nya sembari memandangi ara yang mulai terbawa mimpi.

__ADS_1


Mereka terlelap hingga malam tiba.


Drrtt.. Drrtt.. "Getaran hp rey didekat tubuhnya. Ia meraih nya dan menjawab telpon dari temanya bernama poldi itu.


*bos, malam ini kita ke bar yuk, ngumpul sama temen-temen. "Ujar poldi dengan semangat.


*stt.. Pelankan suara lo, pacar gue sedang tidur, gue gak bisa keluar, gue capek. "Sahut rey dengan suara pelan.


*ayolah bos, udah lama kita gak ketemu, sesekali luangkan waktu buat menghibur diri, sibuk mulu!


*oke, oke,,!! Kali ini aja. Ya udah gue mau mandi dulu. Tunggu di bar ya! "Rey langsung menutup telponya.


Dengan melangkah perlahan, rei menuju kamar mandi pelan-pelan supaya ara tidak terjaga.


Sebelum rey berangkat ke bar, ia menulis beberapa kalimat diatas kertas dan ia letakan dimeja. Tak lupa, ia mencium kening ara yang tengah ngorok itu.


Setelah rey menuruni tangga, ia mendapati mama ara dan bik yam yang sedang ngobrol.


"Nak rey, mau kemana malam-malam gini. "Tanya mama ara.


"Eh, tante, belum tidur? Aku mau keluar bentar sama teman-teman, oh iya, aron tidur dikamarku, tolong jaga dia, mungkin aku pulang agak larut, aku pergi dulu ya tante. "Sahut rey dengan buru-buru.


"Oh, baiklah, hati-hati dijalan. "Timpal mama ara bingung.


_


Rey melajukan mobil mewahnya berwarna hitam itu dengan cukup kencang.


Setibanya di bar, ia langsung disambut oleh temanya dan juga para wanita cantik yang bekerja di bar miliknya itu.


"ahh tuan rey, selamat datang, sudah lama sekali kamu tidak datang kemari, kami semua sangat kangen sama kamu. "Ujar salah seorang gadis pekerja disana.


"Tolong beri gue jalan, gak perlu kalian sambut kayak gini. "Timpal rey begitu dingin.


Poldi dan teman lainya lngsung mengiringi rey dan duduk dengan santai.


Seorang pelayan menghampiri mereka dan membawakan beberapa botol anggur.


"Wah,, bos, ayo kita minum! "Ujar poldi dengan semangat sambil menuangkan anggur kedalam gelas.


"Gak ah, kalian aja yang minum! Gue udah pensiun. "Sahut rey menolaknya.


"Ayoo lah bos, masa udah ngumpul gak mau minum sih, kan sayang. "Timpal teman yang lainya.


"Baiklah, gue minum. "dengan santai rey menghabiskan segelas anggur, dan ditambah lagi oleh pelayan itu, lalu rey meminumnya lagi.


Dan, itu terjadi berulang-ulang, sampai rey benar-benar mabuk berat, dan tak sadarkan diri, begitu juga dengan semua temanya.


_


Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya... (Nada dering hp ara)


Ara terbangun karna suara bocah kecil yang bernyanyi dalam hpnya itu.


"Duhh,, siapa sih nelpon, gak liat apa orang sedang mimpi indah gini. "Gumam ara sembari meraih hpnya.


*halo siapa nih, lo hantu ya? Jam 2 dini hari kayak gini masih nelpon!! "Ujar ara emosi.


*maaf mengganggu tidurmu nona, bisakah anda menjemput tuan rey di bar, dia meminta anda untuk menjemputnya, terserah gimanapun caranya, karna bar akan tutup.

__ADS_1


*what!!! Di bar?? kok bisa? kapan dia merayap kesana. Ya udah gue segera kesana!! "Ara langsung menutup telponya dengan geram.


"Dasar alien laknat!! Ngapain coba malam-malam keneraka! Liat aja ntar, gue sumpel pakek botol mulut nya. Tapi,, gimana cara gue kesana, jalan kaki?? Ntar disangka kuntilanak! Tempat nya juga kagak tau, ah, mungkin alvin tau, suruh aja dia kemari.


Setelah menelpon alvin, ara kembali kekamarnya untuk bersiap.


Tidak lama kemudian, alvin tiba, dan dia menelpon ara memberitahunya bahwa ia menunggu dibawah.


Ara membuka pintu pelan-pelan, keluar rumah dengan mengendap-endap supaya mamanya tidak bangun.


"Eh ulat bulu, ngapain lo nyuruh gue kesini jam segini? Gue lagi mimpi indah tau! Tadi si kecoa itu mau ikut, untung gak gue ajak. "Ujar alvin sembari mengajak ara masuk mobil.


"Kenapa gak lo ajak tuh ricky?


"Malu maluin aja, orang dianya cuma pakek kolor doang, udah gue kurung dia dikamar, biar gak kelayapan, soalnya dia tidur suka jalan-jalan sendiri. Oh iya, kita mau kemana nih, gue bingung, kita udah kayak mau ngerampok aja. "Ucap alvin sembari mengemudikan mobilnya.


"Lo tau kan tempatnya bar milik reboy? Kita mau kesana jemput dia pulang, soalnya alien itu udah mabok!! "Gerutu ara dengan kesal.


"Hah?? dasar tuh kutil, nyusahin orang aja bisanya, kalau gue tau mau jemput dia, gak bakal mau gue.!! Biarin aja dia pulang sendiri sambil merangkak, biar digigit tikus got. Lagian gue mana tau tempat bar nya dimana. Mending lo telpon kuman aja deh, mungkin dia tau tempatnya. "Ujar alvin yang juga turut emosi.


"Kirain lo tau, ya udah deh gue telpon abang. "Ara merogoh hp didalam saku celanaya dan langsung menelpon daylon.


Setelah lima kali ara menghbunginya barulah telpon itu dijawab.


*Halo bang, lo tidur apa mati suri? Gak dengar apa ada telpon?


*hp gue silent o'on!! Ini jam berapa? Ngapain lo nelpon jam segini, apakah lo sedang mimpi? Atau sedang kangen sama abang?


*cuihh.. Najis! Gue mau minta tolong sama lo, ayo keluar, kita ketemuan didekat taman kota ya, gue sedang sama alvin nih! Cepatan, sekarang! Tapi jangan ketahuan sama papa dan mama.


*dih, maksa banget! Dasar anak orang! "Ya udah, gue kesana sekarang. Bye.


Setelah melalui jalan panjang yang berliku, ahirnya mereka dipertemukan oleh alam.


Daylon langsung menghampiri ara dan alvin yang sudah menunggu ditepi taman.


"Hei cebong! Ngapain kita ngumpul jam segini, ayam aja masih tidur pulas. "Ujar daylon sembari duduk bergabung bersama mereka.


"Tanya nih sama adek lo??! "Sahut alvin cuek.


"Bang, lo tau tempat bar milik rey kan? Ayo kita kesana! "Timpal ara.


"Hah? Ngapain? "Tanya daylon bingung.


"Dia mabok bang, dan minta jemput sama gue. "Jawab ara dengan kesal sambil mengepalkan tanganya.


"Setan!! Tuh bocah belom pernah kena tonjok ya idungnya!! Untung gue gak bawa silet, kalau gak udah gue bedah tuh kelopak matanya. Ayo kita kesana!! Ntar langsung kita karungin aja, terus cemplungin kesungai amazon!! "Ujar daylon dengan geram sambil menendang mobil alvin.


"Woii.. Kenapa harus nendang mobil gue!! "Teriak alvin sembari mengelus mobilnya.


"Ya maaf!! Tadi gue sengaja. Lagian salah mobil lo, kenapa gak menghindar. "Sahut daylon.


"Bangke! udah gak waras lo ya!! Gue lindis lo baru tau rasa. Ayo buruan pergi, dari tadi pakek emosi tapi gak gerak. Ayo ulat bulu, naik mobil gue, biarin kuman itu ngikutin kita dari belakang.


Alvin menarik tangan ara masuk kemobilnya, sementara daylon mengiringi mereka dari belakang dengan mata yang masih sedikit mengantuk.


***


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like😉


Baca juga 'My Promise'🙏


__ADS_2