Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Rumah suram


__ADS_3

Sore harinya, ara bangun lebih dulu dari rey, ara langsung mandi, setelah mandi dia pergi kekamar rey untuk membangunkanya.


"Wah.. Bos babi ini ternyata masih ngorok aja, benar-benar kayak babi. Bangun woii.. . Udah sore nih, kita mau kerumah orang tua lo. "Teriak ara, suara nya melebihi toa, membuat gendang telinga rey rusak parah.


"Suara apaan sih, kayak terompet sangka kala. "Jawab rey sembari duduk.


"Eh!! Lo udah mandi?? Wahh parah,!! Ngapa gak bangunin gue weii, curang lo ya. "Rey langsung turun dari ranjang sambil berlari menarik handuk dan pergi kekamar mandi.


"Emang nya gue bini lo?? Bangun sendiri ngapa?? "Gerutu ara sambil merapikan tempat tidur rey.


Saat ara melihat koper rey yang sudah berisi penuh, dia baru sadar, ternyata dia belum menyiapkan pakaian nya untuk dibawa.


"Wahh!!! Gue lupa.!! "Ara langsung ngacir, balik kekamar nya. Dengan cepat dia memasukan baju-baju nya kedalam koper dan beberapa tas juga sepatu nya.


Berapa puluh menit kemudian..


"Ahirnya,, selesai juga.. Kok gue sampai lupa ya bawa baju, masa' iya mau pakek baju nya mami alien itu. "Gerutu ara sambil menutup koper nya.


"Ngomong apa woii. "Ujar rey yang sedang berdiri didepan pintu kamar ara.


"Reboy,,?? Ngapain lo petantang-petenteng disono. Udah kelar mandi nya, sejak kapan lo disana. "Tanya ara.


"Sejak kemaren. Dari tadi gue liat lo, sibuk banget, loncat sana, loncat sini, kayak ulat nangka."sahut rey.


"Gue lagi nyiapin pakaian gue, tadi lupa saking enak nya bobok. Udah yuk, mari kita berangkat. "Ara menarik koper nya melewati rey yang sedang berdiri didepan pintu kamar nya itu.


Menyadari rey yang tak kunjung jalan itu, ara pun menghentikan langkah nya dan kembali menoleh rey.


"Woii ngapain lo diem aja kayak pohon mati gitu, lagi mikirin apa lo. Ayo buruan turun. "Ara menarik tangan rey.


"Bentar weii. Gue cuma lagi mikir, kok lo semangat banget gitu? Ada apakah gerangan?? Kayak mau dapat hadiah undian lo.


"Bukan nya gitu!! Gue tuh. Gimana ya. Penasaran aja gitu sama rumah orang tua lo. Pasti banyak mahluk alien yang bersarang disana. Pasti muka mereka pada kayak ikan Piranha. "Jawab ara sambil menuruni anak tangga.


"Sembarangan!! Mereka tuh gak kayak piranha, tapi lebih ke jenglot. "Sahut rey menyusul ara dari belakang.


"Haha.. Itu mah lebih parah,, kerdil semua dong. Aneh lo ya, keluarga sendiri dikatain! Dasar! Alien laknat!.


setibanya dibawah tangga, muncul lah lampu kuning dibenak ara untuk balas dendam pada bos babinya.


"Hehe!! (Menyeringai) "tiba-tiba ara berhenti mendadak.


Gubrakk!!! Rey menabrak nya dari belakang, niat nya sih biar rey yang merasakan sakit. Tapi malah dia yang tersungkur jatuh keatas koper nya.


"Aduhh!! Sakiit!! Kayak nya lutut gue pindah posisi deh. "Ucap ara mengelus lutut nya yang memerah.


"Hahaha.. Lagian ngapain lo berhenti tiba-tiba kayak gitu, "rey tertawa terpingkal-pingkal.


"Si alien ini kesenengan ya liat gue jatuh, awas aja lo. Bakal gue jadiin ikan asin ntar. "Gerutu ara sembari bangkit.


"Sini gue tolongin. "Rey membantu mengangkat ara.


"Tadi ngapain lo berenti. "Tanya rey masih penasaran.


"Tad sih gue mau ngikutin lo yang suka berhenti tiba-tiba, karna gue selalu nabrak lo dan gue terus yang sakit. "Jawab ara dengan nada pelan.

__ADS_1


"Ohh,, jadi intinya lo mau balas dendam?! Haha.. Sayangnya, kena batunya, sakit kan? Udah tau gue lebih tinggi dan lebih kuat, mana bisa lah gue yang sakit nabrak lo yang gede nya hanya sebesar kutil. "Timpal rey tertawa geli.


"Bodo' amat!! Ayo ahh pergi,, "ara kembali melanjutkan langkah nya dengan kesal karna tidak berhasil ngerjain bos babinya.


Rey dan ara langsung naik mobil dan pergi menuju rumah orang tuanya rey.


"Aron! Kalau disana ntar, lo harus jaga sikap ya, jangan pecicilan kayak cacing tanah. Dan jaga tuh mulut, jangan terlalu banyak bicara. "Ujar rey memberi nasihat pada ara.


"Iya.. Iya,, anggap aja gue perabotan!! "Sahut ara dengan cuek.


•••


setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, ahirnya kedua mahluk aneh itu tiba ditempat tujuan. Lalu keduanya turun dari mobil.


"Setelah sekian tahun, ahirnya aku balik lagi kerumah ini, ternyata tidak banyak berubah. "Ucap rey sambil melihat sekeliling rumah nya dari luar.


Lalu datang beberapa pelayan pria rumah itu menghampiri mereka.


"Selamat datang kembali tuan, lama tidak jumpa, silahkan masuk, biar kami yang membawa barang tuan dan nona. "Ucap si pelayan pria itu dengan ramah.


"Hm.. Silahkan. "Jawab rey dingin. "Ayo kita masuk. "Rey menarik tangan ara, membawanya masuk kedalam.


"Gue doa dulu deh sebelum masuk, supaya gak bertemu dengan mahluk aneh, atau piranha didalam rumah ini. "Batin ara dalam hati sambil memejamkan matanya sembari berjalan.


Setibanya mereka didalam, ternyata orang tua rey sudah duduk santai menunggu kedatangan mereka.


"Kalian sudah tiba? Mari duduk. Kenapa agak telat. "Ketus mami rey.


"Telat sedikit saja apa harus dipermasalahkan? "Jawab rey cuek sembari duduk. Ara pun duduk disamping rey.


Kali ini ara duduk dengan benar dan anggun, sikap nya yang aneh itu tertutupi dengan kediaman dan senyuman nya yang manis didepan orang tua rey.


(Weeww.. Mata nya,! Gitu amat liat gue,, ntar gue balas dengan tatapan mematikan baru tau rasa lo) "gerutu ara dalam hati sembari memalingkan wajah nya.


"Mami tenang saja, walau dia hanya asisten, tapi dia mempunyai pakaian brendit yang mahal, jangan khawatir soal itu. "Sahut rey cuek.


"Oh iya, nak ara ini ambil jurusan apa ya. "Tanya papi rey dengan ramah.


"Ngapain sih nanya gak penting gitu, jangan sok baik. "Sahut mami rey tegas.


"Dia jurusah hukum. "Timpal rey. (Ara masih tetap diam dengan senyuman nya.


papi rey sedikit berbeda dari mami nya, dia tidak segarang mami nya, dia lumayan baik dan ramah, asal bisa mengambil hatinya, sedangkan mami rey itu orang yang sangat arogan, lebih mirip ke zombie yang haus darah, selalu ingin menuruti kehendak nya sendiri, tak heran jika rey menyebutnya jenglot.


•••


Malam hari nya, dua bocah mahluk asing, rey dan ara sedang bersiap untuk pergi makan malam bersama keluarganya.


"Aron! Tumben dari tadi lo gak banyak omong, biasanya juga kayak ulat bulu. Sepi juga kalau lo hanya senyam-senyum doang. "Ucap rey sembari menarik hidung ara.


"Bukanya tadi lo yang bilang jangan banyak omong. "Sahut ara cuek.


"Tapi kan cuma didepan orang tua gue doang, masa' sama gue juga harus diem-diem kayak cicak didinding gitu. Sepi tau. "Sahut rey kayak anak babi sedang merengek.


"Huuhh.. Dasar alien, gue tuh ya, cuma mau menghormati orang tua lo, gue ngomong seperlunya doang, biar gak ditelan sama mereka. Lo tu kok ketus banget gitu sama orang tua lo. tapi gue gak heran sih, karna kalian sama-sama alien. "Timpal ara bernada rata.

__ADS_1


"Lo tau gak sih, gue pengen cepat-cepat pulang dari sini, supaya gue bisa liat tingkah lo yang gila itu lagi dirumah. Gue jadi khawatir, ntar lo gak kuat menahan urat-urat lo yang gak bisa diem kayak cacing tanah itu. "Ujar rey mengacak-acak rambut ara.


"Bisa gak sih gak usah ngacakin tambut gue, udah susah payah gue nyisirin nya. "Timpal ara sembari merapikan rambut nya.


"Kayak gak disisir gitu, emang nya lo sisir pakek apaan? "Rey kembali mengacak rambut ara.


"Pakek tangan!! Soal nya gak ada sisir dirumah lo. Mau nanya tapi malu. "Sahut ara kembali merapikan rambut nya.


"Punya malu juga lo ya.


"Reynand.....!! Cepat turun, kita mau berangkat sekarang. "Teriak mami rey dari bawah.


"Ayo turun,, tuh nenek lampir udah tereak! Ntar kita kena sihir. "Ujar rey sembari menarik tangan ara turun tangga.


"Haha.. Nenek lampir? ,, itu lebih cocok sih sama mami lo. "Sahut ara tertawa diam-diam.


"Rey, ayo kita berangkat sekarang, mami mau kenalin kamu sama anak teman mami. Awas kalau kamu bikin mami kecewa. "Ucap mami rey sembari masuk kedalam mobil nya


Rey dan ara juga pergi dengan mobil rey, dan mengiringi mobil orang tuanya dari belakang. "Reboy! Lo mau dijodohin tuh. "Ucap ara.


"Mami memang gitu orang nya, selalu berbuat semaunya sendiri. Tapi gue sama sekali gak tertarik dengan wanita siapapun itu, karna dihatiku sudah ada satu wanita. "Sahut rey sembari mengemudikan mobilnya.


"Oh gitu!! "Timpal ara cuek dan memalingkan wajah nya dari rey.


"Kenapa lo? Mukanya kayak pantat monyet gitu? Lo cemburu??. "Rey meraih dagu ara sambil tertawa kecil.


"Hah?? Apaan tuh Cemburu?? Mending gue gantung diri dipohon cabe, dari pada cemburu sama lo. "Sahut ara menyangkal.


"Lo kira semut bisa gelantungan dipohon cabe.! Stres gue punya asisten otak nya kurang.


"Udah! Fokus aja nyetir, ntar nabrak cacing yang sedang lewat. "Gerutu ara cemberut.


"Teman lo dong! Hahha.. Kan sama-sama cacing. Haha.. "Rey tertawa terbahak-bahak, sampai tersedak.


"Sukurin lo.. Tersedak kan! Makanya jangan suka ngejek. "ara menepuk leher nya rey dengan kuat, supaya sembuh.


"Maaf, gue hilaf.. Tapi gak usah sekencang itu juga mukul nya. Lidah gue hampir keluar nih o'on.!! "Teriak rey menghentikan ara.


"Bodo amat!! "ketus ara.


"Dih, masih ngambek aja anak babi kecil ku ini. "Timpal rey dengan manis.


"Udah! Nyetir aja yang bener, kita udah ketinggalan jauh tuh dari mak lampir dan gerandong,, ntar kita disihir jadi orang. "Jawab nya bodoh.


"Emang nya kita ini bukan orang? "Tanya rey tertawa geli.


"Gue sih orang, lo kan alien. "Sahut ara singkat.


Rey hanya diam karna tidak ingin menambah masalah dengan orang bodoh yang gak punya otak. Bisa-bisa ikutan jadi gila, walaupun sudah ketularan dikit.


Yang satu dikatain piranha, dan satunya lagi alien, dan kedua orang ini sama-sama bukan manusia, tapi jelmaan menurut versi mereka masing-masing, karna kedua orang ini pada gak waras alias gila diatas standar.


Lalu kedua orang bodoh itu terus mengiringi mobil mak lampir dan gerandong didepan nya, tanpa bicara lagi karna sudah bosan untuk bicara.


***

__ADS_1


Bersambung...


Jgn lupa like😉😉


__ADS_2