Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:11 Bertemu yuki


__ADS_3

Sore harinya, reza kerumah yuki sendirian.



"Sudah empat tahun aku meninggalkan tempat ini, dan kini aku kembali lagi. Yuki, kuharap kamu masih mengingatku dan hubungan kita. Tapi kenapa langkah kakiku enggan kesana, tapi aku harus menemuimu"


Dengan langkah yang berjalan perlahan, reza menuju rumah yuki dan memasuki halaman rumahnya.


Reza mengetuk pintu tanpa mengeluarkan suara.


Tidak lama kemudian, pintu itu terbuka perlahan.


"Ya.. Siap..a??". Yuki yang membuka pintu, begitu kagetnya ia saat melihat reza didepan matanya.


Yuki langsung memeluk reza, ia menangis tersedu-sedu dalam dekapan reza.


"Yuki, kamu masih ingat dengaku? Sukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat merindukanmu, maafkan aku tidak memberimu kabar selama bertahun-tahun". Reza turut terharu sembari membelai rambut yuki.


"Kak reza, aku sangat merindukanmu, maafin aku.. Maafin aku". Tanpa henti menangis, yuki bicara dengan tersendat-sendat.


"Yuki, kamu kenapa? Berhentilah menangis, kau tau, aku masih menyayangimu, saat dilondon aku selalu mengingatmu setiap waktu. Tapi sayangnya ponselku hilang, potret kenangan dalamnya turut hilang, termasuk nomor ponselmu dan semua teman kita.


Yuki tetap diam, ia memeluk reza makin erat, air matanya masih mengucur deras.


Reza bingung, ia memegang kedua pipi yuki dan menatap matanya yang tertunduk.


"Yuki, tolong tatap mataku, kamu makin cantik, makin dewasa. Tapi.. Bukankah dulu kamu berhijab? Kenapa kau lepas? Heii lihat mataku". Reza mengelap air mata yuki yang masih berlinang.


Yuki hanya menggeleng. "Kak reza, aku gak berani menatap matamu, melihatmu baik-baik saja aku sangat bahagia, kupikir aku tidak bisa melihatmu lagi, aku masih mencintaimu, aku masih sayang sama kak reza"


"Makasih yuki, aku juga sangat mencintaimu. Terimakasih sudah menungguku". Reza mencium kepala yuki tanpa ia sadari.


"Ma.. Ma.. " Seorang anak kecil menyebut mama sambil menggayuti kaki yuki.


Reza langsung melepaskan pelukan yuki, kemudian ia jongkok sambil tersenyum pada anak kecil tersebut.


"Eh,, siapa ini, imut sekali.! Yuki, apa kamu punya seorang adik? Dia sangat lucu". Reza menciumi anak kecil yang menggemaskan itu.


Yuki hanya diam, kemudian orang tuanya keluar, dan menggendong anak kecil itu.


"Eh, paman, bibi. Kalian ada dirumah? Kalian apa kabar? Ini adiknya yuki ya?". Reza menyapa orang tua yuki dan menyalami satu persatu.


"Nak reza, duduk dulu, apa mau minum teh? ". Ujar bunda yuki dengan ramah.


"Boleh bi". Jawab reza dengan senyuman.


Bunda yuki langsung bergegas kedapur, sementara ayahnya menggendong gadis kecil itu.

__ADS_1


"Heii dek, siapa namamu? Berapa umur nya?". Tanya reza sembari memegang tangan mungil anak itu.


"Namanya yunie, umurnya baru dua tahun". Sahut ayah yuki tersenyum.


Sementara yuki hanya duduk diam.


Tidak lama kemudian, bunda yuki datang membawa segelas teh hangat untuk reza. "Silahkan diminum nak reza, kamu makin tampan sekarang, dan bertambah tinggi setelah lama tidak bertemu".


"Bibi bisa aja". Sahut reza sembari menyeruput teh.


"Nak reza,kamu masih saja ingat dengan rumah yuki yang sederhana ini. Apakah kamu masih mencintai yuki?". Tanya ayah yuki.


"Iya dong paman, aku selalu mencintainya, selama empat tahun aku di london, aku selalu berpegang teguh dengan kesetiaan. Aku kangen kalian semua, kangen dengan suasana rumah ini". Timpal reza sesekali menatap yuki yang terlihat makin cantik itu.


"Nak reza, lebih baik kamu lupakan yuki, bukan kami tidak merestui hubungan kalian, tapi perbedaan kita sangat jauh, kamu adalah anak orang paling kaya dikota ini, sementara yuki, kamu lihat sendiri keadaan kami". Ujar bunda yuki tertunduk.


"Apa yang bibi katakan, hubunganku dan yuki sudah berjalan lebih dari 6 tahun, walaupun aku meninggalkanya keluar negeri, tapi aku tidak macam-macam disana, dan aku setia padanya, soal harta dan tahta bukan halangan bagiku". Jelas reza untuk meyakinkan orang tua yuki. Namun yuki tetap diam.


Ayah yuki memberikan gadis kecil yunie kepada bunda yuki. Kemudian ia duduk menghadap reza.


"Nak reza, keadaan kami sekarang sudah berbeda. Kami sudah tidak bisa lagi menerimamu. Paman tau kalau kamu sangat mencintai yuki, karna sedari tadi paman dan bibi melihatmu memeluk yuki dengan penuh kasih sayang. Tapi... Sekarang yuki sudah menikah tiga tahun lalu, tepat setelah satu tahun kamu di london, yuki menikah saat ia baru saja lulus SMA diumur 18 tahun. , dan yunie adalah anak yuki".


Mendengar penjelasan ayah yuki, seketika wajah reza berubah. Ia terlihat seakan tidak percaya, kecewa, dan kesal.


"Apa maksud paman?


Yuki.! Apakah ini benar?". Ujar reza bingung.


Reza berdiri, rasa tidak percaya dan kecewa telah bersarang dibenaknya, ia menggelengkan kepala. Matanya mulai merah, perlahan air matapun mengalir menelusuri pipi nya.


"Yuki... Kamu tega!! Selama 4 tahun aku berjuang mempertahankan perasaanku untukmu, bahkan aku seperti memakai kaca mata kuda supaya tidak melirik wanita - wanita yang cantik disana demi kamu. Aku pulang cepat berharap bisa menjalani hubungan ini kejenjang yang lebih serius, bahkan aku baru tiba tadi pagi dan belum sempat istirahat untuk datang kesini.


Dimana perasaanmu? Kalau kamu sudah menikah, lalu kenapa kau bilang masih mencintaiku? Kenapa tadi kau bilang sangat merindukanku?!! Kenapa yuki?!!!"


Yuki terdiam tanpa kata, ia pun menangis semakin menjadi-jadi.


Reza menghampiri yuki dan memegang kedua bahunya.


Reza menatap wajah yuki dengan linangan air mata sembari mengingat kenangan manis masa lalu mereka selagi SMA, dimana mereka saling mencintai dan saling berjanji satu sama lain.


Dimana mereka saling menyayangi dan saling mengerti tanpa pernah berselisih paham sekalipun.


Namun, semua itu rasanya sia-sia jika diingat. Reza hanya bisa pasrah, tertunduk dihadapan yuki, orang yang selama ini ingin ia nikahi.


"Yuki, tolong tatap mataku. Kenapa kau menikah tanpa memutuskan hubungan kita? Mengapa kau tega berhianat?! Apa kau sudah tidak sanggup menungguku?! Apakah suamimu jauh lebih baik dariku?? Kenapa yuki.!! ". Reza mengguncang tubuh yuki dengan emosi tinggi.


Orang tua yuki yang menyaksikan itu hanya diam dan menangis melihat kejadian yang memilukan itu

__ADS_1


Ditengah kesedihan mereka, terdengar suara langkah kaki seseorang yang masuk kedalam rumah.


"Apa-apaan ini??!! Siapa kamu?!!". Ujar pria tersebut bernada tinggi.


Reza kaget mendengar suara itu, ia pun melepaskan tanganya dari pundak yuki.


"Heh! Ternyata elo.?!!!". Ujar reza menyeringai tipis.


"Apaan?? Siapa lo?? Kenapa membuat istri gue menangis?!!


Reza mencengkam baju suami yuki itu. "Gue reza.!! Teman SMA lo.!! Sampai segini nya lo neo? Ternyata niat jahat lo memang sudah bersarang dalam otak!!". Reza membentak neo sambil memperkuat cengkramanya.


"Heh! Reza.. Reza.. Gue udah lama mendambakan yuki, tapi dulu elo songong amat! Seakan semuanya lo punya! Tapi sekarang, siapa yang kalah? Gue berhasil mempersunting yuki". Sahut neo tersenyum sinis.


Reza melepaskan baju neo, kemudian mundur dari hadapan neo. Ia memandangi neo dan yuki beserta yunie anak mereka.


"Kalian sudah mempunyai anak. Aku bisa apa?


Neo, aku masih mencintai yuki, tapi aku tidak ingin merebutnya darimu, bukan karna aku tidak mampu, tapi aku tidak mau merusak rumah tangga orang.


Aku menitipkanya padamu, jagalah dia, orang yang pernah mengisi penuh hatiku selama bertahun-tahun.


Lindungilah dia dari segala kejahatan dunia, hidupilah anaknya beserta orang tuanya.


Aku yakin kamu bukan orang jahat, tolong jaga mereka baik-baik. Semoga kalian bahagia sampai maut memisah".


Reza menepuk pundak neo, ia menatap yuki dan yunie beserta kedua orang tuanya sekali lagi sebelum ia melangkah keluar dari rumah itu dan tidak akan pernah kembali lagi.


Saat reza hendak keluar. Yuki berlari dan memeluk reza dari belakang dengan erat.


"Kak reza, aku masih mencintaimu, aku juga tidak ingin berpisah denganmu, maafkan aku,, ini salahku.. Tapi kau harus tau, aku masih sangat menyayangimu, aku belum ikhlas melepasmu. Hiks.. Hiks.. ". Yuki menangis tersedu-sedu.


"Yuki, percuma kau mengatakan semua itu, sudah tidak berguna. Aku hanya masa lalumu, selamanya akan tetap menjadi masa lalu, dan tidak akan bisa berubah menjadi masa depanmu lagi. Kamu sudah memiliki keluarga yang utuh, hiduplah bersama mereka, berbahagialah dengan keluarga kecilmu dan anak mu yang cantik itu. Kumohon lupakan aku, lupakan kejadian masa lalu, anggap saja itu tidak pernah terjadi, anggap saja kita tidak pernah saling kenal. Kuharap kau bahagia".


Sambil meneteskan air mata, reza memaksa yuki melepaskan tanganya yang melingkar diperut reza.


Neo turut membantu menarik yuki yang seakan enggan untuk berpisah dengan reza.


"Yuki. Apa-apaan kamu!! Aku adalah suami kamu!! Lepaskan dia!! ". Teriak neo sembari menarik yuki.


Dengan terpaksa yuki melepaskan pelukanya karna mendengar suara tangisan anaknya.


"Kak rezaaaa....!!!!". Teriak yuki yang berlutut dan tertunduk dilantai menyaksikan kepergian reza untuk kedua kalinya, namun kepergian reza kali ini jauh sakit beribu kali lipat dari pada saat ia pergi kelondon 4 tahun lalu.


Reza keluar dari rumah itu tanpa menoleh kebelakang. Ia pergi membawa kehancuran yang mendalam, membawa goresan luka yang begitu perih. Mencoba menutup mata untuk melupakan semua yang pernah terjadi diiringi linangan air mata yang tiada henti.


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG.


LIKE🙏


__ADS_2