Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Insiden reza


__ADS_3

Reza albert yang umurnya baru 5 tahun, mempunyai sifat seperti rey, agak ketus tapi cerdas.


Hari ini, reza memulai sekolah ditaman kanak-kanak, ia diantar oleh mamanya.


Baru pertama masuk sekolah, tapi reza tidak mau ditemani mamanya seperti anak lainya.


Saat dalam kelas, ia dengan tegas memperkenalkan diri didepan guru dan teman-temannya.


Tiap soal yang diberikan guru, ia menjawab semuanya dengan benar. Bahkan ia berani menulis dipapan tulis.


Sedangkan anak-anak yang lainya ada yang belum mengenali huruf dan angka apalagi membaca.


Tapi reza sudah fasih membaca dengan lancar, bahkan hafal perkalian diluar kepala.


Tak hanya itu, dalam bicara bahasa inggris pun ia sangat lancar.


'Anak ini, kenapa gak langsung SMP aja sih? '


Gumam guru itu sambil geleng kepala.


Saat reza sudah menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh guru, dia langsung menyandang tas nya dan keluar kelas.


"Reza, mau kemana kamu?" Tanya guru heran.


"Mau pulang buk!." Jawabnya singkat.


"Tapi belum waktunya pulang, tunggu sebentar lagi ya."


"5 menit lagi waktunya pulang, aku hanya lebih dulu lima menit." Ketusnya singkat.


Guru itu melirik jam ditangannya, ternyata benar, 5 menit lagi waktunya mereka pulang.


"Em.. Baiklah, kamu boleh keluar sekarang, karna kamu sudah menyelesaikan tugas."


"Makasih buk." Reza berjalan kedepan sambil menunggu mamanya menjemput.


Saat ditepi jalan, sebuah mobil hitam berhenti tepat didepan reza, dua orang pria kekar nampak keluar dari mobil itu dan langsung menarik reza membawanya masuk kemobil.


"Heii siapa kalian? Apa kalian mau menculiku?" Teriak reza.


"Diam kau bocah! Kami tidak ingin menyakitimu, kami hanya mau uang." Sahut penculik itu.


"Oh, jadi, kalian ingin menukarku dengan tebusan uang? Bagus.. Bagus.. Aku setuju. Bawa saja aku kemanapun kalian mau." Timpal reza dengan santai.


"Ni bocah kok aneh ya! Malah seneng kena culik, anak siapa sih lo? " Tanya penculik itu.


"Udahlah, kalian gak perlu tau aku anak siapa. Kalau kalian tau, pasti kalian gak jadi culik aku, dan kalian gak dapat uang kan?"


"Bener juga, otak kamu pinter ya nak!


Baiklah, kalo gitu, kita bawa kamu pergi jauh, kamu tenang saja, kami tidak akan menyakitimu."


Penculik itu membawa reza kekota D.


Setibanya disana, reza digendong santai oleh salah satu penculik.


Mereka menemui seorang wanita yang menyuruh penculik itu.


"Bos! Apakah ini anak yang kau maksud?." Ujar si penculik sembari menurunkan reza.


Wanita itu berbalik badan dan melihat reza.


"Benar, dialah yang kuinginkan, hei nak, apa kamu tidak takut? Aku sangat tidak suka melihatmu bahagia." Ujar wanita itu.


"Hah takut? Kenapa aku harus takut dengan bibi." Ketus reza.


"Oww bagus! Kamu memang pemberani seperti papa kamu, tapi sayangnya, aku ingin sekali menghancurkan keluarga kalian." Wanita itu mencekal dagu reza dengan kuat.


Reza menepis tangan wanita itu hingga lepas.


"Jaga sikap anda bik. Aku bukan bocah biasa, hati-hati berurusan denganku." Ketus reza layaknya seorang dewasa.


"Hahaha, kamu bocah yang lucu. Aku makin ingin melenyapkanmu."


Wanita itu perlahan berjalan mendekati kedua penculik kekar itu.


"Eh kalian?? Apa kalian tau siapa gue??"

__ADS_1


"Gak tau!" Jawab kedua penculik.


"Heh! Goblok! Aku adalah orang yang kalian masukan kedalam penjara 7 tahun yang lalu." Tegas wanita itu.


Sontak kedua penculik itu kaget.


"Lo...? Apakah lo wanita yang itu,,? siapa ya namanya gue lupa. Siapa *** namanya?" Tanya penculik itu pada temanya.


"Oh itu.. Em.. Kalau gak salah namanya pecel, atau kutu kebo itu loh."


"Ahh iya bener!! Ternyata lo pecel? Tapi kok jelek banget sekarang, badan udah kayak triplek, rambut kayak dari kena setrum, kulit nya udah kayak tanah liat. Perawatan dimana?"


"Heii diem kalian!! Gue sengaja mancing kalian menculik bocah ini, supaya gue bisa balas dendam sama kalian berdua, termasuk sama anak ini.!! " Ujar pricil geram.


"Woow.. Kalau aja kami tau, ternyata yang nyuruh kita tuh elo, gak bakal sudi deh kita, ya gak ***?"


"Iya bener. Eh tunggu, jangan-jangan anak ini??


Em.. Hei dek, nama kamu siapa? Dan kamu anak siapa?" Tanya penculik itu merunduk melihat reza.


"Namaku Reza Albert. Anak dari rey dan ara." Ketus nya singkat.


Kedua penculik itu langsung kaget sambil loncat sedikit.


"Weew... Astagah.!! Ternyata dia anak bos kita ***! Bisa gawat nih kalau bos rey tau, bisa mati kita!! Kuy antar dia pulang."


"Ah benar!! Ni bocah kenapa gak ngomong dari kemaren! Ayo kami antar kamu pulang."


"Heii tunggu!! gue belom selesai ngomong!! " Teriak pricil melihat mereka pergi darinya begitu saja.


"Bodo amat!! Ngomong aja noh sama tiang listrik!" Teriak mereka sambil masuk mobil.


"Kurang ajar, rasakan ini.!!"


Pricil mengeluarkan sebuah pistol kecil dari dalam bajunya dan menembakannya kearah mereka.


Untung saja mereka sudah masuk kedalam mobil, hingga peluru itu tidak mengenai mereka.


Kemudian mereka membawa reza kembali kekota B.


_


Ara memutuskan untuk memberitahunya pada rey, namun respon rey biasa saja.


Ia pun memberitahukannya pada daylon.


Dengan sigap, daylon datang menghampiri bersama ricky.


"Dek, gimana? Udah ketemu belom reza?" Tanya daylon cemas.


"Belom lah bang! Kalo udah ketemu, pasti dia ada disini."


"Iya ya.. Siapa yang berani menculik keponakan gue?! Liat aja ntar, bakal gue colok pake sumpit matanya." Ujar daylon geram.


"Pake samurai aja man, biar langsung tembus. " sahut ricky.


"Lo bener coa! Ayo kita cari kemana?


Oh iya, reza bawa hp gak? "


"Nggak lah bang! Dia kan sekolah. Kalian tolong cari ya. Gue mau kekantor reboy dulu, mau kasih tau dia."


"Oke! Ayo kecoa! Kita beraksi, kita mulai pencarian dimulai dari kota B."


"Oke kuman! Lets go!"


Daylon dan ricky pergi menuju tempat yang ingin mereka tuju.


Sementara ara pergi kekantor rey.


Setibanya dikantor, ara langsung menuju ruangan rey dengan wajah cemas.


Gubrakkk!! Ara menerobos pintu tanpa pertanda.


Seketika rey berdiri kaget, ia mengira ada mahluk apa yang jatoh dari atap.


"Eh! Sayang! Ada apa? Kenapa wajah lo nampak gemes imut gitu." Ujar rey sembari menghampiri ara.

__ADS_1


"Muka gue lagi cemas bego! Tadi kan udah gue telpon, reza itu ilang!! Kayaknya dia diculik. Kita mau cari dimana coba!"


Dengan santainya rey merangkul ara tanpa rasa khawatir.


"Sayang, gak usah cemas, anak kita itu pinter loh! Tenang aja, dia gak bakal celaka."


"Lo bapak nya bukan sih?! Gak ada cemas-cemas nya, heran gue! Ayo kita cari!! Gue tabok nih!!" Pungkas ara geram.


"Oke.. Oke.. Tapi sebelum itu, kita pulang dulu ya. Ayo kita turun, jangan nyengir gitu lah."


"Gue cemberut goblok! Bikin emosi aja nih laki!!"


"Haha.. Sorry.. Sorry..ayo kita pulang."


Pasutri itu pun pulang kerumah sebelum melanjutkan pencarian reza.


Belum lama mereka tiba, sebuah mobil juga turut terparkir dibelakang mobil rey dan ara.


"Mama!! Papa!!" Teriak reza sambil berlari saat turun dari mobil.


"Reza! Sayang! Kamu kemana saja.?" Ara langsung memeluk reza.


Kedua penculik itu datang menghampiri mereka.


"Kalian? Petantang dan petenteng kan? Kenapa bisa bersama reza?" Tanya ara heran.


"Benar, tapi kami sudah ganti nama, yaitu cok dan ***. Kami....


"Mereka mau menculik aku ma." Ujar reza sambil menunjuk mereka.


"Kalin belom tau kalo reza anak gue!! Mau masuk penjara kalian hah!!?" Pungkas rey dengan emosi.


"Maaf bos.. Kami gak bermaksud gitu. Jadi ceritanya gini, kemarin malam kami mendapat telpon, dia menyuruh kami menculik anak ini dengan imbalan uang, tapi saat kami menemui orang itu, ternyata dia adalah pecel bos! Makanya kami antar pulang anak bos setelah kami mengetahuinya. Iya kan ***?!"


"Iya bos, kami gak nyakitin anak bos kok, suer! Maafkan kami ya bos! Tapi ngomong-ngomong, rumah bos makin bagus aja ya sekarang, kayaknya bos makin kaya, bantu kami lah bos, beri kami kerjaan."


"Reza, apa bener yang dibilang mereka?" Tanya rey pada anaknya itu.


"Iya pa, mereka baik kok, beri mereka kerjaan aja pa, biar mereka gak berbuat jahat lagi" Timpal reza tersenyum.


"Baiklah, kalian berdua jadi bodyguard nya reza, ikutin kemana dia pergi, dan antar jemput dia sekolah."


"Yes!! Bagus tuh reboy, biar gue bisa balik kerja lagi, ya kan? Gue udah kangen jadi model, hehe." Malah ara yang kegirangan.


"Nih orang! Untung gue baik, serah lo maimunah, asal lo seneng."


"Wahh.. Makasih my laki. Lo emang biasa aja. Ayo ah kita masuk, ginjal gue udah tenang nih."


"Reza ayo masuk, ajak kedua paman itu."


Saat mereka masuk, cok dan *** saling tatap.


"Tos dulu ***!! Akhirnya setelah sekian abad, kita dapat kerjaan juga."


"Bener cok! Saking bahagianya gue, jadi pengen berak cok.!! Ayo kita cari siringan.


"Huss.. Disini jangan dibiasain berak disiringan ***! Cari wc sana! Kalo gak, bisa kena tebas kita, kuy lah masuk, tanya sama bos."


"Bentar, kita pamitan dulu sama supir.


Pir.. Kita gak ikut pulang lagi ya, sekarang lo pulang sana gih, ongkos nya kita bayar tahun depan aja ya, tunggu kita kaya dulu." Teriak ***.


"Gak usah ***! Gue mah ikhlas! Dari pada nungguin kalian kaya, mungkin gue udah mati.


Ya udah, baek-baek ya disini, moga kalian makin kurus, gue pulang ya!" supir itu melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah rey.


"Tuh orang! Doa nya jahat banget! Pengen gue tembak mati rasanya. Ayo cok kita masuk!"


"Oke ***! "


Akhirnya, reza punya pengawal keponakan hulk!


•••


BERSAMBUNG


BACA JUGA👇

__ADS_1


• Suamiku Mr. Cuek


• I'm a Idol


__ADS_2