
Setelah reza mendapat dua pengawal, rey dan ara kembali fokus pada kerjaan mereka sebagai model dan pemilik perusahaan.
Karna terlalu sering melihat orang tuanya didepan kamera, reza pun mulai tertarik untuk mengikuti jejak kedua orang tuanya, ia meminta untuk ikut menjadi model, namun rey belum mengizinkanya karna masih umur 6 tahun.
Saat keluarga besar tengah berkumpul dirumah orang tua rey, tiba-tiba mereka kedatangan tamu yang asing bagi mereka.
Carla yang saat itu melihat dua mobil dari jendela kamarnya, ia langsung memberitahukannya pada keluarga yang sedang berkumpul.
"Mi, pi, kayaknya didepan ada tamu, biar aku lihat ya." Ujar carla sembari berjalan keluar rumah.
"Aku ikut kak!" Ara turut menyusul dari belakang.
Setibanya mereka didepan rumah, nampak empat orang turun dari mobil dengan outfit yang branded.
Mereka turun dan berjalan perlahan sembari melihat sekeliling rumah orang tua rey itu.
Ara kaget melihat dua orang yang dikenalnya, sementara carla tidak mengenali mereka sama sekali.
"Kak kinza? Kak ardian? Kalian kok bisa kesini?" Tanya ara heran.
"Lo kenal mereka ra?" Tanya carla bingung.
"Mereka keluarga kita kak, nanti gue jelasin didalam, ayo semuanya masuk."
Keluarga ara dan rey tercengang melihat kedatangan mereka, mami rey sempat memalingkan muka dan tidak menyapa mereka.
"Tunggu!! Siapa ini? Siapa mereka mi?" Tanya rey bingung, namun mami nya enggan buka mulut.
"Reboy, biar gue jelasin, apa lo lupa ini adalah kak kinza yang waktu itu datang kerumah kita, dan ini adalah kak ardian yang waktu itu membantuku dijerman, bukankah kalian pernah bertemu waktu dijerman?"
"Oh iya! Gue inget. Terus kenapa mereka kemari? " Tanya rey kembali.
"Lo gak tau apa udah lupa sih? Mereka sepupu kita reboy!
Papanya kak ardian dan kak kinza adalah papa tiri gue, atau mantan suami mama.
Dan dia juga adalah adik kandungnya mami..sebenarnya aku juga tidak mengenali mereka, karna terakhir bertemu saat aku masih kecil.
"Tunggu!! Jadi mereka adalah paman 'Andres Wira' dan tante Rianty?" Ujar carla merasa heran tidak mengenali mereka lagi.
__ADS_1
"Benar, kami adalah tante dan om kamu. Carla, kamu sudah dewasa sekali, waktu kecil kamu dan kinza sering bermain bersama." Sahut rianty.
"Carla, kita ketemu lagi, jujur gue udah gak inget sama wajah lo waktu kecil, tapi gue selalu inget nama lo, saat gue ketemu rey pertama kalinya, saat itu gue gak tau kalau rey anak dari bibi dona, tapi kak ardian sudah mengetahuinya dari dulu, tapi dia gak cerita pada kita." Timpal kinza.
"Hikss.. Hiks.. Gue...gue terharu banget bisa liat kalian lagi kak kinza, kak ardian dan... " Ara bingung menyebut panggilan untuk orang tua kinza.
"Nak ara, panggil saja kami om dan tante, kamu sudah dewasa sekarang, kamu makin cantik." Sahut mama kinza tersenyum mengelus rambut ara.
Ditengah percakapan mereka, daylon dan orang tuanya hanya diam melihat orang yang pernah membohongi keluarganya itu.
Orang tua kinza berjalan perlahan menghampiri orang tua rey.
Mereka duduk berlutut didepan kedua orang tua rey yang sedang duduk disofa.
"Kak, aku dan rianty mau mohon maaf pada kalian berdua, kami sadar kalau dulu kami begitu jahat, kami menggunakan uang kakak untuk membuat sherly menikah denganku. Aku telah berbohong pada kalian semua." Andres wira tertunduk didepan papi rey.
"Kami juga memohon maaf pada zaidan dan sherly, karna kamilah kalian bercerai, dan kami minta maaf telah menyiksa ara selagi kecil, dan juga tidak berperilaku baik pada sherly setelah dia menjadi istri kedua suamiku. Kami sangat menyesali itu, kami kesini ingin memperbaiki hubungan diantara kita, kuharap kalian akan memaafkan kami." Mama kinza atau rianty itu menangis didepan orang tua rey.
Mama ara turut meneteskan air mata melihat dua orang yang pernah menyakiti hati dan fisiknya beberapa tahun silam, namun ia mencoba ikhlas begitu juga dengan papa ara.
Carla menghampiri papi dan maminya. "Mi, pi, kalian maafkan saja om dan tante, lagian masalah itu sudah berlalu puluhan tahun lalu, sekarang kalian sudah hampir tua, lagian kalian hanya dua bersaudara saja, nikmati masa tua kalian." Ujarnya mengelus kedua bahu orang tuanya dengan senyuman.
"Kami juga memaafkan kalian." Timpal mama ara.
Keluarga yang terpisah lama itu kemudian saling memaafkan dan saling menghapus masalah yang sudah berlalu dalam balutan haru.
Dalam kesedihan dan kehangatan mereka, ara baru menyadari ada seorang wanita dibelakang ardian.
"Kak, siapa gadis itu?" Ujar ara pada ardian.
"Oh, iya, aku lupa ngenalin, dia istriku namanya meli, kita sudah lima tahun menikah, tepatnya setahun setelah kamu dan rey menikah. Maaf kalau kami tidak mengundang kalian semua, karna pernikahan ini tertutup dari media." Jelas ardian. Kemudian meli menyalami mereka dan memperkenalkan diri.
"Selamat datang kak meli, salam kenal." Ujar ara dan carla bersamaan.
"Salam kenal juga, aku bahagia memiliki keluarga baru sebaik kalian." Timpal meli tersenyum.
"Ma, pa, mereka siapa sih, kok aku sampe dicuekin." Tiba-tiba reza nyempil ditengah mereka dengan wajah imut yang kebingungan.
"Eh, sayang, maaf mama lupa, ayo kenalan sama paman ardian dan tante meli."
__ADS_1
"Dek, ini anak kamu dan rey?" Tanya ardian sembari menggendong reza.
"Iya kak, umurnya udah 6 tahun namanya reza, tahun ini udah masuk SD."
"Em,, kamu beruntung ya, begitu menikah udah dapat momongan, sementara kami udah nikah 5 tahun, tapi belum ada pertanda apapun." Sahut meli tertunduk sedih.
Ardian merangkul istrinya itu dengan senyuman. "Sabar ya sayang, mungkin belum waktunya, liat nih reza imut banget, kamu harus sering-sering main sama reza, biar nanti ketularan punya anak seganteng ini."
"Itu anak ara dan rey? Sini sayang, kenalan dulu sama oma dan opa." Ujar rianty mamanya ardian itu.
"Ayo sayang kenalan sama oma dan opa baru kamu." Rey menuntun reza menghadap om dan tantenya itu.
"Baiklah, hai oma dan opa baru, namaku reza, senang bertemu dengan kalian." Ujar reza sedikit tersenyum.
Orang tua kinza begitu menyukai reza, ia berharap supaya mendapat cucu sepertinya.
Ditengah masalah yang sudah usai dan dibalut kehangatan itu, daylon yang sedari tadi hanya diam, dan sekarang ia mulai membuka mulutnya.
"Ma, pa, aku dan kinza ini gak ada hubungan darah kan? Boleh dong aku mendekatinya, kayaknya kita seumuran." Ujar daylon sambil nyengir.
"Gak boleh!!" Sahut ara ngegas.
"Loh, kenapa?"
"Kak kinza itu gadis baik-baik dan cerdas, sedangkan abang manusia laknat yang gak waras, gak cocok!"
Kinza terkekeh mendengar ucapan ara.
"Dih maimunah, sukanya membuly orang aja idup lo. Heii kinza kita 'pendekatan' yuk." Ujar daylon tersenyum.
"Dasar jomblo abadi, mana ada proses PDKT hanya dibilang kayak gitu." Ketus rey mencibir.
"Apaan sih kutil!! Nimbrung aja."
Semuanya terhanyut dalam kehangatan keluarga yang menyatu.
•••
BERSAMBUNG.
__ADS_1