Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:60


__ADS_3

Masih berlanjut dikantin. Mereka sedang berbincang setelah makan siang.


Seorang pria tampan juga datang menghampiri mereka. Ia juga tak kalah keren dari reza dan yang lainnya.


"Halo anggi, neo. Apa kabar?" Ujar cowok tersebut tersenyum pada arini.


Arini mengerutkan dahinya karna bingung dengan cowok itu, sambil mengingat wajahnya.


"Em... Siapa?." Tanya arini bingung.


"Kau lupa? Aku teman SMA kalian."


Neo juga berpikir sambil menatap wajah pria itu.


"Ahh gue inget! Lu... Lu kan?.." Neo lupa-lupa ingat sambil menunjuk pada pria itu.


"Iya.. Iya.. Dikit lagi." Ujar pria tersebut menyemangati ingatan neo sambil menggepalkan kedua tangannya.


"Lu.... Lu kan anak orang. Ah gak tau lah, lupa gue."


"Haiss.. Gue LUCAS, peak! Elah.. Teman sendiri lupa."


"Ah iya.. Itu tadi yang mau gue ucapin. Apa kabar lo? Wah ini teman seperguruan laknat." Neo merangkul lucas sambil menepuk bahunya.


"Gua, yaa seperti yang kalian lihat. Kalian apa kabar.


Haii anggi. Makin cantik aja anak orang." Lucas menjabat tangan arini dan menatap wajahnya dengan senyuman.


Reza langsung berdiri dan melepaskan tangan lucas.


"Heii, nama dia bukan lagi anggi, tapi arini. Dan dia adalah tunangan gue. Jangan berpikir untuk jatuh cinta padanya, atau kau tidak akan merasakan hidup tenang.!" Timpal reza menatap tajam mata lucas.


"Weeww.. Sadis amat bung. Santai bro! Gue cuma mau berjabat tangan doang."


"Sudah, sudah.. Maaf lucas, calon suami gue posesif. Kamu apa kabar?." Sahut arini sambil tersenyum.


"Aku lagi bahagia, karna bertemu kamu. Eh, maksudku. Yaa gitulah.


Oh iya, kenalan dulu dong sama semua teman disini."


Lucas hendak berjabat tangan dengan genta. Namun genta hanya menaikkan sebelah alisnya sambil melirik tangan lucas.


"Kenapa tiba-tiba ada aura salju disini ya." Ujar lucas sembari menurunkan tangannya.


"Mata lu burem? Disini mana ada salju. Kalo mau main salju, noh pergi ke kuriah sana!." Timpal genta cuek.


"Korea kali mbak!" Sahut lucas sambil memutar matanya ke atas.


"Ya itu maksudnya."


"Buset. Cewek-cewek disini pada dingin. Tumben gue di anggurin." Gerutu lucas.


"Tenang aja. Gue ada kok buat lo." Tiba-tiba evi berdiri sambil senyam-senyum gak karuan.


"Iya, hehe.. Bdw, nama kamu siapa?."


"Aku evi. Cewek paling cantik di grup ini." Jawabnya cengengesan.


"Hah? Grup apaan?." Tanya lucas heran.


"Ini, grup geng kita. Namanya grup 'Crazy Gaje' hehe."


"Apaan tuh?"


"Crazy Gaje itu artinya Gila Gak Jelas. Haha." Evi terkekeh merasa lucu sendiri, namun yang lainya malah heran melihat tingkah evi yang selama ini ber'aura positif itu.


"Sejak kapan lo bikin grup?." Tanya lesty.


"Barusan, hehe.


Oh iya, kenalin, nama gue evi.


Dan yang cantik tapi peak ini namanya lesty. Dan yang cantik tapi setengah laki ini namanya genta. Dan itu yang disamping neo, namanya yuki, istrinya neo." Jelas evi dengan rinci.


"Hah? Baik lah. Salam kenal semuanya. Sebenarnya dari tadi gue mau nyamperin kalian, tapi otak gue lagi males." Timpal lucas songong.

__ADS_1


"Sombong amat lu.!" Ketus bobby.


"Serah gua. Oh iya, nama lu siapa? Kayaknya lo playboy deh." Tanya lucas tersenyum pada bobby.


"Namanya babu, orang paling pecicilan disini." Sahut lesty cuek sambil main game di hp nya.


"Heiii bik minah.! Nama gue bobby, bukan babu. Oke! Tuh mulut asal ceplos aja, rem dikit napa?"


"Bodo!."


"Wah.. Geng ini orang nya pada lucu. Senang berteman dengan kalian. Bdw, temenin gue makan ya, gue baru pesan makanan nih." Ujar lucas sembari duduk menunggu pesanan makanannya.


"Bodo! Kita mau pergi. Ayo guys kita ke kelas." Ujar reza sambil menarik tangan arini.


Mereka semua pun pergi dari kantin, kecuali bobby yang masih duduk santai menyeruput minumannya yang tinggal gelas sama sedotan doang.


"Etdah.. Mereka gitu amat! Baru aja kenalan, jahad! Awas ya kalian.


Eh, lo ngapain masih disini? Gak ikutan pergi juga?." Ujar lucas yang heran melihat bobby.


Mata lucas tak beralih dari gelas yang dipegang bobby. Ia pun makin heran dan merasa aneh.


"Bob, lo gak waras ya? Lo minum apaan? Minum angin?."


"Hah? Eh, maap. Gue kira masih ada isi nya. Soalnya gue masih haus, hehe." Timpal bobby tersenyum paksa


"Ya udah pesan lagi aja minumnya. Biar gue yang bayar. Yaa itung-itung sebagai perkenalan kita."


"Serius! Wah,, makasih ya, ternyata lu baek juga."


"Iya.. Iya.. Gue paling demen tuh di puji." Timpal lucas tersenyum lebar.


"Oke oke,, gue akan puji lo terus, sampe lo terbang tinggi dan gak balik lagi."


"Hmm.. Pengen gue sumpel mulut lo pake gelas!."


Kedekatan lucas dan bobby mulai terjalin. Sepertinya mereka mempunyai kesamaan. Yaitu sama-sama gak waras.


_


Kring... !!


Suara telpon di meja kerja reza berbunyi.


"Bos, manager baru sudah tiba di lobi. Apa perlu saya mengantarnya?"


"Baiklah. Bawa dia kemari."


Setelah reza menutup telpon. Ia pun menelpon arini.


"Halo sayang, kesini sebentar ya. Ku tunggu. Dahh."


Tidak lama kemudian, Arini pun masuk kedalam ruangan reza.


"Ada apa? Aku lagi banyak kerjaan. Design yang kubuat belum selesai." Ujar arini sembari berjalan mendekati meja kerja reza.


Reza pun keluar dari tempat duduknya, kemudian menarik arini dan merangkulnya. "Emangnya kamu gak kangen padaku?" Ujar reza sambil mencium kepala arini.


Ditengah kemesraan mereka. Suara ketukan pintu pun terdengar jelas.


Tok.. Tok..!


"Bos, saya sudah membawa orangnya." Ujar seorang staf dari luar.


Reza pun membukakan kunci pintu itu dengan remote kontrolnya.


Reza kaget setelah staf itu masuk bersama calon karyawan baru nya.


"Bos, ini orangnya. Kalau begitu saya permisi dulu." Staf itu keluar kembali.


"Elo..!?"


"Kalian?


Tunggu .. tunggu!! Ini.. Ini kantor siapa? Apakah gue salah masuk ruangan, atau salah alamat kantor?.

__ADS_1


Arini pun tersenyum "Lucas, lo gak salah kok. Ini memang kantor perusahaan milik reza, dia adalah Ceo nya. Dan yang interview kamu kemaren itu pak robert, direktur kantor ini." Jelas arini.


"What! Jadi.. Lu yang punya perusahaan ini? Kalo gitu gue gak jadi deh kerja disini."


"Silahkan. Lo pikir nyari kerjaan itu gampang? Gue yakin, pasti lo udah ratusan kali ditolak dari perusahaan lain. Ya kan?" Ujar reza tegas.


"Eh, kok dia tau? Dia bener juga sih. Jadi.. Gimana? " Batin lucas.


"Oke,, gue gak jadi pergi deh." Lucas kembali memutar balikkan badannya.


"Baiklah. sekarang lo tanda tangani dulu kontraknya.


Sayang, berikan dokumennya pada orang ini." Ujar reza pada arini.


Arini pun langsung menyodorkan dokumen beserta pulpen pada lucas.


Tanpa pikir panjang. lucas pun langsung membubuhkan tanda tangannya.


"Selesai. Sekarang, dimana ruangan kantor gue?" Tanya lucas.


"Sayang. kamu antar dia keruangannya ya. tapi ingat, jangan dekat-dekat. Aku mau lanjut kerja lagi." Perintah reza pada arini.


"Iya.


Ya udah, aku keluar dulu. Ayo lucas."


Arini pun membawa lucas menuju ruang kantornya. Ia pun diperkenalkan arini dengan karyawan yang lain sebagai bawahan lucas.


"Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, ini adalah manager baru kalian sebagai pengganti pak anton. Namanya 'Lucas Sanjaya'. Kalian bisa panggil pak lucas." Jelas arini dengan anggun.


"Makasih arini. Hai semuanya, salam kenal. Senang bisa menjadi atasan kalian. Kuharap kita bisa bekerja sama." Ujar lucas sembari tersenyum tamvan.


"Hah? dia kerja disini? jadi atasan gue?. hmm. kayaknya seru nih." Batin lesty.


"Haii lesty. ternyata kamu juga kerja disini. wah, seneng deh punya bawahan kayak kamu." Pungkas lucas terkekeh.


"Hah? siapa? maap, gue gak kenal." Timpal lesty cuek.


"Etdah, dasar anak kunti." Gerutu lucas.


"Psstt.. bos kita ganteng banget, jadi semangat nih kerjanya. apa lagi kalo dia masoh jomblo."


"Iya, untung gue gak jadi ngundurin diri."


Semua karyawan berbisik memuji ketampanan lucas.


Sementara lucas tersenyum lebar, karna ia sangat suka dipuji.


Saat bobby dan danu baru tiba dikantor. mereka juga saling kaget.


"Wahhh.. Ada kulkas. kerja disini juga?" Ujar bobby tersenyum lebar.


"Eh, haii babu. Lo kerja disini juga?" Timpal lucas.


"Kalian sejak kapan ganti nama jadi kulkas dan babu? tapi itu lebih cocok sih. haha." Danu terkekeh geli mendengar sebutan nama mereka yang aneh itu.


"Gak tau tuh si babu. Tiba-tiba ganti nama gue yang bagus tiada tiara itu menjadi kulkas." Timpal lucas geram.


"Serah kalian dah! Gue mau balik kerja lagi. dahh semuanya. Kulkas, eh Lucas. Kerja yang bener ya." Ujar arini sambil berlalu.


"Gue ikut rin." Sahut danu sembari menyusul arini.


Sementara lucas dan bobby masih berbincang gak jelas.


•••


BERSAMBUNG


Selamat menunaikan ibadah puasa (Bagi yg menjalankan)🙏


Mohon maaf jika ada kesalahan.


Mampir juga yuk ke Chat Story aku.


Judulnya "Love in Ramadhan"😊

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2