Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:6 "Liburan"


__ADS_3

Kantor perusahaan rey.


Rey dan ara tengah ngobrol disela kesibukan mereka.


"Reboy, aku telpon abang dulu ya, udah lama banget gak ketemu, siapa tau dia bisa kemari."


"Silahkan, aku masih banyak kerjaan."


Ara mencoba menghubungi kakak tirinya itu.


"Halo bang!!! Apa kabar! Udah lama banget gak denger suaro lo". Seru ara dengan suara yang keras.


"Eh,, dek, lo ganti nomor? Pantesan gue telpon gak aktif, kok gak bilang?


Gimana kabar kalian? Gimana dengan reza dan ratu?"


"Kami semua baik saja, gimana dengan kalian dan anak kalian, main kesini dong bang kalo ada waktu."


"Dek, kami sedang menyiapkan sesuatu, kami masih sangat sibuk, maaf belom bisa kesana dalam waktu dekat ini, oh iya, dimana kutil? Aku mau mendengar suaranya, apakah sudah berubah jadi suara angsa?"


(Ara mendekat pada rey dan menaruh ponselnya dimeja rey dengan mode speaker)


"Nih, abang kuman". Ujar ara.


"Heii kutil.!! Apa kabar lo? Udah tua belom? Anak udah gede, pasti lo udah keriputan ya kan? Haha".


"Udah tua juga masih panggilan zaman dulu. Berhenti panggil gue kutil.!!


Umur gue baru 42 tahun, belum tua, dan masih ganteng, emangnya lo muka tua bawaan lahir". Ketus rey.


"Kurang ajar lo ya sama abang sendiri!! Orang ganteng gini dibilang muka tua!


Eh kutil, gue mau ngomong serius nih. Berdua aja, masih ada ulat bulu gak didekat lo"


"Mau ngomong apa bang? Ngomong aja? Kenapa gue gak boleh denger". Sahut ara.


"Elah.. Karna ada yang pengen gue bahas sama laki lo. Minggir dulu sana!"


"Ya udah sayang, kamu tidur aja dulu dalam kamar ya, mungkin ada hal yang penting mau dibahas kuman ini, siapa tau dia mau ngutang tapi malu." Ujar rey sembari mengelus kepala ara.


"Baiklah,, silahkan".


Setelah ara pergi, rey mematikan speakernya dan bicara pelan dengan daylon.


Sepertinya sangat serius, bahkan rey hanya diam mendengar ucapan daylon yang entah apa isi percakapanya itu.


_


Disekolah reza, masih dalam rangka ujian semester yang telah dilaksanakan beberapa hari. dan hari ini adalah yang terakhir.


Setelah ujian selesai, mereka mempunyai waktu libur satu minggu untuk menunggu pembagian raport.


Ketujuh bersahabat ini memilih untuk berlibur bersama dengan biaya dan semua perlengkapan yang ditanggung oleh reza.


Tapi sebelum itu, reza meminta izin terlebih dahulu dengan orang tuanya, dan ia juga mendatangi rumah sahabatnya satu-satu untuk meminta izin kepada orang tua mereka.


Dengan keyakinan yang kuat, akhirnya reza berhasil direstui untuk membawa keenam orang itu.


Genta meminjam mobil orang tuanya untuk mereka bawa liburan selama 5 hari di vila luar kota.


Reza tidak membiarkan yuki ikut temannya, dia mengajak yuki naik mobilnya hanya berdua saja. Sementara yang lainya naik mobil genta yang dikemudikan oleh danu.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan menuju vila, yuki dan reza berbincang tiada henti sembari bergurau.


"Boby, lo sama lesty kan udah pacaran, begitu juga dengan bos dan yuki. Ntar kalo divila, jangan keseringan berduaan ya, takutnya ada orang ketiga". Ujar danu dengan wajah serius.


"Gue gak takut! Yang gue takutkan orang ketiganya itu adalah kalian".


"Eh, bdw,, menurut koran dari tempat sampah yang gue baca, katanya divila yang akan kita kunjungi ini tuh angker loh,, ihhh serem, belom sampe aja udah merinding gue". Ujar evi sembari mengelus bahunya.


"Sama, gue juga merinding". Sahut genta.


"Merinding kenapa? Apakah ada....


"Bukan, merinding karna nahan kencing. Hahaha".. Genta terbahak sembari memukul jok kursi mobilnya.


"Apaan sih? Gak lucu! Tahan dulu kencing nya, bentar lagi nyampe jug". Ketus danu cuek.


"Eh curut!! Gue corrr'in disini ya kalo gue udah gak tahan lagi. Berhenti bentar napa, noh didepan ada mini market!". Sahut genta sembari menahan perutnya.


"Genta!! Masalahnya, kalo kita berhenti, kita pasti ketinggalan sama bos reza, kita semua gak ada yang tau jalan nya kan? Gue gak mau sesat kehutan belantara! Mending lo tahan oke! ". Timpal danu kemudian.


Genta hanya mengerutkan kening, pasrah dengan keadaan.


Beberapa saat kemudian, tibalah mereka divila yang mewah.


Mereka semua membawa tas dan koper masing-masing.


Reza hanya memesan dua kamar saja, namun kamar yang super besar dengan beberapa kasur. mereka dapat kamar yang bersebelahan.


Setelah merapikan kamar, mereka jalan masing-masing menyusuri pemandangan sekitar vila.


Reza nampak menggandeng tangan yuki sembari berjalan ditaman kecil yang penuh bunga, sembari menikmati udara yang masih segar.


"Yuki, apa kamu gak diganggu neo lagi?". Reza menatap wajah yuki.


Ngomong-ngomong, aku baru kali ini liburan ditempat yang kayak gini. Kak reza, apa kamu gak kena marah orang tuamu menghabiskan uang cuma untuk kami?".


"Aku gak pake uang mereka kok, oh iya kamu belum tau ya, aku adalah model cowok diperusahaan majalah papa, dan dia membayarku seperti model lainya. Aku juga berinvestasi di mall milik papa, jadi tiap bulan aku menerima uang dari sana". Jelas reza tersenyum.


"Enak banget ya jadi orang kaya seperti kak reza, kalau aku jadi kak reza, aku pasti sudah bikin usaha sendiri". Timpal yuki.


"Jadi orang kaya itu tidak selalu enak dan senang seperti pandangan orang, tapi ada juga dimana titik mengalami capek, lelah, dan juga pusing. Contohnya papa, tahun lalu perusahaanya down, dan membuatnya stres. Tapi mama yang menguatkan dan membatunya bangkit kembali.


Em.. Aku juga, pulang sekolah harus kekantor papa pemotretan, walaupun cuma tiga kali dalam seminggu, disela itu, aku juga banyak kegiatan lain yang dituntut harus ini, harus itu. Tapi aku jalani aja lah." Jelas reza.


Ditengah perbincangan mereka, seorang gadis remaja berjalan cepat dari belakang mereka.


Ia berjalan tanpa melihat kedepan, karna ia selalu menoleh kebelakang seakan sedang dikejar-kejar.


Tanpa sengaja, ia menabrak bahu yuki sampai yuki tersungkur kedepan.


"Awww.!!". Yuki terjatuh membuat lututnya berdarah.


"Maaf mba, gue gak sengaja". Gadis itu turut jongkok melihat lutut yuki yang terluka.


"Eh! Lo jalan gak liat kedepan nya? Orang segede gini lo tabrak! Mata lo dimana?". Bentak reza sembari membantu yuki berdiri.


"Reza, udah lah, lagian dia gak sengaja juga". Pungkas yuki.


"Em.. Makasih ya mba, gue pergi dulu, gue buru-buru. Sekali lagi maaf ya"


Gadis itu berlalu dengan berlari kecil.

__ADS_1


"Kayaknya dikejar hantu tuh orang, pagi-pagi gini udah ngacir aja.". Gumam reza.


"Kak, ayo kita ngumpul sama yang lainya".


"Oke"


Reza dan yuki menghampiri kelima temanya yang tengah bersantai duduk ditepi kolam renang sambil menatap pantai lautan yang menawan.


"Eh bos! Udah kencan nya? Ada hasilnya gak?". Ujar boby yang bar-bar itu.


"Hasil apaan pe'ak! Bdw, kalian santai banget disini, jadi pengen nyeburin kalian kekolam". Pungkas reza terkekeh.


"Kak, ayo duduk juga disini, relax banget loh". Ujar yuki sembari menikmati angin yang berhembus.


"Lelet sayang, gimana liburan kalian ini, pasti nafas lo agak seger kan?". Ujar boby pada lesty.


"Hah? Lelet? Haha.. Jadi sekarang curut ini manggil elo lelet?". Ujar genta terkekeh.


"Gak tau, sejak kapan dia ubah nama gue, rasanya pengen gue ceplokin telor dikepala nya". Timpal lesty geram.


"Elah let,, itu kan nama yang bagus!


Oh iya. Danu kita berenang yok! Mumpung belom panas". Ujar boby menepuk pundak danu.


Danu tetap santai dengan kaca mata hitam menempel diujung hidungnya.


"Sory bob, bukan gue gak mau berenang sama lo, takutnya gue yang mati karna lo". Sahut danu cuek.


"Loh, kanapa?". Tanya lesty heran.


"Dia gak bisa renang!! Waktu dia kelelep dikolam dirumah reza, gue mau nolongin dia, ehh dia nya malah gayutin tangan gue, terus dia injek bahu gue. Gue auto tenggelam dan gak bisa nafas. Untung ada reza yang nolongin. Mana renangnya kayak anjing laut gitu". Jelas danu menyeringai.


"Wahh.. Lo kayaknya setengah cewek ya boboyboy!! Renang aja gak bisa!".


"Bukan gitu kok lelet sayang, curut itu cuma ngarang. Terkadang dia sering berfantasi kayak orang bego!, jangan dengerin ya." Boby mengelus tangan lesty.


"Apaan sih nyalahin gue, yang bego tuh elo!!"


Ditengah perseteruan mereka, reza nampak melihat sesorang yang sedang berjalan dilorong vila.


"Eh, itu kayaknya??...


Yuki, ikut aku yok". Dengan cepat reza menarik tangan yuki dan membawanya pergi.


"Mau kemana kak?". Tanya yuki heran sembari mengikuti langkah reza yang begitu cepat.


"Ntar aja nanya nya, ayo cepat!".


Yuki hanya diam mengiringi reza.


Entah siapa yang dilihat reza hingga ia ingin sekali mendapati orang tersebut.


Dengan langkah cepat ia mencari orang itu sembari menggandeng tanga yuki.


•••


BERSAMBUNG.


BACA JUGA.


*Suamiku Mr. Cuek

__ADS_1


*I'm a Idol


__ADS_2