Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:13 Kesedihan


__ADS_3

Dalam rumah yuki masih beradu argumen dengan sedikit kericuhan.


Yuki masih menangis sedari reza meninggalkan rumahnya, ia dirangkul oleh bundanya.


Neo mendekati yuki karna merasa bersalah sudah membentaknya. "Yuki, aku harus gimana lagi, oke dulu aku memang bersalah, tapi aku sudah berusaha susah payah untuk melakukan yang terbaik, menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan yunie. Aku sayang sama kamu, tapi aku tidak ingin kau mengingat reza lagi. Tolonglah lupakan dia, kita menikah sudah tiga tahun, cobalah melihatku dengan ketulusan hatiku". Neo menggenggam tangan yuki dan menatap matanya yang tertunduk.


"Neo!! Kalau bukan karna kelakuan bejatmu itu, mungkin sekarang aku sudah bahagia bersama kak reza!! Bukan tidak pernah aku mempercayaimu! Bukan tidak pernah aku membuka hati untukmu!! Tapi kau yang membuatku membencimu dengan kelakuan iblismu itu.!! Kau pikir mudah untuk melupakan itu?? Kau dengan paksa menghancurkan hidupku!! Menghancurkan masa depanku!! Kalau saja belum ada yunie, mungkin aku tidak akan pernah mau menikah denganmu!!".


Yuki membalas ucapan neo dengan nada tinggi, ia menatap neo dengan penuh kebencian.


Ayah yuki turut mendamaikan situasi anaknya itu, "Yuki, ayah dan bunda minta maaf, kami tidak mengawasimu dengan ketat, kami membiarkanmu terhanyut begitu saja dalam sikap lembut neo, jujur ayah tidak suka dan sedikit membenci neo ketika kami mengetahui neo berbuat itu padamu, tapi selama tiga tahun ini dia sudah berusaha menunjukan dan melakukan yang terbaik untukmu dan anak kalian, dia sudah bekerja keras tanpa meminta harta dari orang tuanya. tapi perasaan hati memang tidak bisa dipaksakan, ayah harap seiring berjalanya waktu, kalian bisa saling mencintai".


"Ayah maaf, bahkan aku belum terpikir untuk jatuh cinta dengan dia, aku bertahan denganya hanya karna yunie". Sahut yuki singkat.


Neo tertunduk mendengar ucapan yuki yang seakan menutup hatinya rapat-rapat. "Yuki, aku minta maaf, sekali lagi minta maaf, aku tidak bisa bersikap sebaik reza, tapi aku berterimakasih sama kamu karna selama tiga tahun ini kamu sudah bersikap baik mengurusku walaupun itu mungkin terpaksa, aku tau caraku mendapatkanmu secara paksa, tapi aku benar-benar mencintaimu. Selama tiga tahun ini aku cukup bersabar dengan sikap dinginmu, tapi aku sadar bahwa kau masih membenciku. Yuki, aku akan bertahan, aku akan menerima perlakuan apapun itu darimu sebagai rasa bersalahku, hanya satu yang kupinta, jangan lagi sebut nama reza dihadapanku".


"Terserah kamu!!". Yuki beranjak dan meninggkan neo dan orang tuanya, ia menggendong yunie dan membawanya berkurung dalam kamar.


Orang tua yuki hanya diam menghela nafas, hanya bisa pasrah dengan keadaan, berharap waktu bisa mengubah semuanya, begitu juga dengan neo, terus melakukan yang terbaik untuk menebus kesalahan yang ia lakukan.


_


Perlahan reza meninggalkan rumah yuki, dari kejauhan terdengar kericuhan dalam rumah tersebut.


Saat ia masuk kedalam mobilnya, reza mencoba menoleh sekali lagi pada rumah yuki, memandangi sekeliling rumah itu dengan tetesan air mata.


Banyak sekali kenanganya bersama yuki dalam rumah itu selagi mereka sekolah dulu.

__ADS_1


Angin berhembus cukup kencang, menyadarkan reza dari lamunan singkatnya.


Kemudian ia menyalakan mobil nya dan melaju cukup kencang.


Pikiran kosong, tatapan mata tanpa berkedip, telapak kaki terus menginjak pedal gas, tangan yang terletak di setir,semua itu tidak bekerja dengan baik karna tidak ada perintah dari inti pikiranya.


Mobil itu melaju begitu saja tanpa arah yang jelas, hanya mengikuti alur jalan.


Atap mobil yang terbuka lebar, angin yang berhembus kencang menyapu matanya yang bengong tak berkedip itu.


Ia pun tersadar saat debu masuk kedalam matanya. Ia menepikan mobilnya karna tidak bisa melihat jalan akibat matanya yang perih.


Setelah membersihkan mata, ia baru sadar dimana ia berada, pemandangan yang belum pernah ia lihat, hamparan rumput hijau ditepi danau, taman kecil beserta bunga bermekaran disekelilingnya, bangku taman bernuansa putih yang menambah kesan anggun dari alam. Pohon rindang dengan daun kering yang berguguran.


"Dimana ini? Aku berada dikota mana? Kenapa aku bisa sesat sampai disini?". Reza nampak bingung melihat sekitarnya.


"Oh, ini dikota D, tepat dipusat ibu kota". Jawab pria tersebut.


"Oh gitu, makasih ya kak". Reza berjalan perlahan menikmati angin yang berhembus ditepi danau yang indah itu. Ia pun duduk dibawah pohon menghadap danau sembari melempari batu-batu kecil dan menyemburkan air untuk menghibur diri.


"Tempat yang indah, membuat hatiku nyaman, tapi tidak bisa mengobati rasa sakitku. Aku terima jika aku sesat disini dan gak bisa pulang. Tapi... Ah, aku telpon papa dulu".


Reza mengeluarkan hp dari saku celananya, kemudian menelpon papanya untuk memberitahukan bahwa ia tidak akan pulang dalam waktu beberapa hari. Ia membohongi papa nya kalau ia menginap dirumah temanya. Rey pun menyetujuinya, ia percaya bahwa anaknya itu sudah mengerti dengan hal baik dan buruk.


Saat menutup telpon, reza melihat foto yuki yang masih terpampang dilayar wallpapernya, foto itu ia ambil dari media sosial milik yuki beberapa tahun yang lalu.


"Kenapa kamu tega yuki? Kau tau bahwa aku menyayangimu! Tapi kamu malah memberi kabar yang membuat hatiku tersayat. Kamu bahkan sudah punya anak, mana janji kamu yang kamu bilang akan setia menungguku? mana??.

__ADS_1


Kamu pembohong yuki!!! Kamu penghianat!! Aku membencimu!! Sangat membencimu!!! Aku menyesal telah membuang waktu untukmu!!".


Reza berteriak kencang , melampiaskan amarahnya dengan uraian air mata. Selama ia dilondon, ia sudah membuat cincin pernikahan mereka berdua, yang ia design sendiri. Bahkan reza sudah membangun perusahaan perhiasan dikota B yang dibantu oleh ara dan rey untuk masa depanya bersama yuki.


Tapi semua itu sia-sia. Harapanya seketika hancur melihat yuki sudah dipersunting orang lain.


Sore itu menjadi hari paling menyakitkan buat reza, hatinya yang dulu berpegang teguh dengan kesetiaan, kini mulai pecah, ia bertekad tidak akan pernah setia dalam menjalani suatu hubungan.


Awan yang cerah pun turut mendung, perlahan ia menumpahkan air kebumi. Makin lama, air hujan makin deras, namun reza enggan untuk beranjak. Ia membiarkan dirinya basah kuyup diguyur hujan dibawah pohon tepi danau itu.


"Hanya hujan yang turut berduka dengan kesedihanku.


Memang benar, terlalu cinta akan menyakitkan. Heh.. Semua wanita sama! Tidak bisa dipercaya! Aku tidak akan pernah lagi jatuh cinta! Aku tidak akan lagi percaya dengan wanita manapun!! Aku benci wanita!!".


Dalam hujan deras itu, reza membuang semua sifat lama nya, ia mulai menutup hati dengan dinding tebal yang sulit untuk dimasuki oleh wanita manapun.


Setelah merasakan tubuhnya sudah dingin, reza pun beranjak hendak meninggalkan tempat itu. Namun air hujan yang mengguyur membuat tanah sekitar danau itu menjadi licin hingga membuat kaki reza tergelincir, ia pun jatuh, kepala nya terbentur menghantam batu yang ia duduki dibawah pohon itu.


Kakinya terseret arus danau yang mulai deras, reza masih sempat duduk walau darah sudah mengucur dari belakang kepalanya. Namun ada sesuatu yang menyangkut disepatunya hingga air pun mulai menyeretnya perlahan. Reza bertahan, berpegangan pada akar-akar pohon, namun keseimbangan tubuhnya mulai lemah.


Rasa sakit dikepalanya sudah tidak bisa ia tahan, perlahan kesadaran nya menghilang, matanya pun mulai tertutup, tapi tanganya masih berpegang lemas pada akar pohon.


Setengah tubuhnya sudah berada didalam air, sementara setengahnya lagi masih berada ditepi danau, karna bajunya yang tersangkut diakar yang tajam, membuat tubuhnya bertahan dari aliran arus danau.


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


LIKE🙏


__ADS_2