
Sehabis liburan diparis prancis, rey dan ara kembali beraktifitas seperti semula, masing-masing sibuk bekerja sendiri. Tapi berangkat kerja selalu berdua, menebar keromantisan yang palsu, kalo dirumah sih kayak tawuran terus.
Setelah rey dan ara bekerja sama dengan majalah sebelumnya, kini rey sudah mempunyai perusahaan majalah sendiri, dan sudah menggaet beberapa model profesional, tapi khusus majalah ratu hanya berisi foto mereka berdua.
Sedangkan ara sibuk mengurusi salon kecantikan yang ia miliki, dibantu oleh kedua temanya adelia dan aznie.
Tapi ia masih tetap rutin melakukan foto shoot permodelan.
Dan hari ini, mereka berangkat kekantor bersama.
"Alien!! Cepet dong, gue ada pemotretan pagi ini, ntar siang harus kesalon, ngurusin orang, lama amat sih pake baju aja kayak keong racun, udah mandinya lama, belom dandannya juga lama, ngaca didepan cermin juga lama. Woii marjuki!! Cepet woii!!
Ara berteriak begitu kencang, membuat telinga rey jadi keram!
"Ya tuhan! Semoga dia keselek, lidahnya terpelintir, ngoceh aja sepanjangan. Maimunah!! Cepat woii, gue udah tiga tahun nungguin lo dalam mobil, malah ngoceh gak karuan ngomongin diri sendiri.
Mendengar rey berteriak, ara cepat-cepat make sepatunya.
"Salah ya,, gue kira dia masih dikamar, ternyata udah nunggu dimobil, hehe. Tapi gak apalah nungguin gue berkali-kali.
Ara bergegas naik mobil dengan berlari kecil.
"Udah siap? Mari berangkat. "Rey menyalakan mobil dan melaju perlahan.
"Reboy, ajarin gue pake mobil dong, biar bisa bawa mobil sendiri.
"Ajarin pake mobil? Biar bisa bawa sendiri? Lo kira pakaian? Belajar nyetir, biar bisa mengemudi!! Itu yang bener o'on.!
"Eleh!! Sama aja.! Pokoknya itulah, boleh ya? Ya.. Ya.. Ya.., hah? Boleh? Yeeeyyy.. Makasih sayang!! Emmuachh!
"Gue belom jawab woii maimunah!! Halu aja nih orang!
"Setujuin aja napa? "Pungkas ara tertunduk.
"Lo beneran mau nyetir sendiri? Tapi gue gak bisa ngajarin lo sayang, mending lo belajar aja sama abang lo, atau sama kecebong, mereka berdua kan punya banyak waktu. "Ujar rey dengan mengelus kepala ara.
"Iya deh, ntar gue telpon abang aja, abis pemotretan nanti, antar gue kesalon ya, hari ini ada karyawan baru yang mau interview.
"Ciee, istri gue sekarang udah jadi bos aja, udah bisa interview orang, dulu yang diinterview bebek yang dikamar mandi. Haha.
Rey terbahak sembari memutar setirnya.
"Pagi ini belom kena tabok nih orang, gak usah diingetin sama tuh bebek, kalo aja lo gak ngebuang mereka, pasti sekarang mereka masih ada didalam bak mandi.!! Huwaa.. Gue kangen sama bebek gue!!
"Gak usah lebai!! Bebek karet juga, noh banyak jualanya.
Kita udah sampai nih, ayo turun.
"Udah sampai? Cepat amat! "Ara hendak membuka pintu mobil, tapi rey menahanya.
"Sayang, tunggu! "Rey melepaskan sabuk pengaman dari tubuh ara, dengan cepat ia mencium pipi ara.
"Wah,, maling lo ya!! Siapa yang suruh lo cium gue!!
"Cium dikit aja aron! Pelit amat!. Tunggu sini ya, gue bukain pintunya.
Rey turun dengan berlari kecil, dan membukakan pintu mobil untuk ara. Kemudian mereka berdua bergandeng tangan masuk kedalam kantor.
Setelah sekian jam, akhirnya ara selesai pemotretan, ia menghampiri rey diruanganya.
"Reboy! Ayo antar gue kesalon sekarang. Abis itu gue mau belajar nyetir
"Emangnya lo udah nelpon kuman? "Tanya rey dengan santai.
"Eh, iya ya! Gue telpon abang dulu deh. "Ara mencari hp nya dalam saku tas nya. Kemudian ia menghubungi daylon.
"Yahh gak dijawab, abang kemana sih? Ngeselin deh.
"Mungkin dia lagi ketanah abang, nyari kuman. Telpon mama aja.
"Iya deh, telpon mama anna aja. "Ara mencoba nelpon mama tirinya itu.
Belom nyambung, udah dijawab aja.
"Halo nak ara, ada apa sayang nelpon subuh gini?
"Subuh dari mana? Ini tengah hari ma, siang bolong!
"Benarkah? Eh iya, mama lupa kalau mama sedang pake kaca mata hitam, hehe.
"Ampun deh! Mama lagi ngapain? Kenapa pake kaca mata hitam?
"Ini, mama lagi nguras kolam renang.
__ADS_1
"What? Mama yang nguras? "Tanya ara heran.
"Bukan, tapi pembantu, hehe. Mama cuma ngeliatin doang.
"Hadeh,, oh iya ma, abang kuman mana? Gue mau ngemeng! Panggilin cepat ya ma.
"Bahasa anak muda sekarang, sulit dipahami, tapi mudah dimengerti. Baiklah, mama akan bangunin kakak kamu, dia sedang tidur siang, emang gak ada kerjaan tuh anak, tiap hari pengen mama sundul pake besi panas.
"Sadis amat, jangan ma!! Jangan nanggung, sekalian giling pake molen. hehe.
"Tunggu bentar ya, mama bangunin dulu.
'*Daylon, nih ada telpon dari adik kamu, ada yang mau diomongin.
'Apaan sih ma, tengah malam gini, ganggu orang tidur aja.
'Tengah malam palak lo, liat tuh matahari udah diatas atap!
'Hah? Benarkah? Apakah sudah kiamat, ohmaigadd!! Gue belom tobat ma, maafin kesalahan aku selama ini ya ma.
Plaakkk!!! 'Goblok! Ini tuh siang tengah hari, cepat bangun, nih hp nya.
'Iya.. Iya.. Nabok nya kuat amat! Dasar kuntilanak!
'Apa kamu bilang??
'Aku gak ngomong apa-apa kok, udah, keluar sana*!
Mama daylon pun keluar dari kamarnya setelah sedikit berseteru.
"Halo dek, ngapain nelpon? Gak ada kerjaan lo? "Ujar daylon dengan suara serak.
"Gue mah sibuk, elo yang gak ada kerjaan, tidur aja! Nyari pacar kek. Bang, kesalon gue sekarang ya, gue tunggu disana, ada hal penting yang harus gue omongin, sekalian ajak kecebong.
"Ada apaan dek? Jangan bikin otak gue jadi ngeblur.
"Udah, jangan banyak tanya, kesini aja sekarang.
"Baiklah.. Udah ya, gue tutup telp.....
Nih anak, kurang ajar banget, gue belom selesai ngomong woiii, udah dimatiin aja telponya.
Daylon bergegas mandi dan bergaya dengan tamvan didepan cermin.
Setibanya disana, salon itu penuh dengan pengunjung.
"Wah, sayang, salon lo rame juga ya, harus banyak karyawan nih biar bisa melayani pengunjung.
"Iya, didalam udah ada 3 orang yang mau interview, ayo masuk.
Ara mengajak rey masuk kesalon melalui pintu belakang dan menuju keruanganya.
Dalam ruangan itu sudah ada tiga gadis cantik yang menunggu ara bersama adelia yang menemani mereka.
"Del, mereka orang nya? "Tanya ara pada sahabatnya itu.
"Iya ra, gimana? Mereka cantik kan? Hei kalian, beri sambutan pada bos, dia pemilik salon ini.
"Gak perlu, gue rasa mereka sudah ngenalin gue, del, lo lanjutin kerjaan lo, didepan banyak banget orang dateng.
"Baiklah, permisi.
Setelah adelia keluar, ara duduk santai dikursi kerjanya, sedangkan rey duduk disofa dipojok ruangan sembari membaca majalahnya.
"Kalian bertiga, ayo duduk sini bersamaan.
Yang pertama, siapa nama kamu, apakah kamu sudah berpengalaman kerja disalon?
"Nama saya mira buk. "Jawab gadis itu malu-malu.
"Mira sakti ya?
"Itu kera sakti buk. "Timpal gadis itu kembali.
"Oh! Terus, apa pengalaman kamu? "Tanya ara serius.
"Saya pernah kerja disalon buk, tapi saya dipecat, karna saya membotaki rambut pelanggan.
"Hah??
"Tapi jangan khawatir, sekarang saya sudah bisa kok, setelah setengah detik belajar.
"Gitu. Baiklah, saya terima kamu kerja disini, tapi kalau kamu melakukan kesalahan sekecil bumi pun, maka akan saya pecat!!
__ADS_1
"Setahu saya, bumi itu besar buk.
"Bodo' lah.. Sekarang kamu silahkan keluar, bekerja mulai sekarang, dan bantu teman kamu yang lainya.
"Baik buk, terimakasih banyak. "Mira keluar dari ruangan itu dengan riang.
"Selanjutnya, yang kedua! Nama kamu siapa?
"Nama saya karen buk.
"Untuk saluran air?
"Itu keran buk. "Jawab gadis itu menahan tawa.
"Baiklah, apa pengalaman kamu?
"Dulu saya pernah jualan ikan buk.
"Terus, apa hubunganya dengan kerja disalon!!
"Sama-sama memotong buk.
"Lo kira motong rambut sama kayak motong ikan? Ini butuh pengalaman, dan harus bisa merawat dan melayani pelanggan.
"Saya bisa kok buk, dirumah saya sudah biasa motong rumput.
"Ya sudah, serah lo aja, berhubung saya lagi butuh karyawan, kamu saya terima, mulailah bekerja.
"Baik buk, terimakasih. "Gadis itu juga turut keluar dengan bahagia bisa bekerja disalon model cantik nan stres itu.
"Selanjutnya!!! Kamu!!
"Eh! Bikin kaget aja, iya saya buk.
"Perkenalkan diri kamu! Dan pengalaman kamu.
"Nama saya yona buk.
"Nama itu kebagusan buat kamu, ganti! lebih baik yuni saja.
"Tapi itu nama dari pacar saya buk.
"Terus nama asli kamu siapa?
"Yang ibu bilang tadi, yuni buk, saya sangat bangga anda mengetahui nama saya sebelum kenalan.
"Nih orang, udah stres duluan.
Saya gak kenal sama ku, tadi cuma nebak doang. Apa pengalaman kamu.?
"Saya pernah kerja disalon dua tahun buk.
"Nah bagus, kayaknya ini agak warasan dikit. Lanjutkan!
"Saya kerja dua tahun, tapi saya dipecat buk.
"Loh, kenapa?
"Karna semua peralatan salon, saya bawa pulang untuk buka salon sendiri dirumah buk.
"Ye elehhh.!! Fix, gila gue..
Reboy!! Tolongin gue!! Karyawan gue pada gak waras nih. "Teriak ara sembari menghela nafas.
"Lo nya aja gak waras, wajar aja karyawan lo pada gila. "Sahut rey cuek.
"Bodo' amat lah.. Sekarang lo langsung kerja aja ya yuni! Tapi awas kalo kamu bawain pulang peralatan salon gue, bakal gue pasung ginjal lo, ngerti!!
"Ngerti buk. Makasih buk, aku gak janji, bakal kerja sungguh-sungguh.
"Nih orang!! Gue smoothing ntar tuh bibir. Cepat kerja!! Jangan banyak bacod!!
"Oke.. Oke..
Serem amat!!
Gadis bernama yuni itu keluar dari ruangan ara dengan wajah ketakutan yang sangat biasa aja.
Akhirnya, ia mendapatkan karyawan mendadak, yang semuanya pada bodoh dan gak waras kayak bos nya.
•••
BERSAMBUNG.
__ADS_1