Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:71


__ADS_3

Pagi hari.


Ketika arini membuka mata, ia heran melihat reza yang sudah berkemas dan berpakaian rapi.


"Reboy, mau kamana pagi-pagi.?" Tanya arini sambil berjalan mendekati reza.


Reza langsung meraih tangan arini dan mendekapnya. "Sayang, maafin aku ya. aku harus pulang ke indonesia hari ini."


"Hah? kok tiba-tiba, aku bahkan belum berkemas." Tanya arini kaget.


"Sayang, hanya aku yang pulang. kamu tetap disini. Karna beberapa hari lagi akan ada meeting dikantor harry, dan itu harus dari pihak kita yang mewakili. tugas ini kupercayakan padamu ya." Ujar eeza sambil mengusap kepala arini.


"Tapi kenapa kamu pulang? apakah ada masalah di sana? apa kita gak bisa pulang bersama?" Tanya arini dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang, maafkan aku. dikantor pusat ada masalah besar, tapi kamu gak perlu khawatir, aku sudah biasa mengatasi masalah ini. Hanya beberapa hari lagi, maka kamu dan harry akan kembali ke indonesia. Ayo ikut aku ke kamar mereka." Reza manggenggam tangan arini dan membawanya keluar apartemen.


"Tunggu, tapi gimana dengan masalah kandungan selena? apa aku harus mengatakannya?."


"Katakanlah diwaktu yang tepat. Sekarang ayo kita me sebelah."


Tok.. Tok...


"Harry.. selena.. Selamat pagi." Teriak reza dari depan pintu kamar mereka.


Harry pun bergegas membukakan pintu. "Eh, kalian ada apa pagi-pagi udah rapi"


"Har, aku akan pulang ke indo, aku titip arini ya. Dikantor lagi ada masalah, tolong bawa dia pulang dengan selamat."


"Loh za? kok tiba-tiba? apa gak bisa ditunda dulu?." Pungkas harry.


"Gak bisa har, karna jika dibiarkan, aku bisa bangkrut. Tolong kalian jaga arini ya, karna ini pertama kali nya dia keluar negri." Tutur reza sambil merangkul arini yang tertunduk sedih.


"Tenang aja za, ada aku disini. Aku akan menemaninya." Sahut selena tersenyum.


Reza pun berpamitan pada mereka. Kemudian ia pergi menuju bandara tanpa di antar oleh arini.


Reza tidak mengizinkan airni mengantarnya pergi, karna ia tau kalau arini akan menangis, dan dia pasti tidak tega melihat air mata arini.


_


Malam hari di kota B


Reza pulang kerumah orang tua nya setelah tiba dikota B.


"Za, papa dengar perusahaan kamu sedang dalam masalah ya?" Tanya rey pada anak sulungnya itu.


"Iya pa. Aku gak tau kenapa ini bisa terjadi. aku harus menemui neo malam ini. Oh iya. apakah papa bisa membantuku?. aku meninggalkan arini di london, aku ingin papa membantuku dalam urusan ini, supaya cepat selesai." Jelas reza.


"Maaf za. Bukannya papa gak mau bantu. Perusahaan papa juga dalam masalah."


"Hah? kok bisa gini pa?. Ya udah gak masalah, aku bisa urus sendiri. Kalo gitu aku pulang dulu pa, ma."


Saat reza hendak keluar, ratu datang memanggilnya.


"Kak.!! tadi kudengar kakak meninggalkan kak arini di london kan? apa dia gak takut? kenapa gak di ajak pulang aja?"


"Dek, sebenarnya kakak juga belum pulang kalo gak ada madalah dikantor. Karna kami ada meeting penting di london, makanya kak arini tinggal sebentar disana. Dia gak sendiri kok, ada teman kakak disana. Ya udah, kakak pulang dulu ya. Belajar yang rajin."

__ADS_1


Setelah reza berpamitan pada orang tuanya, ia pun kembali kerumahnya.


_


Esok hari, reza mengumpulkan pejabat tinggi kantor untuk membahas masalah yang terjadi pada kantornya.


Belum ada kesimpulan yang jelas untuk menyelesaikan masalah itu. Karna perusahaan reza dituduh memplagiat hak cipta designer perusahaan lain.


Reza bingung untuk memberitahukannya pada arini, karna arini lah yang mendesign rancangan perhiasan itu.


"Gimana ini.? Aku gak mau arini cemas mengetahui hal ini. Tapi lebih baik dia mengetahuinya, karna semua bukti ada padanya. Aku telpon dulu deh."


Reza meraih hp nya untuk menghubungi arini. namun tidak ada jawaban.


"Kok gak dijawab ya?


ah iya, aku lupa. Disana sekarang udah malam, apakah dia sudah tidur?. Aku harus telpon harry."


_


London, malam hari.


Drrtt.... drtt...


"Reza?" Gumam harry saat melihat telpon dari reza.


"Halo za, gimana keadaan disana? "


"Har, perusaan client menuduh arini melakukan plagiarisme. Mereka protes karna design arini dan design mereka sama persis. Masalah ini gak akan selesai jika bukan arini yang menanganinya, karna dia yang menyimpan hasil sket nya."


"Aku yakin, mereka lah yang memplagiat, bukan arini.! Apa harus kukatakan pada arini.? "


"Aku dan selena sedang bersamanya. Dia lagi nonton drama sama selena, mereka lagi asik, mungkin dia gak denger suara hp nya."


"Baiklah har, aku gak mau ganggu kesenangannya. makasih ya udah jagain dia. aku tutup dulu telponnya. "


"Oke za. dah.. "


_


"Gimana ceritanya ada yang memplagiat karya arini? ini pasti ada yang membocorkannya." Gumam harry sambil membuka laptopnya.


Harry menemani arini dan selena dalam apartemen arini sambil bekerja didepan laptopnya.


Tak terasa, hari sudah larut. Harry kaget saat menutup laptop, ia mendapati selena dan arini sudah tidur pulas di sofa ketika mereka sedang nonton tv.


"Astaga! aku seperti menjaga dua bocah."


Harry mendekati mereka perlahan, ia mematikan tv dan membersihkan sisa makanan cemilan selena dan arini.


Kemudian ia menggendong tubuh arini dan memindahkannya kedalam kamar.


Tak lupa, harry juga menyalakan penghangat ruangan dan menyelimuti arini.


"Beruntungnya reza mempunyai tunangan gadis cantik, baik dan ceria sepertimu, andai aku mengenalmu lebih dulu, mungkin aku sudah menikahimu arini. " Batin harry sambil menyelimuti arini.


Harry menutup pintu kamar arini, kemudian ia keluar. Ia juga menggendong selena untuk memindahkannya ke kamar apartemen mereka.

__ADS_1


"Astaga, kenapa tubuhmu makin berat saja. apakah dosamu sudah bertambah?." Gumam harry saat mengangkat tubuh selena.


_


Esok pagi. Arini terbangun, namun ia bingung karna sudah berada dalam kamar. Saat arini hendak meraih ponselnya di atas meja, selembar kertas pun terjatuh.


"Hah?.ini kan hasil tes kehamilan selena. Astaga aku lupa memberitahunya. Aku akan kesana sekarang, aku harus memberitahukan ini sebelum terlambat."


Arini bergegas pergi kesebelah kamarnya dengan membawa surat hasil tes itu.


Tok.. tok..


"Selamat pagi selena, harry." Teriak arini dari luar.


Selena pun membukakan pintu. "Haii rin. Kamu belum mandi? Aku mau ajak kamu ke salon hari ini. Ayo kita pergi." Selena langsung menarik tangan arini keluar dari apartemennya.


"Tapi.. aku belum mandi sel, harus sekarang kah?"


"Iya, ayo buruan ganti baju, gak usah mandi, dan gak perlu dandan cantik, ntar bisa dandan disalon sekalian." Selena mendorong arini untuk masuk kekamar nya.


"Tapi ada yang mau aku sampaikan sel. Oh iya dimana harry?."


"Udah,, ntar aja bilangnya.


Harry udah ke kantor, ada meeting. Buruan ganti baju, kutunggu diluar ya."


"Iya.. iya..


Duh, gak jadi lagi deh bilang ya. Ntar aja deh, pulang dari salon." Gumam arini sambil berkemas.


Setelah siap. merekapun pergi ke salon. Selena yang mengemudikan mobil, namun arini yang merasa cemas pada kandungannya.


Sore hari, mereka berjalan santai setelah ke salon dan sedikit shoping.


Selena selalu fokus pada ponselnya, hingga ia menyeberang jalan tanpa lihat kiri dan kanan.


Arini yang berjalan dibelakang selena juga di sibukkan dengan barang belanjaan yang ia bawa.


Suara klakson mobil terdengar nyaring dari mobil yang melintas mendekati arah selena dan arini.


Arini mencengatkan kepalanya saat mendengar suara klakson itu.


"Astaga, selena!!."


Beruntung jarak arini dan selena tidak terlalu jauh, hingga arini masih sempat menarik tangan selena dan memeluk tubuhnya hingga mereka terguling.


Bermaksud melindungi bayi yang ada dalam perut selena, namun justru arini yang celaka, sebab kepala nya terbentur di trotoar jalan hingga mengeluarkan darah.


"Rin, makasih ya.


eh. rin....!! Arini.!" Selena kaget melihat arini yang sudah tak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari kepalanya.


"Astaga, arini.!! Semuanya, tolong kami.!" Teriakan panik selena mengundang perhatian orang yang berada didekatnya.


Mereka pun membantu menggendong arini masuk kedalam mobil selena. Ia pun segera menuju rumah sakit.


Ada rasa takut dalam pikiran selena, karna dia lah penyebab arini celaka.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG


__ADS_2