
Esok harinya, yuki pergi kegedung perusahaan DIAMON untuk melakukan interview. Yuki tampak cantik menggunakan atasan kemeja putih dengan rok hitam dibawah lutut.
"Wah,, perusahaanya gede banget, pintu masuknya dimana ya? Bingung."
Seorang karyawan datang menghampiri yuki yang tengah kebingungan.
"Selamat pagi nona, ada yang bisa saya bantu?"
"Eh, iya nih, aku hari ini ada interview, tempat nya dimana ya?". Tanya yuki.
"Oh gitu, mari saya antar, ayo ikuti saya." Karyawan wanita tersebut menuntun yuki kesebuah ruangan dimana tempat ia akan di interview.
"Kita sudah sampai. Mari masuk" Yuki mengikuti karyawan berseragam itu masuk.
"Selamat pagi pak, saya bawa seseorang yang ingin diinterview. "
"Baiklah, kamu silahkan keluar.
Kamu yang daftar kerja melalui online kemarin? Silahkan duduk.
Perkenalkan, nama saya PUTRA, selaku manager bagian office cleaning." Manager bernama putra itu menyalami yuki.
Yuki turut menyambut tanganya. "Nama saya yuki zee, iya, saya yang mendapat email itu tadi malam". Jelas yuki sembari duduk.
"Kamu begitu sopan, tapi kamu hanya memiliki ijazah SMA saja, padahal nilai kamu rata-rata sembilan koma. Kamu pasti pintar.
Apakah kamu tidak keberatan ditempatkan diposisi mana saja?". Ujar manager putra.
"Saya siap pak". Tegas yuki.
"Oke, jadi disini hanya ada lowongon untuk cleaning service untuk ijazah seperti kamu.
Dan kerjaan kamu yaitu membersihkan kantor ini sebelum bos dan semua karyawan datang, kamu harus tiba dikantor jam 6 pagi, karna kantor buka jam 8. Tugas kamu, menyapu, ngepel, dan elap kaca. Jika dibutuhkan, kamu bisa juga merapikan meja karyawan jika ada yang memintanya".
"Baiklah, saya mengerti, kalau boleh tau, pulang nya jam berapa pak? Soalnya saya ada anak kecil dirumah?".
Manager putra kaget saat mendengar yuki sudah punya anak, ia membuka kembali email yang dikirim yuki. "Disini umur kamu baru 21 tahun, kamu sudah menikah dan punya anak? Kamu nikah umur berapa yuki?
"Maaf pak, tolong jangan bahas masalah pribadi, kita lanjutkan pembahasan tentang pekerjaanya saja". Tegas yuki.
"Oke, maaf. Jadi disini kita dibagi dalam 2 sift. Sift pertama masuk jam 6 pagi, pulang jam 3 sore. Sift kedua masuk jam 2 sore pulang jam 10 malam. Satu minggu masuk pagi, minggu berikutnya masuk malam, hari sabtu, minggu, dan tanggal merah kita libur. Kamu mengerti?"
"Saya mengerti pak". Jawab yuki menganggukan kepalanya.
"Satu lagi, pintu masuk buat karyawan office cleaning dibagian samping, jangan masuk melalui pintu utama, karna itu khusus untuk karyawan staf dan petinggi kantor. Setelah tiba dikantor, kamu harus langsung melakukan pinger print yang tertempel di dinding dekat pintu itu sebagai absen nya.
Sekarang kamu sudah bisa mulai bekerja, mari saya perkenalkan dengan yang lainya"
"Baik pak, terimakasih". Yuki mengikuti manager putra untuk memperkenalkanya dengan sesama karyawan cleaning service".
_
Setelah arini dan lesty ngampus, mereka langsung menuju keperusahaan tempat mereka bekerja.
Saat masuk kantor, arini dicegah oleh managernya bernama laura itu.
"Rin, mana design yang kau buat? Bukankah aku sudah bilang berikan padaku jam 4 sore kemaren??!"
"Maaf buk laura, kemaren ditempatku hujan deras, banjir pula. Nih design nya sudah kubawa". Arini mengeluarkan sebuah map dari dalam tas kerjanya.
"Baiklah, aku akan memberikanya pada bos setelah dia datang kemari". Saat manager laura pergi, arini berjalan menuju meja kerjanya, sedangkan lesty pergi keruang staf.
"Eh, ngomong-ngomong bos kita akan kembali loh". Ujar seorang karyawan.
"Oh ya! Tau dari mana kamu?"
"Tadi aku dengar direktur robet sedang telponan, dan dia sedang membahas itu, tapi gak tau juga sih".
Desas desus itu terdengar oleh arini.
"Maaf mba, maksud nya bos akan kembali tuh apa ya?!! Bukankah bos kita ialah direktur robet?". Ujar arini heran.
"Emangnya kamu gak tau ya? Masih ada jabatan yang lebih tinggi dari pada direktur robet. Dan katanya orang itu akan kembali, kayaknya dia agak tua deh, soalnya direktur robet ngomongnya sopan banget sama dia waktu aku denger dia telponan kemaren".
"What?? Bos?? Agak tua?? Jangan-jangan... Ahh gak mungkin lah.!!"
__ADS_1
"Oh gitu,, ya udah, makasih ya info nya, ayo lanjut kerja".
Semoga bukan orang itu, kalau sampai dia tau gue disini, habis lah riwayat gue!! Optimis aja deh. Lagian jarak nya jauh.
Arini melanjutkan mendesign sambil bergumam dalam hati.
Jam makan siang, arini langsung menemui lesty diruanganya.
"Ti, ayo makan, tadi dikampus lupa makan gue, bdw,, lo traktir gue dulu ya, soalnya duit gue lagi dipegang sama tuyul".
"Alasan!! Bilang aja lagi ngirit?!! Ya udah ayok!!"
"Ah, lo bisa aja ti. Demen gue temenan sama orang yang pengertian namun o'on kayak lo". Ujar arini cengengesan.
"Lo muji ato ngehina??"
"Dua-dua nya.. Hehe, yuk ah masuk kantin, pesen makanan standar aja ya"
"Iya,, eh rin, lo udah tau kan kalo besok bos kita akan kembali kekantor". Ujar lesty.
"Iya, tadi banyak desas desus nya kayak gitu, emangnya dia siapa sih, kok selama kita kerja, gak ada namanya dikantor, katanya dia gak pernah kesini, dan katanya lagi dia agak tua gitu ya". Timpal arini.
"Kok beda ya, tadi diruangan gue malah banyak yang bilang kalo dia masih muda, dan katanya dia pernah beberapa kali berkunjung kemari".
"Katanya.!!! Katanya!! Bodo amat lah!! Siapapun dia yang penting gue mau makan dulu, cacing kremi udah pada manggil".
"Eh rin, liat deh orang itu, kayak gak asing kalo dari belakang". Lesty menunjuk pada seseorang yang juga tengah makan.
"Hah? Siapa?? Gua mah kagak kenal kalo cuma liat dari belakang doang".
"Gue penasaran nih, kita samperin yuk, kayaknya dia orang deh". Lesty menarik tangan arini.
"Elah,, kalo bukan orang masa ia tubuhnya kayak manusia, peak!! "
Lesty terus menarik arini menuju orang tersebut.
Lesty kaget melihat orang yang ternyata teman nya sendiri.
"Yuki.!!!!! ". Teriak lesty.
"Ya maaf! Abis gue kaget liat lo muncul disini, lo kerja disini?". Lesty turut duduk didekat yuki.
"Iya, aku baru aja kerja hari ini, lumayan lah bantu-bantu neo. eh tunggu!! Kalian kerja disini juga, berarti kita satu kantor kan? Cuma beda tempat nya aja". Ujar yuki kaget.
"Bener banget mbak yuki,, berarti kita satu kantor ya,, seneng temanan sama mbak yuki"
Sahut arini tersenyum.
"Em.. Kamu?? Arini kan?? Maaf aku kurang ingat karna kita baru bertemu satu kali". Timpal yuki.
"Gak apa-apa, gak inget itu tanda lupa, hehe. Ntar kita sering ketemu kok. Oh iya anak mbak yuki tinggal sama siapa?". Ucap arini.
"Ada orang tuaku yang menjaga nya.
Makan bareng yuk, bawa kesini aja makanan kalian".
"Nah, ide bagus tuh, ayo ti bawa piring lo". Arini berlari lebih dulu dan mengambil piringnya, disusul oleh lesty. Kemudian mereka bertiga makan siang bersama.
"Mbak yuki, gak ada kerjaan lain apa selain jadi cleaning service? Yang gajinya gedean dikit?". Tanya arini sembari makan.
"Gak usah panggil mbak, panggil yuki aja, kayak udah tua aja aku dipanggil mbak.
Aku cuma tamatan SMA rin, mana ada kerjaan yang kayak kalian, aku iri sih sama kalian bisa kuliah sambil kerja, tapi aku sadar kalau orang tuaku gak mampu". Sahut yuki tertunduk.
"Gue saranin ya mbak, sekarang kan mbak yuki udah kerja, suami mbak yuki juga udah kerja, kalo bisa sih sisihkan uang buat kuliah, gue yakin kok pasti mbak yuki bisa. Gue sama lesty juga kayak gitu, mumpung anak masih kecil, belum terlalu banyak pengeluaran". Timpal arini.
"Elah.. Lo udah kayak ibuk-ibuk aja rin!!. Tumben amat ngomong nya bener kayak gitu, biasanya ngelantur aja tuh mulut". Cela lesty mengerutkan alisnya.
"Tapi arini bener kok, aku akan coba menyisihkan uang untuk kuliah, siapa tau kedepan nya aku bisa mencari pekerjaan yang lebih baik dari ini demi yunie anakku. Terimakasih ya arini.
Aku udah selesai nih makannya, aku balik kerja lagi ya, kalian silahkan lanjutin makannya". Yuki bergegas kembali lagi keruangan office cleaning.
"Iya mbak yuki, hati-hati ya, awas ketelen sapu". Arini melambaikan tangan nya pada yuki.
"Rin, nasi gue udah abis nih, tapi gue masih laper, minta nasi lo dong".
__ADS_1
"Makan noh meja!! Kalo masih kurang, telan piring sama gelas nya. Nasi gue aja udah abis, ayo ah balik kekantor, gue mau lanjutin design".
"Design rumah sakit? "
"Itu pasien bego!! Jauh amat melesetnya.
Oh iya ti,, besok kita masuk pagi ya, kebetulan gak ada jadwal kuliah kan?.
"Bener, gue udah gak tahan lagi mau lulus, udah capek gue kerja sambil ngampus". Timpal lesty.
"Sabar, tinggal satu tahun lagi"
Ditengah percakapan mereka menuju ruangan kerja, tiba-tiba ponsel lesty berdering.
"Wait, ada vidio call.
Eh,, genta?!! Ohmaigadd!! Dia masih nyimpen nomor gue? Gue kira udah dia buang".
"Siapa genta?? Gentayangan?". Tanya arini.
"Nama panjang nya genta buana, temen SMA gue yang paling bego, dia juga pemberani, bentar ya, gue angkat dulu.
"Halo genta!! Lo kemana aja? Abis pulang dari bertandang keplanet yupiter?
"Haii lesty,, maaf ya baru bisa hubungi, gue kira lo udah ditelan bumi, hehe. Oh iya, gue lagi bersama evi nih, lo tau sendirikan kalo kita masuk di universitas yang beda sama lo, siapa tuh disamping lo? Ada mahluk o'on lagi?"
"Ah bener, temen o'on kita nambah satu, namanya arini, temen kampus dan temen sekantor gue. Haii evi,, ohmaigad, temen gue yang paling pendiam, lo sekarang udah gede idungnya. Kapan kita ketemuan dimana?"
"Gimana kalo sore ini, yuki kerja disini juga loh, kita bisa reuni nih... Wahh seneng nya, kita ketemuan dikafe biasa kita nangkring dulu ya.
"Oke deh,, ya udah, tutup dulu ya telpon nya, kita mau balik kerja lagi nih. Baiii genta, dahh evi."
Lesty menutup telponya, dan lanjut masuk kekantor.
"Itu temen lo ti? Kok pada gak waras gitu ya? Sama iya nya kayak lo". Ujar arini menaikan sebelah alisnya.
"Kayak elo waras aja rin!! Udah ah, kita berpisah disini, silahkan masuk keruangan elo sana!"
_
Sore harinya, Arini, lesty, yuki, genta dan juga evi berkumpul di kafe tempat mereka nongkrong semasa SMA dulu.
"Haii genta, evi, kenalin nama gue arini, mahluk paling cantik sekampus nusantara, seneng ketemu kalian, semoga kita semua makin gak waras ya". Ujar arini sembari merangkul mereka satu-satu.
"Ahh.. Lo kalo ngomong suka bener,, salam kenal juga.
Eh, yuki?? Lo apa kabar, gimana hubungan lo sama neo? Masih langgeng? Udah punya anak? ". Genta dan evi memeluk yuki bergantian.
"Aku dan neo masih langgeng kok, kami udah punya anak, alhamdulilah masih bahagia sampai sekarang, kalian sendiri gimana? Udah kerja? Kalau aku udah kerja jadi cleaning service". Sahut yuki tersenyum.
"Yuki, kamu merasa terbebani gak sih kerja kayak gini ninggalin anak?". Ujar evi menatap kasihan pada yuki.
"Mau gimana lagi vi, namanya hidup, jalani ajalah, asal selalu bersukur. Aku berbeda sama kalian, orang tua kalian pada mampu. kalian sendiri gimana?".
"Itu gak masalah kok, yang penting sudah berusaha. Kalo gue sama evi mah kayak gini-gini aja, tiap masukin lamaran kerjaan diberbagai perusahaan, gak pernah diterima. Nasib kita jelek ya vi?".
"Ehh,, gue baru inget, diruangan staf butuh karyawan loh, kayaknya kalian bisa masuk deh, mau gak? Ntar gue bantu deh.
Oh iya rin, diruang design butuh karyawan baru gak?". Ujar lesty.
"Kayaknya gak ada, tapi gak tau juga sih. Coba aja masukin lamaran, ntar gue bantu ngomong sama direktur robet". Timpal arini.
"Wahh.. Kalian baik banget sih, gue jadi semangat. Makasih ya temen seperjuangan gue,,moga kita sering ngumpul lagi kayak gini, biar bisa gila-gilaan bareng". Lesty merangkul semua teman nya itu.
"Maaf semuanya, aku pulang duluan ya. Aku sudah ditunggu yunie. Daah semuanya, sampai jumpa besok". Yuki pergi meninggalkan temanya yang masih berbincang ria.
Maafkan aku, aku gak bisa berlama-lama lagi berkumpul bareng kalian, karna aku bukan gadis lagi, aku sudah punya tanggung jawab. Aku juga minder didekat kalian yang berpendidikan tinggi dengan pekerjaan yang lebih baik dariku.
Tetaplah bahagia selagi masa lajang, nikmatilah masa muda kalian sebelum menikah, jangan sampai kalian mengalami yang aku alami.
Yuki menatap sahabatnya itu dari jendela mobil taxi yang ia tumpangi dengan air mata yang mengalir perlahan. Ia berusaha menutupi realita kehidupan rumah tangganya dari sahabatnya, supaya mereka tidak cemas.
•••
BERSAMBUNG..
__ADS_1