
Keesokan harinya. Rey mengajak ara untuk menemui pricil setelah rey menceritakan semuanya bahwa pricil akan bekerja di mall milik rey.
Ara tidak segan untuk menunjukan kemesraanya dengan rey pada pricil.
Setibanya di mall, rey dan ara membawa pricil keruangan manager disana untuk merekrut pricil.
Setelah sekian lama berbincang, akhirnya pricil diberi baju khusus karyawan dan mulai bekerja.
"Ah. Lo cocok dengan baju ini, selamat bekerja ya.? Kerja yang bener! Jangan sampai kena pecat! Lo harus berterimakasih sama pacar gue! "Ujar ara sembari memeluk tangan rey.
"Iya, makasih ya rey, gue juga berterimakasih sama lo ra. "Tutur pricil.
"Ya.. Gak masalah.. Oke! Silahkan bekerja.! Kita mau belanja dulu. "Ara menarik rey dari hadapan pricil.
"Kalian!! Awas aja ya lo ra.!! "Gerutu pricil dengan geram!
Ara dan rey berkeliling di mall tanpa perlindungan masker dan kaca mata. Tentu saja banyak penggemar mereka yang datang menghampiri untuk foto bersama.
Dengan santai dan happy, ara menyapa dan menyambut mereka. Rey tetap menggenggam tangan ara, karna banyaknya kerumunan, dia takut ara terjatuh.
"Waa... Ara.. Rey..!! Kita minta foto dong. "Suara mereka sangat ramai dan membuat sesak.
"Selamat pagi semuanya.. Tolong beri jarak untuk menghindari pingsan mendadak! Wahh rame banget ya, udah lama gak ngerasain kayak gini. Gue kangen sama kalian semua!! " Teriak ara dengan kuat!!
"Stt,, jangan terlalu semangat! Ntar capek, gue males gendong lo. "Bisik rey didekat ara.
"Bodo' ah.!! Ayoo semuanya kita foto bareng, tapi jangan desak desakan ya. Ntar kalian sesak napas.
Dengan manisnya, ara dan rey berfoto bersama penggemar mereka yang berteriak histeris.
Banyak dari mereka yang memberikan kado ulang tahun pada ara dan rey, walaupun sudah lewat satu bulan, tapi mereka masih ingin menyampaikan hadiah itu untuk idolanya.
Pricil yang menyaksikan kebahagiaan mereka itu seakan tidak terima, diapun mengambil kesempatan untuk berbuat jahat.
__ADS_1
Perlahan dia mendekati kerumunan yang ada dibelakang ara dan rey. Pricil mendorong orang dibelakang ara dengan sekuat tenaga bertujuan untuk menjatuhkan ara.
"Ahh.. "Tubuh ara mulai tidak seimbang, dan akan terjatuh. Menyadari hal itu, rey langsung menarik ara, kemudian ara jatuh dalam dekapanya. Pemandangan yang romantis itu disaksikan oleh penggemar dihadapan mereka.
"Aron! Ngapain masih merem gitu, cepat bangun, malu diliatin orang. "Ujar rey sembari membantunya kembali berdiri.
"Huh!! Untung aja gak apa-apa. Makasih ya alien kriting. "Ujar ara tersenyum.
Melihat kejadian itu membuat pricil makin jengkel karna rencananya tidak sesuai harapanya. Dia pun berlalu meninggalkan mereka dengan kesal.
Ara sempat melihat pricil dari belakangnya. "(Heh! Sudah kuduga, ini pasti kerjaan lo) "batin ara tersenyum tipis.
Mereka pun melanjutkan kebersaan bersama penggemarnya yang membuat ara selalu tertawa. Dan juga menghibur mereka dengan candaan nya yang konyol dan gak waras itu.
Setelah beberapa jam, akhirnya mereka bubar.
"Sayang, gue udah capek banget nih, udah siang, ngantuk juga lapar. Kita pulang yuk. "Ujar rey yang kelelahan.
"Baiklah.. Lo tunggu dimobil ya. Gue mau ketoilet sebentar. "Ujar ara.
Setelah memastikan rey keluar, ara bergegas menemui pricil yang tengah dibelakang dekat wc.
"Heii pecel!! Gue tau tadi lo dorong orang yang dibelakang gue kan?? "Tanya ara dengan paksa.
"Lo ngomong apa sih ara. Gue gak ngerti, dari tadi gue disini kok. "Jawab pricil menyangkal.
"Udah deh, ngaku aja, gue tau, lo tuh mau jatuhin gue kan? Lo masih punya perasaan ya sama pacar gue? Kenapa gak bisa move on? Bukanya lo sudah punya pacar? "Timpal ara.
"Apaan sih, gue gak ngelakuin apapun kok. Tolong jangan hina gue mentang gue orang miskin. Gue bisa aja beritahu ini pada rey. "Pricil mengancam ara.
"Haha... Pecel.!! Pecel!! Lo ngancam gue?? Ngaca dulu deh, liat tuh muka lo udah kayak plastik bening mengkilapnya. Bokong gede, tapi pinggul kecil, lo mau jadi semut rang rang? Udah mending jadi kutu kebo aja, oke?!
"Hei ara. Lo ngatain orang, lo sendiri gak nyadar punya perut bulet kayak gitu hah? "Pricil mulai menunjukan sisi jahatnya.
__ADS_1
"Mending badan berat, dari pada badan sekeping papan kayak lo, tiup angin aja udah melanyang kemana mana. Lo nge-gym. Atau kelaparan? Gue udah ingetin sama lo jangan ganggu kita apapun alasanya. Karna gue gak akan tinggal diam.!! "Ara berlalu meninggalkan pricil setelah mengungkapkan isi hatinya yang membara.
Setelah ara pergi, pricil mulai bergumam.
"Lo kira gue takut sama lo!! Gue bahkan belum melakukan apa apa. "Gerutu pricil.
Ara kembali menemui rey dimobil nya, kemudian mereka meninggalkan mall.
"Aron! Tadi kok lama banget ditoilet nya. Ngaca dulu ya.? "Tanya rey.
"Gak ah! Tadi tuh ada kutu kebo didalam wc. "Jawab ara singkat.
"Hah kutu kebo? Emang nya ada? "Tanya Rey mulai bingung.
"Ada lah, tapi lo tenang aja, udah gue geprek tuh kutu sampai penyet.
"Masa sih di mall gue ada kayak begituan, gue harus tegor nih sama kebersihanya, "ujar rey yang mulai percaya.
"Iya, harus tuh! Biar gak ada kutu lagi di mall lo. Mata gue pusing liat nya. Lain kali jangan lama lama kalau mau kesini. Gue gak mau kalau nanti ada kutu kebo lagi. "Timpal ara dengan santai.
Sedangkan rey masih tidak mengetahui kalau yang dimaksud ara itu adalah si pecel maksud nya pricil. Si penganggu hubungan orang.
Rey percaya percaya aja sama ucapan ulat bulu, dari mana coba dateng nya kutu kebo. Dasar bego!.
Ara kalau ngatain orang kayak gak punya dosa. Ulat bulu mah bebas. Yang idiot nya lagi mereka gampang percaya padanya.
Ara lumayan kenyang setelah ngatain pecel itu dengan kesal, tapi si pecel malah makin berniat jahat padanya. Dia tidak rela melihat rey bahagaia dengan orang yang bukan dirinya.
Tujuan utamanya adalah memisahkan rey dan ara.
***
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like🙏