Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:46


__ADS_3

Setelah mereka pergi ke hotel. Malam harinya, reza mengajak jajarannya untuk pergi kerumah alvin dan pricil yang juga berada dikota F.


Alvin sempat kaget melihat reza dan temannya yang tiba-tiba berkunjung kerumahnya tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


"Reza? Kapan kamu kesini, kenapa tidak beritahu om dulu?." Ujar alvin saat membukakan pintu rumahnya.


"Iya, maaf om. Tadi kami gak sempat beritahu, soalnya sibuk banget. Kami tiba disini tadi pagi." Jelas reza.


"Oh, gitu. Ya udah masuk yuk. Siapa aja nih?"


Reza memperkenalkan mereka satu persatu pada alvin sembari berjalan masuk. Kemudian pricil keluar menyambut kedatangan mereka.


Setelah pricil menghidangkan minuman dan sedikit makanan ringan. Mereka pun memulai obrolannya.


"Za, katakan ada apa kalian kemari?"


"Gini om. Aku mau membangun perusahaan dikota ini. Kami sudah membeli gedung bulan lalu. Tapi karna ada sebuah insiden, makanya kami undur. Dan sekarang aku akan memulainya lagi. Aku butuh bantuan om alvin." Jelas reza.


"Baiklah. Besok ikut meeting dikantor om. Biar kamu langsung dapat client."


"Makasih om. Kalau gitu kami pulang dulu ya. Sudah malam. Kami permisi om, tante."


_


Esok harinya.


Reza dan yang lainnya sudah berada dikantor perusahaan alvin untuk menghadiri meeting.


Meeting itu sendiri dipimpin oleh alvin. Banyak juga dari perusahaan lain yang menghadiri meeting tersebut.


"Selamat pagi semuanya. meeting pagi ini saya buka. Sekarang persiapakan semua dokumen kalian untuk dipresentasikan kedepan. Tapi sebelum itu, kita harus menunggu seseorang untuk menerangkan presentasinya yang pertama." Jelas alvin dengan tegas.


Tidak lama kemudian. Seorang wanita cantik masuk kedalam ruang meeting itu bersama asistennya yang membuat semua orang tercengang dengan kecantikannya.


Reza juga turut tercengang. "Itu kan cewek yang kemaren?." Batinnya heran.


"Selamat pagi semuanya, saya belum terlambat kan?" Sapa gadis itu dengan ramah.


"Belum dong. Silahkan perkenalkan diri kamu." Timpal alvin tersenyum.


"Baiklah. Ini pertama kalinya saya menghadiri meeting disini karna mewakili papa saya.


Nama saya Gabriel Jessie. Kalian bisa memanggilku Jessie. Salam kenal semuanya." Jelas jessie tersenyum.


"Salam kenal dan selamat datang jessie." Sahut semua orang, kecuali reza.


Jessie menatap sinis reza. "Heii, anda siapa tuan? kenapa tidak menjawab salam saya?!." Ketus jessie.


Alvin menarik tangan jessie. "Nona jessie, sudah, jangan pedulikan. Dia adalah keponakan saya, dia juga baru gabung disini. Nona lanjutkan saja presentasi nona." Pungkas alvin.


"Baiklah, maafkan saya tuan."


Jessie melanjutkan presentasinya. Ia begitu pintar dalam bicara.


Sementara reza terperangah bengong melihat jessie yang sedang bicara itu.


"Kenapa dia mirip sekali dengan arini." Batin reza.

__ADS_1


Lesty menyenggol lengan reza untuk menyadarkan lamunannya.


"Psstt.. Bos, ngapain bengong.?" Bisik lesty.


"Hah? gak apa-apa kok." Sahut reza.


Setelah jessie selesai presentasi. Giliran reza yang maju untuk presentasi kedepan client hingga selesai.


Jessie berdiri dari duduknya yang berhadaoan dengan reza itu.


"Saya bersedia bekerja sama dengan tuan. Kapan kita akan mulai membangun bisnis bersama." Ujar jessie.


"Anda serius nona? anda adalah client pertama saya. Secepatnya saya akan membuatkan kontrak." Timpal reza tersenyum.


"Tapi anda jangan senang dulu tuan! Saya tertarik bekerja sama dengan anda karna anda adalah keponakannya paman alvin." Ketus jessie dengan menaikan sebelah alisnya.


Reza menghela nafas karna sedikit emosi, seakan jessie menghina harga dirinya. Namun reza bersabar demi menghormati alvin.


"Tidak masalah nona." Sahut reza mencoba tersenyum.


Mereka pun dipaksa bersalaman oleh alvin atas jalinan kerja sama mereka.


_


Esok harinya. Yuki harus pulang kekota B, karna dia tidak bisa meninggalkan yunie terlalu lama.


"Yuki, maafkan aku gak bisa pulang sama kamu. Aku, lesty dan boby akan pulang bulan depan setelah urusan disini selesai. Kamu pulang bareng pak robert ya. Biar aku yang membayar biaya transport kalian." Ujar reza menatap yuki.


"Gak masalah. kalo gitu, aku dan pak robert pergi dulu."


"Kami permisi bos. Semoga sukses!." Sahut pak robert.


Setelah tiga minggu mereka merenovasi gedung perusahaan reza. Akhirnya hari ini, gedung itu resmi dibuka.


Reza adalah orang pertama tercepat, dan termuda yang sukses di bidang bisnis dikota F, Yang memiliki ratusan karyawan dan puluhan petinggi kantor dalam waktu singkat setelah sukses dikotanya, yaitu kota B.


Setelah kantornya resmi dibuka. Ia mengadakan rapat kecil yang hanya dihadiri petinggi kantor dan juga client pertamanya yaitu Jessie.


"Nona, jessie. Terimakasih telah menjadi client pertama kami. Senang bekerja sama dengan anda." Reza menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan jessie.


Namun jessie tidak menyambut tangan reza. "Gak masalah. gak perlu berjabat tangan. Saya hanya meng-investasikan uang saya." Tegas jessie.


Reza menyikapinya dengan senyuman. "Baiklah, terimakasih.


Oh iya, selama saya tidak ada dikantor ini, Pak Lucas lah yang meng-handle perusahaan ini sebagai direkturnya. Oke. meeting saya tutup, selamat bergabung semuanya."


Semua karyawan reza keluar dari ruang meeting kecuali Jessie.


"Maaf nona. Kenapa anda belum pergi?." Tanya reza heran sembari menutup laptopnya.


"Tuan reza tidak mengurus perusahaan ini disini? anda kan Ceo nya." Ujar jessie.


"Tidak. Karna aku ada perusahaan induk dikota B. Aku hanya sesekali kemari untuk memantau. Dan lagi, aku masih harus mencari seseorang." Reza merunduk ketika ia mengingat arini.


"Seseorang? Siapa dia?." Timpal jessie.


"Dia... Orang yang spesial, yang sangat aku sayangi. Tapi aku menyesal karna terlambat menyadari itu semua, sekarang dia menghilang. Eh! kenapa bahas dia. Sudahlah jangan dibahas. Aku keluar dulu."

__ADS_1


Reza bergegas pergi meninggalkan jessie diruang meeting sendirian.


"Kasihan juga dia." Gumam jessie.


_


Satu minggu kemudian. Reza, boby dan lesty pulang kekota B setelah satu bulan lebih mengurus bisnis dikota F.


Rumah yang dibangun reza dikota B sudah rampung seratus persen. Ia pun segera pindah rumah, dibantu oleh ara dan rey, dan juga ratu, adiknya.


Malam harinya, orang tua reza pulang kerumah mereka.


Untuk pertama kalinya reza tinggal sendiri dirumah sendiri, walaupun ada beberapa pembantu rumah tangga dan satpam pribadi miliknya.


Esok malamnya. Reza mengumpulkan semua temannya untuk mengadakan pesta kecil dirumahnya sekalian untuk memperkenalkan rumah barunya pada mereka.


Ddrtttttt... Drrtttt... (getaran hp reza dalam saku celananya)


"Neo?." Ujarnya sembari menjawab panggilan tersebut.


"Halo za. Bisa gak malam ini kumpul.? "


"Bukannya lo masih diluar kota ya?." Timpal reza.


"Gue udah pulang beberapa hari yang lalu. Gimana, bisa ngumpul gak? Tapi kita berkumpul dirumah arini aja ya. Ada seseorang yang ingin gue kenalin sama kalian. gue juga bawa yuki dan yunie."


"*Ya udah, kebetulan temen kita lagi ngumpul dirumah gue. kita tinggal nyeberang jalan kok."


"Oke.. kami segera kesana*."


Setelah menutup telpon, neo dan anak istrinya langsung pergi menuju rumah arini.


Sementara reza dan yang lainnya juga pergi kesana.


Reza membuka pintu rumah itu. Ia merasa sedih melihat foto arini yang masih terpajang rapi. Ia pun meraihnya dan mengusap debu yang menutupi wajah arini pada kaca foto tersebut.


"Sayang, dimana kamu sekarang. Sudah hampir tiga bulan kau menghilang. Kuharap kita bisa bertemu kembali." Bisik reza sembari membelai bingkai foto arini.


"Yang sabar bos. Kita pasti bertemu lagi dengannya." Timpal boby sembari menepuk pundak reza.


Sementara danu, lesty, genta dan evi hanya duduk diam sembari memandangi rumah yang pernah ditinggali arini itu.


Tidak lama kemudian, neo tiba bersama yuki dan yunie.


"Kalian sudah berkumpul?." Ujar neo sembari berjalan masuk.


"Memangnya ada apa? siapa yang akan kau kenalkan dengan kita?." Sahut genta.


"Kalian tunggu disini. Aku akan pergi menjemputnya.


Sayang, kamu jaga yunie ya. Aku pergi sebentar." Neo mengusap kepala yuki, kemudian ia bergegas pergi.


"Ki, kamu tau gak siapa yang dimaksud neo?." Tanya lesty penasaran.


"Aku juga gak tau ti. Dia aja gak bilang kok. Kita liat saja nanti lah." Sahut yuki.


Mereka semua tegang menunggu neo kembali dengan rasa penasaran.

__ADS_1


•••


BERSAMBUNG...


__ADS_2