Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Cek up ricuh.


__ADS_3

Saat mengetahui ara hamil, rey menyuruh ara untuk mengurangi aktifitasnya sebagai model.


Beberapa bulan ini ara tidak diizinkan pergi sendirian.


Sesekali ara ikut bersama rey bekerja dikantornya. Terkadang rey tidak mengizinkanya ikut serta, karna tingkah laku ara membuat rey tidak konsen bekerja, dan makin membuat otaknya kriting kepanasan.


"Sumpah, gue bosan banget kayak gini, yang tadinya sibuk, sekarang malah nganggur, udah kayak orang bego gue mondar mandir gak jelas gini!


"Bik yam!!.


Teriak ara kencang.


"Ada apa nak ara!


"Bik, gue mau kekantor, jaga rumah baik-baik, kalo ada maling, kasih aja makan, tapi bubuhkan racun tikus didalamnya. "Ujar ara sembari menyandang tas nya dan mengambil konci mobilnya.


"Maaf, tapi apa nak ara nyetir sendiri? Baiknya jangan pergi sendirian, bahaya buat kandungan. "Nasehat bik yam sebelum ara meninggalkan rumah.


"Jangan khawatir, aku bisa jaga diri. Dah, aku pergi ya bik.


Tanpa ragu, ara mengemudikan mobil cantiknya berwarna ping itu menuju kantor rey.


Rey kaget melihat ara yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan kerjanya.


"Sayang, sama siapa lo kesini?. "Ujar rey cemas.


"Sendirian lah, gue bosan dirumah, udah tiga bulan lebih nangkring gak karuan, males gue.


"Duuh sayang, gini deh, mending lo kerumah mama sherly atau kerumah mami, atau kerumah kuman aja ya. "Rey membelai wajah ara.


"Kenapa emangnya? lo gak suka kalo gue disini?


"Bukan gitu sayang, sini.. Sini.. Duduk dulu.


Duhh, bayi kita udah gedean ya, udah mulai nakal. Sayang, kita cek up dulu yuk, bulan ini kan belum diperiksa, siapa tau bayi kita udah bisa ngomong. "Ujar rey sembari mengelus perut ara yang terlihat buncit itu.


"Ah iya, kamu bener, ayo kita pergi sekarang.


"Bentar, gue telpon kuman dulu.


"Kenapa nelpon abang?


"Suruh dia kerumah sakit, ntar kamu pulangnya sama dia aja ya, soalnya sore ini aku ada meeting.


"Oh,, ngono!! Baiklah, tapi mobil gue tinggal disini? Tapi, kok tumben ngomongnya 'aku kamu'.


"Biar romantisan dikit, hehe, ayo ah kita pergi, aku udah ngirim chat sama kuman.


Kedua calon orang tua itu pergi menuju rumah sakit.


Saat tiba disana, daylon sudah menunggu duduk dikursi dengan gaya yang sok keren!


"Lo udah sampai duluan bang?. "Sapa ara dengan senyuman.


"Wajar lah sayang, dia kan gak ada kerjaan. "Ketus rey.


"Gue udah kerja weii, gue sudah jadi manager diperusahaan papa, gue cepat dateng kesini karna papa yang nyuruh pergi lebih awal, asal ngomong aja lo! Gue sumpel pake kaos kaki ntar tuh mulut. "Sahut daylon geram menatap tajam mata rey.


"Bodo amat!. "Timpal rey cuek sembari menarik ara melalui daylon.

__ADS_1


Mereka berdua masuk keruangan periksa.


"Ikut woii.. "Teriak daylon sambil berlari menyusul mereka.


Rey kaget melihat daylon yang turut masuk keruangan cek up. "Ngapain lo ikut? Pergi sana!


"Pelit amat lo kutil!! gue kan juga mau liat gimana prosesnya.


"Gak boleh!! Lo gak diizinkan ngeliat perut bini gue!


"Udah, biarin aja reboy, dia kan abang gue, gak masalah juga. "Sahut ara sembari berbaring.


"Baiklah, tapi lo tetap disana aja.


Dok, silahkan periksa istri saya, anggap aja gak ada orang dipojokan sana. "Rey menunjuk pada daylon.


"Maaf dok, ada obat suntikan mati gak, gue mau nyuntik kutil itu, biar mulutnya diem!


"Kalian berdua!!!


Kalau masih ribut, keluar semua!!!!!


Ara berteriak dengan kencang membuat dokter itu melongo kayak orang bego saking herannya dia.


"Baiklah, gak akan lagi. "Jawab rey dan daylon bersamaan.


Setelah suasana mereda, dokter pria yang lumayan ganteng itu kembali memeriksa kandungan ara.


Perlahan ia memutarkan alat yang digunakan untuk USG itu.


"Kandungan anda sangat bagus nyonya, sudah masuk 3 bulan lebih 30 hari ya.


Dokter kok bego!.


Rey menggerutu dengan mengerutkan keningnya melihat dokter itu.


"Oh iya ya..! Berarti udah empat bulan kandungan nyonya, ini bagus, sebentar lagi dia mulai bergerak. "Jelas dokter itu kembali.


"Hah bergerak? Gimana ntar kalo dia bergerak dok? Reaksinya seperti apa?. "Tanya ara penasaran.


"Tunggu lima bulan lagi. "Jawab dokter tanpa dosa.


"Lima bulan lagi udah lahiran juga dok! Ngeselin nih dokter.!!


Kuman!! Tolong berikan dokter ini suntikan mati.!! "Teriak rey pada daylon.


"Oke, dengan senang hati. Gue bakal suntik dimatanya langsung.


"Emangnya kalian tau obatnya yang mana? Ntar saya yang akan suntik mati kalian. "Timpal dokter itu menatap mata daylon.


"Eh!


Gak jadi deh, hehe.. Silahkan lanjutkan dok!. "Daylon langsung ciut, dan kembali duduk.


"Dok, terus gimana nih kandungan istri gue, jelasin yang bener, atau gue beli nih rumah sakit, dan gue bakal pecat elo.! "Ketus rey dengan serius.


"Baiklah, saat umur empat bulan lebih, bayi ini akan bergerak, seperti menendang, atau memukul. "Jelas dokter itu dengan santai.


"Hah? Nendang? Mukul? Bisa mati gue dok!! "Teriak ara histeris.

__ADS_1


"Hais.. Nendangnya bukan seperti main bola juga kali, gak sakit kok, pokoknya liat aja ntar deh, susah jelasinya. Nih obatnya, sekarang kalian pulanglah.


"Ayo sayang kita pulang, gue kesel lama-lama dengan dokter ini. "Rey membantu ara turun dari ranjangnya.


"Eh, tunggu!! Kok rasanya gue pengen nabok muka ni dokter ya. Dok tolong dok, gue pengen banget nih nabok muka lu. "Ujar ara menatap dokter itu dengan sungguh-sungguh.


"Sayang, apaan sih ayo ah pulang!


"Nggak, gue pengen nabok muka dokternya dulu. Boleh ya dok! Gak tau deh kenapa, pengen banget rasanya. "Pungkas ara.


"Oh, itu berarti kamu sedang ngidam, boleh deh, silahkan tabok, tapi jangan kuat-kuat ya. "Dokter itu pasrah memasang wajahnya dengan mata terpejam.


"Dua kali boleh ya dok?. "Ujar ara kembali.


"Baiklah, demi bumil. "Sahut dokter singkat.


Dengan sigap ara mengangkat kedua tangannya dan mengayunkannya kearah muka si dokter.


Plaakkkkkk.!!!! (1x)


Plaaakkkk!!!! (2x)


Ara tidak mendengarkan instruksi dari dokter, ia mengayunkan tanganya dengan power full hingga telapak lima jarinya membekas dengan jelas dikedua pipi sang dokter yang baik hati dan bego itu.


"Awww!! Heii!! Bukankah tadi aku bilang pelan-pelan, kenapa kau menamparku begitu kencang!. "Dokter itu mengelus kedua pipinya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maaf dok, tangan gue bergerak sendiri. "Jawab ara tertunduk.


Sedangkan rey dan daylon tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan dokter itu.


"Kalo gak kuat, bukan nabok namanya dok!!. "Teriak daylon terbahak.


"Diam kamu!! "Timpal dokter itu dengan kesal.


"Haha, sayang, ayo kita pulang. "Rey menarik tangan ara.


"Dok, maafin gue ya, tadi gue sengaja, beneran!. "Ujara ara dengan tulus.


"Bodo' amat!! Pergi kalian dari sini. "Teriak dokter itu sembari memegang kedua pipinya yang masih terasa panas.


"Ayo deh pulang, ngeri gue. "Ara keluar tergesa-gesa bersama rey.


Daylon juga turut keluar. "Dok, selamat mengobati diri sendiri ya. Haha,, seneng banget gue. "Ujar daylon terkekeh membuly dokter itu.


"Dasar orang gila.!!"


Gerutu dokter itu sembari berlari mencari es batu untuk mengkompres pipinya.


Daylon dan rey masih terhanyut dalam kebahagiaannya.


Mereka berdua begitu kompak kalau soal membuly orang, atau melihat penderitaan orang.


•••


BERSAMBUNG


Jangan lupa vote ya😁


Baca juga. > 'BTS GC'

__ADS_1


__ADS_2