
Setelah member bangtan selesai fansign. Mereka kembali masuk kegedung kantor untuk menemui ara sambil istirahat.
Ara tengah asik ngobrol dengan salah satu staf perempuan disana, setelah melihat semua member masuk, staf itu pamit meninggalkan ara untuk memberinya waktu bersama bangtan.
Jungkook langsung berlari kecil menghampiri ara dan duduk disamping nya. Disusul dengan member lainya yang berkumpul bersama ara.
"Heii,, ara. Senang bisa melihatmu lagi, tapi kamu yang sekarang tidak seceria dulu, ada apa?. "Tanya jungkook dengan penuh perhatian.
"Maafkan aku, aku sedang patah hati. "Jawab ara tertunduk dengan wajah yang imut.
"Kamu serius? Apakah kamu putus dengan rey? "Tanya RM.
"Benar. "Jawab ara singkat.
Jimin terbawa emosi melihat kesedihan ara. "Wahh.. Kurang ajar cowok itu, gak bersukur dia punya pacar yang cantik dan baik kayak kamu. Liat aja kalau dia kesini lagi, bakal kutinju hidungnya. "Ujar jimin geram sambil menggepalkan kedua tanganya dan berdiri dihadapan mereka semua.
V tersenyum malu dengan tingkah jimin itu.
"Memangnya kamu berani dengan rey? sekali kibas saja sudah jatoh. "Timpal suga menatap dingin wajah jimin.
"Kenapa sih kamu selalu ikut campur urusan orang! Urus saja kerjaan kamu, buat lagu kek, tidur kek, apa kek. Sewot amat!! "Sahut jimin membalas tatapan suga.
"Sttt diam kalian.! Aku mau dengar cerita ara. "Jin menutup mulut jimin dan suga.
"Ara, katakan ada pertikaian apa antara kamu dan rey, sehingga pasangan yang romantis seperti kalian bisa putus? Itu sayang sekali. "Tanya suga menatap wajah ara yang tertunduk.
"Hyung, aku kesini bukan ingin membagi ceritaku, aku takut kalian tidak akan mau mendengarkanya, tujuanku kesini untuk melihat kalian, karna kalian alasanku bahagia dan melupakan masalah yang ada. "Jawab ara bersedih.
"Gak apa-apa. Katakan saja, ceritakan semua yang ingin kamu sampaikan, kami siap mendengarkan. "Sahut V dengan menggenggam tangan ara.
"Baiklah, terimakasih v.
Awal pertengkaran kami karna aku melihat rey sedang mabuk, dan saat itu dia sedang bersama seorang wanita. Aku tidak tau apakah ini salah rey, atau hanya kesalah fahaman, tapi yang jelas, aku begitu sakit hati melihat mereka, maka dari itu aku memutuskan hubungan dengan rey. Hikkss.. Hikks...
Ara tertunduk dengan air mata mengucur dipipinya.
Jungkook dan V yang berada disisi kiri dan kanan ara, tanpa ragu mereka menyeka air mata ara yang berjatuhan, mengelapnya dengan baju mereka sendiri.
"Ara, yang sabar ya, aku yakin ini salah paham saja. Terus, apa rencana kamu selanjutnya? "Tanya jungkook sambil memegang kedua pipi ara dan menatap matanya.
"Huss.. Lepaskan tanganmu! "Ujar V sembari menepis tangan jungkook dari wajah ara.
"Jangan ambil kesempitan dalam kesempatan! "Ucap jimin dengan mata terbelalak pada jungkook.
"Kebalik bego!! Yg bener, Kesempatan dalam kesempitan! "Timpal suga.
"Bodo amat... "Sahut jimin dengan santai.
"Ara, jangan dengerin, mereka memang tidak waras, sekarang kamu jawab pertanyaanku tadi. "Ujar jungkook kembali.
__ADS_1
"Emm.. Aku juga gak tau, tapi aku tidak ingin pulang, aku akan tinggal disini untuk selamanya. "Jawab ara tertunduk seakan tidak yakin dengan apa yang dia katakan.
Suga langsung tercengang kaget. "Kamu mau selamanya tinggal di seoul? Ara, kamu pikirkan baik-baik, jangan bodoh, gimana kalau nanti kamu dan rey hanya salah faham yang ternyata apa yang kamu lihat itu bukanlah sebenarnya yang terjadi. Maka selamanya kamu akan terperangkap dalam penyesalan akibat kesalah pahaman. "Jelas suga dengan wajah datarnya.
"Dia benar ara, lebih baik kamu selesaikan masalah kamu dengan bijak, maka kamu akan mendapatkan jawaban dari semua masalahnya, jika selalu menghindar, maka masalah itu akan terus berlanjut. "Tambah RM.
"Ya kurasa hyung bener, jujur ,aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya pacaran seperti kamu dan rey, tapi aku begitu sedih melihatmu seperti ini, aku yakin ini hanyalah salah faham, mending kamu pulang dan selesaikan masalah kamu. "Sahut J-hope.
"Ara, kalau menurutku, kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, kamu turuti saja apa kata hati kamu. apapun keputusan kamu, kami akan selalu mendukungmu. "Tutur V.
Ara terdiam sejenak sambil berpikir.
"Emmm.. sepertinya kalian semua benar, aku tidak bisa menghindar terus, karna walau bagaimanapun, keluargaku berada disana, aku harus menyelesaikan ini semua.terimakasih hyung, kalian membukakan jalan pikiranku. "Jawab ara tersenyum.
"Yeeyy,,, ahirnya aku bisa meihat senyumu,ahh kamu manis sekali. "Jimin begitu girang dan heboh sendiri,.
"Makasih oppa.. aku merasa telah mengambil keputusan yang tepat untuk menemui kalian, aku bahagia sekali, terimakasih atas masukanya. besok lusa aku akan pulang. aku ingin sekali mengantongi kalian dan membawanya pulang. "Ara terkekeh merasa lucu sendiri.
"Hahaha,,, kamu ada-ada saja, silahkan bawa jimin, dia muat kok dalam koper. "Ucap jungkook terbahak.
"Ya, dia benar, bawa saja jimin. aku stres melihatnya."Tambah suga.
Wajah jimin terlihat sedikit kesal. "Kalian begitu tidak menginginkan keberadaanku? baiklah, aku akan masuk kedalam kantong doraemon.! "Ucapnya dengan imut membuat semuanya tertawa.
"Bukan doraemon, tapi dora em.. Ber.Hahah.. "Sahut jhope yang menambah kelucuan mereka.
Ara turut tertawa bahagia bercanda bersama mereka.
Disisi lain, Ditanah air. Daylon, alvin dan juga ricky tengah disibukan dengan mencari orang yang berada dalam kasus tersebut. Mereka berdua nongkrong di bar untuk mencari petunjuk.
"Cebong, gadis itu tampangnya gimana sih, masa ia kita nunggu disini doang, udah berapa hari kita nagkring gak ada kerjaan disini, emangnya orang itu bakal dateng? "Tanya ricky pada alvin.
"Gak tau juga gue, kita turuti saja kuman ini, siapa tau dia bisa menyelesaikan masalahnya, terus kita dikasih hadiah jalan-jalan keluar negri oleh si kutil. "Sahut alvin.
Daylon sedari tadi memasang mata melihat sekita bar, memandangi setiap wanita yang datang kesana.tidak sengaja ia melihat dua wanita cantik yang datang.
"Eh,, itu bukanya....."Daylon kaget, lalu ia memutarkan tubuhnya .
"Hei,, kecoa,kecebong, cepat merunduk.!! kita kebelakang meja itu sekarang. "bisik daylon pada ricky dan alvin.
Tanpa pertanyaan, ricky dan alvin menuruti daylon karna mereka juga kaget dan heran, mereka bertiga berjalan merangkak menuju belakang meja panjang tempat kasir dan bersembunyi disana.
"Eh,, kak, ngapain kalian bertiga ngumpet disini? "Tanya pelayan gadis itu dengan heran.
"Sttt... diem aja lo,, jangan ajak kami bicara, dan jangan melihat kearah kami. "Sahut daylon dari bawah meja.
Kasir itu hanya geleng-geleng melihat kelakuan trio bego itu.
Dua gadis cantik yang dilihat oleh daylon tadi datang menghampiri kasir. "Mba, pesen anggur merah nya dua botol ya, tapi yang rendah alkohol . "Ujar gadis tersebut.
__ADS_1
"Baiklah kak, ditunggu ya."Sahut kasir.
Dua gadis itu berlalu dan kembali lagi ketempat duduknya.
"Gue kok kayak pernah denger suara itu ya? "Tanya ricky dengan heran sambil menahan kepalanya dibawah meja.
"Nah, itulah yang mau gue sampaikan sama kalian, coba deh kalian intip sebentar dan lihat siapa dia, siapa tau tadi gue salah liat doang. "Timpal daylon.
"Lo gimana sih kuman.! ya udah gue liat bentar. "Ricky dan daylon hendak keluar dari persembunyian itu bersamaan.
Jeedduuukkk..!! Kepala keduanya kejedot meja aluminium itu.
"Aww... kepala gue .!! sakit banget.!! ehh kecoa.. kalau mau keluar satu-satu, udah tau sempit gini. retak deh otak gue. "Ujar alvin sambil mengelus kepalanya.
"Woii cebong..!! tadi kan memang gue yang mau keluar lebih dulu, lah elo nya malah nyempil. liat nih jidat gue bengkak, bentar lagi tumbuh tanduk nih. seenak idung lo aja nyalahin orang. biar gue duluan yang keluar. "Timpal ricky dengan kening yang berwarna ungu akibat kejedot meja itu.
sedangkan daylon hanya diam santai dan geleng-geleng kepala seolah tidak terjadi apa-apa..
Alvin dan ricky berdiri perlahan untuk mengintip, dan.......
Gubrak..!!! mereka menabrak pelayan yang hendah mengantar minuman. botol itu pecah berantakan.
"Duh,, pada pecah, gimana nih, masa gue harus ganti. "Ujar pelayan itu tertunduk sambil memunguti pecahan botol kaca itu.
"Udah gak usah diganti, nanti biar gue yang ngomong sama rey. "Ucap alvin pada pelayan tersebut.
"Kalian kenal sama bos?,apakah kalian temanya? "Tanya pelayan itu heran.
"Iya,, kami cuma kenal doang, gak berteman."Sahut alvin menyeringai.
"Emm ,, kami temanya kok mba, dan kami kesini disuruh rey buat jadi detektif atas kasus kemarin. "Timpal ricky.
Tak tahan dengan ulah mereka yang tak kunjung usai itu, daylon pun turut keluar merangkak menemui mereka yang tengah jongkok sambil ngobrol sembari memunguti pecahan botol itu.
"Kalian ini gak bisa liat orang tenang dikit apa.?suruh ngintip aja banyak banget insidenya. gimana mau jadi detektif beneran. pada bego semua.!! "ujar daylon dengan kesal.
"Heii kuman jangan sembara......
mmm...."belum selesai ricky bicara, mulutnya sudah dibekap oleh daylon..
"Diem,, jangan banyak bacot, mending sekarang lo pura-pura jadi pelayan, anterin minuman ini sama mereka, terus lo dengerin pembicaraan mereka. ngerti.? jangan lupa, pinjem baju pelayan cowok disini.
Mereka bertiga menjalankan misinya dibantu oleh kasir tersebut yang meminjamkan baju pelayan laki-laki dan memberikanya pada ricky.
***
Bersambung....
Aku Up 3 episode ya. tapi besok gak up dulu, up kembali beberapa hari kedepan.
__ADS_1
Jgn lupa like & komenya.
follow aku juga.