
Malam itu pukul 02.30 dini hari. ara, alvin dan daylon melaju dengan mobil mereka menuju bar milik rey yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.
Setibanya mereka disana,dari luar,bar itu nampak sepi,pintunya saja hanya tersingit sedikit.
ara langsung masuk dan disusul oleh daylon dan alvin.
Betapa kagetnya ara melihat rey yang tengah duduk santai disofa besama seorang gadis cantik yang duduk dipangkuanya,mereka terlihat begitu mesra dan saling merangkul.
Ara yang melihatnya dari belakang,seolah mereka tengah berciuman.
Dengan wajah yang penuh emosi,ara melangkah dengan cepat,ia langsung menarik gadis itu dan menamparnya.
"***!!! kalian berdua ngapain? hei kau! wanita jalang, lo siluman ya? jam segini masih kelayapan! "Ara mendorong gadis itu hingga ia tersungkur kelantai.
"Hei..siapa lo? kenapa menganggu kesenangan kita! pergi sana lo cewek aneh!! "Ujar rey tanpa sadar, ia membalas mendorong ara hingga mundur beberapa langkah,beruntung alvin dan daylon menangkapnya.
Melihat kelakuan rey itu,alvin sangat tidak terima dengan caranya memperlakukan ara.
"Heii kutil.jangan keterlaluan lo ya!! dia ara,pacar lo, lo udah gila ya,bermesraan sama cewek lain jam segini, otak lo ditarok dimana? dalam batok kelapa kah?" ujar alvin sembari mencengkam baju rey dengan kuat.
Rey menepis tangan alvin dan menatap matanya dengan tajam.
"hei bangke!! lo siapa hah?kalian siapa sih? kenapa suka banget ganggu idup orang, gak ada kerjaan kalian ya? Noh,mending itungin bulu domba. "sahut rey dengan santai.
Tiba-tiba daylon datang dari belakang alvin dan langsung memukul mulut rey hingga bibirnya berdarah.
"Kurang ajar lo ya setan!! belom pernah kemasukan bom ya tuh perut! adek gue lo jadiin apaan hah? "daylon tak hentinya memukul rey dengan emosi.
Ara menangis karna perlakuan kasar rey terhadapnya, namun ia tetap membela rey saat daylon menyakitinya.
"Bang.!! udah, jangan diterusin !! dia sedang mabok berat, lebih baik kita bawa pulang saja, bentar lagi hampir subuh, akan lebih bahaya jika ada pengunjung yang melihatnya."sembari menangis ara melerai perkelahian mereka.
Dengan wajah yang terpaksa, daylon dan alvin mengangkat tubuh rey dan membawanya pulang.
Saat dalam mobil,ara tak hentinya memandang rey yang masih setengah sadar sambil ngigo.
"Ahhhhh..!!! Alien jahat.!! kenapa lo lakuin ini sama gue?! gua gak bisa terima ngeliat lo begitu mesra dengan gadis itu.gue benci sama lo..gue benci.!!!! "Teriak ara dalam mobil alvin itu.
"Alvin...stop!!! "ujar ara dengan amarah meluap.
alvin menurutinya tanpa banyak bertanya, ia menepikan mobilnya saat didekat jembatan.
"Loh,kok berhenti disini? "gerutu daylon heran, ia pun turut menepikan mobilnya dibelakang mobil alvin.
Ara berlari keluar dari mobil menuju ketepi jembatan.
Daylon dan alvin begitu khawatir dengan ara, mereka turut menyusulnya, mereka takut ara akan bunuh diri karna hatinya sangat hancur.
__ADS_1
Ara berdiam diri didinding jembatan, dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia menatap sinar bulan yang memancar kedasar air dibawah jembatan tersebut.
"sstt..dia mau ngapain? kita samperin gak ya? "bisik daylon pada alvin.
"Jangan-jangan dia mau bunuh diri ! "sahut alvin sambil menutup mulutnya.
"Huuss,,ngawur aja lo cebong! lo aja yang bunuh diri sana! gue udah muak liat muka pahit lo itu." timpal daylon sembari menjitak kepala alvin,
"Kenapa gak lo aja yang bunuh diri, biar ara gak stres punya abang gak waras kayak lo."tambah alvin membalas memukul jidat daylon.
"Udah ah bego! liat tu ara sedang bersedih, ayo kita hampiri dia.
Daylon dan alvin berjalan perlahan dari belakang ara. terdengar sangat jelas suara isakan tangis ara yang tersedu-sedu.
"Dek, tolong jangan bunuh diri ya, kita semua sayang sama lo, abang gak mau dengan adanya berita kematian lo,para youtuber dapat penghasilan lebih." tutur daylon dengan suara pelan sambil tertunduk sedih.
"Iya ra, gue juga gak mau kalau lo mati karna kanyut, pasti jadi makanan buaya,gak tega gue." tambah alvin.
"Siapa yang mau bunuh diri woii brengsek!! mending kalian berdua aja yang terjun dari sini, pusing gue dengerin celoteh kalian.!!!! "teriak ara dengan kuat sambil menolehkan sedikit badanya pada alvin dan daylon.
Daylon dan alvin langsung kaget mendengar suara ara yang keras, dengan spontan mereka memundurkan langkahnya hingga jatuh dari bahu jalan.
"Duhh pantat gue, kayaknya tulang gue retak deh. "daylon mengelus bokong nya yang sakit. sambil bangkit perlahan.
"Gue juga, gak cuma pantat yang sakit, kaki gue juga kayaknya udah melintir nih, bantu gue berdiri dong.! "Alvin menjulurkan tanganya pada daylon.
Dengan terpaksa alvin berdiri sendiri, mereka berdua kembali mendekati ara ,berjalan dengan terbungkuk karna masih kesakitan.
"Dek, dari pada kita bertiga pusing sendiri, lebih baik kita cemplungin aja kutil itu kesungai ini." tutur daylon dengan santuy.
"Iya, lagian dia udah nyakitin elo, udah nyusahin kita juga. ayo kita lempar aja dia.."tambah alvin.
Ara hanya diam mendengar celetukan mereka .ia pun berlalu meninggalkan daylon dan alvin menuju mobil.
"Aseeek,, kayaknya ulat bulu itu setuju kalau kita buang kutil badak itu kesungai." ujar alvin terkekeh girang.
"Benar, biar planet bumi aman." sahut daylon tersenyum.
Beberapa menit menunggu,namun ara tak kunjung kembali menemui mereka.
"Woiii kuman!! kecebong!! ngapain lagi kalian masih disana?!! Ayo pulang.!!"Teriak ara dari dalam mobil alvin.
"Pulang?? ahh, kirain mau nyemplungin kutil itu." gerutu alvin diam-diam,sembari berjalan menuju mobilnya.
"Sstt,, sudah,jangan dibahas, ntar piranha itu ngamuk, mungkin malam ini bukan ajalnya sikutil, kayaknya malaikat maut sedang ronda.ayo kita pulang saja."timpal daylon sambil mengelus bahu alvin.
Mereka bertiga meninggalkan jembatan itu, dan pulang mengantar ara dan rey.
__ADS_1
Setibanya dirumah, ara membuka pintu pelan-pelan, supaya tidak ada orang yang mengetahuinya.
"Cebong! Ayo bantu angkat! Tubuh kutil ini penuh dosa, berat banget. "Tutur daylon dengan nada pelan sembari mengangkat setengah badan rey.
"Iya iya.. Ah dasar anak orang, nyusahin aja, kalau aja lo bukan pacarnya ara, udah gue gantungin dipohon kelor. "Gerutu alvin sembari mengangkat badan rey dan membawanya masuk kedalam sambil menjinjing kaki supaya langkah mereka tidak bersuara.
Setelah mereka masuk, ara mengunci kembali pintu diam-diam.
"Dek, bawa kemana nih kutil? "Bisik daylon.
"Kekamarnya lah. Ayo cepetan! Bentar lagi mama sama bik yam bangun!
Dengan terpaksa, daylon dan alvin mengangkat tubuh rey menaiki tangga menuju kamarnya
"Capek juga gue naik tangga, gue gelindingin ntar nih kutil, kesel gue.! "Gumam alvin sambil ngos-ngosan.!
"Woii cepat! Bentar lagi sampai nih, ngapain masih nangkring disono!! "Ujar ara sembari membuka pintu kamar rey.
Daylon dan alvin kembali mengangkat tubuh rey. Setibanya dikamar, mereka langsung melempar rey keatas ranjangnya.
"Kalian jangan pulang dulu, tidur aja disini, tapi tidur dilantai, karna gue mau tidur disofa.! "Ujar ara sambil menarik selimut rey lalu membawanya kesofa.
"Loh, kenapa gak tidur dikamar lo aja! Kan deket! "Timpal alvin heran.
"Gak!! Gue mau tunggu sampai alien bangun, gue mau pukul kepalanya pakek palu, biar dia sadar kalau dia udah nyakitin gue! "Tegas ara.
"Jangan dek! Itu terlalu besar, mending pakek meja aja, biar abang bantu angkat, "Tambah daylon dengan geram!
"Kenapa gak bunuh aja sekalian!! "Sahut alvin ragu-ragu!!
"Stt.. Mending lo tidur aja cebong!! Ini urusan orang, lo jangan ikut campur! "Daylon menyumpal mulut alvin dengan busa bantal.
"Gue juga orang kali. "Gerutu alvin.
"Brisik!!! Kalau kalian masih ngobrol, ntar gue lempar lewat jendela itu. Tidur sana!! "Ucap ara dengan tegas.
Daylon dan alvin langsung diam, merekapun tidur meringkuk dilantai.
Melihat rey yang tidur dikasur yang empuk, daylon pun mengambil bantal dan sprei lalu dialaskanya dilantai.
Kemudian alvin mengangkat tubuh rey, dan memindahkanya dilantai yang sudah dibentangi sprei dengan satu bantal.
Lalu mereka berdua tidur dikasur rey dengan nyenyak, sementara rey harus tidur dilantai tanpa ia sadari.
***
Bersambung...
__ADS_1
Baca juga 'My Promise'🙏