Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Memori yg hilang


__ADS_3

Ara dan rey masih saja ngobrol dibawah pohon yang ada didepan rumah ara itu.


"Aron! Lo masuk saja dulu gih, kasian sama ulat bulu kawanan lo itu. "Ujar rey sembari mendorong ara.


"Lo gimana? Ayo masuk juga! "Ara menarik tangan rey.


"Nggak ah, gue gak cocok berteman sama mereka. Gue disini aja, ntar gue nyusul.


"Ya udah.. Gue masuk duluan ya.. "Ara langsung pergi kerumahnya dan menemui teman nya disana.


Sedangkan rey masih saja dibawah pohon sembari mengingat tempat itu.


"Ahh.!! Kok otak gue jadi halu gini ya. Gue kayak pernah de javu. Tapi kok gue gak ingat apa-apa?.. Auk ah.!! Bodo'!! "Rey menggerutu sembari berjalan kerumah ara meninggalkan pohon itu.


"Guys, berhubung ara sudah ketemu, kita pulang saja yuk. "Ujar rey sembari duduk disamping ara.


"Gimana kalau kalian pulang saja duluan, soal nya kita mau mampir dulu kerumah, karna sudah lama gak pulang,"jawab adelia.


"Iya, gue juga sudah lama gak ketemu orang tua gue. Gimana sama elo kecebong!! Lo pulang bareng kita kan?. "Tanya ricky pada alvin.


"Em.. Gimana ya,, ya udah deh,, kita barengan aja, gue juga mau balik dulu,, ntar sore gue jemput ya. Mungkin kita sampai agak malam kekota B. "Sahut alvin.


"Nah kalau gitu gue pulang dulu ya sama alien, kalian hati-hati. Inget, tetap cari petunjuk soal mama gue, siapa tau kalian ketemu. "Ujar ara pada temanya.


"Iya.. Iya.. Eh lo kutil. Jagain ara baik-baik ya.. Awas sampai kenapa napa,, gue sentil ginjal lo. "Ucap alvin bernada tinggi.


"Emangnya gue bocah gak bisa jagain ara. Udah yuk aron kita balik, mata gue pusing lama-lama liatin kecoa. "Rey Menarik tangan ara Keluar dari rumahnya.


•••


Selama dalam perjalanan pulang, ara tertidur pulas karna kurang istirahat selama dua hari mencari mamanya. Rey membiarkanya sembari tersenyum menatap ara yang tertidur sambil mangap kayak ikan mujaer itu.


Setibanya dirumah, mereka dikagetkan dengan kedatangan keluarga ara dan orang tua rey.


Ara langsung turun dari mobil dan berlari menuju papa nya.


"Papa!! Mama anna? Ada apa kalian kesini? Ada om dan tante juga. "Sapa ara sembari memeluk papa dan mama tirinya itu.


"Mami, papi? Kenapa kalian kok bisa barengan sama om zaidan dan tante anna? "Ujar rey sembari mendekati orang tua nya.


"Gue gak disebut??. "Timpal daylon yang merasa terabaikan.


"Eh, ada abang gue juga.. Maaf bang, gak keliatan hehe.. "Sahut ara sembari merangkul kakak tirinya itu.


"Emang nya gue kuman, segede gini gak keliatan. "Tambah daylon sembari menjentik hidung ara.


Rey langsung menarik tangan ara. "Sudah.. Jangan lama-lama pelukanya. "Ujar rey menjauhkan ara dari daylon.


"Dihh,, sirik aja lo, adek adek gue.

__ADS_1


"Sudah.. Sudah.. Sekarang kita masuk yuk. "Ajak mami rey pada semuanya.


"Maaf dona, sepertinya kita harus pulang sekarang, kami bawa dulu ara sebentar ya. "Ucap anna pada mami rey.


"Ehh, ada apa ma? "Tanya ara bingung.


"Sayang, kita hanya kangen sama kamu, mau ya kerumah sebentar. Nanti malam biar kakak kamu yang mengatarmu pulang, atau kamu menginap satu malam dirumah. "Sahut mama anna.


"Jangan,, besok kita ngampus, ntar malam biar gue yang jemput dia. "Cela rey dengan cepat.


"Ikutan aja sih lo kutil, biar gue yang antar, lo gak usah repot repot. "Ujar daylon merasa kesal.


"Nggak!! Gue bilang gue jemput, ya gue jemput. Lo yang ikutan aja kuman!! "Timpal rey geram.


"Stop!! Biar rey yang jemput. Udah! Ayo kita pergi. Oh iya, om, tante maaf belum bisa ngobrol, lain kali kita ketemuan lagi ya. "Ujar ara pada kedua orang tua rey.


"Iya gak masalah,, "sahut mami rey.


Ara dan keluarga nya segera pergi dari rumah rey.


Sementara itu, rey mengajak orang tuanya kembali masuk kerumah.


"Rey, ada apa kalian pergi kekota A. "Tanya mami nya.


"kemarin ara mencari mamanya yang masih tinggal disana. Tapi dia tidak menemukanya. Oh iya mi, apakah dulu kita pernah kesana? Aku merasa sangat familiar ditempat itu, terlebih saat dirumah ara. "Tanya rey penasaran.


"Kita memang pernah kesana, tapi saat kamu masih kecil. Sudahlah gak perlu dibahas lagi, itu sudah sangat lama. "Sahut mami rey.


"Sudah.. Gak usah dibahas lagi, gak ada apa-apa yang terjadi disana! Kita hanya mengunjungi kota A sebentar waktu itu, karna urusan bisnis. Gak ada yang lain, mungkin dulu kamu hanya kebetulan lewat sana. "Sahut memi rey.


"Apa benar begitu? Gak ada yang mami sembunyikan dariku kan?? "Ujar rey merasa tidak puas dengan jawaban maminya.


"Rey, sudahlah, untuk apa diingat, karna memang tidak ada apapun yang terjadi disana, kenapa kami harus merahasiakan nya darimu. Dulu kita memang pernah kekota A, tapi hanya sebentar saja. "Tambah papi rey.


"Ya sudahlah kalau gitu, tapi itu terasa mengganjal pikiranku. Oh iya, mami dan papi ada apa kemari?


"Kami kesini karna kami ingin bicara pada ara. Apakah dia mau jika mami menyuruhnya belajar bahasa inggris dengan guru privat.


"Boleh saja, nanti kukatakan padanya, tapi kalau mami yang memilihkan guru nya, jangan pilih guru yang muda, cari guru yang lumayan tua dan sudah berkeluarga. "Sahut rey.


"Loh,, kenapa? Bukan kah lebih bagus kalau gurunya masih muda, apalagi kalau masih bujangan, ahh. Apakah kamu cemburu? "Goda mami nya.


Rey terlihat malu. "Apaan sih mi, ngawur aja, mana ada aku cemburu, kalau gurunya lebih tua, belajarnya ara bisa lebih fokus, supaya dia bisa lebih menurut, gak liat apa kelakuan nya kayak cacing gitu. "Timpal rey menyangkal.


"Oh gitu!! Kirain cemburu! Ya udah, mami sama papi pulang dulu ya. Nanti jangan lupa sampaikan sama anak babi kecil kamu itu ya.


"Iya mi...


•••

__ADS_1


Disisi lain. Ara dan keluarganya baru saja tiba diruamah.


"Huuhh.. Lumayan capek, abis dari kota A langsung kesini. Tapi ada apa ya mama sama papa ngajak ara kemari? "Tanya ara sembari berbaring disofa.


"(Anak ini, gak dimana mana, kelakuanya sama, gak pernah dijaga, dasar bocah.) "gerutu daylon saat melihat ara yang langsung berbaring disofa, sedangkan yang lainya duduk rapi.


"Heii awas!! Gue mau duduk. "Daylon menyingkirkan kaki ara dan duduk disamping nya.


"Aww.. Biasa aja bang, kuat amat narik nya. Sakit o'on.!! "Ara memukul pundak daylon dengan kuat.


"Gitu aja sakit. Manja!!


"Sttt.. Sudah diam.. Ara. Tadi kami gak sengaja ketemu orang tuanya rey secara kebetulan. Banyak hal yang kami ceritakan tadi. Dan kami menemukan suatu fakta yang sangat tidak kami duga. Tapi itu sudah berlangsung sangat lama, kita jangan membahas nya lagi. Oh iya. Bagaimana pencarian mama kamu, apa kamu sudah menemukanya? "Tutur mama anna.


"Ma. Ada fakta apa? Apakah menyangkut tentang ara? Mengenai mama, ara belum bisa menemukanya, mama sudah tidak tinggal dirumah kak kinza lagi. "Jawab ara sedih.


"Jangan sedih, nanti kita cari sama-sama ya. Mudah mudahan, kamu masih mengenalinya, karna belum terlalu lama kalian berpisah. "Sahut mama anna sembari merangkul ara.


"Oh iya dek, papa sudah memberitahu media kalau kamu anggota keluarga ini yang baru ketemu setelah sekian tahun terpisah. Dan papa berencana mengadakan pesta penyambutan untukmu. "Ujar daylon sembari tersenyum pada ara.


"Benarkah?? Ahh tapi itu tidak perlu, hati ara saat ini sedang tidak enak jika masih belum menemukan mama, bagaimana bisa kita pesta, sedangkan mama entah dimana. "Sahut ara tertunduk sedih.


"Ara benar pa, kita batalin saja acara itu, lebih baik kita fokus mencari mamanya ara. "Timpal mama anna.


"Apa kamu tidak apa-apa jika aku melakukan itu, aku takut kamu akan salah paham dan akan marah padaku. "Sahut papa zaidan.


"Kenapa harus marah, walaupun dia mantan istri kamu, tapi aku gak akan cemburu, ini juga demi ara, supaya dia bisa berkumpul lagi sama keluarganya. "Sambung mama anna tersenyum.


"Mama memang orang baik. Makasih ma. "Ara berdiri dan memeluk mama anna dengan haru.


•••


Malam harinya, rey datang menjemput ara lebih awal.


"Wahh kutil ini sudah datang aja, cepat amat mau jemput adek gue. "Ujar daylon menyambut tamu nya.


"Sama tamu kok gak ada sopan - sopan nya. Dasar tuyul! Mana ara? Gue gak boleh masuk nih. "Ujar rey yang tengah berdiri didepan pintu.


"Gak boleh, ntar rumah gue berubah cuaca. "Sahut daylon sembari membentangkan kedua tanganya ditengah pintu.


"Cuaca apa hah!! Minggir!! "Ara menarik daylon, menyingkirkanya dari pintu.


"Santai woii.!! main tarik aja. Gue abang elo. Dasar adek laknat. Durhaka lo.! "Teriak daylon.


"Bodo' amat!! Mana ada adek durhaka! Lagian ngapain lo bentangin tangan gitu, udah kayak film titanic aja. Ayo reboy masuk dulu. Bentar lagi kita pulang.


Ara menarik tangan rey dan membawanya masuk melewati daylon yang berdiri disamping pintu. Dia pun turut menyusul mereka.


***

__ADS_1


Bersambung....


Jgn lupa like🙏


__ADS_2