
Malam itu rey mengajak ara pulang dari rumah daylon. Mereka ngobrol sepanjang jalan.
"Aron! Kapan kalian akan mencari mama lo? "Tanya rey sembari mengemudikan mobil nya.
"Mulai besok kita mencari mama mulai dari kota A, kayaknya gue belum bisa ngampus sampai mama ketemu. Gue khawatir banget sama mama, dimana dia sebenarnya. "Sahut ara tertunduk sedih.
"Gue ikut ya, soalnya gue masih penasaran dengan kota A, mami bilang, dulu kita pernah tinggal disana, saat gue masih kecil. Tapi mami dan papi tidak menceritakan tinggal didaerah mana, gue yakin kalau dulu gue pernah memijakan kaki dihalaman rumah lo, karna saat disana kemarin, gue ngerasa gak asing. Tapi gue beneran lupa.
"Benarkah?? Berarti lo juga pernah tinggal dikota A, ahh sayang nya gue gak bisa mengingat masa kecil gue, atau jangan -jangan kita sudah jadi musuh bebuyutan sejak dalam orok!! "Sahut ara membual.
"Gue gak pernah tuh dalam orok, gue lahir dari janin mami gue. "Timpal rey.
"Sama aja bego!!. Oh iya.. Sebenarnya gue pengen banget nanya sama lo.
"Nanya apa?? "Jawab rey menatap ara.
"Waktu itu gue pernah dengar lo telponan, kayaknya sama cewek, siapa dia? Apakah dia mantan pacar lo yang bernama pricil itu?
"Ehh kok lo tau namanya pricil? Tau dari mana lo? "Rey kaget ara mengetahui nama mantan pacarnya itu.
"Gue tau dari bik yam, dia sudah menceritakan semuanya, termasuk beberapa perusahaan yang lo punya dan juga tentang masalalu lo bersama pricil itu. Jawab deh,, apa lo beneran telponan sama dia. "Tanya ara mulai kepo!!
"Dihh kepo banget!! Kenapa? Cemburu ya?? Tapi, si bik yam ini ember juga ya mulut ya, gue harus kasih pelajaran tuh mulut.
"Mau lo apain? "Tanya ara.
"Mau gue kepang!! Terus, kasih resleting, biar diem!. Em.. Berhubung lo sudah tau semuanya, ntar gue ajak lo ngeliat beberapa bisnis gue.
"Benarkah?? Sekarang aja yuk, mumpung belum terlalu larut. Tapi, lo belom jawab gue, tentang yang tadi, pertanyaan itu masih saja bersarang diotak gue. "Timpal ara sambil cemberut.
"Duuhh imut nya anak babiku.."rey *** pipi ara. "Lo mau tau siapa? Yang pasti dia bukan pricil. Karna wanita itu sudah pergi jauh ninggalin gue. "Sahut rey sembari mengacak rambut ara.
"Nah, kita sudah sampai. "Rey memarkirkan mobil nya setelah tiba di mall.
"Mall?? Kenapa kita kesini? Apa lo mau belanja, jangan lupa traktir gue ya. "Ujar ara cengengesan.
"Dih,, mau nya gratisan aja lo. Ayo turun, inget, jangan pecicilan kayak cacing tanah. Nih, pakek kaca mata dan masker, gue gak mau dikerumuni sama belatung.
"Ahh gua gak mau pakek kaca mata, gue gak bisa liat.
"Ya udah, nih pakek topi aja. Masker nya jangan lupa dipakek.
Rey dan ara masuk kedalam mall itu, rey menggandeng tangan ara, dia takut kalau ara akan hilang, karna kalau gak digandeng, ara akan jadi liar dan gak ingat tempat, kebiasaanya lari sana lari sini gak bisa diem.
"Woii alien. Kok kita melewati semua baju-baju bagus ini sih,, tuhhh cantik banget!! Reboy!! Lo dengar gak sih? "Ara berteriak sambil menggoyangkan tanganya yang sedang digandeng rey.
Rey tidak mempedulikanya, dia terus menarik ara hingga belakang mall. Lalu rey mengajak ara masuk kesuatu ruangan.
__ADS_1
"Tunggu.. Tunggu!! Reboy, dimana ini?? Apakah kita masuk kedemensi lain? "Tanya ara sembari celingak celinguk melihat ruangan yang bertema 3D itu.
"O'on.!! Kita dalam sebuah ruangan,, ayo jalan. "Rey kembali menarik ara hingga masuk keruangan yang penuh dengan manusia.
"Kita sudah sampai, lepaskan topi dan masker lo. Atau mereka akan menangkap elo. "Ujar rey sambil melepaskan masker nya.
Orang yang ada dalam ruangan itu kaget melihat kedatangan ara dan rey. Disini rey terkenal dengan dingin dan tegas nya. Mereka sangat tunduk dan patuh padanya.
"Alien.. Kok disini banyak foto lo. Apakah mereka ngefans sama lo. Tapi kok gak ada foto gue sih,, ahh dasar mereka laknat.
"Selamat malam tuan reynand! "Sapa mereka sembari membungkukan badanya.
"Malam.! "Jawab rey singkat. Dia terus menggandeng ara yang pecicilan itu sambil cengengesan melambaikan tanganya pada mereka.
Sampailah mereka diruangan direktur itu.
"Eh, tuan reynand, ada apa kemari, tumben sekali? Ayo duduk. "Sapa direktur muda itu.
"Tidak apa-apa. Sudah lama saya gak berkunjung. Bagaimana dengan kemajuan mall ini?
"Em.. Reboy, apakah ini salah satu bisnis yang lo punya. "Bisik ara dengan suara kecil.
"Iya.. "Jawab rey singkat.
Ara berdiri mengelilingi ruangan itu sembari menunggu rey yang sedang ngobrol dengan bawahanya itu.
Rey tengah sibuk mencari sepatu. Saat ara tengah memilih baju, ara tidak sengaja menginjak kaki seorang gadis.
"Aww.!!! Sakit.. Heii mbak, liat liat dong kalau jalan, kaki kok gak dikasih mata. "Ujar gadis itu.
"Ehh maaf..! Sebenarnya kaki gue ada mata sih,, nih, mata kaki namanya. Eh tunggu! Kayaknya gue kenal. Ahh gue inget.. Ternyata elo gadis yang mau dijodohkan sama rey waktu itu ya.. Hhaha.. Ketemu lagi kita. Masih bernafas lo? "Ujar ara sembari tertawa.
"Heh!! Kali ini gue gak akan ampuni lo ya, dulu ada rey disamping lo, sekarang lo sendirian kan, gue bisa balas dendam, lo pikir cuma lo yang seenaknya ngatain orang dasar udik, kampungan.
"Duhh,,, udah deh mba, gue gak ada waktu buat ngeladeni badan triplek kayak lo. Mending lo liburan sono biar gak stres, sekalian ngayut dilaut. "Ara masih memilih baju tanpa menghuraukan gadis itu.
"Lo aja sono yang kelaut! Biar dunia ini tentram. Kok ada ya manusia kayak lo, udah jelek belagu lagi.
"Mba. Bisa diem gak sih tuh mulut, belom pernah kena sentil ya. Sini deh, lo ikut gue. "Ara menarik gadis itu kedepan cermin yang besar.. Nah, mending lo berdiri didepan cermin ini, jangan kemana-mana, liatin tuh badan sambil ngaca. Renungin kenapa badan lo bisa setipis triplek. Kena angin dikit langsung melayang. Oke. Tetap disana ya bye.. "Ara langsung pergi meninggalkan gadis itu dan menemui rey.
"Aron!! Udah pilih baju nya? "Tanya rey.
"Belom!! Tadi disana ada layang-layang, ayo kita cari disana aja. "Ara menarik tangan rey.
"Eh.. Kemana? Layang-layang apa?
"Stt.. Mending kita pilih baju dengan santai, pilihin gue juga ya.
__ADS_1
Setelah rey dan ara selesai memilih baju, mereka membawa nya kekasir.
"Ehh, ketemu lagi sama mba yang waktu itu. Gimana mba, sudah bayar belom kontrakan rumahnya. "Sapa ara pada kasir itu.
"Lo pernah kesini? "Tanya rey.
"Iya, waktu itu sama adelia dan aznie. Tapi kita gak tau kalau mall ini punya lo.
"(Dih, ketemu lagi gua sama cewek stres ini. Untung aja dia lagi sama tuan reynand, kalau gak udah gue kuncir tuh mulutnya. ) "batin kasir itu.
Kasir itu melayani mereka dengan ramah karna ada rey disana.
Setelah selesai, merekapun langsung menuju mobil.
"Eh, reboy tunggu dulu. Gue mau kasih uang buat pemulung kecil itu. "Ara menuju anak kecil yang sedang mengorek tempat sampah itu. Rey turut mengikuti ara dari belakang.
"Dek, ini, kakak ada sedikit uang buat kamu, silahkan ambil, buat kamu beli makan. "Ara menyodorkan uang 200rb pada anak kecil itu.
"Kakak baik sekali, terimakasih banyak, tapi tolong kakak beri juga orang tua itu, kasian dia, dia lebih tua dariku, atau bagi saja uang ini padanya. "Anak kecil itu hanya mengambil 100rb saja, dia berniat memberikan sisanya pada orang tua itu.
"Ehh gak usah! Ambil saja semua uang ini buat kamu, biar kakak beri lagi uang pada orang tua itu.
Ara pergi menuju orang tua yang tengah tertidur kelelahan itu.
"Maaf ibu. Mengganggu sebentar. Aku hanya ingin memberikan sedikit uang untukmu, ambilah. "Ara memberikan uang sebesar 500rb pada ibu itu, (sebenarnya itu sih uang yang dia pinta dari rey)
Ibu itu terbangun dan bersandar dipinggir trotoar jalan. Saat dia membuka mata, dia kaget melihat ara yang tengah menyodorkan uang untuk nya.
"Ara?? Ini beneran kamu?? "Ucap ibu itu sembari membelai wajah ara.
Ara kaget, diapun menyapu wajah ibu itu sampai bersih, barulah dia bisa mengenalinya.
"Mama!!! Ya ampun ini beneran mama!! "Ara pun langsung menangis dan mendekap mamanya.
"Mama..!! Sukurlah mama baik-baik saja, ara sudah mencari mama kekota A, tapi mama tidak ada disana, kenapa mama bisa sampai sini dan menjadi gelandangan seperti ini. Ya ampun mama.. "Ara menangis tersedu sedu.
"Nak,, maafin mama,, mama kabur dari rumah itu. Mama kangen sekali sama kamu. "Mama ara turut menangis dalam pelukanya.
"Em.. Aron! Mending ajak pulang saja dulu mama lo, ntar kita bisa ngobrol dirumah. "Ujar rey yang turut prihatin.
"Iya. Ayo ma, kita pulang dulu, oh iya. Dia adalah rey, ara bekerja dirumah nya, dan tinggal bersamanya, mama bisa ikut kita pulang kesana. Ayoo ma. "Ara mengangkat tubuh mama nya yang bau dan kusam tidak terurus itu.
Ara sangat senang bisa menemukan mamanya. Merekapun membawa mamanya pulang kerumah rey.
***
Bersambung...
__ADS_1