
Sore hari, dalam rumah kamar rumah sakit. Selena nampak cemas dan bingung melihat keadaan arini, namun ia sudah memberitahukannya pada harry.
Harry pun bergegas kerumah sakit meninggalkan pekerjaan pentingnya dikantor.
"Selena!!." Harry menerobos pintu kamar dan langsung masuk.
"Har.." Selena memeluk harry sambil menangis.
"Har, maafin aku, ini salahku. Arini jatuh karna menyelamatkan aku saat aku hendak ditabrak mobil. Sekali lagi maafkan aku." Tutur selena terisak tangis.
Harry melepaskan pelukan selena, ia terlihat emosi. "Sel, kenapa kau ceroboh sekali.! Gimana kalo reza mengetahui ini.? dia sudah menitipkan arini pada kita. apa yang harus kita katakan padanya!"
"Aku.. aku tau. maafkan aku."
"Astaga! semoga arini cepat sadar. Reza pasti sangat marah jika dia tau soal ini."
Ditengah perdebatan mereka, arini pun mulai sadarkan diri.
"Emmhh.. Dimana ini.?" Suara seraknya terdengar perlahan sambil melihat sekitar kamar rumah sakit itu.
"Arini.?" Harry menyadari arini bangun, ia pun bergegas menghampiri. Selena juga turut menyusul.
"Rin, kamu sudah sadar? apa masih ada yang sakit? Oh iya, sel kamu pergi cari dokter."
"Baiklah" Selena pun pergi mencari dokter.
"Emm.. har, dimana aku? apa yang sudah terjadi? dan dimana reza?." Tanya arini bingung.
"Rin, apa kau lupa? tadi kamu celaka karna menyelamatkan selena, aku sangat berterimakasih untuk itu. tapi seharusnya kamu gak perlu mengorbankan nyawamu." Jelas harry cemas sembari menggenggam tangan arini.
Arini diam sesaat mengingat kejadian yang ia alami. "Benar, tadi aku dan selena hampir ditabrak mobil."
"Dimana selena? dia gak apa-apa kan?."
"Sudah, tenang saja. dia baik-baik saja. jangan cemaskan dia. Jaga saja kesehatanmu." Harry mengusap kepala arini.
Selena pun masuk bersama seorang dokter.
"Maaf, permisi, nona arini harus diperiksa sebentar." Setelah dokter itu memeriksa keadaan arini, ia pun memberitahukan hasilnya pada harry dan selena.
Setelah dokter pergi, harry dan selena mendekati ranjang arini.
"Rin, maafin aku ya. Ini salahku. Aku janji akan merawat kamu sampai pulih." Tutur selena menggenggam tangan arini.
"Udah, aku gak apa-apa kok. Oh iya, bisa tolong ambilkan hp ku? aku mau menelpon reza."
"Rin, apa kau mau memberitahu ini padanya?" Ujar harry.
"Tidak, aku hanya ingin meminta karyawan kantor untuk menyusulku kesini. karna aku gak mungkin bisa menghadiri meeting besok lusa." Jelas arini.
"Ah iya, kamu benar. lusa kita ada meeting."
"Em.. bisakah kalian tinggalkan aku sendiri? aku hanya ingin ngobrol berdua saja dengan reza."
__ADS_1
"Oke, ayo sayang kita keluar." Harry menggandeng tangan selena membawanya keluar kamar.
Arini pun mulai menghubungi reza.
"Halo, sayang kamu apa kabar? dari pagi aku menghubungimu. kamu lagi apa? "
"Reboy maafkan aku, tadi aku lagi jalan-jalan sama selena. Aku bisa minta tolong gak? "
"Ada apa sayang? apa uangmu sudah habis? ntar aku transfer ya. atau kamu butuh sesuatu?"
"Reboy, aku gak butuh uang. Tapi, bisakah kau kirimkan siapa saja untuk mewakili meeting disini? soalnya aku mungkin gak bisa, karna aku lagi gak enak badan."
"Hah? kau serius? ya ampun, kenapa gak bilang? segera minta tolong pada harry untuk membawamu kerumah sakit sekarang."
"Gak perlu, aku udah baikan, tadi selena sudah membawa dokter kemari. Aku istirahat dulu ya sayang."
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik ya sayang. Cepat sembuh ya. dahh."
_
"Astaga, ternyata dia sakit, aku jadi cemas. Apa karna dia tidak terbiasa dengan cuaca disana." Gumam reza.
Reza menelpon sekretarisnya untuk menyuruh tiap kepala bagian untuk berkumpul diruangannya.
Beberapa saat kemudian.
"Za, ada apa kau memanggil kami kemari?." Tanya neo
"Aku butuh dua orang untuk pergi ke london menghadiri meeting besok lusa. Karna arini tidak bisa hadir, dia sedang sakit. Aku gak mau merepotkan harry dan selena disana." Jelas reza
"Meeting di sana dan disini itu berbeda. kalian harus benar-benar menyiapkan materi yang matang supaya mendapatkan hasil yang bagus." Jelas reza kembali.
"Maaf tuan, aku angkat tangan, bukannya aku gak bisa, tapi aku mungkin sudah tidak kuat untuk jalan jarak jauh." Tutur pak robert sembari menyatukan tangannya.
"Aku mengerti pak. tidak masalah. kalau begitu aku menunjuk neo dan danu saja yang pergi."
"Maaf za, bukan aku gak mau. tapi kau tau sendiri kan, yuki sedang hamil. kalau aku pergi, terus siapa yang akan mengantar jemputnya pergi ke kantor." Pungkas neo
"Aku akan memberi izin cuti untuk yuki. besok kamu dan danu harus segera pergi. Biar aku bisa mengurus masalah disini."
"Baiklah kalau begitu."
"Oke, sekarang kalian bubar dan persiapkan materi kalian."
_
Sementara itu.
Malam hari, waktu london, inggris.
Arini masih dirawat dirumah sakit ditemani oleh selena, sedangkan harry belum pulang dari kerja.
"Ini waktu yang tepat untuk menyampaikannya pada selena " Batin arini sambil menatap wajah selena yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.
__ADS_1
"Sel, bisa tolong kemari.?"
"Ada apa rin." Selena langsung duduk di kursi dekat ranjang arini.
Arini meraih dan menggenggam tangan selena. "Sel, aku mau bicara serius, tapi kamu harus janji gak akan marah dan gak akan melakukan apapun."
"Hah? ada apa? kau membuatku penasaran saja. Iya aku janji gak akan marah. ayo katakan." Timpal selena dengan senyuman.
"Tolong bawakan tasku kemari. aku akan menunjukannya padamu."
Setelah selena memberikan tas nya. Arini pun mengambil dan memberikan surat hasil tes itu pada selena.
"Apa ini rin?" Ucapnya ragu.
"Buka aja sel. tapi kamu harus menepati. janji yang sudah kau ucap tadi ya."
Tanpa ragu, selena membaca isi surat itu.
Namun, ia kaget sampai gemetar karna rasa tak percaya.
"Rin,.kamu dapat dari mana ini.? apakah kamu ingin mempermainkanku hah?, aku gak mungkin hamil, bulan kemarin aku masih datang bulan! Kau jangan membual! ini palsu kan? iya kan? apakah ini PRANK! sungguh gak lucu rin.!" Selena berteriak kencang dengan emosi sampai kepala arini berdenyut sakit mendengar suaranya.
"Sel!.apa kau lupa saat aku membawamu ke dokter?! saat itulah dokter memberikan hasil tes itu padaku, karna dia tau kamu belum menikah! aku sengaja menyembunyikannya darimu. Apa kau ingat aku membahas soal bayi waktu itu, aku hanya ingin tau saja kalau kau menyukai bayi atau tidak.
tapi nyatanya kau tidak menyukai bayi. tapi aku harus menyampaikan ini sel!!
Aku melindungimu kemarin karna ada janin dalam perutmu itu.!.. ahhh.. kepalaku.?!"
Arini merasakan teramat sakit di kepalanya setelah ia memgeluarkan semua emosinya.
Ia pun kembali pingsan.
"Rin.. arini.!!" Selena teriak panik. ia pun berlari mencari dokter.
Setelah dokter memberi arini suntikan, ia pun segera keluar. Sementara selena masih mondar-mandir karna panik.
"Gimana ini, kenapa bisa aku sampai hamil? gimana kalau orang tuaku tau? gimana kalau harry tau? pasti mereka semua memaksaku menikah. tapi aku belum mau menikah, aku masih muda, aku belum mau mengurus bayi, itu pasti sangat melelahkan.
Tidak.. tidak.. mereka gak boleh sampai tau. aku harus menyembunyikan ini. Jika keluargaku tau, aku bisa dihukum dan dikurung dirumah. Aku akan memastikan arini tidak mengatakannya pada harry."
Selena bingung sendiri, pikirannya menjadi kusut karna janin nya itu.
Ia memutuskan untuk menyembunyikan kehamilannya. Bahkan terlintas dalam pikirannya untuk menggugurkan kandungannya.
•••
BERSAMBUNG
Baca juga novel versi Chat Story👇
Berjudul "Train to Seoul" (Atau bisa lihat di profilku)
__ADS_1
Terimakasih🙏