
Setelah sekian lama ara dan papa nya menangis terharu karna pertemuan yang indah itu, ara dan keluarga rey pun pamit pulang karna sudah malam.
Setelah mereka pergi. Daylon tampak diam dan kesal.
"Daylon, ada apa denganmu, kenapa kamu tadi tidak mengizinkan ara tinggal disini, dia itu adik tiri kamu. "Ujar papa nya.
"Pa. Aku bukanya tidak mau ara tinggal disini, tapi aku gak bisa menerima kalau dia adalah adik tiriku. "Jawab daylon bernada tinggi.
"Daylon!! Turunkan nada bicaramu, jangan kurang ajar sama papa. Lagian kenapa kamu tidak menerima kalau ara adalah adikmu? Apa kau tidak suka? "Timpal mama nya turut marah pada daylon.
"Ma, kalian tau kan kalau aku mencintai ara, dan sekarang, dia malah jadi adiku. Aku mau menjadikanya istri ma, pa, Bukan adik!! "Sahut daylon dengan emosi.
"Daylon.!! Kamu harus bisa menerima kenyataan ini, harusnya kamu senang bisa mempunyai adik yang baik seperti dia. Lupakanlah cinta itu.!! "Timpal mama nya bersitegang.
"Tapi ma,, aku dan ara kan tidak ada hubungan darah, kita hanya saudara tiri. "Sahut daylon.
"Apapun itu, kalian tetaplah bersaudara, kamu ingat ya, sampai kapan pun mama dan papa tidak akan merestui kamu dan ara sampai kami matipun, lagian ara belum tentu mau sama kamu.
"Ahh.. Terserah kalian saja. Aku benci ini. "Daylon langsung meninggalkan orang tuanya dengan rasa kesal. Dia mengendarai mobil dengan kencang dan tidak tau harus kemana untuk melampiaskan kekesalan nya.
•••
Setibanya dirumah. Ara masih terhanyut dalam kebahagiaan nya karna baru saja bertemu dengan papa nya. Saat turun dari mobil rey, dia tak henti - hentinya tersenyum sembari berjalan berlenggak lenggok kayak anak bebek mau nyebrang jalan.
Orang tua rey yang baru saja turun dari mobil juga langsung masuk kerumah mengiringi rey dan ara.
Ara langsung berbaring disofa dengan santai seperti tidur dipinggir pantai dan mengangkat kaki nya.
"🎶Lalala.. Lalala.... Satu ditambah tiga, sama dengan empat. Kuku ditambah mamat sama dengan Kumat. lala lala lala.. "Ara bernyanyi sendiri sambil cengengesan.
Orang tua rey hanya geleng kepala melihat nya dan mereka melewati Ara yang sedang separuh gila itu.
"Kamu ngatain diri sendiri kumat? Dasar stres. "Ujar mami rey sembari jalan melewatinya.
"Kan tadi kita sudah dengar ceritanya mi, dia kan dari kecelakaan waktu kecil, wajarlah dia kayak gitu, otak nya bergeser. "Timpal papi rey kemudian. Lalu mereka meninggalkan nya begitu saja.
"Woii ulat nangka!! Ngapain lo masih cengengesan disono!! Buruan mandi, ini sudah malam. Malah nyanyi gak karuan. Nanti kita mau makan malam diluar. "Teriak rey.
"Dih, apaan sih alien, ganggu aja, Makan diluar aja kok tepot, tinggal bawa piring , makan diteras, beres kan! "Sahut ara dengan santai..
"Ni bocah memang rada - rada ya.. Ayo naik.. Mandi.!! Gue gak mau jalan sama orang bau kencing kuda kayak lo. "Rey menarik tangan ara dan menyeretnya naik tangga menuju kamar nya.
"Bisa biasa aja gak sih,, kok ditarik kayak kembang gini. "Ujar ara sembari mengikuti rey.
"Yang ada kambing yang ditarik itu bego!! Bukan kembang. Ayo buruan, jangan jadi gila hanya karna ketemu sama bokap lo. "Rey terus menarik tangan ara hingga sampai keatas.
Rey membukakan pintu kamar ara, dan membawa nya masuk, lalu melempar nya ketempat tidurnya.
"Cepat mandi sana!! "Teriak rey dengan kencang.
Namun ara tidak bergeming, dia malah menikmati kasur dan bantal nya.
"Dasar muka bantal!! Gak bisa liat yang empuk dikit langsung molor aja. Woii ulat bulu. Bangun!! Mandi dulu sono!! Mau gue kritingin lagi badan lo hah?. "Teriak rey sembari menarik ara.
"Rey.. Ara.!! Apa yang kalian ributkan di atas?? "Teriak mami rey dari bawah.
"Ini mi. Si anak babi gak mau mandi. "Sahut rey dengan kuat.
"Mungkin dia mau mandi dikubangan. "Timpal mami rey dari bawah.
"Mandi kubangan??. Mami ada - ada aja sih, udah kena virus nya cacing tanah ini nih.. Otak nya pada ilang separoh. "Ujar rey sembari menarik anak babi itu.
"Bukan separoh, tapi setengah. "Jawab ara.
"Sama aja bego!! Ini tuh gara-gara virus o'on lo itu, siapa aja yang dekat lo pasti jadi goblok. Untung aja gue gak ngaruh, karna iman gue tebal. "Timpal rey.
"Iya,, gak hanya tebal iman, lo juga tebal muka. Kayak pantat gajah hahaha.muka lo mirip banget sama pantat gajah reboy!! Hahaha.. . "ara tertawa terpingkal-pingkal sampai jatuh dari ranjang nya.
__ADS_1
"Sukurin lo. Tingkah kok kayak ulat nangka, gak bisa diem. Ayo buruan mandi, gue udah kayak emak lo aja kayak gini. "Ujar rey.
"Jangan dong! Kita kan sudah ada emak,, tuh emak lampir sekaligus emak babi. Haha..
"Sudah ketawa nya!! Ntar gue kuncir tuh bibir. Cepat mandi sono. "Rey menarik paksa tangan ara dan mendorong nya kekamar mandi.
"Jangan lama -lama mandinya. Bebek nya jangan diajak ngobrol dulu. "Ujar rey sembari keluar dari kamar ara.
"Heran gue! Bebek aja pake diajak kesini. Gak bisa pisah apa? Mudah- mudahan pas pulang besok bebek nya ketinggalan disni.
Beberapa menit kemudian, si anak babi pun selesai mandi dan juga dandan. Diapun langsung menghampiri kamar rey.
"Yuu huu.. Bos babi..!! Gue udah siap nih, "ara langsung masuk kamar rey dan berbaring dikasur nya. Sedang kan rey tengah mengganti pakaian sehabis mandi.
"Woii piranha, lo main masuk aja kekamar orang, ngapain lo baringan dikasur gue, keluar sono!! "Teriak rey.
"Bentar doang!! Lagi enak banget nih posisi, empuk banget. "Sahut ara sembari menggoyangkan kaki nya diatas kasur.
"Gak bisa! Keluar sekarang, gue mau pakek baju, dasar gak punya malu lo ya. "Rey menarik ara, dan mendorong nya keluar kamar.
"Dih, dasar alien.!! Ngeselin,, gue sentil ginjal lo ntar, baru tau rasa.. "Gerutu ara sembari turun tangga.
"Eh.. Ada om dan tante. Santai banget, lagi makan apa.? "Sapa ara dengan ramah.
"Lagi makan bubur kacang ijo. "Jawab mami rey sembari melanjutkan makan nya..
"Enak ya.? . Pakek nasi biar kenyang. "Ucap ara sambil berlalu meninggalkan mereka.
"Tuh anak, tiap ketemu pasti ngeselin,, bikin darahku mendidih saja. "Ujar mami rey pada suaminya itu.
"Dimana letak tombol off nya, biar papi matiin api nya, supaya darah kamu gak mendidih lagi. "Timpal papi rey.
"Kamu juga!! Sama gila nya dengan ara. "Bentak mami rey. Suami nya hanya diam, karna takut mak lampir itu lebih kesal lagi.
"Aron!! Ayo kita berangkat. "Ujar rey mengajak ara.
"Anak itu makin lama kok makin gila. "Ucap mami rey geleng kepala.
"Ya udah mi, jangan dimasukin kehati.. Aku pergi dulu ya. "Sahut rey pada mami nya.
Anak babi dan bos babi itu pergi Menuju restoran, saat melewati jembatan, mereka melihat daylon yang sedang berdiri dipinggir jembatan.
"Bos. Bos.. Berhenti dulu, kayak nya ada kakak tiri gue disana, kita hampiri yuk, jangan-jangan dia mau bunuh diri."ucap ara sambil melihat dari jendela.
"Ngapain sih, gak ada kerjaan aja. "Jawab rey sembari menepikan mobil nya dibelakang mobil daylon.
Ara langsung keluar dan berlari menghampiri daylon dengan cemas
"Daylon!! Ehh kak daylon.. Kalau mau bunuh diri jangan disini, terlalu rendah. Mending nyemplung kelaut aja. "Ucap ara sambil menarik daylon.
"Apaan sih,, siapa juga yang mau bunuh diri. Gue cuma stres aja. Kalian ngapain kesini?. Pergi sana!! Gue lagi gak mau diganggu. "Jawab daylon berbalik badan.
"Kita juga gak mau diganggu, ayo sayang kita pergi dinner. Biarin kutil ini nempel dijembatan. "Ucap rey menarik ara pergi.
"Ehh tunggu!! Ntar dia nyebur beneran gimana? Em.. Kak daylon yang baik hati, ganteng, tidak sombong, rajin menabung dicelengan babi, dan juga hafal pancasila. Jangan bunuh diri ya. Kita kan saudara, baru ketemu lagi. Gue sayang loh sama kak daylon tapi sebagai kakak. Gimana kalau kita jadi kakak dan adek tiri aja. "Ucap ara.
"Haiss.. Bodoh nya kumat. Kalian memang kakak dan adek tiri bego.!! Ngapain ditawarin lagi.!! "Sahut rey dengan kesal.
"Iya ya. Hehe.. Gimana kak daylon?? mau kan jadi kakak tirinya ara. Kita bisa ketemu tiap hari, dan main bersama tanpa jarak dan waktu.. Caelah lebai banget gue.
Gak nyaut? Berarti gak mau.. Ya udah. Ayo bos kita tinggalin aja dia disini, biar dia jadi kutu disini. "Ucap ara sembari melangkah pergi.
"Ehh tunggu!! Gue... Gue mau kok jadi kakak tiri lo. Tapi kita pelukan dulu gimana?? "Ucap daylon.
Tanpa pikir panjang, ara langsung mendekap nya. "Itu mah gampang. "Sahut ara.
"Haiis.. Gadis ini benar-benar gak peka sama perasaan orang, nyelonong gitu aja dia meluk kecebong ini tanpa dosa. "Gerutu rey memukul jidat sendiri.
__ADS_1
"Makasih ya ara. Ehh dek ara.. Sekarang kita resmi jadi kakak adek tiri, hehe.
"Dih, siapa yang mau jadi adek tiri lo. "Sahut ara melepaskan pelukan nya.
"Tadi kan elo yang bilang gitu bego!! Belum pernah kena cangkok ya ginjal lo. "Teriak daylon menyentil hidung ara.
"Haha.. Gue becanda aja bang!! Serius amat!! Liat tuh muka udah kayak pantat kebo.! Haha.. "Ara langsung ngacir masuk kemobil rey. "Bos babi.. Ayo kabur, ngapain masih diem kayak tugu gitu. "Teriak ara dari dalam mobil.
Rey berjalan perlahan menuju mobil nya. Otak nya makin kriting melihat kelakuan dua cacing tanah yang pada gila itu. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju yang ingin dituju.
Sedangkan daylon kembali kerumah nya setelah mendapatkan pencerahan virus dari adek tiri nya. Dia pun bisa menerima kenyataan bahwa dia harus melupakan rasa cinta pada gadis bodoh itu.
•••
Setelah dua babi itu sampai direstoran, tak lupa mereka mengenakan kaca mata dan masker supaya tidak dikenali orang, karna bahaya kalau ada yang liat, mereka langsung diserbu belatung.
Mereka pun memesan ruangan privat, biar bisa makan dengan tenang tidak ada yang melihat.
"Alien! Tuntun gue dong, restoran ini gelap banget, mati lampu ya. "Ujar ara sembari meraba tangan bos babi.
Lo pakek kaca mata hitam bego!! Masa' gak kerasa.
Ayo cepat jalan, ntar lepasin kalau udah didalam. "Rey menarik tangan ara, kayak narik orang buta.
Ahir nya mereka makan dengan santai dan sedikit romantis. Setelah habis makan mereka hendak keluar dari ruangan itu. Tapi ternyata keheningan itu hanya sebentar, karna diluar orang -orang sudah gaduh menunggu mereka.
"Loh.. Kok rame?? Tadi kan sepi? Mereka kok tau kalau kita disini? "Tanya rey bingung.
"Em.. Tadi sih gue sempat Live selama kita makan.. Hehe. "Jawab ara cengengesan..
"Dasar bego!!! Ngapain live sih,, udah enak-enak makan dengan santai.. Sekarang jadi rame kan,, lo hadapin sendiri tuh para belatung. "rey menyentil kening ara.
"Tapi kan tadi gue gak beritahu mereka kalau kita ada disini, mereka cari tau sendiri kali. "Sahut ara bingung.
"Yang pasti mereka orang yang dekat dengan restoran ini o'on.. Makanya mereka tau. Dasar anak babi, cacing tanah bego!! Sono. Lo adepin ndiri.. Gue ogah!!
"Ya udah,, gue mah apa aja pasti terkendali, lo nya aja penakut. "Tanpa pikir panjang, anak babi itu keluar dengan santai menyapa para penggemar nya.
"Halo semua,, pada nunggu ya..
"Wahh.. Ara... Ara.. Foto dong,.. Foto dong.!! "Mereka berseteru berdesakan minta foto.
"Kalau mau foto boleh,, tapi baris yang rapi oke..
Mereka mencoba untuk baris dengan rapi, tapi karna mereka terlalu banyak, ruangan itu penuh dan berdesakan membuat mereka ricuh dan tidak beraturan.
"haiss.. Gue yang stres punya fans pada goblok. Gue butuh oksigen, bos babi!!! "Teriak ara. Lalu dia berinisiatif mengambil kursi, lalu menaiki nya.
Ara mengeluarkan jurus suara toa nya. "Semuanya dengar!!! Bisa diem gak sih, belom pernah kena kepang ya tuh mulut. Kalo gak diem gue gantung kalian ditiang kursi ini. "Teriak ara dengan suara keras.
Semua orang terdiam sambil menahan tawa.
"Nah, gitu dong, kan enak kalau diem gini, mau diketawain dulu baru bisa diem.
"Dimarahin kali. "Gerutu salah satu fans nya.
"Baiklah. Kita foto-foto sekarang ya. Maaf ya, foto bareng gue aja, soal nya rey lagi gak enak perut, usus nya bengkak karna kebanyakan makan, dia sedang jadi guci pajangan tuh didalam.
"Kurang ajar tuh ulat bulu. Awas ya pulang ntar, gue potong usus lo. "Gerutu rey yang sedang mengintip dari dalam.
***
Bersambung....
Jgn lupa like🙏
Kalau ada kata yg tidak baku yg gak kalian ngerti dlm novel ini, silahkan tanyakan dikomentar ya, ntar gue bls😁
__ADS_1