
Setelah dua bulan penuh ara belajar mengemudi, akhirnya sekarang ia bisa menguasai mobil.
Tiap hari ia belajar menggunakan mobil daylon dan alvin hingga ringsek dimana-mana.
Kemarin dia dan suaminya sudah membuat sim untuk ara, dan hari ini mereka berdua pergi ke shorum mobil yang super besar.
"Sayang, silahkan pilih mobil yang kamu suka. "Ujar rey tersenyum.
"Waahh,, ini mobil beneran?
"Bukan! Mobil mainan, ya beneran lah o'on!!
Seorang pelayan datang menghampiri mereka untuk memperkenalkan mobil-mobil pada mereka.
"Tuan rey, nyonya ara? Ada yang bisa saya bantu? "Ujar karyawan wanita itu.
"Anda mengenal kita? "Tanya ara heran.
"Saya ratu, jelas saya mengenal kalian.
"Oh gitu! Siapa nama kamu? "Tanya ara lagi.
"Nama saya desi, senang bisa melihat kalian secara langsung.
"Berarti kamu tinggal dikampung?
"Itu desa , nama saya desi loh.
Ayo saya tunjukan mobil yang cocok untuk kalian. "Desi menggiring mereka melihat mobil yang semua bagus itu.
"Maaf mba, harga mobil disini paling murah berapa ya? "Tanya ara sembari mencolek mobil didekatnya.
"Paling murah 300 juta. "Jawab desi tersenyum.
"Oh itu mah kecil, gak ada yang 300 ribu aja?? "Sahut ara cengengesan.
"Jangan malu-maluin woii. "Pungkas rey cuek.
"Ada kok yang 300 ribu, tapi roda nya doang. Hehe.
Nah ini mobil yang cocok buat anda, imut, kecil, dan unik.
"Wahhh.. Bagus banget, aku akan mengubah warnanya menjadi putih ping.
"Bisa kok, nanti kami akan cat ulang, cuma butuh waktu dua hari saja.
"Oke kalau gitu kita ambil yang ini ya mba, berapa harganya. "Tanya rey sembari melihat mobil yang disukai istrinya itu.
"750 juta tuan.
"What?? Murah amat! 500 juta aja ya mba, diskon. Hehe.
"Mulai kumat. Jangan dengerin dia mba, otaknya sedang lurus. Kita ambil yang ini, dua hari lagi kami datang kemari. "Ujar rey sembari merangkul ara.
"Baik tuan, kami segera urus surat-suratnya.
"Bagus, terimakasih mba.
Ayo sayang kita pulang.
Setibanya dirumah, daylon, alvin dan ricky sudah petantang-petenteng duduk santai dalam rumah rey.
"Ngapain kalian kemari, udah ngerasa rumah sendiri? "Ketus rey cuek.
"Heii kutil, sini.. sini.. "Daylon menarik rey keluar dari rumahnya.
"Ada apaan sih narik-narik!
__ADS_1
Daylon terus membawa rey menuju mobilnya.
"Liat nih mobil gue dan mobil cebong! Ini semua gara-gara ulat bulu ini.! Mobil kita jadi ringsek! Sekarang lo harus perbaiki mobil kita. "Jelas daylon memperlihatkan kap mobilnya yang penyok gak karuan.
"Enak aja! Kemaren gak kayak gini amat kok! Jangan-jangan kalian sengaja ya makin dirusakin biar bisa kita ganti, ya kan? "Ujar ara menyangkal.
"Ahh benar! Tadi pagi mereka menabrakanya dipohon, tadinya gue kira mereka udah gila beneran, ternyata ini tujuanya. "Sahut ricky yang gak bisa diajak kerja sama itu.
Daylon langsung membungkam mulut ricky, sedangkan alvin memukul kepalanya.
"Duhh.. Kalian kenapa sih? "Tanya ricky heran.
Daylon dan alvin langsung menyeret ricky dari hadapan ara dan rey.
"Eh kecoa! Kalo jadi orang tuh jangan jujur amat! "Ujar daylon geram.
"Loh, emang kenyataanya kayak gitu kan?
"Goblok!! Lo udah ngancurin rencana kita, malam ini lo gak usah tidur diapartemen gue!! "Alvin geram, ia menarik baju ricky.
"Ya maaf. Makanya kalau ada rencana kasih tau gue! Biar gue gak asal ngomong.
Auk ah.. Gue mau kesana lagi. "Ricky berlalu begitu saja meninggalkan mereka.
"Tu orang minta kena kubur kayaknya. Ayo man kita susulin dia. "Alvin begitu emosi dengan tingkah ricky yang ngeselin itu.
Daylon dan alvin kembali membahas mobil mereka.
"Jadi gimana nih til? Lo harus kembaliin mobil kita seperti semula. Gak terima gue mobil gue pada penyok kayak gini. "Ujar daylon sembari menepuk mobilnya.
"Ribet amat!! Kalian bawa aja kebengkel, ntar gue yang bayar. "Sahut rey dengan santai.
"Beneran til?? "Tanya alvin sambil nyengir.
"Beneran lah bong!! Bawa sana!! Karna hari ini mood gue sedang bagus, cepat pergi sebelum gue berubah pikiran.
"Wahh kutil baik banget kalo sudah nikah gini, ayo bong kita pergi sekarang. "Daylon berlari dengan riang menuju mobil nya, alvin juga turut pergi.
Dengan riangnya ara mengemudikan mobil barunya itu.
Tiap hari ia bekerja menggunakan mobilnya dan mengemudi sendiri.
Weekend ini, rey mengajak ara berkunjung kerumah orang tuanya.
Seperti biasa, mereka selalu ramai saat bertemu.
mami rey menyambut mereka dengan gembira.
"Kalian? Kenapa gak bilang dulu kalau mau kesini, sudah lama sekali tidak bertemu. "Mami rey merangkul ara dan membawanya masuk.
"Kak carla mana mi? Gak keliatan batang idungnya? "Tanya ara pada mertuanya itu.
"Dia dikamar, lagi ngehalu. Maklumlah jomblo. Ntar mami panggilin.
"Gak usah mi, biar aku aja kesana. "Ara langsung berlalu menuju kamar carla.
Mami rey mendekati anaknya itu.
"Psstt.. Udah ada perubahan belom sama orang bodoh itu. "Tanya mami.
"Perubahan apanya? Malah makin bodoh. "Jawab rey cuek.
"Bukan itu maksud mami bego! Perutnya udah ada perubahan belom?? "Pungkas mami kesal.
"Emangnya kenapa perutnya? Biasa aja tuh, dari dulu emang kayak gitu kan? "Sahut rey santai.
"Ohmaigad!! Kamu udah ketularan bodoh ya!! Maksud mami, dia sudah hamil belom pe'ak!!
__ADS_1
"Oh, ngomong dari kemaren!
Emm.. Hamil ya?? Ah iya.!! Kok gue gak nyadar ya mi, udah hampir tiga bulan kita nikah. Tapi sibodoh itu biasa aja sikapnya, malah makin bodoh.
"Kalian ini gimana sih, cepat bikin anak sana!!
"Bikin disini?? "Tanya rey datar.
"Gak gitu juga, bukan itu maksud mami,, auk ah!! Stres mami,,. "Mami rey pergi dengan kesal.
"Apaan sih tuh mak lampir, gak jelas banget. "Gerutu rey melirik mami nya yang meninggalkanya.
Setelah ara menemui carla, ia mengajak carla ngobrol bersama, kemudian mereka masak bersama sembari berceloteh gak jelas.
Akhirnya makan siang.
"Ayo makan, udah lama gak ngumpul gini.
"Itu, gerandong kasih nasi 3 butir aja, perutnya udah buncit tuh.
"Gak usah! Aku makan sendok aja.
"Sayang, lo makan yang banyak ya. "Rey menumpahkan sayur kedalam piring ara.
"Banyak amat!! Lo kira, gue kambing apa??
"Udah, gak apa-apa, makan aja. "Timpal mami rey.
Mereka makan dengan santai, biasanya selalu ribut.
Saat ara mencicipi makanan itu, ia tersedak karna sayurnya cukup pedas.
"Sayang, kamu kenapa? Minum dulu. "Rey memberikan segelas air pada ara.
"Pedes!! Perutku jadi gak enak nih. Perih.!! "Ara memejamkan matanya menahan sakit perutnya.
"Apakah kamu gak bisa makan pedas? "Tanya mami cemas.
"Jangan banyak tanya, obati saja dia dulu. "Timpal papi rey.
"Mi, kita bawa kedokter saja ya, siapa tau dia alergi, mukanya merah banget nih. "Ujar rey khawatir.
Tanpa pikir panjang, keluarga itu membawa ara kerumah sakit dengan kecemasanya.
Mereka menunggu diluar ruangan selagi ara masih ditangani dokter.
Rey begitu cemas, ia mondar mandir gak karuan didepan kamar pasien.
"Bisa duduk gak sih! Mataku pusing liatin kamu!! "Ujar papi rey.
"Eh gerandong! Lo gak tau apa kalau gue lagi cemas gini, gak keliatan apa dari wajah gue! Gue khawatir banget.
"Lebai!! Tunggu aja kenapa?? "Timpal papinya geram.
"Iya.. Iya.. Bawel amat! Udah tua juga!
Duhh aron bodoh, cepat sembuh ya, kok bisa sih sakit perut makan dikit gitu, apa emang pedas banget ya sayur nya. "Gumam rey.
"Ini salah mami, tadi mami yang masak, kayaknya emang agak pedas sih. "Sahut mami tertunduk.
"Jangan kayak gitu mi, itu memang benar mami yang salah. Tapi moga aja dia gak kenapa-napa! Dokter nya juga lama amat, udah dua tahun kita nunggu disini.
"Mending lo diem aja deh! Ngoceh gak karuan! Gue pusing dengerinya, bukanya berdoa. "Ketus carla.
"Iya ya.. Makasih kak.
Dalam hati, rey menyatukan tanganya dan berdoa untuk kesembuhan ara yang sakitnya gak jelas karna apa. Semoga baik-baik saja.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG