
Setelah acara itu selesai. Para wartawan meminta mereka untuk wawancara. Namun sepanjang sesi wawancara itu, ara terlihat murung dan tidak bersemangat.
"Heii lo kenapa? Apa lo sakit? "Bisik rey yang heran melihat anak babi itu hanya diam tak seperti biasanya.
"Eh!! Enggak kok, otak gue cuma pusing aja ngeliat setumpuk belatung ini. "Jawab ara kembali ceria.
"Oh.. Kirain ada apa? Bagus deh kalau gitu.!
"Reboy. Pulang nanti kita kesuatu tempat dulu ya. "Ujar ara.
"Kemana? Apa lo mau ngajak gue ngedate? "Tanya rey tersenyum.
"Apaan tuh ngedate?
"Kencan bego!! Itu aja gak tau..
"Stt.. Kita lagi didepan kamera, pelan dikit ngomong nya. "Ara menaruh telunjuk nya dimulut rey. Wartawan itu makin rame melepaskan jepretanya.
•••
Setalah acara itu selesai. Kantor pun sudah sepi, Mereka semua pulang meninggalkan kantor. Mobil rey berjalan lebih dulu lalu diiringi mobil orang tua nya.
Ara memberi petunjuk jalan pada rey untuk menuju tempat yang ara ingin kan.
"Loh,, ini bukan jalan kerumah kan?? Mau kemana dua bocah babi itu.? "Ujar mami rey pada suami nya itu.
"Nggak tau.. Mungkin mereka mau jalan dulu,, udah kita ikuti saja, lagian mereka gak bilang mau kemana. "Sahut papi rey yang terus membuntuti mobil rey.
Setelah melalui jalan yang cukup panjang, mereka pun tiba ditempat yang dituju.
"Eh,, kayak nya gue pernah kesini deh, tempat ini familiar gitu. "Ujar rey bingung, lalu dia menghentikan mobil nya.
"Udah! Jangan banyak tanya, ayo kita masuk. "Ara menarik tangan rey.
Mobil orang tua rey juga tiba disana, lalu mereka keluar dari mobil itu dengan rasa penasaran dan bingung.
"Mami? Papi?? Kok kalian juga ikut kesini?. "Tanya rey.
"Kita gak sengaja ikutin kalian, kirain tadi kalian mau langsung pulang. Ini rumah siapa? "Sahut mami rey sambil celingak celinguk.
"Kalau gitu om dan tante sekalian ikut ara masuk. Ayoo cepat.. "Ara langsung memencet bel rumah itu.
Tidak lama kemudian, seseorang membuka nya.
"Eh..!! Ara!! Kalian ngapain kesini, ayo masuk. "Ucap cowok itu.
"Wahh.. Ternyata ini rumah nya daylon,,gue baru inget. ehh aron! Ngapain lo ngajak kita kesini, ogah banget gue ketemu dia, udah ah pulang aja yuk. "Rey langsung menarik paksa tangan ara.
Ara menepis tangan rey dengan kuat. "Rey.. Tunggu dulu!! gue bahkan belum bilang tujuan gue kesini, tolong jangan egois. "Teriak ara dengan serius.
Rey dan papi mami nya kaget melihat ara bicara seperti itu.
"Baru kali ini gue lihat ara bicara serius. "Bisik rey pada mami papi nya.
"Baiklah, kita turuti saja ara. Mari kita masuk. "Sahut mami rey.
Saat dalam rumah, mereka disambut hangat oleh mama daylon yang bernama Anna itu.
"Heii jeng,, ada apa datang kemari, tumben sekali. "Sapa mama daylon.
"Ini jeng, kita cuma nemenin ara, mungkin dia ada keperluan dengan keluarga kalian.
__ADS_1
"Tante,, om nya ada gak?. "Tanya ara pada mama daylon.
"Ada kok, dia baru saja selesai mandi, tunggu sebentar ya tante panggilin dulu. "Mama daylon pergi untuk memanggil suami nya itu.
Tidak lama kemudian,, orang tua daylon itu datang menghampiri mereka.
"Ehh ara!!! Tumben kesini bersama orang tua nya rey, ada apa? "Tanya papa daylon itu dengan ramah lalu duduk bergabung bersama mereka.
Ara tertegun diam sembari menatap papa daylon dengan dalam, semua orang bingung melihat tingkah ara itu.
"Nak ara, ada apa?. "Ujar papa daylon yang merasa malu ditatap ara seperti itu.
"Maaf om, kalau boleh tau, nama om siapa? "Tanya ara dengan serius.
"Nama om, Zaidan. Kenapa? "Jawab nya bingung.
"Apakah Zaidan Adora? "Tanya ara lagi.
"Iya. Kok tau. "Sahut papa daylon makin bingung.
Ara langsung terdiam dan meneteskan air mata..membuat semua orang bingung.
"Hiks.. Hiks... "Ara langsung menghampiri papa daylon itu dan langsung memeluk nya.. Semua orang langsung berdiri kaget.
"Papa.... Aku zahra.. Aku anak papa.. Papa kemana saja. "Ujar ara terisak tangis dalam pelukan papa nya.
"Apa kau serius?? Kamu adalah zahra..?? Kamu adalah Zahra Adora?? Kamu putriku?? "Jawab papa nya menatap wajah ara.
Ara hanya mengangguk tak sanggup lagi bicara.
"Zahra? Papa sudah lama mencarimu, tapi papa gak tau harus mencari kemana, bahkan wajah mu saja sudah tidak bisa dikenali, kamu sudah besar sekali. Papa sangat merindukan kamu.
Papa dan anak itu sama-sama menangis dan saling mendekap. Rey dan orang tua nya turut terharu melihat ara sudah menemukan papa nya yang sudah belasan tahun tidak bertemu.
"Nak, kami sangat senang bisa bertemu kamu, kami gak nyangka ternyata kamu saudara nya daylon. "Ujar mama daylon yang turut mendekap ara.
"Tante, aku bahagia sekali sudah menemukan papa, dan kalian juga sangat baik padaku,, mungkin ini sudah digariskan untuk kita bertemu lagi. "Sahut ara berliang air mata.
"Jangan panggil tante lagi, panggil saja aku mama, mama Anna, walaupun aku hanya mama tiri kamu, tapi aku sangat sayang sama kamu. Bagaimana kalau kamu tinggal disini saja. "Ujar mama anna.
"Jangan!! Gue gak mau ara tinggal disini. "Sahut daylon dengan cepat.
"Gue juga gak mau ara tinggal disini, biarkan saja dia tinggal bersamaku. "Timpal rey menyahut daylon.
"Nak, untuk masalah tempat tinggal, itu terserah kamu, papa gak maksa, kalau kamu mau kesini, pintu rumah ini terbuka lebar untukmu. "Ujar papa ara.
"Makasih pa. Tapi untuk sekarang, zahra akan tetap tinggal bersama rey. Karna daylon pun tidak suka jika aku disini. Kalau boleh, papa jangan panggil aku zahra, panggil saja ara. Karna zahra itu mengingatkan ku pada masa lalu yang kelam itu. "Tutur ara tertunduk sedih.
"Iya, papa ngerti. Papa akan panggil kamu ara, sekarang kamu gak perlu mengingat masa lalu lagi. bagaimana dengan mama kamu, apakah kalian masih berkomunikasi? Ceritakan pada papa.
Ara pun menceritakan kejadian belasan tahun lalu.
Flash Back
Saat ara umur 7 tahun, dia mengalami kecelakaan karna ditabrak mobil, saat itu juga, dokter menyarankan untuk oprasi supaya ara bisa diselamatkan. Tapi kedua orang tuanya tidak mempunyai uang.
Lalu mama ara meminjam uang pada majikan tempat nya bekerja, tapi dengan syarat, dia harus menikah dengan majikan nya itu untuk dijadikan istri kedua. Karna tidak ada pilihan lain, mereka pun menyetujui nya,.
Sayang nya, setelah kecelakaan itu, sikap ara berubah total, dia seperti terlihat bodoh, jarang bicara dan juga takut pada orang lain, bahkan dia sering mengalami lupa ingatan.
Setelah ara sembuh, orang tua nya pun bercerai, mama nya langsung menikah dengan majikan nya itu, sedangkan papa nya menghilang karna malu. Sejak saat itu, ara tidak pernah bertemu lagi dengan papa nya.
__ADS_1
Sedangkan ara diajak mama nya untuk tinggal bersama suami baru nya itu. Namun ara diperlakukan tidak baik oleh papa tiri nya dan juga istri pertama nya. Mereka kerap disiksa.
Sherly. Adalah nama mama Ara. Dan suami barunya itu bernama Andres, dia sudah mempunyai istri bernama Rianty, mereka sudah mempunyai dua anak yaitu Ardian(26th) dan Kinza (19th). Saat itu umur ara dan kinza beserta ardian tidak berjarak jauh.
Ardian dan kinza sangat baik pada ara dan mama nya. Mereka kerap melindungi dan membela ara dan mama nya.
Hanya satu minggu ara tinggal disana, dia pun diusir oleh papa tiri nya. Karna malu satu rumah dengan anak seperti ara.
"Heii bocah.. Mulai saat ini, kamu pergi dari rumah ini, aku malu sudah menampung orang aneh seperti kamu, sudah jelek, bodoh pula. Apa kata teman kantor ku jika mereka melihat kamu disini, bikin malu saja!! "Andres melemparkan tas kecil berisi baju ara dan mengusir nya keluar rumah saat hujan lebat.
"Papa!! Kenapa papa mengusir zahra!! Dia masih kecil, mana bisa hidup sendiri. "Teriak anak sulung nya bernama Ardian itu.
"Papa gak punya hati ya.. Bisa apa dia jika tinggal sendirian diluar sana. Tega ya papa. "Sahut putri kedua nya kinza. (Kinza lebih tua satu tahun diatas ara).
"Belain aja terus.. Kalau kalian tidak suka dengan keputusan papa, maka kalian juga boleh keluar dari rumah ini. "Timpal istri pertama nya, rianty
"Papa dan mama sama saja!! Pada gak punya hati.!! "Kinza dan ardian langsung berlari kekamar mereka dengan tangisan kasian nya terhadap ara.
"Tuan!! Tolong jangan usir anaku, bagaimana dia bisa hidup. Aku mohon.!! "Mama ara berlutut dikaki suami nya itu dengan linangan air mata. Tapi andres bukan kasian, dia malah menendang mama ara hingga jatuh.
"Jika kamu tidak tega melihat anakmu pergi, kamu pun boleh pergi, tapi sebelum itu, lunasi dulu hutang kamu sekarang juga!! "Teriak andres dengan tatapan tajam.
Dengan tangisan polos nya. Ara menghampiri mama nya sambil mengelus punggung mama nya.
"Ma. Biarin zahra pergi saja. Zahra berusaha hidup mandiri, mama jangan khawatir, zahra akan berusah mencari papa. "Ucap nya dengan tulus.
"Nak, pergilah kerumah kita yang dulu, kunci nya mama letak kan dalam pot bunga, kamu berusaha lah hidup sendiri. Jika ada waktu, mama akan mengunjungimu. Jaga diri kamu baik-baik. Jika hutang kita lunas, mama akan kembali lagi bersama kamu dan papa kamu. "Bisik mama ara sambil menangis mendekap ara.
Dalam hujan deras itu, perlahan ara kecil itu melangkahkan kaki nya, pergi sendirian, tidak tahu bagaimana cara nya hidup tanpa orang tua diumur yang masih muda. Mama nya memejamkan mata saat melepaskan ara pergi, dia tidak sanggup menahan perasaan nya, hati nya bagaikan tertusuk besi panas melihat anak satu-satu nya pergi dari dekapan.
Sedangkan dari lantai dua. Terlihat Ardian dan kinza juga menangis melihat kepergian ara yang sudah mereka anggap adik sendiri. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Sejak saat itu, ara hidup sendirian, beruntung ada tetangga yang baik dan perhatian padanya, tiap hari mereka memberi makanan pada ara.
Ara yang baru saja kelas dua SD itu harus bekerja serabutan demi biaya sekolah, tapi ada teman nya yaitu adelia, aznie dan ricky yang selalu membantunya, mereka juga membagi uang jajan nya untuk ara.
Tiap hari mereka selalu bersama bahkan sampai saat ini.
Ahir pekan datang, mama ara diam-diam pergi menemui ara, dia membelikan ara baju dan makanan yang banyak.
Betapa senang nya hati ara melihat mama nya menjenguk nya.
"Mama.. "Dia langsung berlari dan memeluk mama nya. Sherly tak sanggup menahan air matanya saat melihat kehidupan anak nya itu.
"Mama kenapa nangis,, kalau mama sedih, zahra juga sedih. "Ara mengusap air mata mama nya.
"Sayang, ini mama bawain makanan dan pakaian untuk kamu. Dan ini ada sedikit uang, kamu simpan ya, gunakan uang ini baik-baik, karna mama tidak bisa terus kesini. Papa tiri kamu melarang mama untuk menemui kamu. Tapi nanti mama akan berusaha untuk kesini lagi. Mama akan kerja keras mencari uang, biar mama bisa membiayai sekolah kamu, kamu tidak perlu bekerja ya. Tugas kamu hanya bermain dan belajar.
"Iya ma, terimakasih banyak, mama gak perlu kuatir, ada teman zahra yang selalu nemani zahra tidur disini. Eh, tangan mama kenapa? Kok pada lebam dan merah gitu. "Ara membukakan baju pada tangan mama nya.
"Nggak apa-apa sayang, tadi mama tidak sengaja tersenggol meja. Kamu makan dulu ya. Mama akan beres-beres rumah. "Sherly mencium kening anak nya itu sembari menjatuhkan air mata, dia menutupi kesedihan dan derita yang sudah dia alami selama tinggal dirumah suami baru nya itu.
Sherly pun membersihkan rumah itu dengan cepat, dia juga merapikan kamar ara dan mencuci pakaian nya.
Hampir tiap bulan dia datang diam-diam untuk menemui ara. Dia melakukan itu sampai ara lulus SMA.
Tapi setelah ara masuk kuliah dan pindah kekota B. mama nya tidak pernah lagi mengiriminya uang, bahkan tidak pernah lagi berkomunikasi, ara terus menghubungi nomor ponsel nya, tapi tidak pernah tersambung. Sejak saat itu tidak ada kabar sama sekali mengenai mama nya. Entah apa yang sudah terjadi pada nya.
Flash back End
***
__ADS_1
Bersambung...
Part sedih😢😭