Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:51


__ADS_3

Esok paginya.


Reza dan temannya pergi kekota F, bersama Jessie.


Saat tiba dikota F, mereka sedang menunggu jemputan dari kantor.


"Kalian mau langsung kehotel? atau kekantor?." Tanya jessie.


"Kita mau kekantor, siang nanti ada meeting penting." Sahut reza dengan wajah datar.


"Dia kenapa? dari tadi dingin banget?. " Batin jessie sambil menatap reza.


"Oh gitu. padahal aku mau minta temani sama kalian." Timpal jessie sembari mengembungkan pipinya.


"Emangnya kamu mau kemana jes?." Unar lesty.


"Aku mau menjenguk makam orang tuaku." Jessie tertunduk menahan tangis.


"Lah, orang tua kamu sudah gak ada? bukannya kamu anak orang paling kaya dikota ini ya?." Timpal danu.


Jessie tidak menjawab, ia hanya menangis sampai tidak bisa bicara. Ia merunduk dengan air mata yang bercucuran membasahi bajunya.


Reza melirik pada jessie. Ia pun tak tega melihat jessie menangis.


Reza menarik jessie dan memeluknya erat.


"Maaf kalo aku lancang. Kamu mengingatkanku dengan arini. Aku gak bisa melihatnya menangis. kamu sangat mirip padanya." Reza mengelus kepala jessie dalam dekapannya.


Jessie mendorong reza dengan kuat.


"Maaf. aku bukan arini. jangan samakan aku dengannya."


"Iya aku tau. Maafkan aku. Aku hanya merindukannya. Baiklah, nanti sore kami akan menemani kamu kemakam orang tuamu." Ujar reza yang masih iba dengan jessie.


"Hm.. Makasih." Sahut jessie singkat.


Mobil jemputan jessie pun tiba, ia langsung masuk kedalam mobil tanpa bicara lagi.


"Bos, lo gak baper kan sama jessie?." Ujar boby heran sembari melirik reza.


"Nggak! Dia cuma mirip dengan arini. Sifat nya berbeda jauh dengan arini. Arini gak akan tergantikan oleh siapapun." Timpal reza tegas.


"Semoga kita cepat bertemu dengan arini.


Eh, itu mobil jemputan kita udha tiba bos."


"Ayo kita pergi."


_


Dalam ruangan kantor reza. Ia tertunduk sedang berpikir serius.


"Za, ada apa?." Tanya lesty.


"Aku gak tau ada apa. tapi aku ngerasa ada yang aneh dengan jessie. Terkadang ia bersikap seperti arini. tapi terkadang dia jadi orang yang berbeda." Jelas reza sambil memegang keningnya kebingungan.


"Bos, mereka hanya mirip. sifat jessie sangat berbeda dengan arini. Arini lebih ramah dan lebih baik darinya." Timpal danu.


"Iya. aku tau. Semoga saja kita bisa menemukan arini, hidup atau mati." Pungkas reza pasrah.


_


Sore hari, mereka semua sudah berada di tempat pemakaman kota F.

__ADS_1


Jessie berjalan perlahan menyusuri satu persatu kuburan untuk menuju makam kedua orang tuanya.


Tibalah ditempat yang dituju. Jessie memeluk kedua makam orang tuanya yang bersebelahan.


Jessie merunduk dengan linangan air mata.


"Mama, papa. Aku rindu pada kalian. hiks..


Sekarang aku sudah dewasa, aku sudah sukses seperti yang kalian pinta dulu. Aku ingin kita berkumpul lagi, tolong datanglah kemimpiku satu kali saja. Aku ingin melihat wajah kalian." Jessi mengadu dengan isakan tangisnya.


Reza turut terharu melihat jessie.


"Dibalik ketegasannya sebagai pengusaha yang kaya, ternyata hatinya menyimpan duka yang mendalam."


Lesty mendekati jessie yang tengah memeluk makam itu.


"Jes, kami turut berduka. Kami gak tau kalo kamu udah gak punya orang tua. Aku mengerti dengan perasaan kamu." Ujar lesty sembari mengusap bahu jessy.


"Makasih, kalian lah temanku dikota ini. Selain kalian, aku gak punya teman sama sekali, kecuali rekan bisnis." Timpal jessie sambil mengusap air matanya.


Reza mengeluarkan saputangan dari saku celananya kemudian memberikannya pada jessie.


"Nih, hapus air mata itu. Dan tolong jangan bersedih."


"Makasih za." Jessie mengambil saputangan itu untuk mengelap air matanya.


"Jangan lama-lama. ini sudah sore. Sudah mendung, nanti hujan." Timpal reza cuek.


"Baiklah, ayo kita pulang."


Lesty membantu jessie berdiri, merekapun berjalan perlahan melewati makam yang berjejer tapi itu.


Ada satu makam yang mencuri perhatian reza karna makam itu belum punya nisan atau pencakup kuburan.


Reza pun memundurkan kembali langkahnya untuk memastikan nama tersebut.


"Hah? Arini.?" Ujar reza panik sembari memegang kayu nama yang tertancap itu.


Teman-temannya pun turut menghentikan langkah mereka karna mendengar reza menyebutkan nama arini.


"Bos, ada apa?." Tanya boby heran saat melihat reza yang sudah merunduk memegang tanah kuburan itu.


"Kalian lihat nama ini." Timpal reza.


Mereka semua kaget melihat nama arini yang terpajang dipapan nama nisan itu.


"ARINI...!!" Teriak danu panik sambil duduk disamping makam tersebut.


"Danu. Kita harus pastikan dulu, apakah ini arini atau bukan." Ujar lesty


"Gimana caranya?." Sahut boby.


"Biar aku tanyakan pada neo." Timpal reza sambil mengeluarkan hp dari saku bajunya.


Reza pun langsung menghubungi neo yang masih berada dikota B.


"Halo za. Ada apa?."


"Neo, kamu kan mantan pacar arini. Apakah arini berasal dari kota F.?"


"Iya, emangnya kenapa? "


"Neo, kami menemukan makam arini dikota F. Kamu tolong kemari seceptnya dan tolong bantu cari nama arini dirumah sakit."

__ADS_1


"Reza! jangan bercanda! arini gak mungkin sudah meninggal!."


"Aku juga gak mau kalo arini meninggal.! "


"Ya sudah, aku berangkat kekota F sekarang."


Neo langsung menutup telponnya.


_


Dikota B, dirumah yuki.


Yuki menghampiri neo yang baru saja selesai menutup telponnya.


"Neo, ada apa? kamu terlihat cemas."


"Ada sedikit masalah sayang. Hari ini aku harus pergi lagi kekota F." Timpal neo.


"Loh, kenapa? bukannya minggu depan? apa ada masalah kantor?"


"Bukan, tapi.masalah arini."


"Hah? apa dia sudah ditemukan?." Yuki mulai girang.


"Iya, reza sudah menemukannya. Tapi bukan orangnya, melainkan makamnya." Jelas neo tertunduk.


Yuki langsung mundur karna kaget. "Astaga! ini serius? makam arini? Nggak! gak mungkin dia sudah...."


Neo menarik tangan yuki karna dia hampir jatuh.


"Sayang, maaf.. maaf.. Harusnya aku gak beritahu kamu soal ini. Ayo kuamtar kekamar. Kamu lagi hamil muda, gak boleh banyak pikiran, gak boleh capek ya."


Neo menopang yuki dan membawanya kekamar. Setelah yuki dan yunie tidur, ia meninggalkan sepenggal surat untuk yuki karna ia harus pergi kekota F.


Neo berangkat sendirian kekota F.


setibanya disana, ia langsung menghampiri reza kekantornya.


"Za, mana makam arini.? apa benar dia sudah gak ada?" Tanya neo panik.


"Gue belom percaya. Neo, danu, kalian carilah rumah sakit yang ada nama arini. kalo bisa harus ketemu hari ini juga. gue udah gak tenang." Tegas reza yang sedang gelisah.


"Danu. ayo kita pergi."


Neo bersama danu langsung mendatangi rumah sakit kota itu satu persatu untuk mencari data arini.


Sementara reza, lesty boby dan jessie masih berada dalam ruangan kantor reza.


Reza hanya diam tertunduk. Jessie pun mendekati reza.


"Za, Aku tau kamu sedih karna kehilangan arini. Aku mengizinkan kamu menganggapku sebagai arini. Aku bersedia."


Reza mencengatkan kepalanya menatap jessie. "Kamu memang mirip dengan arini, tapi dia gak akan tergantikan."


"Iya aku tau, tapi setidaknya kamu bisa menghilangkan kerinduan kamu padanya."


"Terimakasih atas perhatian kamu."


Reza masih tetap merunduk dengan perasaan gundah gak karuan.


•••


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2