
Pagi hari ini. Ara tengah disibukan dengan mengurus majikan sekaligus pacarnya yang ia anggap sebagai pohon yang sedang butuh asupan itu.
Mengganti perban, menyuapinya makan, dan memberinya obat.
"Reboy. Luka lo udah hampir kering nih. Cepat sembuh ya. Untung gue sabar ngurusin lo, hehe. "Ujar ara cengengesan sembari mengganti perban pada luka rey.
"Sabar apanya.!!! Luka gue makin tersiksa dengerin congor lo yang ngoceh tanpa limit itu.!
"Wah.. Dasar! Gak tau terimakasih lo ya. Mau gue tendang ke planet pluto?. "Ara memukul punggung rey.
"Aw.. Sakit geblek.!! Sini lo.. Gue hajar.!! "Rey menarik tangan ara dan membuatnya tengkurap, dengan santai rey memukuli kepalanya pakek bantal.
"Adaw.!! Sakit bego.! Eh. Tunggu.!! "Ara mencengangkan kepalanya.
"Ada ap...... "Belom selesai bicara. Ara sudah mencomot mulut rey dengan jari imutnya.
"Huus... Tangan lo bau apa o'on.? "Rey menepis tangan ara dari mulutnya.
"Bau bekecot.! Diem dulu deh. Kok kayak ada suara mak lampir ya. Apakah gue sedang halusianasi. Ataukah mak lampir sedang membuat dirinya transparan disini? "Ujar ara sambil memanjangkan daun telinganya.
"Iya ya.. Kayak ada suara tawon gitu. "Sahut rey sembari menekan dagunya.
"Bukan tawon, tapi kayak lebah. Lo tunggu bentar ya.. Gue intip dulu dari tangga, siapa tau ada siapa. "Ara berjalan keluar dengan jurus angin topanya.
"Ngomong apa sih tu piranha.? Kadang dia tidak menggunakan bahasa manusia. "Gerutu rey tersenyum tipis.
Tidak lama kemudian, ara kembali melesat masuk kamar.
"Hei, ada siapa? " tanya rey.
"Gak tau juga ada siapa aja. Tadi gue cuma liat mak lampir doang. Kita turun yok. "Dengan santai, ara meninggalkan rey keluar.
"Oiii maysaroh!! .. Tungguin gue. Bantu gue jalan nih..! "Teriak rey pada ara yang sudah menghilang.
Ara kembali lagi kekamar rey.
"Ooiii marjono.!! Jalan sendiri ngapa??? udah tuek juga.. Hei! Sejak kapan nama gue jadi maysaroh.!!?
"Barusan, gue yang ganti.! Nama gue sejak kapan jadi marjono?! Seenak jidat lo aja ganti nama orang. "Rey menjitak kening ara sambil berdiri.
"Lah.!! Lo yang duluan.!! Seenak bibir aja ganti nama orang.! Udah yok ah turun!! "Ara menggandeng tangan rey.
Kedua sejoli itu menuruni anak tangga dengan santai sambil saling jitak jidat ngomongin hal yang gak guna.!
Setibanya dibawah. Rey dan ara dikagetkan dengan gerombolan orang, yaitu keluarga rey, dan temanya. Beserta keluarga papa ara, dan temanya.
__ADS_1
"Hei kalian? Mau demo kemana?? Janjian ngumpul disini ya? "Ujar ara sembari menghampiri mereka.
"Gadis bodoh. Kami kemari ingin melihat kalian, kemarin malam sherly mengabari kami tentang sesuatu yang terjadi pada kalian. "Timpal dona, mami rey.
"Oh gitu, kirain mau demo. "Sahut ara cuek.
Daylon berlari kecil menghampiri ara.
"Duhh dek.. Lo gak apa-apa kan? Abang sangat cemas. Dari semalam gak mikirin lo. "Ujar daylon sembari merangkul ara.
"Kalau gak mikirin, trus kenapa cemas?? Dasar kuman.! Gue baik-baik aja kok, ada my super hiro reboy yang melindungi gue. "Sahut ara, ia melepaskan dekapan daylon.
"Ah.. Alien.! . Lo udah selametin adek gue. Makasih ya. Baru kali ini lo baik. "Ujar daylon menepuk kuat punggung rey.
"Aww.!!! Sakit bego.!! Punggung gue sedang terluka. Lo mau terimakasih apa mau balas dendam!!? "Rey membalas memukul bahu daylon.
"Kalian ngobrol saja didepan. Kami para orang tua akan pergi keruang keluarga. "Ujar mami rey. Ia pun mengajak orang tua ara dan yang lainya pergi meninggalkan para anak muda itu.
Nampak Carla keluar dari kerumunan dan menghampiri ara.
"Eh, ada kak carla juga! tadi nyempil dimana kok gak keliatan.? Kita sudah lama gak jumpa. Ara jadi rindu ringan sama kak carla. "Ara mendekap kakak perempuan rey itu.
"Rindu berat sudah ganti jadi rindu ringan ya.? Sejak kapan? "Sahut carla membalas dekapan ara.
"Barusan, gue yang ganti dari kamus. "Timpal ara.
Barisan sebelah kanan ditempati ara dan teman-temanya. Dan sebelah kiri tempat Rey dan temanya.
Itu tidak di atur. Mereka melakukanya sendiri, karna para teman ara dan rey itu tidak bisa bersatu jika sedang ngumpul, mereka memisahkan diri dengan sendirinya.
"Eh bos! Luka lo udah sembuh belom? Siapa yang berani ngelakuin ini sama bos kita, katakan! Biar gue yang hajar orang itu, sampe dia mati, terus idup lagi, terus mati lagi. "Ujar poldi pada rey dengan mata yang terbelalak karna emosi.
"Hei pol pol. Lo tu ngomong, apa mau ngajak si alien itu berantem?? Lo kira dineraka bisa idup mati dengan sendirinya.? Gak waras lo ya?!! "Sahut daylon dengan tegas.
"Nyaut aja lo kuman!! Gue gak ngomong sama elo.!! Mau gue kritingin bibir lo!!? "Timpal poldi dengan emosi.
"Permisi!! Adakah disini yang masih waras?!! "Sahut ricky dengan ragu-ragu.
"Gak ada.!!!!! "Jawab semuanya bersamaan sembari melotot pada ricky, ruangan itupun langsung bergema.!
"Oh.. Baiklah.. Gue ngecil aja deh. "Ricky tertunduk suram. Dia merangkak pergi kesudut pojok rumah, ia duduk jongkok sembari menggambar lingkaran obat nyamuk bakar dilantai menggunakan jari telunjuk nya.
Suasana pun kembali seperti semula.
"Oh iya ara. Lo udah tau belom siapa yang nyulik elo waktu itu? Kerjaan siapa itu.? "Tanya adelia.
__ADS_1
"Yang nyulik gue 2 orang, mereka holk, keponakanya hulk. Dan dalang dibalik itu yaitu si kutu kebo pecel. Liat aja ntar, kalau alien udah sembuh, bakal gue bejek-bejek sampe jadi keripik. "Dengan emosi yang meluap. Ara menggepalkan kedua tanganya dan menghempaskan kakinya dilantai.
"Sorry.. Kutu kebo pecel itu siapa ya ra?? "Tanya carla kebingungan.
"Orang lama kak.! "Sahut rey singkat.
"Ohh.. Jadi si pricil.?? Gue udah duga,, dia pasti ada niat jahat sama ara. Ternyata benar. Dasar cewek gila. "Timpal carla dengan emosi.
Mendengar nama itu, Alvin langsung kebakaran jenggot.
"Oh.. Pelakunya Si pecel.??!! Gue harus kasih pelajaran sama dia. Ricky, daylon, kita karungin aja dia. Terus kita buang dilubang buaya. Biar dia kembali keasalnya. "Ujar alvin geram.
"Dimana ada lubang buaya? Emangnya ada? "Tanya daylon sambil berpikir keras.
"Ya cari lah.. Lo yang nyari. "Timpal alvin cuek.
"Gak ada lubang buaya, lubang tikus boleh gak.? "Sahut ricky yang masih jongkok dipojokan.
"Oii mang jiman!! Lo mabok ya!! Dari minum apa.? "Teriak alvin.
"Sorry. Gue bukan jiman. Tapi Jimin BTS. "Timpal ricky dengan suara kecil.
"Eehhhh..!! Jangan ngaku-ngaku Jimin kalau gak mau gue lempar keluar angkasa.! "Sahut ara dengan emosi.
"Lagian, mana ada jimin potongan kayak begitu. Gak ada seujung telunjuk pun. "Timpal carla yang juga meng-idolakan jimin itu.
"Tolong semuanya bisa berisik gak. "Ujar rey.
"Kita udah berisik bego.!! Sarap lo rusak ya karna terluka itu. "Sahut daylon melotot pada rey.
"Salah ya.? Ya maaf.oh iya.. Mengenai si kutu kebo itu. Kalian jangan ngelakuin apapun, karna gue sendiri yang akan turun tangan. "Ujar rey dengan tegas.!
"Benar.. Biar gue bilas tuh tubuhnya sampe kriting. "Sambung ara.
"Baiklah.. Kalau dia masih idup, serahin aja sama kita.."sahut daylon.
Obrolan mengenai pecel itu pun berlanjut tiada habisnya sampe bibir mereka pada kriting membahasnya. Padahal sama sekali gak guna.
***
Bersambung....
Jangan lupa like.
Baca juga👉"My Promise" baru dirilis ya.
__ADS_1
Terimakasih.