Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Berseteru


__ADS_3

Saat masuk kelas ara. Rey melihat hal yang tidak dia sukai, melihat ara disiksa oleh tiga orang cewek itu, dia pun menarik tangan nesya dengan kuat.


"Aduh.. Sakit.. Tuan, tolong lepasin gue." Rintih nesya kesakitan.


"Heh! Lepasin? Tadi gue dengar ara minta lepasin, tapi lo malah menarik rambutnya kan?" Wajah rey terlihat sangat marah dan sangat mengerikan. Tatapan matanya seakan menusuk tajam.


"Maaf tuan, maafin gue, tadi gue... Gue.." Nesya mencari alasan apa yang akan dia katakan.


"Sini Lo? " Rey menarik tangan nesya menuju ara. "Aron! Sini lo, gimana cara mereka memperlakukan lo tadi, sekarang perlihatkan padaku."


Dengan senang hati, ara melangkah cepat. Heh, ahirnya penyelamat gue datang, haha.


Ara langsung menjambak rambut nesya seperti yang dia lakukan pada ara. "Hei lo nesya, gimana rasanya dijambak hah? Sakit kan!  Beginilah yang gue rasain tadi. Kedepannya kalau memang lo mau ngajak gue berantem, yang adil dong, jangan main keroyokan, apa lo sudah tau  kalau lo bakal kalah, makanya lo main keroyokan, ya kan?"


"Ahh sakit ra!"  Teriak nesya kesakitan. "Tolong lepasin gue, gue janji gak bakal ganggu lo lagi, beneran!" Ucap nesya sambil menahan sakitnya.


"Heh!  Baiklah, berhubung gue orang baik, gue cukup membuat lo merasakan apa yang orang rasakan." Ara pun langsung melepaskan cengkramannya.


Tangan rey masih memegang pergelangan tangan nesya. "Hei ko,, kalau lo masih mau belajar disini, jangan sekali lagi kau menyentuh ara, atau kau tidak akan bisa kuliah diamana pun itu, ngerti !!" Tatapan tajam tertuju pada nesya membuatnya takut untuk melihat rey.


"Baik tuan!  Tidak akan lagi, gue janji." Jawab nesya sambil mengelus rambutnya yang sakit.


Ara menghampiri dua teman nesya yang lainnya. "Dan lo, kirana, kayla, gue belum bikin perhitungan sama lo, sini kalian!"


Paakkk!!  Pakkkk!! ..


Ara menampar kirana dan kayla. "Ini cuma pelajaran buat orang yang suka keroyokan seperti kalian." Kirana dan kayla hanya bisa diam dan menahan sakitnya.


"Tunggu apa lagi kalian!  Sekarang pergi dari sini!." Teriak rey pada tiga cewek itu.


"Satu lagi!  Mulai besok kalian akan diliburkan selama satu bulan, jika kalian sudah kembali lagi dikampus ini, gue gak mau melihat kalian mendekati ara lagi ataupun menyentuhnya. Ngerti!!"


"Baik tuan!  Kami permisi." Mereka bertiga pergi dengan wajah tertunduk takut sekaligus malu,


"Reboy, makasih ya, lo datang diwaktu yang tepat. Hehe." Ucap ara cengengesan.


"Makanya kalau belum kuat ngelawan tiga orang jangan sok dulu, untung gue lewat sini, kalau gak udah babak belur lo. Sini gue liat dulu tangan lo." Rey mengangkat tangan ara dan melihat tangannya yang memerah bekas pegangan kirana dan kayla.


"Apa perlu diobati?" Tanya rey sambil menatap ara.


"Ah gak perlu, ini cuma sakit dikit doang, ntar juga sembuh kok." Jawab ara dengan senyuman.


"Oke! Gue ke kelas dulu ya." Rey berdiri sambil mengelus kepala ara dan langsung meninggalkan kelas tersebut.


Ara merasa dipedulikan oleh rey yang biasanya sangat cuek dan sangar itu. "Rey kenapa ya?  Dari pagi tadi sikapnya berubah, dia jadi lebih lembut dan lebih peduli sama gue." Batin ara sambil memegang kepalanya.


_


Saat pulang kampus, ara berkumpul bersama temannya dan juga ricky dan alvin.


"Guys, kita kekantin dulu yuk sebelum pulang, Sambil ngobrol." Ucap ara pada temannya.


"Baiklah.. Ayooo."


Mereka berjalan menuju kantin kampus, Ricky berjalan paling belakang, dia menahan tangan ara tanpa dilihat oleh alvin.


"Ra, gue mau ngomongin sesuatu!." Ucap ricky perlahan dengan bisik-bisik.


"Ada apa ki?." Tanya ara penasaran.


"Ra, lo bisa gak jauhin alvin?"

__ADS_1


"Hah?  Kenapa dengannya? Dia kan teman kita, dia juga baik." Tanya ara kembali.


"Nggak apa-apa, hanya saja gue gak mau lo terlibat masalah karnanya." Jawab ricky.


"Maksud lo?  Apa karna nesya dan temannya?  Lo tenang aja, tadi dia udah dikasih pelajaran sama rey, dia gak akan berani macam-macam lagi  sama gue, dia dan temannya  juga di skors selama satu bulan." Jelas ara.


"Oh begitu,, ya sudah." Ricky tertunduk, sepertinya bukan itu yang dimaksud oleh Ricky.


"Udah,, lo jangan khawatir, kita bebas berteman sama siapa aja, asal orang itu baik. Gue tau lo itu sahabat gue dari orok, gue juga tau lo sangat peduli sama gue. Ya udah, yuk kita susul mereka."


"Oke.. Baiklah."


Setibanya dikantin, mereka berlima duduk bersamaan dan memesan makanan.


"Guys, tau gak, tadi dikelas, gue diserang oleh tiga mak lampir nesya dan temannya, rambut gue dijambak sama nesya, beruntung rey datang diwaktu yang tepat, dan ahirnya gue bisa balas ngejambak nesya dan menampar dua teman nya, rey juga bilang kalau mereka di skors satu bulan." Ara bercerita dengan riang.


"Hah? Benarkah?  Apa rambut lo masih sakit ra?  Apa ada yang terluka?" Tanya alvin sambil melihat tangan dan tubuh ara.


"Ehem.!!"  Tiba-tiba rey datang dari belakang alvin. "Gue boleh gabung gak? " Tanya rey.


"Boleh.. Boleh,, ini kursi  yang kosong." Sahut ara sambil mendorong kursi yang kosong disampingnya.


"Makasih aron!" Ucapa rey sambil duduk.


"Kalian boleh pesan apa aja yang kalian mau, biar gue yang bayar."Tegas rey lantang.


"Gak usah! Kita bisa bayar sendiri." Jawab alvin dengan tegas.


"Benar!  Kita punya uang kok buat beli makan." Sahut Ricky.


"Eh. Guys,, gak boleh menolak rezeki loh, nanti sempit rezeki kalian, gak apa-apa sesekali rey mentraktir kita makan, ya kan? " Timpal ara


"Oke.. Baiklah. Ini demi ara!." Jawab alvin dan Ricky bersamaan.


_


"Guys, gue duluan ya. Gue ada urusan." Alvin berdiri dari tempat duduknya.


"Ara, hati-hati ya,,inget kata gue kemarin." Ucap alvin sambil menepuk lembut kepala ara. Lalu ia pergi.


"Ra. Gue juga pergi duluan ya, ntar gue tunggu lo dimobil." Rey juga pergi meninggalkan mereka.


Setelah rey dan alvin pergi, ricky mendekatkan kursinya pada ara.


"Ra. Gue saranin ya, lo jangan telalu dekat denga alvin dan juga rey. Lo tau kan, mereka berdua sama-sama kejam dan cuek." Ucap Ricky pada ara.


"Loh. Bukannya alvin itu sangat baik sama kita ya. Dia rela loh membagi apartemennya buat kita tinggali." Ujar adelia.


"Iya,, lo kenapa ki nyuruh ara jaga jarak sama mereka?" Sahut aznie.


"Guys.. Stop!  Kalian gak boleh menilai orang hanya dari luarnya saja, gue sudah mengenal alvin sejak kita SMA, gue juga mengenal keluarganya. Dia orang yang baik. Kalau reynand, memang gue baru mengenalnya, tapi hanya gue yang tau sikap dan sifatnya gimana sama gue kalau lagi dirumah.


Kalau memang dia jahat, dia gak mungkin nolongin gue pas gue dicelakai sama nesya tadi. Udah ya. Gue gak mau dengar ini lagi lain kali, dimata gue, semua teman itu sama, baik cewek atau cowok.


Dan lo ki,, gue ngerasa akhir-akhir ini lo berubah ya. Gue gak nyangka lo bisa ngomongin orang dari belakang. Udah ah, gue duluan ya..rey sudah menunggu gue." Ara pergi dengan kesal terhadap sikap ricky.


Diwaktu yang bersamaan. Rey sengaja menyusul alvin.


"Hei tunggu! !"


Alvin pun menoleh dan menghentikan langkah nya.

__ADS_1


"Wow, ada pangeran kampus!  Kenapa lo manggil gue?  Gue gak ada waktu buat ngobrol sama lo." Sahut alvin sombong.


"Jangan songong lo ya. Gue nyamperin lo cuma mau nanya, Lo suka kan sama ara?"


"Hah?  Kenapa lo tiba-tiba nanya gitu?  Memangnya kenapa kalau gue suka sama dia? gue udah cinta dan sayang sama dia sejak kita SMA. Apa urusannya sama lo?" Ketus alvin.


"Oh jadi bener, kalau lo cinta sama dia? Gue cuma mau ingetin, walaupun lo sayang sama dia, atau apapun itu, gue gak mau lo terlalu dekat dengan ara." Timpal rey.


"Heh! Lo kira lo siapa? Pacarnya?  Keluarganya? Apa hak lo ngelarang gue dekat dengannya. Apa lo juga cinta padanya?" Alvin bertanya balik.


"Kalau iya kenapa?" Jawab rey tegas.


"Wow.. Baru juga kenal dengannya, gue gak yakin lo beneran cinta sama dia, awas aja kalo sampai lo mainin perasaannya, lo berhadapan sama gue. Dan kalo memang lo beneran suka sama dia, kita bisa bersaing secara jantan dan adil." Tegas alvin.


"Oke! Gak masalah, kita liat aja ntar!"


"Oke,, gue gak bakal kalah sama lo. Dia sudah mengenal gue lebih dari tiga tahun. Inget! Gue bakal ngalahin lo." Timpal Alvin dengan menunjuk muka rey, lalu dia  pergi meninggalkan rey.


Saat alvin pergi, rey baru sadar dengan yang dilakukanya. "Hais..!!  Gue kenapa sih,!!  Gue bahkan cari ribut karna dia. Apa gue beneran suka  sama dia?  Ahh.. Gak tu lah."


Diwaktu yang bersamaan, ara mencari rey diparkiran, namun rey belum kelihatan.


"Loh, mana reboy, kok belum muncul, katanya nunggu dimobil, gue jalan kedepan aja deh sambil nunggu rey." Ara berjalan perlahan melewati gerbang kampus dan menunggu rey dipinggir jalan,


Gubraakkk!!! 


Tiba-tiba dari seberang jalan ada kecelakaan yang terjadi ,ara melihat kejadian itu sangat jelas karna tepat didepan nya. Sebuah motor gede hendak menyebrang kekampus, tiba-tiba ada mobil melaju kencang dari belakangnya dan tabrakan tidak terhindarkan. tapi mobil itu kabur dengan cepat setelah menabrak.


Ara langsung berlari melihat orang yang terpental membawa sepeda motornya. Dia pun menghampiri orang itu yang sudah tergeletak, tapi dia masih sadarkan diri, darah keluar dari kepalanya dan tubuhnya penuh luka. Ara mencoba membuat orang itu tetap sadar, dan dia menaruh kepalanya dipangkuan ara.


"Kayaknya dia mahasiswa kampus ini." Ucap ara dalam hati sambil memegang kepala orang itu.


"Heii,, lo jangan pingsan ya,, gue akan antar lo kerumah sakit, lo tahan bentar ya."Tertiak ara sambil menepuk wajah pria itu.


Kerumunan orang hanya melihat dari kejauhan, mereka takut untuk ikut campur.


"Hei kau, lebih baik kau menggir dari sana, biarkan polisi yang menanganinya, biarkan saja dia tergeletak disana," Ucap seseorang berteriak pada ara.


"Kalian gak punya perasaan ya, dia masih hidup, belum mati, bukanya mau nolongin!. seandainya dia adalah keluarga kalian, apa kalian juga akan membiarkannya seperti ini?." Jawab ara tegas.


Semua orang langsung diam, hening. "Sekarang aku minta tolong sama kalian, tolong panggilkan taxi, aku akan membawanya kerumah sakit, kalau menunggu ambulans datang, itu terlalu lama."


Kemudian seseorang mencari taxi, dengan bantuan orang orang, ara berhasil membawa pria tersebut kerumah sakit terdekat. Setelah tiba dirumah sakit, dokter langsung membawa nya ke IGD.


"Maaf. Apa nona keluarga nya?" Tanya seorang suster.


"Saya teman nya dok? "Jawab ara.


"Oh, begini, kita memerlukan tanda tangan, supaya kami bisa menindak lanjuti pengobatan nya secara intensif."


"Biar saya yang tanda tangan dok, segera lakukan yang terbaik untuknya."


"Baiklah. Silahkan tanda tangan disini."


"Oke.,selesai.. Saya minta tangani dia secepat nya ya dok?"


"Nona tenang saja, kami pasti melakukan yang terbaik untuk pasien kami."


"Terimakasih dok."


•••

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2