
Daylon mengemudikan mobil rey dan membawa mereka kerumah sakit dikota F.
Sementara itu, alvin dan ricky membawa pricil kekantor polisi dengan kedua penculik itu sebagai saksinya.
"Heii kalian, tolong dong jangan bawa gue kekantor polisi, gue janji bakal berubah, serius deh. Diantara kalian mau gak jadi pacar gue, gue bakal beliin mobil dan memenuhi semua kebutuhan kalian asal bebasin gue sekarang, bilang aja sama rey kalau kalian sudah masukin gue kepenjara. "Ujar pricil yang mencoba menyuap mereka.
Ricky yang o'on itu langsung tertelan ucapan pricil, matanya langsung berbinar.
"Wah.. Mobil.!! Mau.!! Gue mau!! Ayo kita nikah sekarang!! "Ujar nya dengan senyuman lebar.
Paakk.!!! Alvin memukul kepalanya ricky. "Dasar mata duitan!! Lo mau nikah sama kuntilanak?! Gak bisa jamin kalo idup lo bakal bahagia.!! Kalo kita biarkan dia berkeliaran, dia bakal terus membuat kejahatan. "Timpal alvin dengan kesal.
"Tapi gak usah nabok juga kali.!! Lama-lama palak gue gepeng! "Sahut ricky sambil mengelus kepalanya.
"Lo tu kalo gak ditabok gak bakal sadar! Cepat turun! Kita udah sampai. Jangan termakan sama iming-iming doang!. Kalian, keponakanya hulk, bawa pecel itu masuk.
"Baik bos!! Eh, sejak kapan dia jadi bos kita? "Kedua penculik itu saling tatap. Mereka pun membawa pricil kedalam kantor polisi.
Pricil berontak hendak melepaskan diri. "Hei kalian, Gue bakal bilang kalo kalian lah yang merencanakan pembunuhan terhadap cewek udik itu, kalian juga pasti masuk penjara. "Bentak pricil mengancam kedua adik hulk itu.
"Sudah! Jangan banyak bacot! Jangan dengarkan ocehanya, sekarang bawa dia kehadapan polisi. "Sahut alvin dengan aura sinis nya.
Kedua penculik itu tetap menyeret pricil sampai kehadapan polisi yang sedang bertugas.
"Selamat siang!! Ada yang bisa kami bantu?! "Sapa polisi itu dengan ramah sekaligus bengis.
Penculik 1 langsung memberi hormat. "Selamat siang pak!! Lapor! Ada yang ingin masuk sel, silahkan anda kurung dia. "Penculik satu menujuk pada pricil.
"Oii bego!! Lo ngapain kayak gitu?! "Penculik 2 menepis kepala penculik 1.
"Hais.. Bener-bener goblok! Kayaknya harus gue yang turun kaki. "Ujar alvin.
"Turun tangan bego!! Udah ketularan o'on lo ya. "Timpal ricky.
"Bodo' lah.. Selamat siang pak polisi, saya alvin, dan yang ini bukan teman saya, namanya kecoa. Kami ingin melaporkan kuntilanak ini, karna dia telah mencoba membunuh teman kami bernama ulat bulu. "Jelas alvin pada polisi.
Polisi itu tercengang heran, dia berpikir kalao alvin tidak waras. "Baiklah, kami akan memproses apapun yang dilaporkan masyarakat, tapi ngiming-ngiming, nama kalian unik dan udik ya?
"Ngomong-ngomong kali.! "Gerutu ricky dengan suara kecil.
"Itu lah maksud saya, oh iya, nama kalian berdua siapa? Badan kalian begitu bagus udah kayak spiderman yang lagi kekenyangan aja. "Tanya polisi itu pada kedua penculik.
Penculik 1 menjawab dengan senyuman. "Nama saya petantang pak.
"Nama saya petenteng pak. "Tambah penculik 2.
Polisi itu kaget. "Oh jadi kalian petantang petenteng? Nama kalian sangat luar dalam. "Sahut polisi terkekeh.
__ADS_1
Alvin mengerutkan alisnya mendengar percakapan aneh itu. "Didunia ini, masih ada yang waras kah? "Gerutu alvin menyeringai.
Sementara ricky tertawa sambil jumpalitan koprol. "Hahaha.. Baru kali ini gue denger nama yang begitu bagus, wajar aja kalian pengangguran, nama kalian saja petantang petenteng.. Hadeh.. Pusing perut gue, ntar kalau kalian punya anak, kasih nama bolak dan balik aja ya. "Ujar ricky terbahak sambil memukul meja polisi.
"Ehem!! (Pak polisi kembali ke mode ganteng dan sangar)
"Barang bukti apa yang kalian bawa kemari, kalau tidak ada bukti yang akurat, akan sulit membuat seseorang masuk kedalam tahanan. "Ujar polisi itu dengan serius.
Alvin dan ricky menjelaskan semuanya, dibantu dengan penjelasan petantang dan petenteng yang sebagai saksi.
Akhirnya laporan mereka diproses, sementara ini pricil ditahan dalam sel sebelum melakukan persidangan.
Dengan riang dan gembiranya, alvin dan yang lainya tersenyum lega melihat pricil yang sudah terkurung bagai marmut dalam sangkar.
Merekapun pulang menuju kota B.
Sementara itu, daylon tengah berada dirumah sakit bersama ara dan rey.
Dokter tengah menangani luka dipunggung rey dan menjahitnya kembali.
"Reboy! Sakit ya?? "Ujar ara dengan cemas.
"Nggak kok, tapi sakit banget. Hehe.. "Jawab rey sambil nyengir.
"Dasar alien.!! Pulang aja kedasar laut sana!
"Kamu jahit aja nih sendiri.! Kamu kira jahit kulit orang itu sama kayak jahit kolor!? "Jawab dokter yang sangar itu.
"Baiklah, maaf kalau aku gak salah. "Sahut daylon tertunduk.
Satu jam kemudian, akhirnya acara jahit menjahit itu selesai.
Dokter memberinya seikat obat untuk dikonsumsi oleh rey,
Setelah proses pembayaran usai, ara dan daylon membantu menopang rey kembali kemobil.
Mereka bertiga pulang menuju kota B,
setibanya dirumah rey, alvin dan ricky sudah duduk santai sambil ngobrol dengan kedua petantang petenteng.
Mereka langsung berdiri menghampiri rey yang hendak masuk.
"Rey, kamu gak apa-apa? Mami sudah mengetahui semuanya dari alvin. "Tanya mami rey dengan cemas.
"Aku gak apa-apa mi, ini hanya luka kecil, tapi berkat luka ini, aku jadi balikan lagi sama ara, bahkan dia bersedia menikah denganku. "Jawab rey tersenyum sambil menatap ara.
"Hah?? Kapan gue bilang gitu?? Jangan ngarang ya? Gue sentil ntar mulut lo?? "Pungkas ara menyangkal.
__ADS_1
"Kan tadi lo sendiri yang bilang mau nikah sama gue hari ini juga asal gue gak mati. Iya kan? "Jelas rey.
"Hah? Masa sih? Mungkin tadi gue sedang dialam bawah sadar. Baiklah, gue menyerah. Tapi gak nikah hari ini juga kan?? Kita masih sekolah!! "Sahut ara.
Ricky terkekeh mendengar percakapan mereka. "Kok gue jadi geli ya ngebayangin mereka nikah, pasti tiap hari tawuran, atau gak, tiap hari liat piring terbang tanpa sayap. Mak lampir dan gerandong harus siap-siap jadi pengawal nih.. Hahaha.. "Ricky terbahak hingga tersedak.
Sedangkan yang lainya bengong sambil melongo melihat ricky yang lucu sendiri itu.
"Entah apa yang merasukinya..?? "Ujar alvin geleng kepala.
"Nikah hari ini juga gue mau kok sayang. gue jamin, yang dibilang ricky itu gak bakal terjadi. Gue udah nyelametin lo berkali-kali loh. "Tutur rey sembari mendekap ara.
"Nih orang kesambet apa? Umur lo baru 20 tahun!! Umur gue 19 tahun, masa iya nikah muda! Gue sih mau.. Hehe.. "Sahut ara cengengesan.!
"Haiiss.. Dasar alien sama ulat bulu, pengen banget dah gue pulangin kehabitatnya. "Gerutu gerandong, papinya rey itu sambil pura-pura tidak melihat mereka.
"Ngiming-ngiming.. Kapan nih kita makan. Perut gue udah petir-petir. "Celah daylon ditengah percakapan mereka.
"Ni orang, kerjaanya makan mulu.!! Gue juga mau makan sih.. Hoho. "Sahut ricky terkekeh tanpa urat malu.
"Ya sudah, ayo kalian makan, tapi sayurnya cuma sedikit, karna bik yam belom masak. "Mama ara mengajak mereka kedapur.
"Gak apa kok tante, palingan kita rebutan, suruh aja kuman itu makan pake kuah kobokan, biar dia kenyang, dan makin banyak kuman diperutnya. "Sahut ricky sembari berjalan kedapur.
"Ayo kita berantem!! "Tatap daylon dimata ricky.
"Ayo!! Siapa berani.!! "Jawab ricky membalas tatapan tajam.
Kedua serangga itu berjalan kedapur sambil berargumen saling adu kening.
Sementara itu, ara dan yang lainya masih ngobrol didepan bersama rey yang berbaring disofa.
"Vin, gimana tuh si pecel kutu kebo, udah masuk penjara belom?? "Tanya ara dengan kesal.
"Udah, dia lagi ditahan, tunggu panggilan dari polisi untuk persidangan.
"Benarkah!! Sukur deh, gue udah gak sabar pengen bejek-bejek dan potelin jantung kutu kebo itu, beraninya dia nusuk laki gue pakek gunting, liat aja ntar, gue colok matanya pakek tusukan gigi. "Gumam ara sambil menggepalkan kedua tanganya.
Rey dan orang tuanya tersenyum lebar menahan tawa melihat ara yang begitu geram.
***
Bersambung...
Jgn lupa like🙏
Baca juga karyaku yg lain ya😁
__ADS_1